Meski Terorisme Direkayasa Intel -- Bukanlah Sandiwara !!!
Meskipun terorisme itu direkayasa untuk korupsi, namun kejadiannya adalah
benar2 bukan sandiwara. Pelakunya tetap adalah Islam Radikal yang tentunya
dijebak untuk melakukan terorisme ini.
Jadi ada contohnya, bekas pemimpin komando Jihad tertangkap dan dihukum seumur
hidup, dia mengaku terjebak melakukan terorisme karena memang dijerumuskan oleh
seorang intel polisi yang baru diketahuinya kemudian. Meskipun dia dihukum
seumur hidup, baru setahun saja hukumannya berubah menjadi hukuman 22 tahun dan
tahun keduanya dia bebas dilepas. Tapi dia didatangi lagi agar mengulangi lagi
tindakannya, tapi dia udah kapok.
Salahkah intel yang merekayasa itu??? Jawabnya tidak, cara2 begitu memang
kerjaan intel, yang salah itu tetap pelakunya, kalo dia tidak bersimpati kepada
terorist tentunya mau direkayasa kayak apapun enggak bisa terjebak. Jadi
hati2lah dengan kepercayaan dan keimanan anda yang akan menjerumuskan anda
sendiri kejurang kehinaan, bahkan kematian yang hina.
> Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote:
> Tidak diumumkan saja, tetapi saya
> kira meledaknya kilang Pertamina
> di Plumpang dan Cilacap adalah
> perbuatan teroris.Benar kata jendral
> HENDROPRIJONO, teroris hanya daun
> saja yang bisa di tangkap dan
> dibinasakan tetapi selama POHON dan
> AKARNYA msih ada dan tidak terusik
> maka terorisme akan JALAN TERUS.
> BIANG KELADInya adalah ULAMA dan
> KEYAKINANNYA/AJARANNYA. Tetapi kalau
> justru mereka yang mau membubarkan
> Republik Indonesia(dan tidak ditindak).
> SEMUA HANYA SANDIWARA BELAKA.
Masalahnya, negara dalam hal ini presiden SBY susah untuk mencari nilai tambah
untuk meningkatkan penghasilannya. Kalopun bisa mengeruk atau korupsi langsung
uang negara tentu gampang ketahuan, selain memalukan juga menghancurkan masa
depan anak cucunya yang sudah dikarbit untuk menggantikan posisinya dimasa
depan.
Oleh karena itulah, bantuan uang luar negeri yang bukan utang satu2nya bisa
didapat dari dana penumpasan terorist, dana ini didapatkan dari Amerika
berkisar antara 100-200 juta dengan cara penyerahan secara bertahap. Bayangin
kalo tidak ada terorisme di Indonesia gimana dana ini bisa dicairkan????
Satu2nya jalan, dengan kerja sama militer, polisi dan BIN, dikerahkanlah intel2
untuk menyusup ke jaringan Islam untuk kemudian membentuk kelompok2 Radikal.
Namun kelompok radikal ini juga takut kalo mereka dicelakai oleh intel2 yang
berusaha mendorong mereka melakukan tindakan2 teror ini. Tentu mereka tidak
mengaku intel, mereka pura2 juga radikal dan dijebaklah kelompok radikal ini
kedalam tindakan terorist untuk kemudian dikorbankan sebagai bukti kerja dari
pihak pemerintah guna mencairkan dana tsb.
Demikianlah, makin banyak dana yang diterima, makin banyak terorisme. Karena
dengan dana itulah mereka yang radikal dijebak kedalam tindakan terorisme.
Jadi penumpasan terorisme ini memang cendrung korup, tapi apakah Amerika yang
memberi dana ini dirugikan ??? Sama sekali tidak, karena yang dibunuh mati
atau dijadikan korban ini sebetulnya memang betul2 Islam Radikal pendukung
terorisme, namun kalo tidak bertindak tentunya tidak bisa ditindak. Jadi
biarlah mereka dijebak untuk dipaksa bertindak, itu salah mereka sendiri, kalo
mereka bukan Islam fundamentalist tentunya enggak bisa atau enggak gampang
dijebak.
Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah yang mengail dana dengan menjebak para
simpatisan terorisme ini untuk melakukan tindakan terorisme, biarlah mereka
mati jadi tumbal karena itulah memang ideology mereka, seharusnya mereka sadar,
paham mereka itu membahayakan mereka sendiri dan menguntungkan orang lain.
Memang, nanti pada saatnya bisa jadi Amerika berbalik, meng-korek2 korupsi yang
dilakukan para pemimpin yang terlibat dalam merekayasa terorisme ini, tujuannya
memaksa mereka mundur seperti yang dialami Sadam Hussein, Hosni Mubarak, dan
termasuk juga jendral2 Pakistant yang banyak merekayasa terorisme sehingga
situasi terorisme bukan berkurang tetapi makin bertambah. Apakah dengan
situasi di Pakistant ini Amerika dirugikan ??? Juga tidak, karena makin
burukpun keadaan di Pakistant itu bukanlah kesalahan Amerika melainkan
kesalahan para pejabat2nya yang korup. Bagi Amerika cukup memaksa mereka turun
untuk digantikan koruptor yang lebih muda yang mengulangi permainan yang sama.
Jadi terorisme bukan cuma bisnis untuk para koruptor, tetapi juga bisnis bagi
Amerika itu sendiri. Dana koruptor itu nantinya disita untuk kemudian
diberikan lagi kepada koruptor yang baru dengan syarat penumpasan terorist yang
sama dengan cara rekayasa baru sehingga semua mereka yang jadi simpatisan
terorist nantinya jadi korban meskipun tidak bertindak akan dipaksa bertindak
atau dikambing hitamkan sebagai pelakunya, dan itu adalah game-nya bagi mereka
yang tetap mempertahankan keimanan teror Islam meskipun tidak melakukannya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/