Sekalipun Barat sudah terang-terangan mengakui adanya operasi 
intelijen yang masif di Libya, pertanyaannya tetaplah sama: 
ada keperluan apa mereka ikut campur urusan negara lain? 

Ada kesan kepanikan di Barat untuk segera menghancurkan rezim 
Khadafy yang rencananya Mei mendatang mensahkan konstitusi baru 
Libya. 

Dalam kontitusi baru yang usulan Saif al-Islam (anak Khadafy) 
tahun 2007 itu, kepemimpinan Libya nantinya akan dikendalikan 
seorang perdana menteri (kepala pemerintahan), sedangkan kedudukan 
pemimpin yang sekarang tinggal sebagai kepala negara. 

Mustahil intelijen Barat tidak tahu soal ini. Apalagi sejak akhir 
abad lalu Saif sangat gencar menjadi penengah antara sang ayah dan 
pihak Barat. Seperti juga menlu Libya yang "kabur" itu, Saif 
dikenal sebagai tokoh reformis. Lalu, apa alasan Barat (di samping 
minyak, tentunya) menyerbu Libya? 

Dalam sejarah pergolakan di Timur & Selatan memang terlihat adanya 
ketakutan Barat tidak tercatat sebagai pemeran utama perubahan. 
Mereka ingin tercatat dalam sejarah sebagai ras unggul yang memimpin 
dunia. Bahwa perubahan, mustahil tercetus dan terjadi tanpa peran 
Barat. Seolah bangsa Timur & Selatan tak punya keinginan & kemampuan 
merubah nasibnya sendiri. 

Mereka, Barat, tetap ingin menegakkan oldefo. 

--- From: 

> MESKI tidak bisa mengerahkan pasukan infanteri karena tergan jal
> Resolusi 1973 Dewan Keamanan PBB, AS memutuskan terus menyokong kubu
> oposisi Libia lewat operasi intelijen.
> Tindakan `Negeri Paman Sam' tersebut dibeberkan seorang pejabat AS,
> sebagaimana dilaporkan CNN, kemarin.
> 
> Menurut pejabat yang tidak disebut identitasnya tersebut, Badan
> Intelijen AS (CIA) hadir di Libia sejak beberapa waktu lalu. CIA
> menambah personel mereka sejak demonstrasi antipemerintah merebak di
> negara Afrika Utara tersebut.
> 
> Kumpulan informasi yang dikirimkan mata-mata AS terbukti krusial.
> Militer NATO menggunakan informasi itu untuk menggempur pasukan
> pendukung Moamar Khadafi.
> 
> "Komunitas intelijen memburu informasi di lapangan secara agresif," 
> ujar pejabat AS tadi. Contoh dari keberhasilan intelijen adalah 
> suksesnya operasi penyelamatan pilot AS yang pesawatnya jatuh di 
> Libia pada 21 Maret.
> 
> Menurut Laksamana Giampao lo Di Paola selaku ketua Komite Militer 
> NATO, operasi intelijen AS tidak melanggar Resolusi 1973 DK PBB. 
> Alasannya, resolusi hanya melarang pasukan asing menduduki wilayah 
> Libia.
> 
> Selain lewat saluran intelijen, AS dan Inggris berniat membantu 
> oposisi Libia melalui penambahan persenjataan. Se ca ra terpisah, 
> Dubes Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull kemarin membantah 
> negaranya hendak menggelar perang di Libia. Namun, aksi militer 
> diperlukan untuk mencapai tujuan Resolusi 1973, yakni melindungi 
> warga sipil dan menerapkan zona larangan terbang.
> 
> Sementara itu, PM Inggris David Cameron kemarin membolehkan Menlu 
> Libia Moussa Koussa membelot ke Inggris.
> Namun, Koussa yang tiba di London sejak Rabu (30/3) belum tentu akan
> mendapat kekebalan hukum terkait dengan aksi pengeboman pesawat
> Lockerbie pada 1988.
> 
> Di Libia sendiri, perang antara pasukan Libia dan milisi oposisi 
> terus berlangsung. Tentara Khadafi kemarin dilaporkan meningkatkan 
> kepungan dan serangan ke Kota Misrata.
> (Jer/AP/Reuters/I-1)







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke