http://alexarussia.blog.friendster.com/2009/01/god-yang-terperangkap-dalam-hukum\ -dialektika-12-anti-thesa-thd-karl-marx/
God yang terperangkap dalam hukum DIALEKTIKA. (1/2 anti-thesa thd Karl Marx) Saya sungguh tidak tahu God itu apa, tapi saya tahu saya punya tubuh material dan indra disertai otak sehingga material ini membuat suatu timbunan-timbunan memory yang berproses. Kalau ada yang mengatakan God itu adalah sistem alam, maka memang demikian benar adanya karena material-material yang eksis itu mempunyai energi dan hukum gerak dalam suatu sistem. Ada yang mengatakan bahwa God itu suatu ruh, kalau yang dimaksud itu adalah ruh yang menciptakan ide lalu merealisasikan materi memang benar demikian adanya. Lalu mana yang duluan? Materi dulu atau ide dulu? Marx jelas mengambil satu posisi menyebutkan materi dulu untuk mempengaruhi ide. Tentu dengan mengambil sikap demikian dia telah menjadi suatu thesis untuk dianti thesis :-) Demikian juga kepercayaan-kepercayaan kuno termasuk agama samawi mengajarkan bahwa ruh dulu untuk mengendalikan/menciptakan material. Dengan mengambil sikap demikian maka tentu saja di-anti thesis oleh Karl Marx dan generasi penerusnya. Tidak boleh diingkari bahwa Karl Marx sendiri adalah Hegelian sejati yang mampu meng-anti thesis inspiratornya. Apa itu agama buat saya seorang dialektikalis? Agama, budaya,ilmu, filsafat adalah suatu konsep dimana manusia dan peradabannya menyikapi terhadap alam. Semua itu produk produk pikiran manusia sendiri sehingga selalu terjebak dalam hukum trinitas dialektika.(thesis antithesis sintesis) Agama diperlukan agar orang mencari tahu apa itu tuhan dan untuk mengenali sifatnya,ketika sudah menemukan hakekatnya maka dirinya akan kehilangan orientasi beragama itu sendiri, sehingga dibutuhkan "pengkultusan" baru lainnya agar dirinya bergerak dan mencari tahu apa itu dan sifat dari kultus barunya itu Dari Hegel diantithesis oleh Karl Marx bahwa dialektika tiada berarti tanpa materi. Dari Jesus diantithesis oleh Tuhannya Muhammad bahwa tiada Tuhan yang diperanakan. Karl Marx dan Mohammad telah mengambil satu peran anti-thesis, dan tentu mereka akan beresiko untuk dinegasi lagi. Disini menunjukan bahwa suatu thesis atau pemikiran memang untuk diantithesis, kalau takut dianti thesis ya jangan berpikir,jangan bersikap, dan jangan pula berpendapat. Lalu siapa yang benar? Itu relativitas, keduanya hanya mengambil satu posisi dari bagiannya masing-masing saja. Karl Marx boleh dikatakan ngotot menganti-thesa Hegel bahwa pola pikir dialektika timbul berdasarkan materialisme, namun Karl Marx tidak menyadari bahwa ide dan materialisme keduanya adalah ilusi semata, dualisme yang sebenarnya dalam satu wadah, materialisme adalah ilusi yang bermaterial, materialisme adalah non-material yang bermaterial. Boleh saya katakan bahwa bumi ini semua adalah daratan,dimana mayoritas daratan tersebut tertutup air, dan yang porsi sedikit tidak tertutup air, namun keduanya adalah daratan semata. Materialis dan non materialis adalah seperti lingkaran dimana kita boleh start untuk mengambil titik absolut. Keduanya relativitas dan silakan saja diambil titik awalnya. Boleh saya katakan kebenaran Karl Marx sendiri akan timbul tenggelam termakan hukum dialektika sendiri, ada saatnya kebenaran materialis muncul ada saatnya kebenaran non-materialis muncul, dan keduanya hanya pengulangan-pengulangan bergantian saja sesuai hukum dialektika. Sebaiknya saya tidak perlu berpanjang-panjang menjelaskan hukum universal ini saja, bahwa sesuatu A memang untuk di anthitesis B agar bisa menghasilkan sintesis C yang ideal, namun untuk dinamika gerak maka harus mengalir lagi sehingga C menjadi A baru untuk menemukan B baru dan menghasilkan C baru yang lebih ideal, begitu seterusnya. God yang diceritakan oleh manusia,atau agama, filsafat,science bagi saya adalah buah pikir manusia itu sendiri, karena dari semua itu terperangkap oleh pola pikir manusianya itu sendiri. Apa yang anda pikirkan itu buah dari sistem kepercayaan otak anda sendiri. Apa yang menjadi logik anda itu buah dari sistem kepercayaan anda sendiri. Namun kita perlu mengambil suatu sistem kepercayaan untuk mengambil posisi/peran dan dari satu sistem kepercayaan yang Anda tempatkan paling dasar itu, dari situ akan ada implikasi-implikasi sistem berpikir selanjutnya yang membuat/bermanifestasi terhadap realitas Anda saat ini yang ideal. Kalo cara berpikir Anda sudah menganggap bahwa A tidak boleh dianti thesis, maka cara berpikir anda sudah menyalahi kodrat pikiran. Mungkin kita akan lebih terarah menemukan God dari cara berpikir hewan saja, siapa tahu hewan tidak terperangkap oleh hukum trinitas dialektika :-) Hocus Pocus ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
