Memang melanggar HAM,ning kamu kan untung juga sebab punyak suamimu yang Yahudi 
itu kalau kamu emut kan resik,beda kalau dia gak sunat pasti didalam kulupnya 
masih ngendon impurities.

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
> Undang2 Melarang Sunat di Amerika ???
>                                          
> Bulan Februari 2011, kota San Francisco dilanda demo ber-tubi2 menuntut agar 
> pemerintah mengeluarkan UU yang melarang sunat.  Para demonstran kira2 80% 
> adalah orang keturunan Yahudi yang disunat sejak bayi.  Masalah sunat 
> sekarang menjadi kontroversi terutaa dikalangan Yahudi yang menganggapnya 
> sebagai pelanggaran HAM.  Ditambah lagi baru2 ini ditemukan bahwa sunat 
> memudahkan penyebaran infeksi HIV karena tempat masuk virus ini selalu 
> melalui mucosa masuk kedarah.
> 
> Yang paling mengerikan adalah lebih dari 45% bayi2 yang disunat di Amerika 
> ternyata mengalami side effek terpotongnya kepala penis.  Perosoalan menjadi 
> sulit karena baik si bayi maupun orang tuanya tidak menyadari kelainan yang 
> diakibatkan sunat ini.  Bahwa masih bayi pun sudah harus dilindungi HAM-nya, 
> mereka disunat tanpa sepengatuan sang bayi yang harusnya dilarang oleh 
> pemerintah.
> 
> Demikianlah, pemerintah Amerika sedang mempertimbangkan larangan sunat atas 
> desakan kelompok Yahudi ini.  Padahal masalah ini hanyalah dialami segelintir 
> orang2 Yahudi yang tidak seharusnya dijadikan UU.  Jadi seharusnya pemerintah 
> cukup memberi informasi saja tentang bahayanya sunat dan tidak perlu 
> melarangnya selama hanya untuk memenuhi persyaratan agamanya dan tidak 
> menyangkut terapi medis.
> 
> > "ndeboost" <rambitesemak@> wrote:
> > Mau Tidak Kena AIDS? Warga Papua
> > Dipaksa Sunat REPUBLIKA.CO.ID,
> > Ketua Komisi Penanggulangan AIDS
> > (KPA) Papua, Constant Karma,
> > mengatakan "Setelah saya mempelajari
> > epidemi atau penularan HIV, negara-
> > negara yang mempunyai budaya sunat
> > terbukti penuluran HIV sangat rendah.
> 
> Maksudnya biar gampang nantinya masuk Islam maka satu rukun Islam sudah 
> dilaksanakan sebelum dia sendiri mengaku Islam.
> 
> Begitulah, macam2 cara Islamisasi yang antara lain memaksakan sunat kepada 
> orang2 kafir.
> 
> Kalo cara Kristenisasi bagi2 supermi jelas kalah kalo dengan jalan dipaksa 
> seperti orang Papua ini.
> 
> Sunat itu melukai kulit dipenis sehingga biarpun sembuhpun nantinya menjadi 
> port d'entry memudahkan masuknya virus HIV.  Jadi Sunat memudahkan penyebaran 
> HIV bukan mencegahnya.  Karena semua penularan virus HIV selalu harus melalui 
> darah dan masuknya melalui tempat yang basah seperti mucosa penis yang tipis 
> yang dibawahnya ada langsung pembuluh2 darah.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "ndeboost" <rambitesemak@> wrote:
> >
> > Mau Tidak Kena AIDS? Warga Papua Diminta Sunat
> > REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA-- Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
> > Papua, Constant Karma, mengatakan sunat atau sirkumsisi terbukti efektif
> > menekan resiko penularan penyakit dari virus Human Immunodeficiency
> > Virus (HIV) pada laki-laki.
> > 
> > "Setelah saya mempelajari epidemi atau penularan HIV, negara-negara yang
> > mempunyai budaya sunat terbukti penuluran HIV sangat rendah. Sedangkan
> > negara yang tidak mengenal sunat sangat tinggi," kata Constant Karma, di
> > Jayapura, Jumat.
> > 
> > ………………………..
> > 
> > Keknya kok kesimpulan orang sableng. Wargan negara-negara yang sunat
> > punya pegangan sendiri,  menjauhi zinah, baik muka maupun belakang.
> > 
> > Karena kebiasaan dari praktek buku pintarnya, Si @mBoong tinggal tunggu
> > waktu saja kapan terserangnya
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke