http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/pemerintah-diam-diam-siapkan-ruu-pro-modal-asing/
Jumat 01. of April 2011 13:33
175 Juta Hektare Dikuasai Asing
Pemerintah Diam-diam Siapkan RUU Pro Modal Asing
OLEH: WEB WAROUW
Jakarta - Selain Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengadaan Lahan, pemerintah kini
juga tengah menyiapkan berbagai RUU yang berpihak pada modal asing. RUU
tersebut pada umumnya mengikuti arah liberalisasi di semua sektor.
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),
Budiman Sujatmiko, mengungkapkan hal tersebut kepada SH di Jakarta, Kamis
(31/3). Sejumlah RUU yang pro modal asing tersebut antara lain RUU Perumahan
dan Permukiman, RUU Rumah Susun, dan RUU Holtikultura.
"Walaupun Badan Pertanahan Nasional (BPN) me-nyusun dua kebijakan populis
melalui PP penertiban tanah terlantar dan RPP Reformasi Agraria, secara umum
pemerintah justru mendorong legislasi yang sangat pro modal asing," katanya.
Menurutnya, setelah UU No 25/2007 tentang Penanaman Modal, legislasi berikutnya
yang mengikuti arah liberalisasi adalah menyiapkan RUU Perumahan dan
Permukiman. RUU ini akan mengancam penggusuran rakyat kecil. Pemerintah juga
menyiapkan RUU Rumah Susun yang sebenarnya memudahkan pembangunan apartemen
bukan rumah untuk rakyat. Sementara itu, RUU Holtikultura memberi pintu
penguasaan lahan untuk food estate.
Rencananya, 1,28 juta hektare untuk lahan food estate akan mengorbankan
kawasan hutan, sedangkan RUU Pengadaan Lahan yang disiapkan bertujuan
memuluskan langkah-langkah penggusuran untuk kepentingan modal tersebut.
Berbeda dengan China yang mempunyai strategi ideologi dan politik pembangunan
yang kuat dan jelas, di Indonesia justru terjadi tarik menarik di dalam tubuh
pemerintahan dan kemudian pemimpin nasional kebingungan.
Berbasis Isu
Peneliti Institute for Global Justice (IGJ), Salamudin Daeng, menjelaskan,
dasar pembangunan ekonomi di Indonesia berlandaskan pada isu krisis yang akan
digunakan untuk masuknya kepentingan asing ke Indonesia. Isu krisis iklim untuk
kepentingan masuknya investasi energi dan produk ramah lingkungan dan
perdagangan karbon. Isu krisis pangan untuk masuknya food estate dan food
future trading. Isu krisis infrastruktur untuk memasukkan megaproyek
pembangunan infrastruktur. Isu krisis finansial untuk masuknya financial
inovation dan financial inclution. Sementara itu, isu krisis kesejahteraan dan
PHK untuk masuknya bisnis asuransi sosial (social insurance). n
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/