Dalam hal ini Chavez sama sekali benar! (plus, kerakusan, kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi tanpa moral)

 

Chavez: Kapitalisme Musnahkan Kehidupan Mars

 

Jika para ilmuwan mendasarkan teori kehidupan di Mars dengan
beberapa fakta ilmiah, entah apa yang ada di kepala Presiden Venezuela, Hugo 
Chavez saat ia
mengatakan: "kapitalisme mengakhiri kehidupan di Planet Mars." 

 

"Saya selalu mengatakan, juga mendengar, tak aneh jika
Mars  ternyata punya peradaban. Namun mungkin datanglah kapitalisme,
imperialisme, dan lihat apa yang dilakukannya pada planet ini," kata dia
Selasa 22 Maret 2011, seperti dimuat Irish Times. 

Tawa para pendengar pidato presiden nyentrik ini membahana.
Namun, Chavez dengan cerdik mengurai maksud perkataannya itu. Ia
memperingatkan, proses yang sama dengan Mars, degradasi lingkungan tengah
terjadi di Bumi.  

 

"Lihat! Berhati-hatilah! Di sini, di planet Bumi, lahan
yang ratusan tahun lalu adalah hutan lebat menjadi kering-kerontang. Sungai
besar menjadi padang
pasir di mana-mana. Bagaimana kemajuan mempertaruhkan risiko kehidupan di
planet ini, bukan jangka panjang, namun bahkan dalam jangka menengah.

Nenek Moyang Manusia adalah Alien Mars?

VIVAnews -- Planet Mars menjadi fokus perhatian manusia
dalam rangka penjelajahan luar angkasa. Ada dua
hal yang dicari tahu dari planet merah itu: apakah ada kehidupan di sana, dan 
apakah Mars
bisa jadi koloni manusia, jika nantinya Bumi tak bisa menopang kehidupan. 

Namun penelitian terbaru yang sedang dikerjakan oleh para
ilmuwan cerdas dari dua universitas ternama dunia, MIT dan Harvard justru lebih
maju dan revolusioner. Ingin membuktikan apakah ada kemungkinan pohon kehidupan
di Bumi punya akar di Planet Mars. Para
peneliti juga menciptakan sebuah instrumen untuk membuktikan dugaan itu. 

Instrumen itu dinamakan Search for Extra-Terrestrial Genom atau
SETG. Instrumen yang sedang dikembangkan itu akan menelaah sample debu dari
Mars, mengisolasi materi genetik yang mungkin ada -- berupa serangga atau
mahluk hidup lain yang mati beberapa juta tahun lalu.

Dengan instrumen ini, para ilmuwan bisa menggunakan teknik biokimia standar
untuk menganalisa setiap urutan genetik yang dihasilkan lalu membandingkannya
dengan temuan di Bumi. 

"Ini proyek jangka panjang," kata peneliti dari
MIT, Chris Carr seperti dimuat Space.com. "Jikan nantinya kita
menemukan ada kaitan dengan Bumi, bisa jadi mahluk Bumi berasal dari Mars. Atau
sebaliknya, bermula dari Bumi dan dikirim ke Mars."

Gagasan bahwa kehidupan Bumi berasal dari organisme di Mars
mungkin tak ada di pikiran setiap orang. Namun, ini bukan ide gila. 

 

Sebab, meski saat ini permukaan Mars dingin, kering, dan
tanpa kehidupan -- ada banyak bukti planet ini lebih hangat dan basah miliaran
tahun lalu. 

Seperti halnya di Bumi, ketika semua kehidupan bergantung
pada air. Mars kuno mungkin pernah menjadi pendukung beberapa bentuk kehidupan
-- mungkin bahkan sebelum Bumi. Demikian kata para peneliti. 

 

Jika ini yang terjadi, mikroba Mars mungkin telah
mengkolonialisasi Bumi, saat asteroid raksasa meluncur ke Mars dan membuat
partikel-partikelnya muncrat dan lalu mengalami perjalanan antar ruang. Para 
peneliti mengestimasi, ada 1 miliar ton bebatuan
Mars yang berkelana di tahun-tahun itu.

 

Dan mikroba yang sangat kuat, sehingga mungkin bahwa
beberapa dari mereka bisa selamat dari dampak asteroid dan menuju rumahnya yang
baru di planet lain. Car menambahkan, dinamika orbital menunjukkan adalah 100
kali lebih mudah untuk batuan Mars menuju Bumi daripada sebaliknya. 

 

Namun, Carr mengatakan, sangat kecil kemungkinan untuk
menemukan sesuatu di permukaan Mars. Cara yang bisa dilakukan adalah
penggalian. "Ada
dua kemungkinan, Mars memiliki kehidupan atau tidak sama sekali. Namun kami
ingin memastikannya."

Sementara, Badan Antariksa Amerika Serikat tak seoptimis pendapat para
ilmuwan itu. "Hal ini tidak masuk akal bahwa kehidupan di Mars terkait
dengan kehidupan di Bumi -- dan disebut bahwa dua planet berbagi
genetika," kata astrobiologis dari Ames Research Center NASA di Moffett
Field, California,
Chris McKay.  Namun, "dalam kasus apapun, akan menjadi penting untuk
menguji hipotesis ini. "

 

Chavez: Kapitalisme Musnahkan Kehidupan Mars

 

Jika para ilmuwan mendasarkan teori kehidupan di Mars dengan
beberapa fakta ilmiah, entah apa yang ada di kepala Presiden Venezuela, Hugo
Chavez saat ia mengatakan: "kapitalisme mengakhiri kehidupan di Planet
Mars." 

 

"Saya selalu mengatakan, juga mendengar, tak aneh jika
Mars  ternyata punya peradaban. Namun mungkin datanglah kapitalisme,
imperialisme, dan lihat apa yang dilakukannya pada planet ini," kata dia
Selasa 22 Maret 2011, seperti dimuat Irish Times. 

Tawa para pendengar pidato presiden nyentrik ini membahana.
Namun, Chavez dengan cerdik mengurai maksud perkataannya itu. Ia
memperingatkan, proses yang sama dengan Mars, degradasi lingkungan tengah
terjadi di Bumi.  

 

"Lihat! Berhati-hatilah! Di sini, di planet Bumi, lahan
yang ratusan tahun lalu adalah hutan lebat menjadi kering-kerontang. Sungai
besar menjadi padang
pasir di mana-mana. Bagaimana kemajuan mempertaruhkan risiko kehidupan di
planet ini, bukan jangka panjang, namun bahkan dalam jangka menengah.





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke