"......mBak Ira nggak suruh makan.. cuma suruh bawa..." Kwkwkwk................... Kasiannya Pak @Yusfiq, eh, Pak Kasyian --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Pagi kemarin adalah pagi paling segar minggu ini. Semua orang > berseri-seri. Mulai dari satpam Wempy di depan, duet resepsionis > Ita & Dewi yang sewangi mint (satu merk berdua kayaknya), Kadir > manajer keuangan berkumis baplang, sampai gerombolan dapur yang > serba tangkas, semua kelihatan sehat sejahtera. > > Sapaan "Pagi Pak", "Mas..", "Bang.." atau "Bos.." berhamburan > tergantung kadar nyali si penyapa, bukan gara-gara status > jabatannya. Dan setiap sapaan selalu ada tambahan kabar ringan, > terutama dari duet litbang Susi-Benny tentang berita-berita > terbaru semisal, belum ada "kabar gembira" di halaman depan koran > atau tentang musim kucing bunting. > > Di belakang, seperti biasa Asep OB melempar tantangan untuk > mengantar kopi ke meja atau ku maha. Saya paling suka pilih yang > 'kumaha'. Dengan begitu ada kesempatan buat ngakak bareng > khalayak dapur sambil menunggu kopi diseduh. > > Pagi yang lancar. Tidak ada yang istimewa apalagi memburuk. > Semua orang kembali siap memutar otak dan peras keringat, supaya > dunianya tetap berputar sekalipun si Beye masih joget poco-poco. > Maju selangkah mundur 9 langkah, sorong kiri setapak sorong > kanan 9 tombak, lalu jalan di tempat. Gitu terus selama 6 tahun. > Tinggal tunggu 'kabar gembira' di halaman depan koran.. > > * > > Baru saja selesai membalas imel, tiba-tiba di bawah, dari arah > dapur, terdengar kegaduhan. Disusul suara orang berlarian > serabutan. Ada teriakan, ada suara misuh-misuh, dan banyak suara > ketawa. Tapi tak satu pun suara anak perempuan. > > Dari jendela terlihat halaman belakang sepi. Tidak ada siapa pun bahkan mBok Yus yang tadi mau nyiram tanaman. Semangkok bubur ayam > di meja sarapan (entah ditinggal kabur siapa) dan suara tv adalah > satu-satunya tanda kehidupan yang tersisa. > > Hening sebentar. Lalu seantero lantai bawah mulai berdengung. > Ramai diseling cekikik anak-anak perempuan, kecuali Ira tatto > yang nyekakak sambil nggak brenti-brenti nyela sesuka hati. > Di sekitar tangga, orang lantai-2 berkerumun. Nggak sabar pengin > ikutan ketawa. Ini mestinya seru, kalo enggak awas lho ra. > > Di bawah Ira masih nyerocos tapi tangannya jalan terus di mesin fotocopy. Bukannya kasih jawaban dia malah cekikikan nunjuk-nunjuk > Lambert si komandan satpam yang tersenyum lebar. Di dekat mereka > berdiri Kasiyanto sopir baru dengan tampang gusar. > > Singkat cerita, si kumendan lapor apa yang barusan terjadi dan > semua orang pasang kuping. Pada siap-siap ketawa... > > Begini, Jum'at kemarin adalah jadwal sebagian orang pergi general > check up di rumahsakit. Kasiyanto yang masuk rombongan Jum'at > kemarin ditanya rekan-rekannya kenapa datang terlambat. Apa belum > siap ikut general check up? > > Kasiyan menjawab ragu. Sebetulnya dia siap, tapi merasa yang > namanya general check up kok repot juga ya musti bawa contoh urin & faeces segala. Dia mengalami kesulitan & keberatan untuk bawa > contoh faecesnya. Tapi dia bangga akhirnya sampai juga di tempat > kerja. Syukurlah. > > Melihat Kasiyan bawa bungkusan makanan, anak-anak belakang menyuruhnya segera sarapan daripada nanti pingsan. > > Kasiyan bingung. Dia menatap bungkusan plastik berisi styrofoam. > Dia bertanya pelan, "Dimakan..?" Sekarang ganti anak-anak belakang yang bingung. > > Karena khawatir Kasiyan nggak kuat jalani macam-macam tes fisik, > mereka tetap mendesaknya untuk sarapan dulu. > > Dengan tampang bingung yang sulit digambarkan, Kasiyan terbata- > bata setengah protes, "mBak Ira nggak suruh makan.. cuma suruh > bawa..." > > Terjadilah debat kecil. > > Lambert yang lagi sarapan bubur ayam menengahi. Rupanya sedari tadi > dia curiga sama kelakuan Kasiyan. Heran dia kenapa Kasiyan nggak mau > menemaninya sarapan. > > "Kamu bawa apa itu?" tanya Lambert di tengah kunyahan. > > Kasiyan serba salah. Mau dijawab tapi Lambert lagi makan, nggak > dijawab dia komandan satpam.. > > Dengan maaf bertubi-tubi Kasiyan bilang yang dia bawa itu sesuai > pesanannya mBak Ira. > > Semua orang terdiam. Berpikir. Saling pandang menebak-nebak > maksud Kasiyan. > > Asep bertanya iseng, "Segitu..?" > > "Iya.." > > Asep kaget. Semua orang tegang. > > Lambert semakin penasaran. Dia minta bukti, minta Kasiyan buka > bungkus makanannya. > > Antara kesal dan malu tapi takut sama Lambert, Kasiyan membuka > plastik pembungkus styrofoam dan... semua mata terbelalak melihat > apa yang teronggok di sana! > > Sedetik kemudian pecahlah kegaduhan. Semua orang bubar dari dapur. Terpingkal-pingkal dan mengutuk-ngutuk apa saja yang pantas dikutuk. > Termasuk mengutuki Usman si koordinator sopir yang ngejailin anak > buahnya. > > Usman ngaku berapa hari sebelumnya dia kasih tau Kasiyan kalau > faeces yang dibawa itu harus utuh. Nggak boleh putus. > > Walhasil, sebagai orang baru Kasiyan berusaha loyal. Betul-betul dia > brojolin dalam satu tarikan napas.. Dan, jadilah selingkar onggokan > dalam styrofoam! > > Ha..ha..ha...! > > Kebayang, pagi-pagi si Kasiyan ngeden seperti Jusfiq waktu beol > sambil mutar-mutar pantat menulis namanya di lantai lalu treak > Allahu Akbar! > > Kasiyan.. Kasiyan... > > Juspig amat luh. >
------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
