Karena anggota DPR adalah perpanjangan tangan partai melalui 
fraksi, harusnya job load mereka bisa diolah di kantor partai. 
Pekerjaan anggota fraksi menjadi totalitas kiprah partai. 
Buktikan kalau partai adalah unsur utama kekuatan politik rakyat, 
motor pengolah aspirasi rakyat. 

Kalau mau punya 'biro' sendiri ya nanti-nanti sajalah setelah 
fraksi dibubarkan dan kalian orang partai di DPR sudah betul-betul 
jadi wakil rakyat - bukan cuma wakil konstituen. 

- 

> *Syarat-syarat sebuah museum memang diperlukan DPR kita agar mereka
> kembali ke habitat mereka semula, yaitu Dewan Rakyat (Volksraad)."*
> 
> ADA dagelan tak se hat dalam dua min ggu terakhir ini me nyangkut
> rencana pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
> Dewan tampaknya hanya menjadi sebutan sambil lalu sekarang ini 
> karena jika seseorang menyebut kata DPR, asosiasi seseorang 
> pastilah sebagai sarang koruptor, wakil rakyat penidur, dan tak 
> berhati nurani karena selalu yag diributkan adalah perkara politik.
> 
> Para anggota DPR saat ini seperti para detektif atau intelijen yang
> selalu curiga terhadap lawan politik, tetapi tak ambil pusing dengan
> urusan rakyat, apalagi rakyat kecil. Setiap isu selalu menjadi isu
> politik, dan setiap isu politik seakan tak pernah dan tak boleh mati
> untuk senantiasa dikembangkan dan dipermainkan. Mereka tak peduli 
> suara rakyat, apalagi yang mengkritik kehendak para anggota dewan 
> yang menginginkan ruangan dan gedung baru tempat mereka berkantor.
> 
> Jika situasinya seperti ini terus, ada baiknya kita ubah Dewan
> Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi Dewan Rakyat (Volksraad) saja. 
> Meskipun dari segi nama agak ketinggalan zaman, semangat Volksraad 
> bisa kita ambil seperti era reformasi didengungkan pada 1998.
> Dewan Rakyat terkesan lebih elegan karena rakyat setiap saat bisa
> menuntut siapa saja yang berada di dalamnya tanpa perlu risih apakah
> mereka punya wakil atau tidak. Kata-kata wakil dalam perwakilan 
> memang lebih banyak absen mengurusi rakyat, bahkan terkesan tak ada 
> hubungan sama sekali dengan rakyat. Mereka adalah perwakilan partai 
> politik, bukan perwakilan rakyat.
> 
> Jika DPR mau tetap diangap sebagai tempat terhormat dan dihormati
> rakyat, ada baiknya mereka berpikir banyak (bukan sedikit) tentang 
> makna perwakilan. Bahkan meskipun secara historis Volksraad 
> dianggap sebagai sebuah lembaga basa-basi politik pemerintahan ta
> kolonial, para anggo pribumi seperti Mohammad Hatta, H Agoes Salim, 
> dan Mohammad Husni Thamrin tak berbasi-basi dalam memperjuangkan 
> hak dan kepentingan rakyat, terutama untuk segera lepas dari 
> genggaman kolonial Belanda.
> 
> Kita menduga jangan-jangan DPR memang salah nama sehingga 
> kehilangan roh dan spirit mereka dalam memperjuangkan nasib rakyat. 
> Tidak seperti para nasionalis moderat dalam Volksraad yang memahami 
> betul makna Dewan Rakyat (Volksraad), para anggota DPR kita saat 
> ini rupanya hanya wakil dari sebagian kecil rakyat, bukan seluruh 
> rakyat.
> 
> Agar DPR berubah menjadi Dewan Rakyat (Volksraad), mereka perlu
> melakukan langkah simpatik, sederhana, dan tak terkesan menghabiskan
> uang negara yang notabene adalah uang rakyat. Jika saya ditanya 
> bolehkah DPR membangun gedung baru, jawabannya boleh, asal gedung 
> yang dibangun tersebut bukan untuk kantor mereka. Mungkin banyak di 
> antara para wakil rakyat yang pernah berkunjung ke gedung Capitol 
> Hill di Washington DC, Amerika serikat. Lihatlah sinergi Capitol 
> Hill dengan dunia pendidikan.
> Di dalamnya tidak hanya ada ruang sidang dan perkantoran para 
> anggota kongres. Mereka memiliki Library of Congress yang sangat 
> besar dengan koleksi jutaan buku dan peninggalan sejarah lainnya.
> 
> Capitol Hill juga terhubung dengan puluhan museum seperti 
> Smithsonian yang sangat klasik dan memiliki pengaruh sangat hebat 
> dengan dunia ilmu dan kesenian. Karena itu, saya membayangkan yang 
> dibangun di sekitar Gedung DPR kita adalah perpustakaan yang hebat 
> dan sejumlah museum tematis yang sangat dibutuhkan dunia pendidikan 
> kita.
> 
> Terbayang di lokasi Gedung DPR kita ada lima sampai sepuluh museum 
> dan perpustakaan besar yang ramai dikunjungi masyarakat, anak 
> sekolah, dan mahasiswa yang lalu lalang mencari data sambil 
> bersenda gurau dengan para wakil me reka di Gedung DPR. Jika ini 
> yang terjadi, dijamin akan ada ribuan orang berkunjung ke lokasi kan
> Gedung DPR setiap hari, bu untuk berdemonstrasi, melainkan dan
> berkunjung ke perpustakaan DPR  museum yang memberi masyarakat 
> public space yang nyaman dan tenang.
> 
> Harus diakui, Gedung DPR kita saat ini sarat dengan nuansa dan 
> pmuatan olitik dan sejarah, tetapi tak cukup laik sebagai lembaga 
> yang memiliki kontribusi penting dalam pencapaian visi, misi, dan 
> tujuan pendidikan.
> Oleh karena itu, dengan modal struktur bangunan yang relatif modern,
> Gedung DPR saat ini seharusnya mampu memanfaatkan posisi tata ruang 
> dan sisa tanah yang ada menjadi bagianbagian yang saling mendukung 
> seluruh proses pembelajaran.
> Baik di dalam maupun di luar gedung.
> 
> Dalam dokumen Future Trends Affecting Education disebutkan, salah 
> satu unsur penting yang memengaruhi sistem pendidikan di masa 
> datang adalah meningkatnya investasi di bidang teknologi 
> infrastruktur dan kebutuhan alat sekolah. Jika dilihat dari segi 
> pemanfaatan tata ruang, akan baik jika Gedung DPR dilengkapi dengan 
> fasilitas perpustakaan umum yang besar dan museum yang sejalan 
> dengan prinsip dasar strategi pembelajaran yang menyenangkan dan 
> kondusif.
> 
> DPR harus memiliki kesadaran tentang arti penting museum bagi dunia
> pendidikan. International Council of Museums menyebutkan sebuah 
> museum merupakan institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan 
> publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha 
> pengoleksian, mengonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan 
> memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, 
> pendidikan, dan kesenangan.
> 
> Syarat-syarat sebuah museum memang diperlukan DPR kita agar mereka
> kembali ke habitat mereka semula, yaitu Dewan Rakyat (Volksraad); 
> dari rakyat, untuk rakyat, dan kembali ke rakyat.





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke