http://alexarussia.blog.friendster.com/2011/04/wawan-alexa-materialist-teori-dan-spekulasi-faq-jilid-2/
Intro: `wawan alexa materialist teori dan spekulasi faq' akan saya buat menjadi penjelasan ttg filsafat materialisme yg sifatnya `open source' atau siapapun boleh menambahkan dan saya akan senang hati apabila ada yg membantu menyumbangkan pemikiran dan tentunya saya akan menyantumkan nama-nama sumber penyumbang pemikiran dan tentunya pemikiran2 kita adalah untuk masa depan negeri ini agar segera menjadi negeri yg rasional dan sekuler, dan berimpact ke kemajuan ilmu/sains dan teknologi serta keadilan dan kemakmuran sosial t:Bagaimana kaum idealis dan materialis berpikir j:Kaum idealis, seperti kritik Marx kepada Hegel, berpikir tepat seperti kepala dibawah dan kaki diatas, mereka berpikir dengan cara terbalik, kaum Idealis adalah mereka yang mengira pusat alam semesta berada di kesadaran kita, artinya tanpa adanya kesadaran kita, maka alam semesta tidak ada, atau adanya materi itu akibat kesadaran kita. Pemikiran ini bisa menjebloskan kita kedalam cara berpikir subyektifisme kronis, dan menjauhi berpikir secara realitas. Kaum Idealis menganggap segalanya ilusif, segalanya adalah pikiran kita sendiri saja persis juga kata si terkenal dari kartesian yaitu Descartes yang mengatakan `aku berpikir maka aku ada ' atau artinya `keberadaan kita akibat pikiran kita' tapi kita kaum materialis dialektis, yang dituntut untuk selalu berpikir realistis terlebih dahulu, untuk dituntut sebagai analis realistis dari kondisi sosial dan hukum-hukum sejarah lama yang telah terlampui, kita kaum materialis dialektis, yang dituntut untuk mampu menganalisa gerak-gerak sejarah yang telah terlampau secara se-realistis mungkin segamblang-gamblang dari menyamboeng-nyamboeng cuplikan-cuplikan atau potongan-potongan potret sejarah . kita kaum materialis yang dituntut untuk mampu secara terang benderang menganalisa proses sejarah se-terang-terangnya, dan dengan pemahaman dasar materialisme fisikal terutama dari penjelasannya VI. Lenin dan Plekhanov serta bantuan Lev Trotsky dlsb, maka analisis kita jelas akan memisahkan takhyulisme dengan hukum realitas materialisme fisikal Misal dengan analisa materialisme histori yang berbasis materialisme fisikal maka akan tampak jelas bahwa perjuangan Jesus hanyalah perjuangan atas kelas sosial status quo yang menindas, ataupun akan tampak jelas bahwa perjuangan Mohammad tak lain dan tak bukan hanyalah ingin membentuk peradaban baru yang madani di jazirah Arab abad ke 6. Kita kaum materialis dialektis historis berbasis materialis fisikal, tentu tidak mencampuradukan analisis kita dengan hal-hal takyhul, misal perjuangan Mohammad adalah perjuangan kehendak Allah, atau perjuangan Jesus merupakan kehendak tuhan bapa. Analisis yang demikian ini tidak akan mampu dipunyai bagi mereka yang mendasarkan pola pikirnya dengan cara idealis subyektif yang masih percaya takhyul, yang masih menganggap kesadaran adalah pusat universe, yang masih menganggap segalanya adalah ilusif yang masih menyandu kepada hal-hal metafisika kesalahan kedua dari kaum idealis subyektif, maka kesadaran kelas mereka atas kaum tertindas tidak akan bangkit. Hal itu akibat mereka menganggap hidup adalah Ilusif hidup adalah `tipuan' hidup adalah boeat `menyerahkan diri' atas takhyulisme supernatural sehingga menjadi tak bermakna . dalam hal ini mereka akan melihat bahwa penindasan struktural systemik yang dilakukan oleh kaum-kaum status quo juga merupakan ilusif sehingga aspek inilah yang membuat mereka selalu bermimpi berputar-putar dengan ilusinya sendiri mereka menganggap penderitaan kaum proletar/marhaenis-pun akan menjadi ilusif mereka juga akan berpola pikir bahwa segala penderitaan adalah ilusi pikiran kita sendiri maka solusinya adalah me-manage ilusi pikiran kita sendiri mereka terjebak dalam semangat subyektif, semangat individual, pembebasan diri yang bersifat individual, dan bukan pembebasan dengan semangat komunal/sosialis sehingga tidak akan membuat persatoean untuk perlawanan sehingga hidup mereka akan zonder perjoeangan komunal/sosialis sontoloyo orang-orang yang berpikir seperti ini kita kaum materialis, yang selalu ingin berpikir se-obyektif mungkin, untuk menganalisis gerak-gerak sejarah yang terlewati, sehingga basis pemikiran kita adalah kesadaran kita tidak tergantung kepada alam semesta atau alam semesta ini ada tanpa tergantung kesadaran kita kitalah yang menjadi bagian dari alam, bagian dari determinasi alam, pada kenyataannya, mana pikiran yang real dan yang mana pikiran yang bersifat masturbasi juga sudah jelaslah dengan pertanyaan berikut 1. apakah alam semesta tidak ada tanpa kita? saya berani bertaruh dari jawaban saya yalah akan tetap ada 2. apakah batu didepan kita, apabila kita menutup mata dan tidak melihatnya lantas menjadi tidak ada? saya berani bertaruh batu itu akan tetap ada sebagai benda material obyektif, tanpa kita harus melihatnya pada realitasnya anda setidaknya akan pernah mengalami kecelakaan, atau jatuh terantuk batu akibat keteledoran anda dalam penginderaan, dan tentunya itu adalah realitas dan bukan ilusif t: Untuk apa berpikir materialis dan berpikir idealis/imajinatif j: Berpikir materialisme dialektika history yang berbasis materialisme fisikal (saya tambahi berbasis materialisme fisikal, karena Soekarno hanya mengambil history-materi dan tidak melandaskan analisisnya dng fundamental materialisme fisikal) digunakan untuk menganalisis proses-proses gerak sejarah se-realistis mungkin, segamblang-gamblang-nya, se-terang-terangnya, dalam hal ini karena analisis kita berbasis materialisme fisikal maka tentunya analisis kita tidak terdistorsi oleh hal-hal takhyul, sehingga kita-pun mampu menganalisa sejarah agama, seterang-terangnya, segamblang-gamblangnya, tidak terdistorsi oleh cerita-cerita takhyulnya, atau mampu memisahkan dan memahami bahwa sejarah agama tak lain dan tak bukan adalah aksi-aksi revolusioner oleh mereka yang disebut dengan nabi, aksi revolusioner mereka adalah menentang penindasan systemik kelas-kelas sosial di jamannya, atau keinginan mereka membentuk suatu idealisme/cita-cita baru yang berupa masyarakat madani yang berkeadilan dan dengan semangat penuh pembelaan kepada kaum miskin tertindas. Dengan dasar materialisme fisikal yang mampu memisahkan takhyul sebagai simbol dan realitas yang terjadi, maka tak pelak saya melihat bahwa Allah, Dewa, atau takhyulisme dan lain-lainnya tak lain dan tak bukan hanyalah sebagai suatu cara/methode yang berupa simbol-simbol untuk digunakan boeat mengikat persatuan komunal saja demi sebuah perjuangan kelas melawan kelas-kelas status-quo yang menindas. Selanjutnya, karena kita sudah `mematerialisasikan' realitas gerak sejarah kedalam pikiran kita, maka kita mampu menciptakan/mengimajinasikan konsep idealisme baru ttg masyarakat madani yang berkeadilan sosial dalam hal ini, jelasnya history-materialisme berbasis materialisme fisikal adalah alat bedah atau pisau analisis yang sangat tajam dalam mengungkap proses gerak sejarah sehingga dari gambaran yang terang-benderang tsb selanjutnya kita buatkan konsep baru masyarakat yang idealis atau lebih jelasnya adalah materialisme digunakan sebagai analisis tajam dari waktu yang telah lewat/sejarah, sedangkan idealisme digunakan untuk mem-visi-kan masa depan yang terang benderang ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
