Kita cerita demokrasi Mas@mBok
Silahkan kampanyekan kelebihannya.

Kalau kurang jelas, nih tak repost

Demokrasi intinya adalah suara rakyat suara Tuhan.

Jadi para ateist adalah:

Bukan rakyat, boleh dianggap lainnya

Ga berhak milih atau dipilih (ga dikenal Tuhan)

Ga berhak treak-treak promosikan demokrasi.

Para ateis silahkan nggabung ke sesama ateis yg karena ga mengenal Tuhan
maka juga ga tahu dosa. Maka dari sebab itu dg enaknya gembong komunis
Stalin mbunuh 20 juta warga negara USSR  yg mestinya dibawah
lindungannya atau mbunuhin 20000 tawanan perang Polandia di Katyn, juga
atas perintah Stalin.

Atau bisa juga nggabung ke RRC, mbunuhin bayi atau membuatnya jadi sup
atau ngasih melamin ke susu formula agar para bayi penyakitan dan atau
mati.

Masih ingatkan "The Killing Field"-nya Kmer Roudgh"?

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/04/ChoeungEk-Darte\
r-13.jpg/800px-ChoeungEk-Darter-13.jpg

DiIndonesia, suara tuhan kebanyakan ditukar amplop. Kalau dulu dg bujuk
rayu, misalnya dalam hal perizinan atau mengisi lowongan jangan harap
dipermudah kalau bukan kuning kerontang. Pager rumah, patung, pembatas
jalan di inovasi warna termasuk seragam calon haji, kuning! Belum lagi
intimidasi, pegawai negeri kudu milih anu atau hengkang. Jam kerja
dipakai kampanye dan kampanye disela-sela jam kerja. Saat promosi, boleh
janji bohong.  Saingan boleh "ditelanjangi" hingga kalau mungkin jera,
ga berani nongol dimuka umum. Contohnya mendiang Edward Kennedy vs Mary
Jo Kopechne. Setiap mau maju mencalonkan diri jadi presiden maka
kasusnya sama Mary Jo selalu ditongolkan, lalu senyap begitu dia
menyatakan mundur dari pencalonan.  Capres lainnya, Garry Hart sami
mawon. Diisukan selingkuh sama DonnaRice terpaksa mendupak diri.  Atau
menyadap kantor pusat partai lawan seperti yg dilakukan presiden USA,
Tuan Richard Nixon. Trakhir Mr Obama yg dulu harus melawan isu Islam
radikal dari sekolah dia di didik di Indonesia, kini disibukkan dg isu
kewarganegaraan. Jadi siapa pinter ngomong, punya duit dst bisa membeli,
eh mempengaruhi rakyat utk milih. Belum lagi sponsor maupun intimidasi.
Amerika jualan demokrasi ke Irak maupun Lybia hanyalah kamuflase doank,
orang tahu kalau Paman Sam dkk ini ngincer minyak mentahnya.



Yg lebih antik, demokrasi ga ngasih hak suara atau hak dipilih mulai
bayi hingga remaja sebelum usia tertentu. Mereka jadi penonton semata
terhadap para calon yang kelak ikut menentukan jalan hidup mereka.
Mahasiswa atau sarjana yg masih sangat muda karena lompat kelas, juga ga
ada hak milih-dipilih. Mereka ini nantinya melongo kalau tahu besarnya
biaya kampanye dsb yg disediakan negara utk menjalankan roda demokrasi. 
Beda posisi dg para tua-tui thuyuk-thuyuk sudah mau terbenam, mereka ini
punya hak 1 suara.  Maunya ada batasan milih atau dipilih usia renta vs
rata-rata hidup harapan suatu negara. Setelah mencapai usia ini maka
para tua-tui gak punya hak milih-dipilih. Silahkan nonton juga. Kan
adil?  Apakah rakyat adalah professor, bekas jendral atau pengangguran,
haknya sama: 1 suara. Remaja yg pernah atau nikah, meski usianya belum
masuk, dapat 1 suara.   Lalu rakyat disuruh milih kucing dalam karung,
ga tahu apa-siapanya yg akan dipilih. Pernah
koruptor-penghianat-maling-mucikari-lontre-preman-bromocorah-resedivis 
asal bisa bayar atau dimajukan partai   masuk dalam daftar jadi lalu
penthalitan dipanggung kampanye. Public figure
ulet-jujur-mengabdi-innovatif-kreatif-konstruktif  namun independen
sampai mampus dia ga  bakalan dipilih karena ga liwat organisasi yg
namanya partai


Jadi demikianlah lk-nya yg namanya demokrasi yg didengung-dengungkan
paling pas, paling bagus utk menjalankan roda pemerintahan yg
sesungguhnya adalah  arena legal para badut ambisius utk menjegal atau
nyingkirkan lawan (karakter atau fisik),  ngeruk kekuasaan atau
kepentingan pribadi. Setelahnya ga ada tanggung jawab, sangkut paut atau
urusan sama "suara Tuhan". Malahan kalau sudah kepilih, buat
aturan yang Tuhan dipersilahkan tinggal doank di gereja atau tempat
ibadah. Pantes kalau ada yg ngatakan, demokrasi adalah produk orang
kafir namun cerdik mengatasnamakan Tuhan.

--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
>
>
> > "ndeboost" rambitesemak@ wrote:
> > Kekekekek ............
> > Hei "Kek", cerita lagi donk ttg apa-bagaimana demokrasi.
> > Upf, sorry. Ateist ga masuk itungan.
> > Kan katanya suara rakyat suara Tuhan?
>
>
> Mari Buktikan Bersama Bahwa Islam Melanggar HAM dan Anti-Demokrasi !!!
>
> AlQuran menyatakan bahwa orang murtad harus dihukum mati !!!
> HAM malah melindungi orang murtad sama derajatnya dengan umat
beriman!!!
>
> Jadi Islam hanya melindungi muslimin tapi membantai murtad !!! Tapi
> HAM melindungi semua yaitu muslimin dan murtad sama2 dilindunginya.
>
> Cukup dari kalimat diatas, adakah yang bisa membantahnya secara
rasional?  Karena itulah semua orang termasuk muslimin lebih memilih
tegaknya HAM menolak Syariah Islam, karena Syariah Islam membawa celaka
bukan cuma kepada umat yang bukan Islam tetapi juga kepada umat Islam
sendiri yang saling tuduh murtad untuk kemudian saling membantai.  Itu
khan bukan hidup damai namanya.  Hanya dengan HAM saja orang2 murtad
bisa hidup damai dengan muslimin....  indah bukan???
>
> Tapi HAM tidak melindungi terorist malah menghukumnya, sedangkan
Syariah Islam melindungi terorist dengan mencatut nama HAM agar para
terorist dilepaskan.  Yaaa...  enggak bisa begitu khan???  Terorist
harus dihukum bukan dibebaskan, dan HAM itu bukan artinya membebaskan
teror melainkan mencegah dan melarang teror.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke