Bayangkan
hanya untuk menghancurkan mesjid yg sudah ada saja pake alasan islamisasi.

"Tak
Ada Islamisasi di Timor Leste"

Senin, 29 November 2004 | 17:08 WIB

TEMPO Interaktif,
Jakarta:
Duta Besar Republik Indonesia di Timor Leste, Ahmed Bey Sofwan menegaskan,
tidak ada proyek Islamisasi di Timor Leste. Pengusiran warga muslim dari
komleks Masjid An Nur Kampung Alor, Dili, kata dia, jika dikaitkan dengan
proyek Islamisasi sangat tidak beralasan.



“Buktinya, selama ini mereka juga tidak pernah melakukan Islamisasi atau
tinggal menyebar ke berbagai distrik. Mereka mangkal di Masjid An Nur. Kalaupun
keluar, warga paling banter di sekitar Dili,” jelas Sofwan menanggapi
pendeportasian sekitar 270 jiwa warga muslim Kampung Alor, Senin (29/11). 



Seperti diketahui, pemerintah Timor Leste kembali melakukan tindakan
pendeportasian terhadap 15 keluarga atau sekitar 270-an warga muslim asal
Indonesia yang selama ini mendiami mesjid An Nur Dili.



Upaya ini dilakukan menyusul batas waktu yang ditetapkan pemerintah bagi warga
Masjid An Nur guna mengurusi dokumen keimigrasiannya telah habis. “Pemerintah
telah menetapkan waktu tiga bulan dan telah diperpanjang selama 10 hari agar
mereka bisa mengurusi dokumen keimigrasiannya," kata Menteri Dalam Negeri
Timor Leste, Rogerio Tiago Lobato di Dili.



Rupanya, menurut Lobato, kesempatan yang diberikan itu tidak dimanfaatkan.
Mereka malah ngotot dan bersikap melawan pemerintah Timor Leste. "Karena
itu, kami deportasi,” tegasnya .



Lima orang yang lebih dulu diusir, yaitu Haji Arham, Abdul Hamid, Ir. Sarepe
Tabrani, Thamrin Aksa Leba, dan H. Dian W. Ferdianto. 



Proses pendeportasian 270 warga hampir sama dengan yang dilakukan terhadap
kelompok H Arham. Bedanya, "Kali ini tanpa proses negosiasi. Polisi dari
satuan task force dan unit reaksi cepat terpaksa dikerahkan,"
katanya.



Sedikitnya dua buah bus dan sebuah truk polisi dipakai mengangkut warga ke
kantor Imigrasi Timor Leste. Di sana, mereka
akan menandatangani surat
untuk selanjutnya menjalani proses pendeportasian. 



Dihadapan warga masjid, Rogerio Lobato mengatakan, warga akan diberi kesempatan
untuk kembali ke Timor Leste. "Tentu saja dengan persyaratan administrasi
seperti paspor," katanya.



“Khusus kepada mereka yang terpaksa dideportasi, ketentuan ini tidak berlaku.
Bagi mereka hanya diberikan kesempatan untuk kembali ke Timor Leste setelah 
lima tahun. Itu pun masih
akan dilihat latar belakangnya,” tegasnya.



Alexandre Assis - Tempo News Room

 





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke