Menurut cerita dalam riwayat Ramayana, Puteri Sukesi di negeri Alengka yang terkenal sangat cantik jelita sedang sibuk menerima lamaran dari para Satria, Pangeran dan Raja dari seluruh penjuru dunia pewayangan.
Kecantikan Dewi Sukesi yang mengumandang ke segenap penjuru dunia sehingga bidadari pun menjadi rendah hati melihat kecantikan Dewi Sukesi, sampai awanpun mengurungkan niatnya menjadi hujan agar manusia dapat terus memandang kecantikan putri yang kecantikannya bagaikan Dewi Ratih. Pada saat itu Dewi Sukesi sedang bersedih hati, negeri Alengka seperti sedang dikutuk para Dewa karena sering terjadi pertumpahan darah. Para Pangeran dan Raja yang melamar Dewi Sukesi tewas dibunuh oleh paman Dewi Sukesi yang sakti mandraguna bernama Pangeran Arya Jambumangli. Pangeran Arya Jambumangli menyatakan bahwa para Pangeran, Raja yang akan melamar Puteri Dewi Sukesi harus bisa mengalahkan dirinya, semacam sayembara perang tanding yang diadakan oleh Pangeran Arya Jambungali sendiri karena Pangeran Arya Jambungali yang tergila-gila kepada kecantikan kemenakannya sendiri. Puteri Dewi Sukesih sedang bersedih hati dan menghadap Prabu Sumali, Raja Alengka, menyatakan penyesalannya terhadap tingkah laku pamannya yang menyebabkan pertumpahan darah di Negeri Alengka. Siapakah manusia yang bisa mengalahkan Pangeran Arya Jambungali yang kesaktiannya seperti tidak tertandingi? Puteri Dewi Sukesih memutuskan akan segera menjatuhkan pilhan untuk menerima lamaran dari semua manusia, tidak terbatas hanya Raja dan Pangeran, untuk menghentikan pertumpahan darah di Negeri Alengka ini karena kegilaan pamannya. Dewi Sukesi akan menerima lamaran orang yang bisa menjelaskan makna dari "Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu". "Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu" secara harfiah dapat diartikan sebagai "pengetahuan (sastra) tentang selamat sejahtera kedamaian (hayuningrat) dengan cara membebaskan diri (pangruwating) dari angkara murka (diyu)". Selama manusia masih mempunyai sifat keseimbangan antara sisi baik dan sisi nafsu angkara murka, maka akan terjadi kebaikan atau keburukan yang akan menguasai dunia. Berbeda dengan para Dewa yang sudah tidak mempunyai nafsu angkara murka lagi. Sehingga dapat dikatakan bahwa "Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu" adalah puncak spiritual yang hanya dimiliki oleh para Dewa. Permintan Dewi Sukesi ini membuat Kahyangan terguncang karena mengupas hal ini akan mengguncangkan keseimbangan jagat dunia. Batara Guru, penguasa Kahyangan, mengirimkan utusan untuk membatalkan permohonan Dewi Sukesi mengupas rahasia alam yang hanya boleh diketahui oleh para Dewa di Kahyangan. Sementara itu Prabu Danareja di Negeri Lokapala sedang dirundung asmara yang menyebabkan istana Negeri Lokapala muram. "Kedua mata Dewi Sukesi bagaikan matahari kembar, tapi sinarnya tidak sampai ke hatiku yang kedinginan", kata Prabu Danareja mengeluh kepada orang tuanya, Bagawan Wisrawa. Karena sedih melihat putranya dirundung duka dan atas desakan dari istrinya Dewi Lokawati, maka Bagawan Wisrawa memutuskan datang ke Negeri Alengka untuk melamar Dewi Sukesi bagi putranya. Karena ilmu yang akan dijabarkan adalah ilmu rahasia alam milik para Dewa, maka Bagawan Wisrawa dan Dewi Sukesi menerangkan tentang ilmu spiritual ini di dalam kamar tertutup hanya berdua saja untuk menghindari orang lain mendengar penjabaran ilmu tersebut oleh Bagawan Wisrawa. Untuk mencegah penyebaran ilmu spiritual yang hanya boleh dipahami oleh para Dewa tersebut, maka Batara Guru dan istrinya Dewi Uma yang cantik jelita turun dan masuk ke wadag Bagawan Wisrawa dan Dewi Uma menyelusup masuk ke raga Dewi Sukesi untuk membuktikan bahwa manusia tidak akan bisa terlepas dari hawa nafsu. Dewi Sukesi sebagai manusia biasa sudah terbakar nafsu birahinya melihat ketampanan Bagawan Wisrawa yang dimasuki oleh Batara Guru, sementara Bagawan Wisrawa masih bisa bertahan dengan menyadarkan bahwa beliau hanyalah utusan untuk melamar Dewi Sukesi bagi anaknya Prabu Danareja. Akhirnya setelah Bagwan Wisrawa berjuang, maka hal terkutuk tidak bisa dicegah lagi, terjadilah hubungan asmara antara Bagawan Wisrawa dan Dewi Sukesi yang berlandaskan hawa nafsu birahi semata. Akibat dari perbuatan nafsu birahi terkutuk tersebut, Dewi Sukesi hamil dan bukan anak yang keluar tetapi darah, telinga dan kuku manusia. Dewi Sukesi meratap sedih ketika melihat apa yang terjadi. "Sukesi, itulah wujud dari dosa dosa kita", kata Bagawan Wisrawa. Darah itu menjadi anak dengan sepuluh muka raksasa dengan nama Dasamuka. Rahwana segera terlihat angkara murkanya. Sepuluh mukanya melambangkan semua nafsu angkara murka manusia yang selalu berselisih antara satu sama lainnya. Anak kedua bernama Kumbakarna karena berasal dari telinga. Meskipun Kumbakarna ini berujud raksasa tetapi dia welas asih, sangat bijaksana melambangkan penyesalan ayah ibunya yang gagal dalam memahami "Sastra Jendra". Anak ketiga bernama Sarpakenaka karena berasal dari kuku. Perempuan raksasa ini tubuhnya bau busuk dan dia tidak mempunyai keistimewaan apapun juga selain kegemarannya akan laki-laki. Pada saat Bagawan Wisrawa dan Dewi Sukesi mendapatkan restu dari Prabu Subali di Alengka, mereka mempunyai satu anak lagi yang bernama Gunawan Wibisana. Anak terakhir ini berupa manusia sempurna yang tampan, baik dan bijaksana karena Gunawan Wibisana lahir dari cinta sejati, jauh dari hawa nafsu Wisrawa dan Sukesi. MORAL STORY: Hubungan seks itu sebaiknya tidak melulu didasarkan atas nafsu semata. Disana terkandung satu tujuan, titipan dari Sang Maha Pencipta, untuk melestarikan spesies kita, umat manusia. Doa, harapan dan kondisi mental yang kuat dari sang Calon Ayah dan Sang Calon Ibu yang mengiringi pembuahan sel telur oleh sperma akan membantu Sang Maha Pencipta meniupkan ruh yang baik kepada Sang Penerus. Kalau hanya nafsu yang dikedepankan, Dasamuka lah wujudnya. Nafsu akan membuahkan Angkara Murka. FACT STORY: Jusfiq Hadjar adalah contoh dari nafsu pembuahan dari sperma yang rusak dan pembuahan sel telur yang tidak sehat. Ibaratnya, bapaknya seperti pelaut yang baru tiba di pelabuhan setelah berlayar selama 6 bulan dan menderita sakit sipilis karena sudah terlalu lama di lautan. Sementara ibunya adalah cabo di pelabuhan yang baru saja selesai menstruasi sehingga berada pada kondisi fisik yang sangat rendah. Hasil hubungan yang hanya berdasarkan nafsu semata tanpa cinta kasih menghasilkan pembuahan dari sperma yang rusak dan sel telur yang tidak sehat adalah Jusfiq Hadjar. ======= ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
