KATA PENGANTAR
Dua puluh tahun yang lalu, aku
mulai mempelajari Islam dan segala sumbernya. Awalnya, kupikir
penyelidikan ini hanya akan memakan waktu dua tahun saja. Selain itu,
aku pun memiliki tugas lain sehingga aku membatasi waktuku bagi
penyelidikan akan Islam agar tak mengganggu kegiatanku yang lain.
Tetapi penyelidikan ternyata berlangsung selama dua puluh tahun, dengan waktu
8 -9 jam per hari, kecuali hari Minggu. Tiada waktu untuk
istirahat. Aku menyelidiki berbagai buku tentang kehidupan Muhammad dan
perkataannya dalam Hadis. Aku membaca berulangkali Qur’an dan
tafsirnya. Aku mempelajari berbagai catatan sejarah Islam dan non-Islam yang
menjelaskan keadaan Arabia sebelum Islam dan mithologi Arabia.
Lalu aku merasa bahwa aku pun harus mempelajari tulisan² kuno para
penulis Yunani dan Romawi yang telah mengunjungi Arabia dan mencatat
tentang keadaan geografinya. Aku ingin tahu apakah mereka menyebut
keterangan tentang Mekah.
Sejak tinggal di USA, aku punya akses ke berbagai perpustakaan besar dan ini
menjadi sarana yang sangat penting untuk bisa menyelidiki
catatan² sejarah utama. Sayangnya, catatan sejarah yang berkualitas
sangatlah sedikit. Contohnya, kuperkirakan bahwa hal Zoroastria di
Qur’an tidaklah lebih dari 20 halaman. Ketika kukira penyelidikanku
telah usai, dan aku merasa siap menerbitkan bukuku, aku menyadari bahwa aku
perlu meneliti kembali buku² tentang Zoroastria, seperti Zenda
Avest dan Pahlavi, dan tidak hanya bergantung pada apa yang telah
kupelajari saja. Ini berarti aku harus meneliti kembali bertahun-tahun.
Penyelidikan akan Islam lalu membawaku kepada penyelidikan kitab² suci
berbagai agama di jaman Muhammad.
Aku terkejut ketika mendapatkan banyaknya persamaan antara Qur’an
dan berbagai kitab suci agama non-Islam di jaman Muhammad, termasuk
Zoroastria, Mandaenisme, Harranisme, Manikhisme, dan Gnotisisme.
(Muhammad punya hubungan dengan semua agama² dan kepercayaan² ini,
terutama dari masyarakat “Hanif” yang dikenalnya sejak dia masih muda.
Aku bertanya pada diri sendiri: “Materi agama lain apakah yang
dipakai dalam Qur’an?” Aku tahu bahwa banyak riset menunjukkan hubungan antara
Qur’an dengan Yudaisme dan Kristen, tapi hampir tak ada yang
menghubungkan Qur’an dengan Mandaenisme dan Harranisme. Catatan yang
ada pun sangat kurang dan lengkap untuk menunjukkan Manicheisme dan
Zoroastria sebagai sumber utama Qur’an. Penyelidikanku membuktikan
bahwa agama² pagan Arab ini ternyata memiliki pengaruh utama dalam
Qur’an, jauh lebih banyak daripada Yudaisme, Kristen, dan Kristen
bid’ah di jaman Muhammad. Sulaiman al Farsi adalah pendeta Zoroastria
yang lalu memeluk Islam dan jadi penasehat Muhammad. Hubungan dekatnya
dengan Muhammad membuat agama Zoroastria menjadi sumber utama Qur’an.
Karena bahasa Arab adalah bahasa asliku, maka aku menulis sebanyak 800
halaman tentang Zoroastria sebagai sumber utama Qur’an.
Penyelidikan agama Mandaenisme dari kitab² sucinya langsung
membantuku melihat akar² kepercayaan Mandaenisme dalam Qur’an, dan aku
bisa mengajukan berbagai referensi tentang penyelidikan ini. Aku juga
melakukan hal yang sama dengan kepercayaan² Manikhisme, Harranisme, dan
Gnostisisme sebagai akar² ajaran dalam Qur’an.
Aku terus melanjutkan penyelidikan tentang agama okultisme Arab yang dikenal
sebagai agama Jin atau agama Kahin. Kahin adalah para dukun
bagi Jin dan setan. Hubungan keluarga Muhammad dengan agama ini, dan
tercantumnya banyak aturan kepercayaan ini dalam Qur’an menunjukkan
bahwa agama Kahin merupakan akar penting Islam.
Tidak hanya kepercayaan² itu saja. Ada lagi agama lokal Arab yang
jelas merupakan akar Qur’an. Agama itu adalah agama Bintang Arabia,
yang diketuai oleh Allah; Ellat sang matahari adalah istrinya; dan
al-‘Uzza dan Manat, yang mewakili dua planet, adalah putri²nya. Buku
ini akan membantu Muslim dalam menelaah dengan cerdas dan menghindari
segala jebakan data yang salah yang telah diwariskan kepada mereka
dalam Islam.
Dr. Rafat Amari,
* Recent Posts
* Daftar Isi
* Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah
* KATA PENGANTAR
* Keterangan Awal
* Bagian I – Qur’an yang Tak Dapat Dipertanggungjawabkan dan Para
Penulis Hadis Menurut Sejarah
* Bagian 1–Sambungan
* Bagian II Sejarah Asli Mekah
* Bagian 2 – 3. Sejarah dan Arkeologi Arabia
* Bagian 2 – 4. Tiadanya Peninggalan Arkeologi tentang Mekah
* Bagian 2 – 5. Tiadanya keterangan tentang Mekah
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/