Purbaleunyi menuju Bandung disiram hujan. Semakin ke sana semakin deras dan akhirnya lebat berdebam, seolah tiap tetesnya segede-gede gajah dan langsung pecah berderai begitu menghantam bumi. Pandangan ke depan dan ke belakang jadi kabur. Begitu juga ke kanan, ada embun melapisi kaca jendela. Ke kiri.. ah, syukurlah pemandangan masih sangat jernih, bening...
Ma'e yang selepas Cikampek terpejam dibuai petikan vollenweider menggeliat indah. "Serem amat..." desahnya sambil mengamati situasi luar yang berjarak pandang hanya puluhan meter. Semua kendaraan terpaksa mengurangi kecepatan dalam iringan panjang sebelum akhirnya tercecer di belakang si Putih yang menggelinding mulus, kalem, bagai lone-ranger di jalan yang lurus. Serem, katanya. Tapi tidak ada nada tercekam dalam suaranya. Yang ada malah tanda-tanda betapa tak pedulinya dia pada apa pun yang mungkin terjadi selama sang pujaan hati berada di sampingnya. Liat, dia memperenak posisi dengan memiringkan rebahnya ke kanan. Tangan kirinya diselipkan ke balik jaketku dan telapak kanannya dijadikan bantal. Air mukanya setenang anak kucing kekenyangan. Penuh percaya diri bakal tiba di tujuan dengan selamat. "Dingin?" tanyaku agak berbasa-basi. "Hm-mh.." jawabnya, agak basi juga. "Mau pindah ke belakang?" kali ini penawaran yang segar. Kelopak matanya membuka. Tatapannya berpikir. Lalu senyum-senyum melanjutkan ketidakpeduliannya. Senyum-senyum yang tentu menandakan bangkitnya kenangan akan hujan nakal masa lalu. Hujan yang memaksa kami menepi menunggu reda sambil bersenang-senang di jok belakang. Dalam kamus perjalanan, hujan sore ini mestinya tergolong nakal juga. Jarak pandang yang tak tembus 30 meter bukanlah kondisi yang nyaman & aman untuk keluyuran di jalan. Apa salahnya menawarkan petualangan yang nyaman. Menyadari kondisi yang begini bercampur kenangan yang begitu, ma'e jadi kurang tenteram menikmati Dance With Lion. Usapan jempol kirinya di sekitar ulu hati terlalu lembut. Tidak seirama ketukan lagu. Namun tidak bisa juga dibilang "mengganggu kerja sopir". Usapan itu lebih patut diduga sebagai ekspresi keresahan akibat tergoda kenangan hujan nakal. Setidaknya itulah satu-satunya dugaan yang kumau. Jangan sok kuatlah melawan godaan Pelan tapi pasti kaki mulai melepas tekanan dan siap-siap berpindah ke pedal rem. Siapa tahu diajak resah bareng. Begitulah mauku yang berikutnya. Menjelang akhir lagu, ma'e bangun. Menegakkan sandaran, menenggak air putih, kemudian menatapku lekat-lekat seperti ingin mengadukan kelelahannya melawan resah seorang diri. "Di mana?" tanyanya lirih.. Nah, kan! Kaki segera kutempelkan ke pedal rem. Ma'e mencari tanda-tanda yang bisa dia kenali di luar sana. Tetapi angin begitu kejam melempar hujan sehingga cipratan air terus menampar-nampar jendela membuat pandangan terlalu kabur untuk mengenali apapun di luar. Ma'e lalu coba mengukur jarak tempuh lewat arlojinya. Tahulah dia, dengan cuaca dan kecepatan seperti ini pintu keluar tol masih nun jauh di depan. So, tunggu apa lagi... "Di sini juga boleh.." tawarku seadanya. "ssshht.." Tanpa mengeluh sedikit pun ma'e melepas blazer lalu disampirkan ke sandaran. Lalu mencopot sepatu. Lalu menarik blusnya keluar dari pantalon. Kulit pinggulnya sempat melambai padaku. Lalu mengikat rambut sambil senandungkan melodi the Lion. Lalu tak sengaja jempol ini menyenggol klakson di jalan yang lengang. Bunyinya begitu riang! Ma'e mendelik indah.. Tapi jelas si Putih ikut senang... Selanjutnya dia membalik badan, gesit membereskan jok belakang. Tak lupa meraih tas tangannya untuk disingkirkan ke depan. Tapi rupanya ada yang perlu diambil dulu dari dalam tas. Dicari-cari sejenak dan dapat. Ditunjukkannya iPod itu dengan wajah sumringah. "We need this.., right love?" Oh, tentu. Itu kan isinya kumpulan yang membebaskan. Mulai dari pemanasan model Fly me, Europa dan seterusnya, sampai afterplay yang membuai macam Cavatina atau seperti biasa, Love Note. Yang penting, remnya boleh diinjek sekarang? Tepat pada saat itu Dance With Lion berakhir. Sekarang giliran iPod disambung ke si Putih. Utak-atik sebentar, dan.. "Siap?"... tanya ma'e. Pertanyaan yang aneh untuk situasi seperti ini. Tapi masa bodohlah. Anggap itu sebagai pertanda diterimanya penawaranku. Aku manggut sambil menahan laju si Putih, 45.. 40.. 35.. dan hujan sore-sore kilat sambar yang romantis oleh petikan harpa tadi berubah panas begitu intro lagu meledak dalam mobil. Ma'e memanjakan marantz cs untuk menggelegar lebih keras dari petir di luar sampai dentuman bas menggeletar di setir. Ma'e langsung meleng ngumpetin nyengirnya waktu aku menoleh dengan muka heran.. apa maksudnya setel lagu ini....... Cuek saja ma'e bertepuk dan bergoyang pelan sealun intro. Lengkap dengan aksi telunjuk mengikuti gaya si seksi linn dalam klip yang tenar sekitar 20 tahunan lalu. Klip yang dianggap pemuncak musik era '80an yang didominasi wabah techno sekaligus pengantar ke era house. Klip dari album yang masuk catatan Guinness sebagai best selling debut album lantaran langsung laris dan bisa bertahan belasan minggu di puncak tangga billboard. Ooh... ini sih alamat si Putih juga diharuskan bertahan menembus hujan walau apapun yang mungkin terjadi Lupakan jok belakang, karena memang mustahil senang-senang berdua kalau bayangan ketiga diundang hadir. Tapi aku senang, selalu senang, dengan cara-caranya menolak pemberhentian tanpa harus menjerit-jerit... lanjutkan! lanjutkan! Dengan berpura-pura cemburu begini toh senang-senang yang tertunda bakal dia lanjutkan pada waktu & tempat yang sudah disediakan. It's nobody fault but mine. Ya sudah, bertualang yang biasa sajalah. Bergelut dengan maunya alam. Menggelinding pelan asal terus maju. Anggap tetesan hujan kini menciut lebih kecil dari semut, walau untuk dikebut tetap nggak cocok sama lagunya... Yang pasti, nggak kalah seksilah gaya ma'eku. Gairah mudanya selalu bergelora saat kena gempur irama seru. Membuat suasana perjalanan tidak kehilangan kegembiraan sedikit pun. Malah tambah seru waktu dia ikut nyanyi di bagian "why do i bother when you're not the one for me.." lantas bertepuk sambil belagak cuek lagi... Uhuuyyy nyolek luka lama nih yah... Nggak papalah sayang, asalkan dikau bahagia. Kalau hujan & angin nakal tak sanggup menyatukan kita hari ini maka dia juga tak boleh memisahkan kita. Mau marah silakan, mau ngamuk silakan, mau hempaskan kita keluar jembatan Cikubang juga sok waelah.. (ini untuk pertamakalinya kami melintasi jembatan Cikubang tanpa bisa melihat jembatan kereta yang eksotis itu)... Dan hujan terus menderu sampai selepas daerah Cipada. Syukurlah alam sungguh maha pengertian. Sisa perjalanan menuju Bandung relatif bisa dipacu di atas 100 dan tiba dengan selamat. Memang, tidak semua yang kita inginkan harus didapat. Tak dapat bersenang-senang di Cikubang, tapi toh dapat selamat. Sebuah perjalanan yang mirip tarian bersama kucing. Mengandung bahaya namun indah menyenangkan. http://www.youtube.com/watch?v=D5fRVm3k1aY Buat yang pernah (atau masih) doyan dugeman pasti punya setori dengan ini lagu. Ayo dibagi-bagi ceritanya. Yang derita kek, yang ceria kek, pokoknya berceritalah seolah besok matahari nggak terbit lagi, hehe.. catetan, untuk dapetin sensasinya biarkan suara bas meledak-ledak di ruangan - kalau bisa ya pas ujan juga.. -- Sedikit tentang linn berggren, Cewek Nordic ini termasuk misterius. Dia pilih brenti jadi guru demi menemani adik-kakaknya main band. linn memang suka nyanyi tapi tidak terpikir & kepingin sampai jadi penyanyi apalagi setenar itu. Sial buat dia, sekali ngeband langsung tenar. Dunia musik gempar, lantai-lantai dansa bergetar, cinlok kumpul-bubar.. Pembawaan linn yang kalem gemulai dengan suara seksi berlidah Skandinavia rasanya terlalu mewah kalau disimpan sendiri. Gemulainya yang alami terasa mengalir begitu saja dalam ayunan irama. Lembut tapi tegas mengekspresikan kebebasan. Kira-kira miriplah dengan ketegasan tarian jaipong & rentak Sumatera. Kata kawan yang pernah jumpa dia di sebuah bandara, gerakan linn waktu meraih gagang lalu berjalan menyeret kopernya sangat artistik. Entah seperti apa itu, tapi bisa dibayangkan keindahan gerak yang alamiah. Tidak dibuat-buat. Dalam hal ini, tipe keindahan cewek yang enjoy menjalani hidupnya. Tidak salah lagi, dalam diri linn diam-diam bersemayam jiwa seni yang lebih kental dari artis-artis populer cetakan studio. Nggak bisa enggak, alam rupanya telah menyeleksi linn yang ogah ngetop itu untuk berperan sebagai kartu As, jadi pusat perhatian di setiap lagu & penampilan kuartet asal Swedia ini. Ya nasib..... Siapa linn sebenarnya? Semua orang tau, linn sangat terbuka dalam urusan kerja. Dia pernah terang-terangan menolak tampil di suatu acara karena disyaratkan harus berdandan menor. Tapi selebihnya orang hanya tau linn cukup rapi menjaga wilayah pribadinya (simak juga All That She Wants yang gosipnya adalah simbol kepribadian linn). Sampai sekarang masih kurang jelas alasan sebenarnya dia mundur dari dunia hiburan. Kita percaya, dengan karakter seperti itu linn bukan tipe artis yang merasa luka parah terperosok jadi populer seperti morisson, cobain, atau bahkan monroe. Setidaknya belum kelihatan ada tanda-tanda linn ke arah sana. linn sepertinya hanya ingin jadi orang biasa seperti kebanyakan orang lainnya. Buat saya, linn berggren adalah satu dari sedikit perempuan berambut terang yang menawan. Penuh optimisme dengan kepribadian yang kuat. Singkatnya, ada seorang 'manusia' dalam diri linn. Mudah-mudahan begitu. "i think in art people are trying to confirm their own existences" - jim morrison "wanting to be someone else is a waste of the person you are" - kurt cobain "strange ways" - linn berggren ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
