JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang pernah menjadi 
Danjen Kopassus, Prabowo Subianto menilai, berembusnya isu kudeta yang 
disebut-sebut digalang sejumlah jenderal purnawirawan merupakan isu yang tidak 
bisa dipercaya. Ia menyebutnya "ngawur".

"Tidak ada itu ngawur, dongeng," kata Prabowo, seusai acara pelantikan wanita 
tani HKTI di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (25/3/2011).

Ia pun menganggap isu itu tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tak perlu 
ditanggapi.

Sebelumnya, Al-Jazeera melaporkan adanya sejumlah jenderal purnawirawan yang 
secara diam-diam mendukung kelompok Islam garis keras untuk memicu kekerasan 
antarumat beragama. Hal ini bagian dari rencana menggulingkan Presiden.

"Mereka muak dengan kebohongan Presiden," kata Al-Jazeera mengutip pernyataan 
pemimpin Gerakan Reformasi Islam Chep Hernawan.

Koresponden Al-Jazeera, Step Vessen, mengatakan, laporan bahwa sebuah kelompok 
garis keras memiliki pendukung yang kuat "telah terkonfirmasi untuk pertama 
kalinya". Kelompok itu dikaitkan dengan jumlah serangan terhadap kelompok 
beragama, termasuk jemaat Kristiani dan Ahmadiyah. Sebelumnya, Chep mengatakan, 
para purnawirawan jenderal itu telah mencoba menggunakan sejumlah isu, termasuk 
korupsi, guna memicu penolakan terhadap Presiden.

Saat dihubungi Kompas.com kemarin, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, 
Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto juga menganggap kata "kudeta" menyesatkan. 
Menurutnya, para purnawirawan memang memendam kekecewaan atas pemerintahan di 
bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, kudeta bukan menjadi pilihan.

"Kata-kata kudeta bisa menyesatkan. Berlebihan. Kita proporsionallah, bahwa 
kami menginginkan perubahan, ya," kata Tyasno, Kamis (24/3/2011) sore.

Mengenai tercantumnya sejumlah nama jenderal purnawirawan dalam daftar DRI yang 
beredar, ia mengaku tidak tahu sama sekali. "Saya tidak tahu-menahu tentang 
adanya DRI. Saya tidak mengerti dan tidak pernah dihubungi juga. Kalau nama 
saya tercantum, itu tanpa sepengetahuan saya," ujarnya.

Ia juga membantah sinyalemen yang dilansir sebuah media bahwa para jenderal 
purnawirawan berada di belakang aksi-aksi kekerasan terhadap kelompok 
minoritas. Kekecewaan terhadap pemerintahan SBY, kata Tyasno, sudah disampaikan 
melalui saluran yang semestinya. Baik kepada Presiden SBY maupun jenderal 
purnawirawan lain yang saat ini duduk di Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Saya tidak mengerti, kenapa diisukan merancang kerusuhan di Cikeusik, 
Temanggung, dan sebagainya, tidak ada sama sekali, tidak ada. Itu fitnah saja," 
kata Tyasno. 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke