REFL: Bukankah para penguasa dan kaum elit adalah rakyat, jadi tentunya mereka  
sangat sejahtera. 


http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=24796


Sabtu, 9 April 2011

POLITIK



Reformasi Belum Sejahterakan Rakyat

METRO (Lampostonline): Setelah 65 tahun merdeka, Indonesia menjadi bangsa yang 
gamang dan gagap. Untuk itu, proses restorasi bangsa mutlak dilakukan dan harus 
dimulai dari diri sendiri.

Demikian kesimpulan dari Dialog Kebangsaan yang digelar Nasional Demokrat 
(Nasdem) di Universitas Muhammadiyah Metro (UMM), Sabtu (9-4). Dialog dihadiri 
Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sekjen Nasdem Syamsul Muarif, Pemimpin Umum 
Lampung Post Bambang Eka wijaya, Ketua Nasdem Lampung Lukman Hakim, dengan 
moderator Marzuki Noor.

Sultan mengawali dialog dengan menjelaskan arti kebangsaan. Menurut dia, 
kelahiran bangsa Indonesia tidak lepas dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. 
Sikap yang harus dijaga generasi sekarang adalah menghargai perbedaan dan 
menjadikan karakteristik unik masing-masing etnik bagi identitas dan karakter 
bangsa.

Persoalan kebangsaan, menurut Syamsul Muarif, terjadi kesenjangan mencolok 
antara cita-cita para pendiri bangsa dengan realitas yang ada. Selama satu 
tahun reformasi, belum menyentuh rel yang benar, tapi kebebasan berbicara dan 
belum membuat rakyat sejahtera.

Menurut pandangan Nasdem, rakyat belum sejahtera karena reformasi tidak 
mengarah pada jati diri konstitusi. Empat kali konstitusi diubah, tapi 
perubahan justru mencabut roh konstitusi. Dia mengatakan ada tiga hal yang 
dikaji Nasdem, yaitu politik, ekonomi, dan sosial budaya. Tiga aspek itu perlu 
dibenahi karena belakangan ada penyimpangan dalam bernegara dan berbangsa.

Begitu juga ekonomi yang mengarah ke neoliberalisme. Padahal bertentangan 
dengan Pasal 33 UUD yang menyebutkan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya 
harus dikuasai negara dan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat. "Lihatlah, 
70% kelapa sawit dikuasai asing. Perekonomian hanya untuk kaum kapitalis dan 
pemilik modal, bukan untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.

Pemerintah hanya terpaku pada angka. Tahun 2004 APBN bernilai Rp360 triliun, 
tahun 2010 naik empat kali lipat menjadi Rp1.200 triliun. Anggaran pendidikan 
naik 20%, tapi kondisi jalan lintas Sumatera masih rusak, listrik byarpet, dan 
gedung SD roboh. (MG14/R3/L-1) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke