http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011033000455214

      Rabu, 30 Maret 2011 
     
      BURAS 
     
     
     
UU Intelijen buat Negara-Bangsa atau Penguasa? 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "BERTELE-TELENYA pembahasan RUU Intelijen hingga tak selesai dalam satu 
periode jabatan DPR tak lepas dari kuatnya tarik-menarik kepentingan kekuasaan 
dan publik!" ujar Umar. "Kekuasaan menghendaki UU Intelijen fleksibel hingga 
bisa digunakan untuk kepentingan penguasa! Sedang publik, wanti-wanti agar UU 
itu rigid, tak mudah digunakan untuk kepentingan penguasa! Publik ingin UU 
Intelijen benar-benar efektif melindungi negara-bangsa dari segala bentuk 
ancaman yang bersifat strategis terkait dengan eksistensi negara-bangsa, bukan 
demi kenyamanan nikmat sang penguasa!"

      "Polemik RUU Intelijen memanas soal kewenangan badan intelijen negara 
menyadap, menangkap, memeriksa, dan menahan orang yang dicurigai melakukan 
tindak pidana tertentu tanpa disertai surat perintah dan keterangan!" timpal 
Amir. "Jika kewenangan itu lolos, kita masuk zaman koboi! Orang bisa ditangkap, 
diperiksa, dan ditahan tanpa batas waktu dan putusan pengadilan hanya dengan 
sebuah tuduhan yang tidak jelas! Dengan ancaman bisa diperlakukan seperti itu, 
rakyat di bawah jadi bulan-bulanan diperas intel, malah lebih buruk dari masa 
Orde Baru yang masih pakai tuduhan jelas-tak bersih lingkungan!"

      "Menangkap, memeriksa, dan menahan warga tanpa proses justice system itu 
jelas melanggar telak hak-hak sipil (civil rights) yang bersifat universal!" 
tegas Umar. "Kalau kewenangan itu lolos, kita mundur ke zaman praperadaban yang 
belum mengenal hak-hak sipil universal!"

      "Lebih gawat lagi, kewenangan itu dilengkapi hak menyadap!" sambut Amir. 
"Selain rakyat bisa dimata-matai penguasa, juga bisa dibuat rekayasa jebakan 
untuk mencelakakan atau memerasnya! Misalnya, pada nomor tertentu yang mungkin 
nomor saingan politik penguasa, direkayasa pengiriman pesan yang membuat seolah 
orang tersebut terlibat pidana tertentu! Lewat itu, dengan mudah dihabisi 
karier politik setiap muncul calon potensial pesaing penguasa!"

      "Maka itu, UU Intelijen memang diperlukan, tapi yang betul-betul 
berorientasi pada kepentingan menangkal setiap ancaman strategis terhadap 
negara-bangsa-bukan sebagai justifikasi atau alat bagi penguasa menindas 
rakyat!" tegas Umar. "Untuk itu, harus diurai jelas, dalam negara yang 
dilindungi UU itu ada unsur rakyat, sedangkan komponen utama bangsa adalah 
warga! Artinya, keselamatan rakyat dan warga dalam negara-bangsa harus menjadi 
kepentingan dasar bagi operasional UU Intelijen! Bukan sebaliknya, malah 
keselamatan rakyat yang dibuat terancam demi lestarinya dinasti penguasa!" ***
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke