Akankah mengulangi Kasus Katyn dimana Barat nutup mata karena memerlukan Komunis ngganyang Nazi?
http://erabaru.net/opini/65-opini/12651-nostalgia-kematian-pemimpin-pola\ ndia-pembantaian-katyn-genosida Nostalgia Kematian Pemimpin Polandia: Pembantaian Katyn - Genosid <http://erabaru.net/opini/65-opini/12651-nostalgia-kematian-pemimpin-pol\ andia-pembantaian-katyn-genosida> Sabtu, 17 April 2010 Kebaikan bisa muncul dari kematian tragis Presiden Lech Kaczynski dan pemimpin politik dan militer Polandia dalam kecelakaan pesawat di lapangan udara di Smolensk. Tujuh puluh tahun yang lalu, terjadi genosida. Ini adalah waktu untuk mengingat kembali apa yang dilakukan secara akurat untuk menghormati mereka yang dulu disembelih dan untuk mengenang kembali perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh pemimpin Polandia sebelum kematiannya di Smolensk. Pada awal April 1940, 20.000 tawanan perang Polandia, di antaranya para intelektual Polandia dan pejabat-pejabat militer top, ditembak mati oleh NKVD Soviet, dengan persetujuan dari Stalin. Kuburan-kuburan dari Pembantaian Hutan Katyn ditemukan oleh Jerman pada tahun 1943. Ribuan tentara lain telah dibunuh di dekat kamp-kamp dan penjara, dan Katyn telah menjadi situs peringatan simbolis. Soviet menyalahkan semuanya pada Nazi dan dengan demikian menyangkal keterlibatan mereka. Dunia Barat, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, diam-diam sepakat bahwa kejahatan itu dilakukan oleh Uni Soviet, tetapi versi resminya melanjutkan kebohongan yang menyalahkan Jerman. Aliansi dengan Uni Soviet selama Perang Dunia II, dan yang diikuti dengan Perang Dingin, membuat pembantaian itu menjadi subjek yang tidak tersentuh oleh dunia. Di dalam negeri Polandia, hal-hal bahkan lebih buruk terjadi. Propaganda Pro-Soviet menutupi kejahatan itu, dan orang bahkan bisa ditangkap hanya karena mengisyaratkan keterlibatan Rusia dalam pembunuhan di Katyn. Dan Katyn tetap saja tabu di Polandia sampai jatuhnya komunisme pada tahun 1989. Pada tahun 1990, Rusia untuk pertama kalinya mengakui tanggung jawabnya atas pembunuhan itu, dan juga usaha untuk menutup-nutupinya, tapi berhenti menyebutnya sebagai genosida. Hasilnya, tidak ada yang dihukum atas kejahatan itu, dan keluarga korban-korban belum menerima kompensasi apapun. Baru-baru ini, Perdana Menteri Vladimir Putin menjadi seorang pemimpin Rusia pertama yang bergabung dengan Polandia dalam memperingati korban-korban pembantaian di Katyn. Kematian Lech Kaczynski dan pemimpin top Polandia dalam perjalanan ke Katyn untuk memperingati upacara peringatan 70 tahun pembantain ini adalah sebuah ironi nasib. Adalah salah jika Pemimpin Solidaritas terkenal dan mantan presiden Polandia Lech Walesa menyebut kecelakaan itu sebagai Katyn kedua, meskipun analogi jelas: Dalam kedua tragedi, Polandia kehilangan pikiran terangnya atas wilayah Rusia, sekitar Katyn. Sebuah kecelakaan pesawat, bagaimanapun juga bukanlah sebuah kejahatan perang, oleh karena itu tidak boleh dibandingkan satu dengan lainnya. Tapi sekarang dunia perlu mengingat kekejaman yang terjadi di Katyn, dan Polandia, dengan dukungan dunia, harus berjuang lebih keras untuk keadilan. Rusia, keluar dari keadilan sederhana dan untuk berdamai dengan kejahatan komunisme Soviet, perlu untuk mengakui memang pembantaian 1940 itu sebagai genosida, seperti Jerman telah mengakui Holocaust. Pejabat-pejabat Soviet yang berpartisipasi dalam pembunuhan itu dan sekarang masih hidup harus dimintai pertanggung jawabannya dalam pengadilan kejahatan perang. Pemerintah Rusia harus memberikan kompensasi kepada anggota keluarga korban. Dan Putin tidak boleh dipuji karena menyebut eksekusi 20.000 orang itu sebagai "sebuah kejahatan politik." Kecelakaan pesawat itu bukanlah Katyn lainnya, tapi mudah-mudahan itu akan membuka pintu, menyebut pembantaian Katyn dengan nama sebenarnya - genosida. (EpochTimes/khl) --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote: > > KOMPAS.com Serbuan pasukan Sekutu di bawah kendali Amerika Serikat ke Libya memicu kutukan dunia internasional, tidak hanya negara-negara anggota Liga Arab (kecuali Arab Saudi yang justru mengirimkan pesawat tempurnya), tetapi juga kaum kiri di berbagai negara. > > Sahabat lama Presiden Libya Moammar Khadafy, Presiden Venezuela Hugo Chavez, terang-terangan menuduh serbuan Sekutu mengakibatkan jatuhnya korban sipil hingga 48 jiwa. > > "Pengeboman ngawur. Siapa yang memberi hak kepada negara-negara Barat itu? Amerika Serikat, Perancis, Inggris, atau negara mana pun tidak berhak menjatuhkan bom-bom itu," kecam Chavez. > > Di negara-negara lain, para aktivis kiri juga berdemonstrasi untuk bersatu melawan imperialisme Barat. Inilah parade foto dari berbagai belahan dunia itu. > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
