Anda Diciptakan Untuk Kekekalan

http://buktidansaksi.com/2011/03/Anda-Diciptakan-Untuk-Kekekalan

Kehidupan ini bukan hanya yang ada sekarang.
Kehidupan di bumi hanyalah gladi-bersih dari kehidupan yang sesungguhnya. 
Dibandingkan dengan yang Anda habiskan disini, Anda akan menghabiskan 
jauh lebih banyak waktu sesudah kematian, yaitu di dalam kekekalan. Bumi adalah 
daerah persiapan, prasekolah, uji coba bagi kehidupan Anda di 
kekekalan. Inilah masa latihan sebelum permainan yang sesungguhnya; 
putaran pemanasan sebelum pertandingan dimulai. Kehidupan ini adalah 
persiapan untuk menghadapi kehidupan berikutnya.
 
          Anda bisa hidup paling lama seratus tahun di bumi, tetapi Anda akan 
hidup 
selamanya di kekekalan. Waktu Anda di bumi, seperti yang dikatakan oleh 
Sir Thomas Browne, “hanyalah tanda baca kecil di dalam kekekalan.” Anda 
diciptakan untuk hidup selama-lamanya.
          Alkitab berkata, “Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.” Anda 
memiliki 
suatu naluri bawaan yang merindukan kekekalan. Ini karena Tuhan Elohim 
merancang Anda, menurut gambar-Nya untuk hidup kekal. Sekalipun kita 
tahu bahwa semua orang akhirnya meninggal, kematian selalu terasa tidak 
wajar dan tidak adil. Alasan mengapa kita merasa bahwa seharusnya kita 
hidup selamanya adalah karena Tuhanmelengkapi otak kita dengan keinginan 
terrsebut!
 
          Suatu hari jantung Anda akan berhenti berdetak. Ini akan merupakan 
akhir bagi tubuh dan waktu Anda di bumi, tetapi bukanlah akhir dari diri Anda. 
Tubuh duniawi Anda hanyalah kediaman sementara bagi roh Anda. Alkitab 
menyebut tubuh duniawi sebagai “kemah”, tetapi mengacu pada tubuh masa 
depan sebagai sebuah “tempat kediaman.”
Alkitab berkata, “Jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Tuhan 
Elohim telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu 
tempat yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.”
 
          Sementara kehidupan di bumi menawarkan banyak pilihan, kekekalan 
menawarkan hanya dua pilihan: surga atau neraka!Hubungan Anda dengan Tuhandi 
bumi akan menentukan hubungan Anda dengan-Nya di dalam kekekalan. 
Jika Anda belajar untuk mengasihi dan mempercayai Anak Elohim– penjelmaan Tuhan 
kedunia dalam YesusAl-Masih --Anda akan diundang untuk menghabiskan kekekalan 
bersama Dia. Sebaliknya, jika Anda menolakkasih, pengampunan, dan 
keselamatan-Nya, Anda akan menghabiskan kekekalan terpisah dari Tuhan Elohim 
selamanya.
 
          C.S.Lewis (salah satu teolog terbesar) berkata, “Ada dua macam orang: 
yaitu orang-orang yang berkata kepada Tuhan:‘Jadilah kehendak-Mu’ dan 
orang-orang yang kepada mereka Tuhanberkatabalik, ‘Baiklah kalau begitu, 
pilihlah sesuai dengan keinginanmu’.”
Tragisnya, banyak orang harus menjalani kekekalan tanpa Tuhan Elohim karena 
mereka memilih untuk hidup tanpa Dia di muka bumi ini.
 
          Apabila Anda sepenuhnya memahami bahwa kehidupan ini bukan hanya 
untuk 
sekarang, dan Anda memahami bahwa kehidupan sekarang hanyalah persiapan untuk 
menghadapi kekekalan, Anda akan mulai hidup dengan cara berbeda.Anda akan mulai 
hidup dalam terang kekekalan, dan itu akan mewarnai cara 
Anda menangani semua hubungan, tugas, dan keadaan. Tiba-tiba banyak 
kegiatan, sasaran dan bahkan masalah yang tampak begitu penting akan 
kelihatan tidak penting, kecil, dan tidak layak untuk Anda perhatikan. 
Semakin dekat Anda hidup denganTuhan, semakin kecil hal lainnya dalam pandanga 
Anda.
 
          Ketika Anda hidup dengan mempertimbangkan kekekalan, nilai-nilai Anda 
berubah. Anda menggunakan waktu dan uang Anda secara lebih bijak. Anda akan 
lebih menghargai hubungan dan karakter daripada kepopuleran atau 
kekayaan atau prestasi atau bahkan kesenangan. Prioritas-prioritas Anda 
akan tertata ulang. Soal mengikuti trend, model pakaian, dan nilai-nilai 
populer tidaklah penting lagi. Rasul Paulus berkata, “Aku pernah menganggap 
semua hal ini sangat penting, tetapi 
sekarang aku menganggap semua itu tidak berharga karena apa yang telah 
Kristus lakukan.”
 
          Jika hanya waktu di dunia saja yang merupakan kehidupan Anda, saya 
akan 
menganjurkan agar Anda segera menikmati hidup ini sepuas-puasnya. Anda 
bisa mengabaikan soal sikap baik dan etika, dan tidak perlu khawatir 
tentang segala akibat dari tindakan Anda. Anda bisa menuruti keinginan 
hati untuk hidup dengan mementingkan diri secara mutlak karena 
tindakan-tindakan itu tidak akan memiliki akibat jangka panjang. Tetapi 
inilah yang menentukan, kematian bukanlah akhir dari diri Anda! Kematian 
bukanlah akhir dari kehidupan Anda, tetapi merupakan perpindahan menuju 
kekekalan, karena itu ada akibat-akibat kekal untuk segala sesuatu yang Anda 
lakukan di dunia. Setiap tindakan dalam hidup kita memberi 
pengaruh untuk kehidupan kita dalam kekekalan.
 
          Aspek yang paling merusak dari kehidupan zaman sekarang adalah pola 
pikir 
jangka pendek. Untuk dapat menjalani hidup yang maksimal Anda harus 
terus menerus memelihara visi kekekalan di dalam pikiran dan nilai 
kekekalan di dalam hati. Kehidupan bukan hanya untuk dijalani sekarang! 
Sekarang ini adalah puncak yang kelihatan dari gunung es. Kekekalan 
adalah semua sisa gunung es yang tidak terlihat di bawah permukaan. 
 
          Seperti apakah keadaan di alam kekekalan bersama Tuhan Elohim?
Terus terang kemampuan otak kita tidak bisa menghadapi keajaiban dan 
kehebatan surga. Itu sama seperti mencoba menggambarkan internet kepada 
seekor semut. Tidak ada gunanya. Belum ditemukan kata-kata yang mungkin 
bisa menyampaikan pengalaman kekekalan.
Alkitab berkata, “Tidak seorang manusiapun pernah melihat, mendengar ataupun 
membayangkan hal-hal indah yang disediakan Tuhanbagi orang yang mengasihi Dia.”
 
          Namun Tuhan Elohim telah memberikan kepada kita penglihatan sekilas 
tentang kekekalan di 
dalam Firman-Nya. Kita mengetahui bahwa Elohim sedang mempersiapkan 
sebuah rumah kekal bagi kita. Di surga kita akan dipersatukan kembali 
dengan saudara kita orang-orang percaya, dibebaskan dari segala 
penderitaan dan kesusahan, diberi upah atas kesetiaan kita di bumi, dan 
ditugaskan kembali untuk melakukan pekerjaan yang akan senang kita 
lakukan. Kita tidak akan berbaring di awan-awan dengan mahkota sambil 
memainkan harpa! Kita akan menikmati hubungan yang tak pernah putus 
dengan Tuhan, dan Dia akan memiliki kita untuk selama-lamanya. Suatu hari Yesus 
akan 
berkata, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang 
telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.”
 
          C.S.Lewis menangkap konsep kekekalan pada halaman terakhir 
catatan-catatan 
Narnia, ke tujuh seri buku fiksi anaknya: “ Bagi kita inilah akhir dari 
segala kisah ... Tetapi bagi mereka itu hanyalah awal dari kisah yang 
sesungguhnya. Seluruh kehidupan mereka di dunia ini ... hanya merupakan 
sampul dan halaman judul: sekarang akhirnya mereka memulai Pasal Satu 
dari Kisah Besar, yang tidak seorangpun di bumi ini pernah membacanya, 
yang berlangsung untuk selamanya, yang setiap bab-nya lebih baik daripada bab 
sebelumnya.” 
          Tuhanmemiliki suatu tujuan bagi kehidupan Anda di dunia, tetapi itu 
tidak 
berakhir disini. Rencana-Nya mencakup jauh lebih lama daripada beberapa 
dekade yang akan Anda habiskan di planet ini. Ini bukan sekadar 
“kesempatan seumur hidup”; Tuhanmemberi Anda suatu kesempatan yang melebihi 
usia hidup Anda. Alkitab 
berkata, “Rencana Tuhan tetap selama-lamanya, tujuan-tujuan-Nya kekal.”
 
          Satu-satunya saat dimana sebagian besar orang berpikir tentang 
kekekalan adalah pada saat pemakaman, dan saat itu pemikiran tersebut sering 
hanya bersifat 
dangkal, dan sentimental, yang didasarkan pada ketidak-tahuan. Anda 
mungkin merasa tidak wajar kalau orang memikirkan kematian, tetapi 
sebenarnya tidak sehat kalau orang hidup dengan menolak kematian dan 
tidak memikirkan hal yang tidak mungkin dielakkan. Hanya orang bodoh 
yang akan menjalani kehidupan tanpa bersiap-siap menghadapi akhir yang 
sama-sama kita ketahui. Anda perlu berpikir lebih banyak tentang 
kekekalan, jangan lebih sedikit.
          Sama seperti ke sembilan bulan yang Anda habiskan di dalam rahim ibu 
bukanlah suatu akhir tetapi persiapan untuk menghadapi kehidupan, 
demikian juga kehidupan ini merupakan persiapan untuk menghadapi 
kehidupan berikutnya. Jika Anda memiliki suatu hubungan dengan Tuhan Elohim 
melalui YesusAl-Masih, Anda tidak perlu takut akan kematian. Itulah pintu 
menuju kekekalan. 
Kematian akan menjadi jam terakhir dari waktu Anda di bumi, tetapi bukan akhir 
dari diri Anda. Bukannya merupakan akhir dari kehidupan Anda, 
kematian justru merupakan hari kelahiran Anda ke dalam kehidupan kekal. 
Alkitab berkata, “Sebab dunia ini bukanlah tempat tinggal kita; dengan 
penuh pengharapan kita menantikan tempat tinggal kita yang kekal di 
surga.”
 
          Dibandingkan dengan kekekalan, waktu kita di bumi hanyalah sekejap 
mata, tetapi 
akibatnya akan kekal. Perbuatan-perbuatan dalam kehidupan ini menentukan nasib 
dalam kehidupan berikutnya. Kita seharusnya “Sadar bahwa selama 
kita masih hidup di dunia ini selama itu pula kami jauh dari surga, 
tempat Yesus berada.” Bertahun-tahun lalu sebuah slogan populer 
mendorong orang-orang untuk menjalani hidup setiap hari seolah-olah “hari 
pertama dari sisa hidup Anda.”  
 
Sesungguhnya akan lebih bijak untuk menjalani hidup setiap hari seolah-olah 
hari ini adalah hari terakhir kehidupan Anda. Matthew Henry berkata, 
“seharusnya setiap hari kita bersiap-siap untuk menghadapi hari terakhir kita…” 
 
 
POKOK  UNTUK  DIRENUNGKAN:
Kehidupan bukanlah hanya untuk sekarang, melainkan kekekalan.
Hal apakah yang saudara lakukan sebagai persiapan untuk kekekalan?
 
Jika Anda ingin menyelidiki pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih dalam, 
kunjungi: www.purposedrivenlife.com. Atau nantilah artikel pencerahan kami 
lebih lanjut.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke