Ini sih omongan orang-orang yang kesel sama 

guru agamanya (yang ngajarin agama dengan 

dongengan tolol) tapi lalu meyakini agama itu 

setolol dongengan gurunya. =Saya kira juga begitu termakan omongan bodoh dari 
guru2 yang mengajar dengan buku2 yang tidak pernah terbit.

Ini nggak beda dengan gejala anak sekolah 

yang alergi pelajaran "susah" hanya lantaran 

gurunya nggak becus ngajar. 

=Doeloe di keby-baru SD tempat saya bersekolah kalau ada murid 
yang kedapatan seperti itu dalam sebuah kelas cuma dalam hitungan hari pasti 
dibawa langsung ke cimacan deket ciawi/cibulan selama 2 minggu 
untuk belajar&santai disebuah wisma besar milik P&K...lupa namanya.
tidak bayar uang transport/makan/tidur,masih adakah sekarang?''
ini cerita sungguhan saya mengalami sendiri 1 kalimalah teman saya ada yang 
kebagian 2 sampai 3 kali mundar mandir
dalam setahun karena diajarkan apa saja susah mengerti nya.


Sekarang, coba kasih wawan kesempatan untuk 

jelasin analisanya soal hubungan antara agama, 

takhyul, dan takut mati, di alinea terakhir itu. 

=Ini penting untuk bahan klarifikasi.

Lalu, kita dengarkan juga pendapatnya tentang 

orang-orang yang bilang pelaku bom bunuhdiri itu 

tindakannya dipengaruhi agama. 

=Oooh jadi keputusan harahiri&kamikaze itukewajiban agama?''


Atau cuma mau asyik posting obrolan sendiri terus? 

:) 

Klau obrolan sendiri,didengar sendiri,buat sendiri.......kalau da apa2bakalan 
sendiri pula?"

--- "Wong" <wong_gendeng05@...> wrote:



> Meskipun agama adalah setahayul tahayulnya tahyul, dan membuat 

> pemeluknya kehilangan rasionalitasnya, namun sisi postif agama 

> adalah bahwa agama bisa menjadi obat generik paling murah bagi 

> orang orang yang malang. Agama adalah pengganja masa. tak ada ganja 

> yang lebih murah dari pada agama.

> 

> Rahyu

> 

>  

> --- "wawan" <selarasmilis@...> wrote:

>

> > agama...

> > sekali lagi agama...

> > 

> > adalah belief system yg membuat manusia mencari keselamatan 

> > subyektif, keselamatan individu, sehingga membuat manusia 

> > memisahkan diri dari komunitas universalnya,

> > 

> > agama-lah yang meredam kesadaran kelas...

> > agama-lah yang meredam/memisahkan individu kedalam persatuan 

> > kekuatan revolusioner...

> > 

> > saya berthesis, selama takhyul masih ada di kepala manusia-

> > manusia indonesia, maka nggak akan ada revolusi fundamental...

> > 

> > dalam analisis saya yg lain, takhyulisme membuat manusia takut 

> > bertindak/takut mati, takut menjebol, dan takhyulisme itu membuat 

> > manusia lebih asyik bermasturbasi mengejar keselamatan 

> > individu-nya di alam afterlife (dongeng)

> >

>





    

--- On Thu, 4/21/11, ajeg <[email protected]> wrote:

From: ajeg <[email protected]>
Subject: Re: [proletar] tentang agama atau takhyul...
To: [email protected]
Date: Thursday, April 21, 2011, 10:55 PM







 



  


    
      
      
      

Ini sih omongan orang-orang yang kesel sama 

guru agamanya (yang ngajarin agama dengan 

dongengan tolol) tapi lalu meyakini agama itu 

setolol dongengan gurunya. 

Ini nggak beda dengan gejala anak sekolah 

yang alergi pelajaran "susah" hanya lantaran 

gurunya nggak becus ngajar. 



Sekarang, coba kasih wawan kesempatan untuk 

jelasin analisanya soal hubungan antara agama, 

takhyul, dan takut mati, di alinea terakhir itu. 



Lalu, kita dengarkan juga pendapatnya tentang 

orang-orang yang bilang pelaku bom bunuhdiri itu 

tindakannya dipengaruhi agama. 



Atau cuma mau asyik posting obrolan sendiri terus? 



:) 



--- "Wong" <wong_gendeng05@...> wrote:



> Meskipun agama adalah setahayul tahayulnya tahyul, dan membuat 

> pemeluknya kehilangan rasionalitasnya, namun sisi postif agama 

> adalah bahwa agama bisa menjadi obat generik paling murah bagi 

> orang orang yang malang. Agama adalah pengganja masa. tak ada ganja 

> yang lebih murah dari pada agama.

> 

> Rahyu

> 

>  

> --- "wawan" <selarasmilis@...> wrote:

>

> > agama...

> > sekali lagi agama...

> > 

> > adalah belief system yg membuat manusia mencari keselamatan 

> > subyektif, keselamatan individu, sehingga membuat manusia 

> > memisahkan diri dari komunitas universalnya,

> > 

> > agama-lah yang meredam kesadaran kelas...

> > agama-lah yang meredam/memisahkan individu kedalam persatuan 

> > kekuatan revolusioner...

> > 

> > saya berthesis, selama takhyul masih ada di kepala manusia-

> > manusia indonesia, maka nggak akan ada revolusi fundamental...

> > 

> > dalam analisis saya yg lain, takhyulisme membuat manusia takut 

> > bertindak/takut mati, takut menjebol, dan takhyulisme itu membuat 

> > manusia lebih asyik bermasturbasi mengejar keselamatan 

> > individu-nya di alam afterlife (dongeng)

> >

>





    
     

    
    


 



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke