Coba deh anda cek, apa stereotype umum para debt collector ganas ini, kulitnya? asal daerahnya? bentuk badannya? agamanya? Lalu simpulkan saja sendiri.
--- Pada Sab, 2/4/11, Bambang Tribuono <[email protected]> menulis: Dari: Bambang Tribuono <[email protected]> Judul: [proletar] Preman Citibank Bunuh Nasabah Kartu Kredit Kepada: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Tanggal: Sabtu, 2 April, 2011, 12:08 AM Sudah sering terjadi kekerasan oleh para preman yg disewa perusahaan2 besar seperti ini. Bahkan sudah banyak jatuh korban, apalagi ada korban jiwa seperti ini.. masihkah akan terus berlangsung??? karena tidak ada ketegasan dalam perlindungan keamanan masyarakat saya khawatir bahwa nantinya, pegawai2 rendahan & preman2 rendahannya aja yg akan dihukum (kira2 nantinya bisa atau tidak ya.. ditebus bebas atau dihukum tapi waktu hukuman tidak lama???). Sedangkan pimpinan perusahaan dan pimpinan jasa pengerah preman tidak akan tersentuh hukum. apalagi ini perusahaan besar dari negara super power.. Aparat dan pemerintah apa berani menghentikan kasus kekerasan mereka pada rakyat Indonesia. Dan saya yakin akan terjadi lagi kekerasan seperti ini.. apalagi jika pelaku adalah dari perusahaan asing yang besar dari negara super power http://kabarbisnis.com/m/umum/hukum/2819154-Debtcollector_Citibank_bunuh_penunggak_kartu_kredit.html Debtcollector Citibank bunuh penunggak kartu kredit JAKARTA, kabarbisnis.com: Citibank kembali dilanda masalah. Belum tuntas pengusutan Inong Melinda alias Melinda Dee alias MD, manager Citibank Landmark Jakarta yang membobol uang nasabah sebesar Rp17 miliar, kini debtcollector Citibank diduga membunuh nasabah kartu kredit bank tersebut. Korban pembunuhan menimpa Irzen Octa (50), Sekretaris Jenderal Partai Pemersatu Bangsa (PPB). Padahal, kedatangan Irzen ke kantor Collector Citibank di Menara Jamsostek Jakarta Selatan, pada Selasa (29/3) untuk menanyakan jumlah tagihan kartu kredit yang membengkak hingga Rp100 juta. Padahal, menurut Irzen, tagihan kartu kreditnya di Citibank hanya Rp48 juta. "Saat itu korban tidak mendapat penjelasan mengenai tagihan kartu kredit Citibank, malah korban dibawa ke ruang bagian penagihan dan dipaksa oleh debtcollector untuk membayar. Bahkan disiksa dalam kantor itu, dan korban meninggal dunia di halaman Menara Jamsostek," papar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Budi Irawan di Jakarta, Kamis (31/3/2011). Saat ini, sambung Budi, sudah ditetapkan tiga tersangka yakni H dan D (keduanya petugas bagian penagihan alias debtcollector Citibank, serta B karyawan Citibank bagian penagihan). Ketiganya sudah dijebloskan ke penjara sejak kemarin. "Sejumlah barang bukti berupa korden yang ada bercak darah, visum, dan keterangan tersangka sudah menguatkan tuduhan kasus pembunuhan itu," tegasnya serius. Bahkan, dari pemeriksaan lima orang saksi, polisi mencurigai ketiganya melakukan tekanan secara fisik dan psikologis terhadap Irzen. Mereka dijerat dengan Pasal 351 dan 170 KUHP tentang penganiayaan. "Tersangka masih bisa bertambah, kami lihat saja nanti hasil pemeriksaan. Bagimana cara-cara kekerasan itu dilakukan, saat ini jadi fokus kami, apalagi di kantor collector Citibank itu banyak orang," ujarnya. kbc10 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
