http://alexarussia.blog.friendster.com/2010/10/tuhan-kursus-dialektika-terhadap-gw-hegel/
`Tuhan' kursus Dialektika terhadap GW Hegel +++ Ini uraian saya yang ke- xxx, tentang bagaimana tuhan belajar cara berpikir dialektika terhadap GW Hegel, seorang filsuf jenius dari jerman Per Logika, yang disebut being/eksistensi/keberadaan adalah sesuatu yang bisa diindera Dalam menjelaskan kepada anak kecil-pun, pikiran anak dikonstruksi dengan obyek-obyek material alam Pengenalan itu tidak mungkin dari proses negasi, namun dari proses being/eksistensi/keberadaan terlebih dahulu Anda tidak mungkin mengajarkan kepada anak dengan methodologi berikut: Mama: "baby, ini tidak ada penggaris" lha penggaris itu sendiri obyek/eksisten/keberadaan yang bisa dilakukan adalah mengajarkan kepada anak sbb: Mama: "baby, ini adalah penggaris" Baby mengidentifikasi obyek penggaris dan masuk dalam logikanya. Ketika mama menanyakan "baby, dimana penggaris?" baby tidak melihatnya disini bisa ditarik kesimpulan dan jawaban baby: "Penggaris tidak ada" Jadi proses negasi pasti berasal dari being/keberadaan/eksistensi yang mendahuluinya Yang bisa dinegasi adalah suatu eksistensi/keberadaan yang mendahuluinya Tidak mungkin ada negasi tanpa ada keberadaan yang mendahuluinya atau kalau mau dilacak, maka keberadaan obyek/eksistensi obyek adalah ibu kandung/yang melahirkan dari proses negasinya Untuk itu, jelas sudah bahwasanya Tuhan tidak hanya bermain dadu dan suka melemparkannya sembarangan, tuhan ternyata juga senang bermain dialektika tidak mungkin tuhan menyuruh utusannya yang ke 25 mengatakan "tuhan adalah esa dan tidak diperanakan" tanpa ada klaim dari utusannya yang ke 24 yang mengklaim "akulah anak tuhan" ini artinya . tanpa didahului klaim "akulah anak tuhan" maka tidak akan muncul negasinya "tuhan tidak diperanakan" artinya menurut kehendak tuhan, maka tuhan menakdirkan utusannya yang ke 24 klaim dirinya sebagai "anak tuhan" dan juga menurut kehendak tuhan, maka tuhan menakdirkan utusannya yang ke 25 melakukan koreksi terhadap takdirnya yang salah pada utusannya yang ke 24 lihat juga preposisi berikut 1. Allah Maha Sempurna 2. Sempurna ini diambil kesimpulan dari utusannya yang ke 25, artinya dari utusannya yang pertama sampai ke 24 maka tuhan melakukan kesalahan, sehingga harus disempurnakan oleh utusannya yang ke 25 Preposisi 1, atau preposisi Tuhan maha sempurna artinya gugur apabila evaluasi dilakukan pada utusannya yang pertama sampai dengan yang ke 24 begitulah kalau tuhan baru belajar dialektikanya GW Hegel Catatan: Surat Al-Ikhlas yang diturunkannya kepada utusannya yang ke 25, kalau dianalisis dengan `history matery' tampak jelas merupakan sebuah negasi dari konsep Trinitas yang dibawa oleh utusannya yang ke 24. +++ Sub Judul: Apa manfaat belajar Marxisme? Saya dilahirkan dalam keluarga Islam yang cukup taat. Per ideology, Islam di Indonesia sudah banyak tercampur dengan ideology Hindu kuno, sehingga per-ajaran, sebenarnya Islam Indonesia tidak terlalu berbahaya. Permasalahannya bagi saya adalah, ketika kecil, keluarga saya menanamkan bahwa ilmu adalah yang terpenting, untuk itu, ketika saya ber-world view islam, sebenarnya untuk sekedar hidup, maka tidak menjadi masalah yang cukup serius, namun Islam sendiri adalah terdefinisi sebagai kepercayaan dan agama, dan permasalahan utama bagi saya saat ini adalah Islam tidak mampu menjelaskan secara realitas tentang alam raya yang luas. Secara ajaran, maka perspektive Islam adalah perspektive sempit terhadap cara pandang dunia. Islam lahir di abad ke 6, sehingga per ideologis maka kita memberangkatkan perspektive kita berawal dari abad ke 6, dan tradisi arab. Islam tidak mampu menganalisa gejala alam,selain dikatakan sebagai berawal dari Tuhan, islam tidak bisa menganalisis gejala ekonomi, gejala politik, hukum perubahan, dan lain sebagainya. Disinilah pentingnya Marxisme, Marxisme adalah ilmu dasar, ilmu paling mendasar, ia didasarkan pada fisika sebagai fundament ilmu pengetahuan, ia didasarkan kepada natural sains sebagai cara pandang alam dunia yang luas dan universal, dan dari pemandangan marxisme yang mendasar ini maka anda akan dapat melakukan analisa berbagai gejala seperti agama, politik, ekonomi dan lain sebagainya. Per ajaran, agama mengkonsepsikan bahwasanya manusia secara primer adalah mahluk tuhan Per ajaran, marxisme mengkonsepsikan bahwasanya manusia secara primer adalah mahluk alam, akibat manusia mahluk alam, maka manusia mempunyai kebutuhan untuk makan, sehingga kebutuhan makanlah yang primer. Mana yang benar dan realistis? Bisakah manusia tanpa tuhan bisa hidup? Jawabnya: bisa Premis: Di dunia ini ada orang yang bertuhan dan ada yang tidak bertuhan Bisakah manusia tanpa makan bisa hidup? Jawabnya: tidak bisa Premis: Di dunia ini semua orang butuh makan Jadi marxisme-lah yang secara kenyataan/kasunyatan benar. Dalam menganalisa gejala primer manusia, maka marxismelah yang benar. Dari kebenaran analisa gejala primer ini, maka anda bisa menganalisa gejala-gejala sekunder atau tertier manusia seperti agama, politik, budaya dan ekonomi. Jadi dalam struktur ideologi marxisme, maka secara primer manusia adalah mahluk ekonomi/butuh makan, dan agama, politik, budaya, merupakan gejala lanjutan atau gejala yang muncul/timbul akibat gejala primer, atau secara struktur, masalah seni, budaya, ekonomi, terletak di struktur atas, sedangkan kebutuhan materi/makanan merupakan struktur mendasar. Jadi ketika anda menggunakan marxisme sebagai alat analisa, maka anda akan mendapatkan seluruh gambaran gejala-gejala sekunder yang muncul, atau ketika anda berperspektive marxisme, maka anda akan mampu menjelaskan apa itu politik, apa itu ekonomi, apa itu agama, apa itu budaya, anda akan dapatkan gambaran lengkap tentang manusia dan alam raya, karena marxisme mempelajari dari hakekat ilmu dasar/primer yaitu materi, dan kemudian mempelajari gejala sekundernya atau gejala-gejala akibat yang ditimbulkan dari gejala primer materi sebagai gejala sebab utama. Gejala pikiran, politik, ekonomi, budaya, tak lepas dari hukum-hukum fisika/hukum alam, jelasnya adalah: saya bisa hidup tanpa agama islam, tapi saya tidak bisa beragama islam tanpa hidup . jadi mana lebih penting? mana yang primer? beragama dulu atau hidup dulu? catatan: orang islam sendiri mengatakan bahwa agama islam adalah bajunya hidup, artinya juga bahwa agama hanyalah sebagai baju, artinya kalau hanya sebagai baju maka anda juga boleh tanpa baju dan tentu boleh juga mengganti baju. +++ Sub Judul: Revolusi hidup Kini sudah jelaslah bahwa dengan analisa marxisme, maka kita bersperspektive budaya dan agama sebagai sub-struktur-budaya, budaya dan agama hanyalah cara kerja atau mekanisme manusia dalam hidup saja. Budaya dan agama merupakan BAGIAN dari cara manusia untuk hidup. Tanpa ada manusia hidup, maka tidak ada budaya dan agama manusia. Budaya dan agama merupakan cara manusia ADAPTASI dengan alamnya saja. Disini yang primer adalah alam semesta, dan gejala susulannya atau gejala yang ditimbulkannya adalah budaya dan agama. Disini nampak jelas bahwa agama islam merupakan budaya dan cara adaptasi bangsa arab dalam adaptasi dengan alam geografis arab Agama hindu dan buddha nampak jelas merupakan budaya dan cara adaptasi orang india dengan alam geografisnya Namun budaya itu juga berubah sesuai dengan pengetahuan manusia yang juga berubah dan lebih mendalam dalam memahami hakekat cara kerja alam semesta. Disini marxisme mampu menganalisa bahwa agama yang menjadi sub-struktur budaya, yang mana budaya adalah merupakan proses adaptasi manusia dengan alam, maka agama dan budaya bisa direvolusi atau cara adaptasi manusia dengan alamnya bisa dirubah, diefisienkan, dicari mekanisme yang paling jitu dan tepat, demikian terus menerus sesuai perkembangan zaman. Saya kira, kemajuan ekonomi Tiongkok per oktober 2010, tak lepas dari pengaruh revolusi budaya yang dilakukan oleh pemimpin Mao, revolusi budaya tepatnya mampu mendudukan masalah atau memberikan gambaran yang tepat bagi orang Tiongkok terhadap alam semestanya. Dengan analisa marxisme, maka jelaslah sudah bahwa yang real dan primer maka manusia adalah mahluk ekonomi, dan bukan mahluk religius. Manusia sebagai mahluk spiritual itu bisa dibangun apabila kebutuhan primernya sebagai manusia telah tercukupi terlebih dahulu. Saya kira, kebangkitan negeri Tiongkok per oktober 2010, akibat mereka mampu melakukan usaha yang fokus terhadap kebutuhan primer manusia, mereka mampu melakukan simplifikasi terhadap gejala-gejala sekunder dan hampir mengabaikan gejala-gejala sekunder (sebagai contoh: manusia sebagai mahluk spiritual), sehingga perhatiannya yang penuh terhadap gejala primer (ekonomi), itu mampu menjadi realitas. Kita di Indonesia hanya bisa menyaksikan hegemony negeri tiongkok per oktober 2010, dan tidak melakukan analisis mengapa mereka bisa bangkit seperti itu. Saya kira manusia mempunyai fokus dalam hidupnya, ketika manusia di Indonesia fokus terhadap budaya, dan terutama peninggalan Soekarno dianggap sebagai ajimat sakti, yaitu pancasila, dimana pancasila merupakan hasil Soekarno melakukan analisis budaya indonesia, dan inilah tepatnya apa yang dilakukan oleh Soekarno, dia memilih meletakan ideologi yang per prinsipil adalah melanjutkan tradisi kuno kerajaan-kerajaan Indonesia, jadi Pancasila boleh disebut sebagai 5 pasal ajimat sakti yang ditarik oleh Soekarno dari analisis budaya BANGSA Indonesia, dari sini artinya Soekarno memilih meletakan ideologi yang mewariskan budaya/mekanisme kerajaan wilayah Indonesia kuno untuk DILESTARIKAN oleh manusia Indonesia masa depan. Disini permasalahan utama adalah, Soekarno memilih mewariskan budaya/melanjutkan budaya, sedangkan analisis saya adalah, ketua Mao di Tiongkok dan juga VI Lenin di Soviet memilih memangkas dan merevolusi budaya, budaya diefisienkan, budaya dirubah sesuai perkembangan zaman. Jadi per kata-kata Soekarno memang benar, revolusi adalah menjebol dan membangun, tapi apa yang dijebol? Apakah hanya bertujuan mengganti kekuasan saja? Jelas ini bukan hal yang prinsipiil atau fundamental namun mestinya yang dijebol dan dibangun ulang itu adalah budaya/mekanisme manusia dalam hidup, jadi disini nampak jelas suatu KONTRADIKSI seorang Soekarno dimana dia mengatakan REVOLUSI, di sisi lain dia MEMILIH MELESTARIKAN budaya Indonesia (baca saja tentang PANCASILA, menurut PENGAKUAN seorang Soekarno, Pancasila merupakan suatu kesimpulan yang ditarik dari budaya leluhur bangsa Indonesia), dan tidak melakukan PEMBAHARUAN/PERUBAHAN budaya bangsa Indonesia. Selanjutnya disini nampak jelas, apabila Soekarno berbicara Revolusi, di sisi lain dia sendiri memilih MENERUSKAN dan tidak MENGGANTI SYSTEM BUDAYA, so ini suatu ironi kontradiksi yang pilu. Jadi nampak jelas, ketika saya mencoba evaluasi terhadap apa yang ketua Mao lakukan, dan VI Lenin lakukan,bahwa PILIHAN itu adalah MENERUSKAN YANG TELAH ADA atau MENERUSKAN BUDAYA LELUHUR, atau MENGGANTI/MERUBAH SYSTEM yang ada . ini suatu hal yang prinsipiil, dan REVOLUSI lebih tepat sebagai pembaharuan/penggantian/perubahan/merevisi system, dan bukan MENERUSKAN system secara dogmatis. Jadi secara prinsipiil juga benar bahwa revolusi atau perubahan system memang harus dilakukan terus menerus/permanent karena zaman juga berubah, dan memang seorang REVOLUSIONER itu hendaknya orang yang MENCARI jalan sendiri dan bukan orang YANG MENERUSKAN SYSTEM WARISAN BUDAYA LELUHUR yang telah ada. jadi jelaslah sudah, apabila dikocok ulang terhadap ideologinya soekarno, dan apabila saya ditanya? siapakah saya? yang primer dan yang terutama adalah, saya harus menjadi seorang marxis terlebih dahulu, karena pengetahuan marxis adalah pengetahuan general tentang alam semesta secara universal, marxisme mampu menjelaskan apa itu politik, apa itu agama, apa itu pancasila sebagai konten budaya lokal. setelah itu baru, saya seorang nasionalis atau pancasilais, dan setelah itu baru saya, kalaupun boleh disebut beragama islam. jadi secara urutan adalah - Marxisme/Natural Sains. - Nasionalisme - Agama disini saya meletakan cara berpikir deduktif, atau marxisme adalah skup luas alam semesta, lalu menyempit kepada konten lokal pancasilais, dan sebenarnya agama tidak saya butuhkan. Disini saya kira Soekarno dan rata-rata manusia Indonesia melakukan suatu fundament pemikiran yang persis terbalik, Soekarno pernah menawarkan pancasila sebagai ideologi universal .namun Pancasila sendiri adalah gejala sekunder dan bukan gejala primer . ayuh kita lihat Apakah manusia tanpa pancasila bisa hidup? Jawabnya: tentu bisa dan banyak jumlahnya malahan . Apakah manusia tanpa kebutuhan makan bisa hidup? Jawabnya: tentu tidak bisa artinya, kita juga bisa berpancasila setelah kebutuhan yang primer telah terpenuhi. Artinya kita bisa berpancasila dan beragama dengan baik setelah gejala primer terpenuhi. Kita bisa menjadi mahluk pancasila dan mahluk agama, APABILA kita telah menjadi mahluk marxisme/Natural Sains. jadi berpancasila dan beragama tanpa bermarxisme, maka anda akan terjebak kedalam wawasan sempit, wawasan konten lokal, wawasan sebuah budaya kuno yang berasal dari wilayah yang disebut sebagai wilayah Indonesia. Jadi beragama islam hanya akan melihat alam semesta dari perspektive islam, berpancasila hanya akan mengakibatkan memandang alam semesta dari perspektive budaya metafisik kerajaan kuno yang saat ini wilayahnya disebut sebagai Indonesia, namun ber-natural-sains, anda akan mampu melihat mekanisme alam raya bekerja secara riil dan universal. Jadi Soekarno mengenalkan kita 3 protokol, yaitu Nasionalisme, agama, marxisme. Apabila kita mau melanjutkan protokolnya Soekarno, maka yang dibutuhkan adalah kita menempatkannya saja dengan tepat . konstektualnya adalah sebagai berikut Yang Pertama, saya adalah mahluk ALAM SEMESTA (Marxisme/Natural Sains) Yang Kedua, saya adalah manusia yang tinggal di wilayah Indonesia, untuk itu konten/identitas lokalnya adalah Pancasila Yang Ketiga, saya mungkin tinggal di jawa, sunda, sulawesi, sumatra, maka akan mempunyai konten lokal yang lebih menyempit lagi. Jadi identitas GENERAL atau PROTOKOL GENERAL saya adalah MARXISME/Natural Sains, setelah itu saya punya protokol lokal yang disebut Pancasila. Ketika saya berkomunikasi dengan manusia luar negeri, maka saya menggunakan protokol GENERAL alam semesta, pasti kompatibel dan Pancasila secara spesifik adalah protokol untuk komunikasi dengan manusia lokal yang disebut sebagai manusia berpikiran pancasila saja, dan budaya jawa secara spesifik adalah CARA ORANG JAWA dalam ADAPTASI dengan alam semestanya. Disini dalam ilmu komputer, Microsoft dan IBM mengembangkan protokol LAN (Local Area Network) yang disebut sebagai Netbeui dan Netbios, namun Internet mempunyai protokol general yang disebut sebagai TCP/IP. Protokol LAN, bisa dijalankan diatas protokol GENERAL yang disebut sebagai TCP/IP. Jadi setelah Soekarno jatuh, memang tidak banyak orang mengerti tentang materialisme/marxisme. Banyak orang bisa berbicara a,b,c,d,e tentang Pancasila, namun tidak mengerti permasalahan atau tidak mengerti lokasi Pancasila itu dimana, tidak mengerti apa itu budaya jawa, apa itu budaya sunda. Jadi orang yang bisa berbicara banyak tentang Pancasila, menganggap Pancasila sebagai identitas primer, jelas ini pemikiran yang salah, Pancasila tepatnya adalah gejala sekunder, atau gejala lanjutan YANG TIMBUL AKIBAT dari budaya/cara adaptasi manusia kuno yang menempati/mendiami suatu wilayah yang saat ini disebut sebagai wilayah Indonesia. +++ Sub judul: Permasalahan utama: Agama dan Pancasila sebagai jimat. Manusia Indonesia memang suka bermain kultus. Agama dan Pancasila yang merupakan gejala sekunder-pun dianggap sebagai jimat yang jegler .turun dari langit. Agama dan Pancasila-pun dianggap sebagai wangsit dan memang hobby orang Indonesia itu berwangsit ria. tapi saya telah membaca tentang Materialisme/natural sains, dan setelah membaca ini saya mengerti bagaimana mekanisme/cara kerja alam semesta secara umum/GENERAL. Setelah itu baru saya akan melakukan selidik terhadap budaya/konten lokal. Saya tidak akan mengatakan bahwa Agama dan Pancasila sebagai jimat tersakti, karena keduanya adalah gejala sekunder dari sebuah produk lokal, dimana Islam per perspektive marxisme merupakan budaya/konten lokal arab, dan Pancasila merupakan budaya/konten lokal bangsa Indonesia. +++ Sub judul: Tentang metafisik Metafisik merupakan bahan diskusi lama semenjak para filsuf yunani kuno seperti Scorates. Permasalahan utama dari metafisik ini adalah, ia tidak dapat diketahui/diselidiki CARA KERJANYA oleh manusia. Jadi metafisik ini seperti dongeng, dia bukan reality, yang real dan bisa diselidiki oleh manusia hanyalah fisikal/material world. Fisikal/materi/partikel ini secara real bisa diselidiki CARA KERJA-nya oleh manusia, sehingga dari PENGETAHUAN CARA KERJA physical/partikel ini manusia lebih mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam terhadap alam semesta, dan manusia bisa melakukan inovasi-inovasi produksi dalam konteks manusia sebagai mahluk ekonomi. Kalaupun saya boleh mengutip Prof. Hawking, maka para MATERIALIS/FISIKA ini yang akan menang dalam berkompetisi, mereka BEKERJA, penuh perhatian dalam hal menyelidiki BAGAIMANA ALAM SEMESTA BEKERJA SECARA REAL. Fisika adalah ilmu fundamental yang RIIL/KENYATAAN. Sedangkan para penikmat takhyul duduk saja, mereka tidak bekerja, tidak ingin mengetahui secara RIIL tentang BAGAIMANA ALAM SEMESTA ini bekerja.Mereka terjebak kedalam pengetahuan metafisik, yang menjawab bahwa segala sumber hakekat permasalahan utama alam semesta berasal dari gejala tunggal SUPERNATURAL. Jelas permasalahannya bahwa SUPERNATURAL/metafisik merupakan suatu jawaban YANG TIDAK BISA DIKETAHUI MEKANISME KERJANYA. +++ Sub Judul: Apa fungsi Materialisme/Natural Sains dan apa masalahnya Saya telah berusaha menunjukan dengan tepat, kepada ilmu apa anda akan mengetahui dan memahami tentang alam semesta, tentu tepatnya kepada NATURAL SAINS. Permasalahan adalah NATURAL SAINS tidak berbicara masalah moral, so sebaiknya pemahaman Natural Sains sebagai World View ini berada pada pemimpin-pemimpin bangsa saja, karena kalau world view ini berada di tangan orang yang salah, maka memang akibatnya bisa fatal. Disini saya ingin menunjukan sesuai dengan porsinya apabila anda ingin mengetahui tentang cara kerja alam semesta, maka pelajarilah NATURAL SAINS. dengan mengetahui cara kerja natural sains maka anda akan mengerti apa yang diinginkan, misal ingin membawa Indonesia unggul secara ekonomi (dan bukan secara SPIRITUAL), maka anda akan mengerti langkah-langkah sesuai dengan hal-hal yang telah saya tulis . tapi kita belajar sejarah, Natural Sains sebagai world view pernah mengakibatkan perang dunia kedua, dimana Joseph Stalin dan Adolf Hitler bertempur, masing-masing ingin menjadi bangsa unggulan. so saya ingin mengatakan per analisa saya, Joseph Stalin dan Adolf Hitler itu mengerti tentang bagaimana alam raya bekerja, sehingga ide-ide mereka juga ide-ide gila tanpa moral. Tapi disini saya hendak menulis tentang ketepatan/kejituan petunjuk tentang alam raya saya tidak sedang berbicara masalah moral sehingga yang dilakukan oleh Charles Darwin memang tepat, ia tidak segera menerbitkan pemikirannya tentang evolusi Evolusi harus ditempatkan di ranah yang tepat, atau misal saya ditanya mana konsep kerja alam semesta yang riil dan benar? maka saya jawab NATURAL SAINS/Evolusi/Materialisme/Fisikalisme tapi orang tidak harus benar untuk hidup .orang hidup mungkin hanya butuh kebahagiaan .bahagia belum tentu harus benar . dan juga benar belum tentu bahagia (keputusan saya thd pengkristianan anak saya adalah keputusan yang bertujuan agar dirinya bahagia dan tidak perlu ia mengerti tentang hakekat kerja alam semesta) maka anda boleh memilih mencari kebahagiaan? mencari kebenaran? atau mencari keduanya? ini semua pilihan . disini saya menulis dengan penuh kesadaran, saya sedang menulis dalam ranah/wilayah apa . namun para Charlatan (penjual konsep), jelas bukan merupakan orang yang sadar, mereka tidak pernah tahu mereka sedang berbicara dalam masalah apa . (Para Charlatan jelas otaknya penuh korsleting pemikiran, pikirannya campur aduk, mereka tidak mampu mengurutkan domain pemikiran, mereka tidak cerdas dalam menyusun struktural pikiran-mana yang fundament-mana yang sekunder, mereka tidak mampu memilah-milah pemikiran .) disini tepatnya saya akan memilah/memisahkan tentang BENAR dan BAIK yang BENAR (per definisi logika>'logika digunakan untuk mencari kebenaran dan bukan kebaikan' dan empirical) adalah konsep NATURAL SAINS. yang BAIK adalah konsep SUPERNATURAL. (meski konsep supernatural tidak menjamin manusia untuk menjadi baik) so selanjutnya silakan bagi yang ingin menyebarkan agama, tapi hendaknya tahu tujuan menyebarkan agama itu untuk apa, dan bisa mengatasi masalah yang timbul karenanya Sekian . ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
