Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/
yang sampai sekarang sudah dikunjungi 724 350 kali.
==== ==== ===== ======
Deklarasi « 7 Cita-cita Perubahan Indonesia »
oleh angkatan muda
Persatuan antara berbagai golongan lintas aliran politik
dan agama menuju Kongres Pemuda
Satu perkembangan penting sedang terjadi di kalangan angkatan muda Indonesia
!!! Persatuan atau kesatuan tekad sedang digalang untuk berjuang
bersama-sama demi adanya perubahan besar-besaran dan fundamental di negeri
kita yang sedang dilanda korupsi yang parah di seluruh bidang, kebejatan
moral di « kalangan atas », pelecehan hukum yang keterlaluan di kalangan
penegak hukum, kebusukan di kalangan politisi dan para tokoh masyarakat.
Berbagai gerakan di kalangan muda Indonesia, yang lintas aliran politik dan
lintas agama telah mendeklarasikan « 7 Cita-cita Perubahan Indonesia »
yang merupakan program besar dan penting untuk bernegara dan berbangsa, yang
sekarang sedang morat-marit atau ambur-adul di banyak bidang.
Perkembangan penting yang mencerminkan adanya kesamaan atau kesepakatan
tujjuan ini dapat dilihat dari tergabungnya banyak organisasi-organisasi
dari kalangan Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan sosialis (atau
kiri), dalam deklarasi « 7 Cita-cita Perubahan Indonesia ».
Kalau semua berjalan lancar, maka bisa diharapkan bahwa usaha besar ini akan
merupakan dorongan untuk terbentuknya front nasional di kalangan angkatan
muda Indonesia yang akhirnya bisa bersama-sama melahirkan Kongres Pemuda
Indonesia di kemudian hari.
Perkembangan yang demikian ini akan membikin angkatan muda Indonesia tidak
ketinggalan dari perkembangan di negeri-negeri Arab (antara lain di
Aljazair, Libia, Tunisia, Mesir, Siria, Jordania, Bahrain, Yaman, Oman,
bahkan juga di Saudi Arabia dan Iran yang bukan Arab) dimana angkatan
mudanya sudah dan sedang berjuang untuk perubahan.
Deklarasi bersama « 7 Cita-cita Perubahan Indonesia » oleh angkatan muda
Indonesia ini sangat penting dan bersejarah, mengingat bahwa sekarang ini
sudah tidak bisa diharapkan lagi adanya perubahan-perubahan besar dan
fundamental yang bisa dibikin oleh para « tokoh-tokoh » yang sekarang dan
oleh sisa-sisa Orde Baru.
Mengingat itu semua, seluruh kekuatan demokratik di Indonesia, dan semua
golongan yang mendambakan adanya perubahan besar-besaran dan fundamental
perlu menyambut dengan gembira lahirnya « 7 Cita-cita Perubahan Indonesia »
dan mendukung secara kongkrit dan dengan berbagai cara dan bentuk.
Hari kemudian bangsa dan negara kita adalah di tangan angkatan muda
Indonesia !!!
A. Umar Said
Paris, 21 April 2011
* * *
Persatuan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda
Siap Turunkan SBY-Boed
Selasa, 19 Apr 2011
JAKARTA, RIMANEWS - Gerakan Pemuda dan Mahasiswa yang
terdiri dari elemen PII, PMKRI, HMI, PMII, LMND, GMKI, KAMTRI, HIMMAH dan
IMM kemarin (18/04) mendeklarasikan 7 Cita-Cita Perubahan Indonesia dengan
tujuan memberikan kontribusi positif bagi negara.
Pertemuan yang di lakukan di gedung Joeang 45 ini
menggagas 7 Cita-Cita Perubahan, yang berisi antara lain Indonesia merdeka
dari penjajahan gaya baru demi mewujudkan kedaulatan dan kemandirian bangsa,
supremasi hukum tanpa diskriminasi, tangkap adili dan sita kekayaan para
perampok uang rakyat, persatuan Indonesia yang berlandaskan keadilan sosial
dan semangat kebhinekaan, Indonesia bebas dari kemiskinan melalui
redistribusi tanah untuk rakyat dan industrialisasi yang kuat dan mandiri,
Indonesia memiliki pemimpin nasional yang mandiri, berani, demokratis dan
bermental kerakyatan serta demokrasi Indonesia tanpa oligarki.
Lamen Hendra Saputra ketua umum Liga Mahasiswa Nasional
Untuk Demokrasi (LMND) mengatakan kaum pergerakan mahasiwa dan pemuda
menilai ada sistem yang salah dalam konsep pembangunan di Indonesia.
Perkumpulan kita hari ini ingin memberitahukan kepada
rakyat bahwa Indonesia diselimuti gurita hitam, yang berlindung di dalam
istana hitam Cikeas. Dari awal SBY-Boediono naik sebagai Presiden dan Wapres
saja sudah criminal, dengan menggunakan segala cara untuk memenangkan pemilu
termasuk menggunakan biaya bailout Century untuk kampanye, kemudian hari ini
dengan bangganya melakukan kebohongan public dengan mengeluarkan data
pertumbuhan ekonomi, tapi ironisnya itu tidak di ikuti dengan peningkatan
kesejahteraan masyarakat. Solusinya adalah pembangunan front persatuan anti
boneka imperialis(SBY-Boediono) melawan kebohongan public ini.
Poin yang sudah kami susun adalah hasil kajian kami selama
ini. Kita mencari benang merah dan akhirnya ada solusi yang kami namakan 7
cita-cita perubahan. Kami ingin menyatakan kepada publik bahwa gerakan
mahasiswa tidak sekedar aksi reaktif, hanya bertumpu pada isu tertentu. Kita
ingin punya gagasan dan kami share kepada publik, kata Ton Abdillah dari
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dalam acara Konsolidasi Pelajar dan
Mahasiswa Indonesia "Perubahan Sudah Tidak Bisa Ditunda" dan launching "7
Cita-Cita Perubahan" di Jakarta, Senin 18 April 2011.
Jika memang ketika perubahan yang harus segera dipercepat
ini memerlukan pergantian rezim (SBY-Boediono) maka secepatnya harus kita
rumuskan metodenya, tidak perlu menunggu 2014, lanjut M.Chozin ketum HMI
MPO.(ian)
* * *
Konsolidasi HMI, GMNI,PII,IMM, PMKRI,GMKI,
Hindu,Budha dan Kaum Muda
Senin, 18 Apr 2011
JAkARTA-Konsolidasi pelajar, pemuda dan mahasiswa karena perubahan tak
bisa lagi ditunda, berlangsung Senin di Jakarta. SBY-Boediono dinilai
gagal, dan rakyat makin marginal. Feodalisme dan neoliberalisme makin
kental.
Aksi konsolidasi yang digelar mahasiswa dan pelajar di Jakarta Senin
tadi berakhir dengan simpulan bahwa aksi mendesak perubahan akan terus
dilakukan bersama semua elemen perubahan. DPP IMM, PMKRI, GMKI, PB PII,
PB HMI, KMHDI, GMNI, LMNB, mahasiswa Budha, Hindu, Dan semua elemen
gerakan mengutuk kegagalan Negara dan pemerintah mengatasi kemiskinan dan
ketidakadilan.
Mereka menggelar aksi anti kebohongan. Rezim SBY-Boed lembek, korup
dan bohong. Aparat bertindak represif dan bengis, suatu kutukan sejarah
yang terus berulang,'' kata Ton Abdillah Haz, Ktua Umum IMM.
Pekan lalu, seratusan orang telah berkumpul di dalam ruangan yang tidak
begitu besar. Mereka sebagian besar adalah perwakilan berbagai
organisasi dan komite aksi yang ada di Jakarta.
Masinton Pasaribu, Ketua Umum Repdem dan sekaligus tuan rumah pertemuan
ini, membuka pertemuan dengan sedikit kata sambutan. Ini merupakan
pertemuan awal untuk menggagas sebuah kongres pemuda Indonesia,
katanya.
Karena rencana hajatan kongres pemuda itulah Masinton dan sejumlah
inisiator mengundang berbagai organisasi untuk berkumpul. Sekitar 30-an
organisasi terdaftar di absensi panitia. Lagu kebangsaan Indonesia
Raya pun berkumandang saat pertemuan ini baru dimulai.
Agus Jabo, ketua Umum Partai Rakyat Demokratik, menjelaskan soal kenapa
persatuan sangat diperlukan saat ini. Sekarang ini, kita berhadapan
dengan apa yang disebut imperialisme dan neo-kolonialisme. Alat untuk
melawan imperialisme dan nekolim itu adalah persatuan nasional,
tegasnya.
Inisiator lain dari pertemuan ini adalah Haris Rusli Moti, aktivis
Petisi-28. Ia menuturkan bahwa semangat komunike Bandung 1955 dapat
dijadikan sebagai landasan persatuan pemuda ini. Dalam komunike Bandung
1955, sudah jelas bahwa Indonesia berwatak anti-nekolim dan
anti-imperialisme.
Merumuskan Persoalan
Seorang aktivis perempuan dengan bersemangat mengabarkan soal rencana
pertemuan di kalangan organisasi perempuan. Meski banyak berbicara soal
perempuan, ia tetap menyatakan dukungan terhadap rencana kongres pemuda
ini.
Beberapa saat kemudian, Agus Jabo menjelaskan panjang lebar mengenai
kesesuaian antara ciri-ciri imperialisme yang pernah disebutkan Bung
Karno dalam pidato Indonesia Menggugat dengan praktek kebijakan
pemerintahan SBY-Budiono saat ini.
Keempat ciri itu adalah sebagai berikut: : (1) Indonesia tetap menjadi
negeri pengambilan bekal hidup, (2) Indonesia menjadi negeri pengambilan
bekal-bekal untuk pabrik-pabrik di eropa, (3) Indonesia menjadi negeri
pasar penjualan barang-barang hasil dari macam2 industri asing, (4)
Indonesia menjadi lapang usaha bagi modal yang ratusan-ribuan-jutaan
rupiah jumlahnya.
Keempat ciri itu, kata Agus Jabo, sudah sesuaian dengan apa yang
dijalankan oleh SBY-Budiono sekarang ini. Dengan fakta ini, maka kita
tidak ragu lagi untuk menyebut SBY-Budiono sebagai agen nekolim dan
imperialisme, katanya.
* * *
Alumni HMI: Indonesia Berada dalam Genggaman Mafia
Kamis, 21 April 2011
RMOL. Indonesia dalam genggaman mafia. Betapa tidak, praktek mafia menjadi
pemandangan nyata sehari-hari. Praktek dilakukan dari hulu hingga hilir,
tanpa terkecuali pemegang amanah kekuasaan rakyat.
Hal itu dikatakan Tazim Jurubicara Gerakan Alumni Himpunan Mahasiswa Isalam
(GAHMI) dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu malam (20/4).
Kalau dahulu ada istilah mafia Istana Cendana, sekarang mafia Istana
Cikeas," kata Ta'zim.
Apalagi, Wikilieks kemudian melansir kawat diplomatik tentang praktek mafia
yang melibatkan keluarga SBY.
"Istana Cikeas menjadi tempat transaksi segelintir kepentingan utk membangun
konspirasi merampok Negara," lanjutnya.
Oleh karenanya, Ta'zim mendesak KPK untuk membuka skandal korupsi yang
melibatkan Istana Cikeas. GAHMI juga meminta revisi Undang-undang
pemberantasan korupsi ditolak, sebab mengkebiri pemberantasan korupsi.
"Jika tidak juga dilakukan, maka SBY-Boediono harus turun," tegasnya.
Sebelumnya, harian The Age mengutip tulisan WikiLeaks soal kebocoran kawat
diplomatik Kedubes AS di Jakarta. Dalam tulisan pada tanggal 11 Maret 2011
itu, The Age membeberkan dosa keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhyono yang
dinilai menyalahi kewenangannya. SBY dituding terlibat kasus korupsi dan
penyalahgunaan kekuasaan. Dalam kawat yang tidak diketahui nomor dokumennya
itu, SBY dikatakan secara personal terlibat untuk mempengaruhi jaksa
penuntut dan hakim untuk melindungi sejumlah tokoh politik
* * *
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/