Tentara Dilatih Untuk Membunuh Bukan Membina Pemalak !!!
                                        
Adalah salah kalo menganggap tentara itu tidak boleh membunuh, karena tentara 
itu digaji dan dilatih untuk sigap membunuh bukan melatih para pemalak.  Jadi 
kalo ada pemalak yang tertangkap, bukan dilindungi melainkan digebuki dan 
tentara yang melakukannya tidak bisa dihukum karena hukum yang berlaku bagi 
tentara berbeda dari hukum orang sipil.

Demikianlah, tentara itu berbahaya, oleh karenanya harus selalu dikurung 
didalam tangsinya dan bila ada keperluan untuk keluar tangsi maka izin komandan 
bisa ber-lapis2 hadangannya.  Dan kalo diluar tangsi ada tenara yang melanggar 
hukum sipil, maka tentara pelakunya hanya bisa dihukum oleh sang komandan bukan 
hakim sipil biasa.

> Alex Simanjuntak <alsimanjuntak@...> wrote:
> Batalyon Yang Pernah Dipimpin SBY
> Menganiaya Warga Hingga Tewas
> Tidak ada satuan militer di negeri
> ini yang memiliki sejarah yang khas
> seperti Batalyon Infanteri 744/Satya
> Yudha Bhakti. Seperti biasa, tanpa
> menghargai hukum yang berlaku,
> para prajurit TNI mencoba main hakim
> sendiri. Mereka mencari dua putra
> Raimundus, Heri dan Charles, dua
> dari enam pemuda yang terlibat upaya
> pemalakan pada hari sebelumnya. Kakak
> beradik, Heri dan Charles, dipaksa
> berkelahi disaksikan dan disorak-
> Charles jatuh pingsan. Menurut Romo
> Leo Mali, sekitar pukul 10 pagi,
> Charles meninggal. Ah, ini berita
> tak elok buat Presiden Yudhoyono.

Heri dan Charles memang harus menerima nasibnya, dan ini sebetulnya 
menggembirakan rakyat banyak karena keduanya adalah pemalak yang justru 
merugikan masyarakat banyak.  Kalopun tidak tertangkap tentara batalyon-pun 
seharusnya polisi menangkapnya.  Tapi sialnya, yang dipalak adalah anggauta 
tentara, maka apes-lah nasib kedua penjahat ini.  Matipun sudah sewajarnya, 
karena hidupnya pun tidak ada polisi atau masyarakat yang berani menindaknya.

Lalu dimana salahnya si tentara itu???  Memang hukum militer itu ada yang 
memakai cara para pelaku diadu berkelahi karena memang dunianya bukan dunia 
biasa tapi dunia militer.

Jadi memang SBY itu banyak salahnya, SBY itu korup, SBY itu nepotis, SBY itu 
kleptopatrik, tapi bukan salah kalo SBY pernah menjadi komandan pasukan 
batalyon 744.  Matinya kedua pemalak diatas tidak bisa digunakan untuk tujuan 
politik mendiskreditkan SBY, coba carilah alasan yang lain yang lebih masuk 
akal.

Ny. Muslim binti Muskitawati.












------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke