Praktis kan @mBoong? (nDeboost ngelus dada).
--- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
>
> Refleksi : Apakah penguasa NKRI mengerti faedah "Water for Cities",
jika sungai dijadikan tempat pembuangan sampah?
>
> http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011032200435314
>
>
>       Selasa, 22 Maret 2011
>
>       BURAS
>
>
>
> Ironis, Distribusi Air Bersih di Perkotaan!
>
>
>       H. Bambang Eka Wijaya
>
>
>
>       "BARU tanggal 22 kok belanja ke warung bawa buku catatan utang?"
tanya suami.
>
>       "Malah sudah sejak lima hari lalu!" jawab istri. "Harga berbagai
macam kebutuhan pokok secara perlahan tapi pasti terus naik, tanpa
kecuali air minum, hingga uang gaji sisa pembayar hutang warung bulan
sebelumnya jadi lebih cepat habis!"
>
>       "Kok air minum kau masukkan jadi kebutuhan pokok seperti beras
dan minyak goreng saja?" entak suami. "Dalam penghitungan ragam jenis
kebutuhan pokok untuk standar upah minimum buruh, air minum dan air
mandi, cuci baju serta cuci piring tidak termasuk!"
>
>       "Tapi kenyataannya kan jadi pengeluaran pasti keluarga kita,
penyebab uang gaji jauh lebih cepat habis!" timpal istri. "Itu termasuk
keanehan dalam distribusi air bersih perusahaan air minum (PAM) di kota
kita, yang salurannya hanya ke wilayah perumahan warga mapan saja,
sedang kawasan warga miskin apalagi kumuh, tak dapat saluran air bersih!
Sebagian warga kumuh minum dengan membeli air, sedang yang tak mampu
beli, minum air sumur dangkal yang keruh, sehingga dimasak pun residu
karat larutan logamnya tak hilang!"
>
>       "Ironis sekali distribusi air bersih di perkotaan!" tukas suami.
"Layanan air bersih yang pengadaan fasilitasnya disubsidi uang rakyat
malah lebih dinikmati kelompok mapan dari ekonomi mampu, sedang rakyat
jelata yang amat membutuhkan malah tak kebagian!"
>
>       "Jadi ada dua ketakadilan!" timpal istri. "Pertama, air bersih
yang sudah menjadi kebutuhan pokok dan harus dibeli tidak masuk daftar
kebutuhan yang dihitung dalam penetapan standar upah minimum! Kedua,
distribusi air perkotaan yang justru hanya dinikmati kalangan mampu!
Tapi bagaimana cara memperjuangkan agar ketakadilan itu bisa
diperbaiki?"
>
>       "Kebetulan, aku baru teringat, 22 Maret ini Hari Air Sedunia
PBB, dengan tema 2011 Water for Cities, Responding to The Urban
Challenge!" ujar suami. "Bagaimana penguasa kota membuat rancangan lebih
adil dalam distribusi air bersih, terutama dengan memprioritaskan
pemenuhan kebutuhan kalangan kurang mampu, bukan sebaliknya!"
>
>       "Tapi sulit berharap keadilan atas air bersih yang telah jadi
komoditas-barang dagangan-sekaligus kebutuhan pokok itu!" tukas istri.
"Memang, 70% permukaan bumi ini air, tapi 97% dari semua air itu asin!
Cuma 3% air tawar, terdiri dari salju, air tanah, air permukaan, dan uap
air! Semakin jadi barang langka air bersih, makin kuat penguasa berusaha
mengamankannya untuk kepentingan barisan elitenya!" ***
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke