http://asia.groups.yahoo.com/group/Indonesia-Rising/message/26853


Ini press Release pemutaran video “Inside Indonesia’s War on Terror yang 
diputar di Kine Forum TIM, Jakarta. Pers yang hadir banyak, tokoh-tokoh penting 
(agama, budayawan, praktisi Hukum) yang kasi pernyataan Kuat dan tajam, tapi 
sampai hari ini, kecuali Jakarta Post dan Aljazira, Media kita masih memilih 
mendongengkan ceritra Terror versi Negara, seperti lebih suka memelihara 
kebohongan ….

Film dokumenter "Inside Indonesia's War on Terror” jatuh ke tangan saya awal 
Februari 2011. Awalnya, saya tidak yakin apakah isi video ini harus saya bawa 
ke permukaan atau tidak? Tapi menyembunyikan isi video ini dari mata rakyat 
saya merasa menodai moral dan tata nilai yang saya pahami. Saya merasa 
berhianat pada Rakyat terutama karena apa yang digambarkan dalam video 
“Inside Indonesia's War on Terror” adalah tentang rakyat Indonesia. Tentang 
kehidupan mereka, identitas dan harkat mereka, keluarga mereka yang hilang, 
yang mati terbunuh, tentang trauma yang tak terobati. Bukan sekedar masalah 
korupsi berjamaah seperti kasus Century. Tapi sebuah penghianatan terhadap 
bangsa dan rakyat. Sebuah upaya mencabik-cabik dasar Negara, merusak budaya, 
mengadu domba rakyat antar Agama, menanamkan rasa takut selama bertahun-tahun 
dan merenggut belasan ribu nyawa manusia.

Meski isi “Inside Indonesia's War on Terror” tidak bisa buru-buru disebut 
sebagai kebenaran mutlak secara penuh, namun apa yang digambarkan di dalamnya, 
pernyataan, pengakuan, analisis, termasuk ceritera Sdr Dai Bachtiar (Kapolri 
saat itu) tentang bagaimana dia melobby dana asing dan berhasil mengalir deras, 
diucapkankan berseloroh dan bangga di depan para anggota DPR dan mantan Jaksa 
Agung, Andi Galib, serta keterlibatan Negara-negara asing dalam mendanai 
‘proyek’ tak berperikemanusiaan ini sangat layak dijadikan sebagai bukti 
awal dugaan terjadinya kejahatan Negara terhadap rakyat, layak dipertanyakan 
dan dimintai pertanggung-jawaban.

Film dokumenter “Inside Indonesia's War on Terror" pertama kali disiarkan SBS 
dalam program Dateline, tanggal 12 Oktober 2005. Pada saat yang sama, SBS juga 
menyediakan transcript dan video streaming “Inside Indonesia's War on Terror" 
di website SBS plus forum diskusi bagi publik yang mau memberi komentar. Tapi 
hanya dalam beberapa hari, semua arsip (transkripsi dan video streaming) 
"Inside Indonesia's War on Terror" mendadak lenyap dari website SBS.

Banyak sekali pertanyaan, pernyataan atau tuntutan yang bisa lahir usai melihat 
“Inside Indonesia's War on Terror". Di sini, bersama kita hadir tokoh-tokoh 
agama, para pejuang HAM yang masih konsisten, praktisi hukum, intelektual, 
seniman dan budayawan. Merekalah yang akan menyampaikan pandangan mereka 
tentang isi video dokumenter ini. Sebagai pengundang, tujuan kami mengadakan 
Jumpa Pers ini adalah memberikan pada Rakyat haknya mengetahui apa yang terjadi 
pada bangsanya. Memberikan haknya untuk dibela. Memberikan haknya memperoleh 
perlindungan. Berita menakutkan dari “Inside Indonesia's War on Terror" ini 
hendaknya membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia tentang pentingnya rakyat 
bergandengan tangan satu sama lain, apapun kedudukan, suku dan agamanya, 
bersama-sama menjaga bangsa ini dari rongrongan siapapun. Berhentilah menjadi 
masyarakat yang acuh tak acuh apalagi egois. Rakyat wajib menyaksikan “Inside 
Indonesia's War on Terror"dan itu bisa di-unduh di YouTube.

Jakarta, 18 April 2011

Ratna Sarumpaet, Nia Dinata, Musdah Mulia, Rieke D. Pitaloka




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke