http://ptc-cam.blogspot.com/2011/04/berita-terbaru-wni-disandera-perompak.html


Browse » Home » info terkini » Berita Terbaru WNI Disandera Perompak Somalia 
2011  

Berita Terbaru WNI Disandera Perompak Somalia 2011 
Di Tulis Oleh Kucheng Group   


Share Berita Terbaru WNI Disandera Perompak Somalia - WillyNews, Kapal tanker 
kimia Premoni dibajak perompak Somalia di Teluk Aden,Jumat (1/1) waktu 
setempat.Sebanyak 17 awak kapal berasal dari Indonesia.

Bajak laut Somalia beraksi ketika kapal tanker berbendera Singapura itu sedang 
melakukan perjalanan menuju India.Menurut keterangan pihak East Africa 
Seafarers 
Assistance Programme, Andrew Mwangura, Premoni yang turut mengangkut 24 awak 
ini 
kapal ketiga yang melintas di kawasan patroli angkatan laut asing.

Dari seluruh awak kapal, 17 orang dilaporkan merupakan warga negara Indonesia 
(WNI), 5 berkebangsaan China, 1 orang Nigeria, dan 1 awak lagi berasal dari 
Vietnam. Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Indonesia Teuku Faizasyah 
yang dihubungi via telepon mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi 
dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura dan KBRI di 
Nairobi.

“Pihak KBRI di Singapura melaporkan bahwa jumlah awak kapal berkebangsaan 
Indonesia hanya 14 orang,bukan 17 awak seperti yang telah diberitakan,” ujarnya 
kemarin.Hingga kini Deplu masih menelusuri kepastian kabar tersebut. Direktur 
Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia(BHI) Teguh 
Wardoyo 
mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian koordinasi dengan aparat 
terkait di Kenya.

Namun, mereka belum membicarakan persoalan sistem barter yang akan dilayangkan 
para pembajak. “Kami belum tahu siasat para pembajak. Kami pun belum tahu 
sistem 
barternya akan seperti apa,” ungkapnya saat dihubungi kemarin.Wardoyo menyesali 
pembajakan ini.“Kalau tidak terpaksa, sebaiknya jangan melintas di kawasan 
berbahaya itu,” ujarnya. Walau demikian,Wardoyo memahami bahwa mungkin saja 
rutenya mengharuskan Premoni melewati Teluk Aden.

Awal pekan lalu bajak laut Somalia menawan kapal tanker kimia berbendera 
Inggris, St James Park. Di atas kapal ini turut pula 26 awak yang berasal dari 
sembilan negara berbeda.Tanker ini melintas di kawasan Teluk Aden dalam 
perjalanan dari Spanyol menuju Thailand. Selain itu, para bajak laut Somalia 
juga berhasil membajak kapal barang dari Yaman yang mengangkut 15 awak.

Pada Agustus 2009, bajak laut Somalia membebaskan tugboat Malaysia setelah uang 
tebusan dibayar. Sebanyak 11 awak kapal adalah WNI.Mereka dibebaskan setelah 
melewati negosiasi yang sempat terseok-seok selama delapan bulan. Bajak laut 
Somalia terus memburu kapal-kapal yang melintas di “wilayah jajahan”mereka. 
Oktober lalu sebuah kapal kontainer berbendera Singapura dibajak dan 21 awaknya 
disekap di dalam kapal.

Kapal tersebut dibajak di wilayah perairan Samudra Hindia pada Kamis (15/10) 
pagi. Masih di wilayah perairan yang sama, para bajak laut sebelumnya juga 
melakukan aksi pembajakan terhadap kapal ikan milik Prancis. April lalu kapal 
frigat Prancis, Nivose, berhasil menangkap 11 bajak laut Somalia.Kementerian 
Pertahanan Prancis mengungkapkan, kapal bajak laut itu dihadang sekitar 900 km 
sebelah Timur Pelabuhan Mombasa di Kenya.

Nivose merupakan bagian satuan tugas Uni Eropa (UE) untuk menjaga keamanan 
jalur 
pelayaran di sepanjang Teluk Aden. Penangkapan terhadap 11 bajak laut ini 
ternyata tidak lantas menyurutkan aksi pembajakan para “Kapten Hook” ini. Masih 
pada April, para perompak Somalia membajak sebuah kapal di Teluk Aden.Sebanyak 
10 dari 16 awak kapal merupakan warga negara Italia.

Pembajakan yang terus terjadi di Teluk Aden membuat Uni Eropa(UE) turun tangan. 
Akhir 2008 UE mengirim Angkatan Laut UE pertama ke “tambang emas” para perompak 
Somalia tersebut. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Javier Solana 
mengungkapkan, enam kapal perang dan tiga pesawat pengintai Uni Eropa akan 
menggantikan Angkatan Laut NATO yang telah berpatroli di sekitar wilayah 
tersebut sejak Oktober 2008.

Selain NATO, 10 kapal perang dari Amerika Serikat,India,Rusia, dan Malaysia 
juga 
turut berpatroli menjaga keamanan di kawasan Teluk Aden.Teluk Aden merupakan 
salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.Teluk ini menghubungkan Samudra 
Hindia dengan Terusan Suez dan Laut Mediterania.


Tiru Korsel, TNI Didesak Bebaskan WNI yang Disandera Perompak Somalia

20 WNI termasuk Kapten Kapal Sinar Kudus Slamet Jauhari disandera perompak 
Somalia di perairan Laut Arab. TNI didesak mengirim pasukan dalam operasi 
khusus 
untuk membebaskan WNI.

"Korsel saja bisa. Pembajakan terhadap kasus ini apalagi menyangkut warga 
negara 
Indonesia semestinya TNI melakukan operasi khusus," kata anggota Komisi I DPR 
Ahmad Muzani kepada detikcom, Sabtu (9/4/2011).

Sekjen Partai Gerindra ini menegaskan tak ada tawar menawar jika berhadapan 
dengan perompak. Keselamatan jiwa WNI bukanlah taruhan seperti barang. "Saya 
sangat setuju kalau pemerintah menggunakan otot dalam kasus ini. Sudah lah mana 
ada jalur diplomasi dengan perompak seperti ini," tegasnya.

Cara-cara yang ditempuh pemerintah Indonesia, kata Muzani, dinilai lamban. 
Menghadapi perompak tidak bisa disamakan dengan melawan penjahat lokal.

"Kita harus menunjukkan kalau negara ini memiliki kedaulatan dan tanggungjawab 
melindungi segenap warga negaranya. TNI memikul tugas itu. Kekuatan bersenjata 
adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan warga negara kita. Memang siapa 
lagi yang akan peduli? Menunggu perompak membebaskan mereka?" sindirnya.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak 
Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi 
Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tanggal 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang 
diawaki oleh 31 ABK, 20 orang diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut 
bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan.

Usaha pembebasan sendiri hingga saat ini belum membuahkan hasil, sementara 
keluarga ABK mengaku sangat cemas. Mereka berharap pemerintah RI bisa turun 
tangan membantu pembebasan. Pihak keluarga telah mengirimkan surat kepada 
Presiden SBY namun belum juga mendapat respon.

Awal tahun ini, pasukan khusus Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) berhasil 
menyelamatkan 21 pelaut termasuk 2 WNI yang disandera para bajak laut Somalia. 
Kapal kargo mereka yang dibajak juga berhasil direbut kembali. Kapal Samho 
Jewelry dibajak pada Sabtu, 15 Januari di Laut Arab saat dalam perjalanan 
menuju 
Sri Lanka dari Uni Emirat Arab. Kapal tersebut mengangkut bahan-bahan kimia. 
Kapal tersebut membawa 21 kru yang terdiri dari delapan warga Korsel, dua WNI 
dan 11 warga Myanmar. (Detik)



Inilah Kesulitan RI Hadapi Perompak Somalia

Mereka dibajak tanggal 16 Maret 2011. Kapal Sinar Kudus dengan 20 awak. Semua 
dari Indonesia. Para pembajak adalah perompak Somalia dan meminta uang tebusan 
kepada keluarga korban dan pemerintah Indonesia.

Tapi negosiasi alot. Pemilik kapal itu, PT Samudera Indonesia, menilai uang 
tebusan terlalu tinggi, sekitar Rp 30 miliar. Pemerintah berusaha keras. 
Anggota 
keluarga yang diculik mendesak pemerintah dan si pemilik kapal agar bergegas, 
sebab kondisi para korban kian kritis. Pekan lalu Rezky Judiana, putri nahkoda 
kapal itu, Slamet Juari, menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
dan meminta agar segera membantu pembebasan sang ayah.

Bukan cuma keluarga yang prihatin, tapi juga publik dengan rupa-rupa cara yang 
ditempuh. Pada jejaring sosial Facebook ada empat akun fans page yang dibuat 
oleh komunitas Face Book seputar kasus ini.

Akun itu antara lain, "Bebaskan Crew Kapal MV Sinar Kudus, Gerakan Galang Koin 
untuk Keselamatan Kapal MV Sinar Kudus, Gerakan Rakyat Dukung TNI Bebaskan Awak 
Kapan Sinar Kudus dan akun Dukung Nahkoda dan ABK MV SInar Kudus dari Jeratan 
Perampok Somalia".

Gerakan serupa juga ramai di Twitter. Puluhan ribu orang bergabung di hastag 
#FreeABKSinarKudus. Banyak yang menuduh pemerintah lamban dalam menanggani 
masalah ini. Hari ini sejumlah kampus di Jakarta menggalang tanda tangan guna 
menuntut pemerintah segera membebaskan awak kapal itu.

Hambatan di lapangan
Pemerintah Indonesia membantah disebut lamban. Proses pembebasan ini mengalami 
kendala di lapangan. Deputi Kemenko Polhukam, Sagom Tamboen, kepada VIVAnews 
pada Senin, 11 April 2011, mengatakan bahwa ketika kasus itu mencuat pada Maret 
lalu, pemerintah langsung bertindaK cepat.

"Pemerintah bukannya lamban. Karena sejak berita itu mencuat pemerintah 
langsung 
berkordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan PT. Samudera Indonesia untuk 
menentukan langkah-langkah yang tepat," ujar Tamboen.

Namun, tambah dia, terdapat beberapa kesulitan yang dihadap pemerintah dalam 
usaha membebaskan para WNI. Terutama, adalah masalah komunikasi dengan pihak 
pemerintah Somalia.

Dia mengatakan bahwa diperkirakan saat ini para perompak telah memasuki 
perairan 
Somalia. Namun, kordinat tepatnya belum dapat dipastikan. Tamboen menjelaskan 
bahwa kapal negara lain tidak bisa sembarangan memasuki perairan ini, harus 
terlebih dahulu meminta persetujuan dari pemerintah Somalia.

"Masalahnya adalah Somalia dianggap sebagai negara gagal dengan pemerintahan 
yang tidak efektif. Kalau sudah begini, kepada siapa kami meminta izin," 
ujarnya.

Dia mengatakan bahwa jika saja perampok berada di perairan bebas, pemerintah 
Indonesia bisa dengan leluasa berkomunikasi maupun melakukan tindakan agresif.

Kesulitan selanjutnya, ujarnya, adalah nominal tebusan yang hingga Rp30 miliar 
dinilai tidak logis oleh PT. Samudera Indonesia. Ditambah lagi, para perompak 
menginginkan agar uang tebusan dibayarkan dengan uang tunai dan dihantarkan 
langsung ke lokasi, tidak dengan cara ditransfer.

"Namun, kami telah menekankan kepada PT. Samudera Indonesia bahwa keselamatan 
anak buah kapal dan warga negara Indonesia adalah yang paling utama," ujar 
Tamboen sambil menambahkan PT. Samudera Indonesia sendiri tengah mengalami 
kesulitan keuangan.

Tamboen menolak memberikan informasi mengenai opsi-opsi pemerintah dalam 
menangani masalah perompak ini. Dia mengatakan bahwa strategi yang saat ini 
dimiliki tidak dapat dikemukakan kepada publik, demi alasan keamanan.

Namun, dengan adanya kejadian ini, pemerintah kini tengah mempertimbangkan 
diletakkannya gugus tugas anti perompak di perairan Aden, bergabung dengan 
pasukan negara-negara lainnya yang berjaga di perairan ini.

"Biayanya memang tidak murah, namun untuk kepentingan warga negara Indonesia, 
hal ini harus dilakukan," ujarnya. (Vivanews)

 
http://sastrapembebasan.wordpress.com/
http://tamanmiryanti.blogspot.com/
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke