Salah tuh, pemerintah masih bersemangat, sangat bersemangat bahkan, dalam 
berkorupsi ria.

Sopir tetangga gua aja cerita gimana korupsi dilakukan oleh instansi tempat 
dulu 
dia kerja. Ini cuma tingkat sopir, tp dia tau korupsinya dan kebagian jg. 
Apalagi yg di atas.





________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, March 28, 2011 4:09:57 PM
Subject: [proletar] Pemerintah Sudah Tidak Punya Semangat Perangi Korupsi

   


http://us.detiknews.com/read/2011/03/28/152545/1602832/10/pemerintah-sudah-tidak-punya-semangat-perangi-korupsi?nd991103605


Senin, 28/03/2011 15:25 WIB

Pemerintah Sudah Tidak Punya Semangat Perangi Korupsi 
Indra Subagja - detikNews

Jakarta - RUU Tipikor yang kini berada di tangan pemerintah jauh panggang dari 
api dengan semangat pemberantasan korupsi. Revisi UU Tipikor itu justru 
dicibir, 
pemerintah dinilai tidak memiliki komitmen lagi atas pemberantasan korupsi.

"Betul-betul hilang semangat pemberantasan korupsi," kata peneliti Masyarakat 
Transparansi Indonesia (MTI) Jamil Mubarok saat dihubungi detikcom, Senin 
(28/3/2011).

Revisi UU Tipikor ini sekarang sedang digodok di Sekretariat Negara. Meski 
belum 
final, tetapi dari isi draftnya hanya kekecewaan saja yang didapat. Komitmen 
pemberantasan korupsi pemerintahan SBY melemah.

"Kita kecewa dengan kerja pemerintah. Revisi ini justru menurunkan substansi 
amunisi untuk memberantas korupsi. Hukuman bagi koruptor jadi lemah," terang 
Jamil.

Dari isi draft yang masih di tangan pemerintah ini, banyak koruptor yang 
divonis 
dan denda yang rendah. "Kita khawatir bisa dijadikan celah para mafia hukum 
untuk memainkan pasal," tegasnya.

Isi revisi UU Tipikor ini antara lain menghapuskan hukuman mati, mempidana 
pelapor kasus korupsi, menghilangkan ancaman hukuman minimal, dan melemahnya 
sanksi untuk mafia hukum.

"Pelaku korupsi menjadi tidak takut dengan UU Tipikor," imbuh Jamil.

Bila pemerintah berniat memperkuat pemberantasan korupsi, maka pasal-pasal yang 
memperkuat harus dimasukkan. Seperti pembuktian terbalik dan pengusutan kasus 
korupsi di swasta juga harus ada, tetapi faktanya hal itu tidak disinggung sama 
sekali.

"Kalau pasal seperti itu dimasukkan orang akan berpikir ulang untuk melakukan 
korupsi," tutur Jamil.

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke