Islam Bukan Hanya Sebatas Kepercayaan Tapi Lebih
Kepercayaan atau agama bisa menjadi identitas pemeluknya, karena "identitas"
itu bukan cuma mencakup kepercayaan saja tapi lebih luas daripada itu termasuk
didalamnya adalah kultur budaya bangsa daripada pemeluknya.
Tetapi bukan berarti agama itu sebuah identitas bagi sebuah bangsa, contohnya,
identitas orang Cina tidak terpengaruh meskipun menganut agama Buddha atau
Hindu yang datang dari India. Artinya, agama Buddha bisa dianut siapa saja
tanpa merusak atau menghancurkan identitas pemeluknya.
Identitas kebangsaan dan identitas kepribadian akan dirusak apabila agama
mendominasinya melalui brainwashing. Dan hal inilah ciri atau sifat khusus
Islam yang berbeda dari agama2 lainnya.
Sekarang ini bukan semua orang Indonesia yang dirusak identitas kebangsaan atau
identitas kepribadiannya meskipun beragama Islam, tetapi ada sekelompok Islam2
tertentu yang berusaha menghancurkan identitas kebangsaan Indonesia dan juga
menghancurkan identitas pribadinya seperti yang terjadi pada para pelaku teror2
bunuh diri ini. Yang meskipun secara fisiknya dia bukan orang Arab tetapi
jiwanya merasa dirinya 100% orang Arab.
> "pemerhatidunia" <pemerhatidunia@...> wrote:
> sudah dikasih tahu bahayanya ikut ajaran
> dan perbuatan nabi arab ini, sudah
> diberitahu muhammad tidak ada bukti
> hidup setelah mati atau membuktikan
> omongannya sendiri ttg syurga
> sudah dibuktikan caranya islam itu
> gagal total membawa pada kemajuan
> sudah dibuktikan Allah itu hanya fiktif
> oleh Jusfig sudah semuanya, tetap saja
> orang Indonesia ....
>
Islam harus dipertahankan eksistensinya bukan karena benar salahnya isi
ajarannya. Artinya biarpun salah tetap harus dipertahankan demi kebanggaan dan
harga diri Arab itu sendiri.
Demikianlah, Islam sebagai kultur penjajah, seperti juga penjajah2 lain yang
bukan Islam, menanamkan kulturnya dengan cara menyebarkannya keseluruh dunia
baik melalui penjajahan, perang, maupun perdagangan.
Untuk tujuan itulah ajaran Islam bersifat brainwashing, sama seperti ajaran
komunisme.
Jadi Islam merupakan identitas Arab, sehingga kalo dianut bangsa diluar Arab
seperti Indonesia, maka identitas kebangsaannya akan diruntuhkan sehingga
bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kehilangan identitasnya sebagai bangsa
digantikan dengan Islam.
Padahal Islam identitas orang Arab, sehingga kalo bangsa Indonesia menjadi
Islam, maka akan terjadi benturan identitas yang hasilnya bisa berupa
akulturasi, atau kalo Islam mendominasi, maka terjadilah bangsa yang tidak
punya identitas sama sekali yang tidak bisa maju karena terjajah identitas
budayanya oleh Arab melalui Islam ini. Artinya Indonesia itu bukanlah bangsa
Arab dan tidak mungkin bisa menjadi orang Arab, bahkan juga ditolak orang Arab.
Tapi dilain pihak bangsa ini merasa sebagai orang Arab, merasa menjadi bagian
dari Arab, dan hal ini sama sekali bertentangan dengan realitas yang akibatnya
menjadi bangsa yang hidup dalam waham atau delusi2 menjadi bangsa Arab yang
bukan Arab.
Jadi Islam bukan sekedar agama seperti Kristen, Hindu, buddha dll dimana
penganutnya tetap mempertahankan identitasnya dan agamanya hanya sebagai
aktivitas sosial yang tidak mempengaruhi identitas kebangsaannya. Beda dengan
Islam yang bukan cuma kepercayaan melainkan merupakan sebuah identitas yang
mendominasi identitas bangsa lain atau menghancurkan identitas bangsa lain.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/