--- "suryana" <gsuryana@...> wrote: > Sayang pas keluar jenis lagu techno dan era house aku sudah kurang > menyimak lagi, dan memang aku masih kurang paham dengan jenis kedua > musik tsb.
Sama. Susah bener ngunyah techno & house yang murni. Rasanya kita berada di antah berantah yang nggak jelas. Era star wars bukan, jaman studio 54 juga udah enggak. Paling mendekati ya mirip terkatung- katung di alam 'pac-man'... Barangkali itu sebabnya para penikmat techno & house kebanyakan butuh kuping tambahan cap 3 huruf, xtc. Kalau pake campuran pop macam the sign ini ya masih bisa ditelanlah - apalagi dicampur linn.. ngunyahnya kudu pelaan.. pelaaan... seperti dicontohin para figuran di klip.. Tempohari liat di tv ada festival musik games.. (apa istilahnya?) Wuah.. puyeng, bising, kayak di warnet games online. Udah gitu ada yang pake vokalis pula.. Untung syairnya bukan "game over.. game over.." melulu. > > Yang jelas Linn Berggen benar benar sensual, feminis dan sialannn > manis banget, jarang penyanyi bisa lemah gemulai seperti dia, betul > mirip penari rampak 3. Ya, perempuan banget. Bukan sekedar "wanita" atau "cewek". Baru tau juga bahwa jenny (adiknya, yang punya mata asik itu) juga cabut dari grup 2-3 tahun lalu. Posisi mereka sekarang diganti cewek-cewek yang serba salah. Ketutup pamor linn & jenny tapi juga belum punya warna sendiri. Terkatung-katung bagai pac-man. > > Pengalamanku palingan di tol jagorawi, pas hujan gede, minggir > pasang lampu darurat en eng ing eng deh..........yang pasti > ditengah nafsu dan ketegangan ketangkap polisi tol membuat suasana > menjadi lebih syur...........sedang lagu nya...........mbuh asal > bunyi doangan :o) Maksud hati begitu. Mensyukuri nikmat alam yang memaksa orang pada minggir. Polisi so pasti ikut minggirlah. Apalagi Purbaleunyi masih sedikit patrolinya. Nah, napa nggak ikutan minggir aja kan? Yaa lakukan sesuatulah, ketimbang thenguk-thenguk nungguin ujan. Bersyukur itu penting. > > Di ingat ingat dulu ntu ternyata bandel itu sebuah tantangan, bila > diingat sekarang jadi konyol. > Hanya bila lewat tol aku sudah punya kenangan unik. Sekarang juga harusnya masih tantangan. Bandel, buat saya, beda dengan aksi kontra, melawan aturan, pembangkangan, dsb. Ada memang yang peranin 'bandel' seperti itu. Tapi sebetulnya itu bukan bandel. Itu cari gara-gara namanya. Dan itu konyol. Bandel itu lebih ke ekspresi keingintahuan / pengalaman baru / sesuatu yang nggak biasa. Umpamanya, bocah yang dikasih tau jangan manjat pohon mangga karena banyak ulet bulunya, eh dia tetep manjat. Turunnya bentol-bentol sekujur badan. Kalo dia ngomel-ngomel kegatelan terus, itu konyol. Tapi kalo dia cuma meringis-meringis lalu cari cara lain metik mangga tanpa berurusan sama ulet bulu, nah itu dapet pelajaran namanya. Bandel itu terjemahan tahitinya.. ler ningbai duing, kalo gak salah. > > sur. > ----- Original Message ----- > From: "ajeg" <ajegilelu@...> ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
