FREE E-BOOKS
        1. Islam and The Jews Unfinished Battle 
        2. Why We Left Islam (Mengapa Kami Meninggalkan Islam) 
        3. The Challenge of Islam to The Church and Its Mission (Tantangan 
Islam kepada Gereja dan Misinya)
        4. Perang Suci dalam Islam
        5. Yesus dan Muhammad
        6. Understanding Muhammad Psychobiography (Memahami Muhammad 
Psikobiografi)
        7. Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab
        8. The Torn Veil (Kerudung yang Terkoyak)
        9. The Origins of the Koran (Membedah Asal-Usul Quran)
        10. Islamic Invasion (Invasi Islamik)
        11. The Hidden Life of The Prophet Muhammad (Kehidupan Rahasia Nabi 
Muhammad)
        12. Stepping Into The Shadows Why Women Convert to Islam (Mengapa 
Wanita Berpaling ke Islam)
        13. Sejarah Ka’bah Yang Tak Pernah Diceritakan
        14. Secrets of the Koran (Rahasia-Rahasia Quran)
        15. Secrets Behind the Burqa (Rahasia-Rahasia di Balik Burqa)
        16. Rahasia Jalan Yang Lurus
        17. Menjawab 156 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Baru
        18. Menjawab 111 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Lama
        19. 101 Penjelasan tentang Tuduhan Kontradiksi dalam Alkitab
        20. The Truth about Muhammad (Kebenaran Tentang Muhammad)
        21. Kebenaran Tentang Muhammad 2
        22. Ismael Saudaraku
        23. Islam Reviewed (Mengupas Islam)
        24. Islam di Akhir Zaman
        25. Ishmael Shall Be Blessed (Ismael Akan Diberkati)
        26. Beriman Tanpa Rasa Takut
        27. Benarkah Muhammad Sempurna Secara Fisik
        28. Akar Terorisme Islam
        29. Achievement and Heritage of Muhammad (Prestasi dan Warisan Muhammad)
        30. A Pocket Guide to Islam (Buku Saku Panduan tentang Islam)
        31. Yahudi Menggenggam Dunia
        32. Ilusi Negara Islam
        33. Son of Hamas (Putra Hamas)
        34. Antichrist Islam Awaited Messiah (Antikristus Mesias yang 
Dinantikan Islam)
        35. Sang Putera dan Sang Bulan
        36. Living by the Point of My Spear (Hidup Dari Ujung Tombakku)
        37. Why I Am Not A Muslim (Mengapa Saya Bukan Seorang Muslim)
        38. Who is this Allah (Siapakah Allah Ini)
        39. Christ Muhammad and I (Kristus Muhammad dan Saya)
        40. Here Comes Ishmael (Inilah Ismael)
ARTICLES
        1. Sebuah Perbandingan dari Pendiri Dua Agama Terbesar di Dunia
        2. Dua Hadiah Tak Ternilai Lukisan Muhammad
        3. Pedang-Pedang Milik Muhammad
        4. Lima Alasan Pokok Isi Al-Quran Yang Menyebabkan Kami Meninggalkan 
Islam
        5. Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah – Oleh Ali Sina
        6. Lee Kuan Yew – Kami Bisa Berintegrasi Dengan Semua Agama dan Ras 
Kecuali Dengan Islam
        7. Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam – Rosemary Sookhdeo
        8. Secrets Behind The Burqa – Oleh Rosemary Sookhdeo
        9. Anugerah di dalam Al Quran
        10. Terorisme Islam Adalah Buah Dari Islam – Oleh Ali Sina
        11. Apakah Orang Kristen Telah Mengubah Alkitab
        12. Ilusi Untuk Mereformasi Islam – Oleh Ali Sina
        13. 60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros
        14. Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya
        15. Basic Differences 1 – Apakah Orang Kristen dan Muslim Berdoa Kepada 
Tuhan Yang Sama
        16. Basic Differences 2 – Panggilan Dari Minaret
        17. Basic Differences 3 – Terkutuklah Orang Yang Mengatakan Kristus 
Adalah Anak Allah
        18. Basic Differences 4 – Penyangkalan Islam Terhadap Salib Kristus
        19. Basic Differences 5 – Keselamatan Dalam Alkitab Dan Dalam AlQuran
        20. Basic Differences 6 – Apakah Mereka Akan Pergi Ke Neraka dan Kita 
Akan Pergi Ke Surga
        21. QRS 1 – Bagaimana Syariah Islamik Berkembang
        22. QRS 2 – Marilah Sholat – Mari Mencapai Kemenangan
        23. QRS 3 – Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
        24. QRS 4 – Perang Suci Dalam Islam
        25. QRS 5 – Apa Yang Harus Diketahui Oleh Wanita Mengenai Pernikahan 
Islami
        26. QRS 6 – Apa Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Manager Sebelum 
Menutup Kontrak Bisnis Dengan Seorang Muslim
        27. FQR 1 – Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus
        28. FQR 2 – Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh
        29. FQR 3 – Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa Diselamatkan
        30. FQR 4 – Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran
        31. FQR 5 – Perawan Maria – Sebuah Tanda Dari Allah – Ayatollah Sejati
        32. FQR 6 – Injil Kristus Yang Tanpa Salah
        33. Tanpa Jihad Islam Akan Mati oleh Mohammad Asghar
        34. Pemimpin Muslim UK – Islam Bukanlah Agama Damai
        35. Muhammad-Tidak-Buta-Huruf
        36. Mari Bicara Fatwa Haram
        37. Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros
        38. Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
        39. Marilah Kita Memikirkan Kembali Soal Burqa!
        40. Konflik GAZA berakar pada SYARIAH
        41. Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran
        42. Kebohongan-Isra-Miraj
        43. Pilih Mana – Puasa Islami Atau Puasa Kristen
        44. Fenomena Murtad dalam 20 Tahun Terakhir
        45. Arsip Gambar Muhammad
        46. Alexander Agung, Si Kafir Nabi Islam
        47. Heboh Film Iran – Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan Aktor 
Film
        48. Penjajahan Wanita Dalam Islam
        49. Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad
        50. Anak Ketua Hamas Murtad
        51. Massa Muslim Mengganggu Jalannya Perayaan Natal GKI Yasmin Bogor
        52. Hubungan Islam-Machiavelli
        53. Klaim Islam – Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim
        54. Pengesahan  Mutilasi di Amerika
        55. Pandangan Islam mengenai Neraka
        56. Tipu-Muslihat-Dalam-Islam
        57. Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini
        58. Hancurnya Sifat Keilahian Quran oleh Sujit Das
        59. Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA
        60. Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit
        61. Batalkan Hari Membakar Quran – Oleh Jochen Katz
        62. Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam
        63. Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas
        64. Jibril as – Ahli Menyamar
        65. Jawaban atas hadiah BMW dari Pertanyaan Insan L Mokoginta
        66. Quran Diinterview
        67. Digantung di Iran Karena Murtad
        68. Muslim Pop – Oleh Matt Edwards
        69. DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam
        70. Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan Para 
Rabbi di Medinah
        71. Hukum Kemurtadan Dalam Islam Harus Diubah
        72. Kemana Mencari Keselamatan
        73. Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan
        74. Wahyu Mana Yang Asli
        75. Heboh Film YESUS Buatan Iran
        76. Panggilan Dari Minaret
        77. Mengenal Islam
        78. A Letter To Gaza – Oleh Nonie Darwis
        79. Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri
        80. Tagiyya – Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros
        81. Ibn Mas’ud Saksi Ketidakberesan Quran
        82. Islam – Berperang Dalam Dirinya Sendiri
TESTIMONIES
        1. Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi
        2. Duladi – Mengapa Saya Benci Islam
        3. Islam Sejati
        4. Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS
        5. Kesaksian Bassam
        6. Kerudung Yang Terkoyak
        7. Kesaksian Hamran Ambrie
        8. Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan – Oleh Alhajji Aliyu
        9. Kebohongan Para Wanita Saudi Arabia
        10. Mengapa Kami Meninggalkan Islam
        11. Ali Sina – Dari Beriman Menuju Pencerahan
        12. Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati
        13. Arifin Zaelani – Alasan Saya Meninggalkan Islam
        14. Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan
        15. Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros
        16. Kesaksian Saya Meninggalkan Islam
QUESTION & ANSWERS
        1. Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah – Oleh Ali Sina
        2. Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat
        3. Bukankah Alkitab Itu Korup
        4. Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab oleh Zakaria Boutros
        5. Mengritisi Pemikiran Dr. Yahya Waloni
        6. Pilih Mana – Puasa Islami Atau Puasa Kristen
        7. Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
        8. Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah
        9. Masakan Allah Kok Punya Anak Allah
        10. Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat
        11. Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts
        12. Islam  Bertanya Kristen Menjawab oleh Paulus M
        13. Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama
        14. Tidak Ada Jalan Kembali
        15. Sumber-Penulisan-Alquran oleh Zakharia Boutros
        16. Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap Non-Muslim
        17. Injil Digugat Karena Ahmad
        18. Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT
        19. Geller – No 11 September Mosque
        20. Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu
        21. Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas

Mariyah, Budak Seks Rasul Suci

Diposkan Oleh Ali Sina, pada tanggal 23 Desember 2010

Yang 
berikut ini adalah skandal cinta Muhammad dengan Mariyah orang Koptik, 
yang merupakan salah seorang budak dari isteri-isteri Nabi. Muhammad 
tidur dengannya tanpa ada upacara apapun, sehingga menyebabkan kegaduhan di 
antara isteri-isterinya, dan harus diatasi lewat “Intervensi Ilahi.” Kisah ini 
dicatat dalam sebuah Hadis otentik dan dilaporkan oleh Umar.
Hadis ini menjelaskan alasan turunnya wahyu dalam Quran 66:4.
“Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua 
telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua 
bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah 
Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; 
dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.”
Umar 
menjelaskan bahwa kedua wanita ini adalah Hafsa dan Aisyah, yang menjadi tidak 
hormat kepada Nabi, sehingga Nabi merasa sedih dan berpikir untuk menceraikan 
semua isteri-isterinya. Inilah kisah selengkapnya.
Bukhari Volume 3, Book 43, Number 648:
Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas:
Aku sangat ingin bertanya kepada Umar tentangkedua wanita dari antara 
isteri-isteri Nabi, dalam kaitan dengan 
siapakah Allah berkata (dalam Quran): Jika kalian berdua (isteri-isteri 
Rasul yaitu Aisyah dan Hafsa) bertobat kepada Allah, sebab hati kamu 
berdua telah condong (menentang apa yang disukai oleh Rasul) (Quran 
66:4), hingga melaksanakan Haji bersama-sama dengan ‘Umar (dan dalam 
perjalanan kita pulang berhaji), ia pergi ke suatu tempat (untuk 
melaksanakan panggilan alam/buang hajat), dan aku juga pergi bersamanya 
dengan membawa ember berisi air. Ketika ia telah selesai melaksanakan 
panggilan alam dan telah kembali. Aku menuangkan air ke tangannya dari 
ember itu dan melaksanakan wudhu. Aku berkata,”Oh Kepala orang-orang 
beriman! “Siapakah kedua wanita dari antara isteri-isteri Nabi yang 
kepadanya Allah telah berfirman,‘Jika kamu berdua bertobat (66:4)? Ia 
menjawab,”Aku terkejut dengan 
pertanyaanmu, Oh Ibn ‘Abbas. Mereka adalah Aisyah dan Hafsa.”
Kemudian ‘Umar mengkaitkan kisah itu dan berkata:
“Aku dan tetanggaku seorang Ansari berasal dari Bani Umaiya bin Zaid. Kami 
tinggal di ‘Awali Al-Medina. Kami biasanya mengunjungi Nabi secara 
bergantian. Ia pergi berkunjung pada satu hari, dan aku di hari yang 
lain. Ketika aku pergi, aku akan membawa kabar padanya mengenai apa yang telah 
terjadi pada hari itu, mengenai apa yang diperintahkan, serta 
aturan-aturan yang diberlakukan. Dan ketika ia pergi, ia juga biasa 
melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan.
Kami orang-orang Quraish mempunyai otoritas atas para wanita, namun saat 
kami tinggal bersama dengan Ansar, kami perhatikan wanita-wanita Ansari 
mempunyai tangan yang lebih tinggi di atas pria-pria mereka. Karena itu 
para wanita kami mulai meniru kebiasaan wanita-wanita Ansari. Suatu 
ketika aku meneriaki isteriku, dan kemudian ia membalas meneriakiku dan 
aku tidak suka kalau ia membalas teriakanku. Isteriku berkata,’Mengapa 
engkau merasa sakit hati jika aku menjawabmu dengan pedas? Demi Allah, 
isteri-isteri Nabi pun menjawabnya dengan pedas, dan beberapa dari 
mereka bahkan tidak mau berbicara dengannya dari pagi hingga malam 
hari.’
Apa yang ia katakan menakutkanku dan aku berkata padanya,’Siapapun dari 
antara mereka yang melakukan hal seperti itu, mereka akan mengalami 
kerugian yang sangat besar.’ Kemudian aku mengenakan pakaian dan pergi 
menemui Hafsa dan bertanya padanya,’Apakah ada dari antara kalian yang 
membuat Rasul Allah menjadi marah dari pagi hingga malam hari?’ Ia 
membenarkan hal itu. Aku berkata,’Ia akan menjadi orang-orang yang rugi 
(dan tak akan pernah meraih keberhasilan)! Tidakkah ia takut bahwa Allah akan 
menjadi marah pada mereka yang marah pada Rasul Allah, dan oleh 
karena itu akan dimusnahkan oleh Allah? Janganlah meminta terlalu banyak pada 
Rasul Allah, dan jangan menjawabnya dengan pedas untuk hal apapun, juga jangan 
mengabaikannya. Mintalah dariku apapun yang kamu sukai, dan jangan tergoda 
untuk meniru perilaku tetanggamu (misalnya Aisyah) 
terhadap Nabi. Sebab dia (yaitu Aisyah) lebih cantik dari kalian semua, 
dan lebih dikasihi oleh Rasul Allah.
Pada 
hari-hari itu, ada rumor bahwa Ghassam (satu suku yang tinggal di Sham), tengah 
menyiapkan kuda-kuda mereka untuk menginvasi kami. Rekanku 
berangkat (untuk bertemu Nabi pada hari gilirannya) dan pulang pada 
malam hari, mengetuk pintu rumahku dengan kasar, bertanya apakah aku 
sedang tidur. Aku menjadi takut (dengan ketukan keras di pintu) dan 
segera menemuinya. Ia mengatakan bahwa sebuah kejadian besar tengah 
terjadi. Aku bertanya padanya: Apakah itu? Apakah Ghassam sudah datang? 
Ia menjawab bahwa ini adalah hal yang lebih serius dan buruk dari itu, 
dan menambahkan bahwa Rasul Allah telah menceraikan semua 
isteri-isterinya.
Aku berkata, Hafsa adalah seorang pembuat masalah! Aku pikir masalah 
seperti ini akan terjadi.’ Maka aku mengenakan pakaianku dan menawarkan 
untuk memimpin sembahyang subuh bersama Nabi. Kemudian Nabi memasuki 
sebuah ruang di sebelah atas dan tinggal di sana sendirian. Aku pergi 
kepada Hafsa dan menjumpainya tengah menangis. Aku bertanya 
padanya,’Mengapa engkau menangis? Bukankah aku sudah memperingatkanmu? 
Benarkah Rasul Allah sudah menceraikan kalian semua?’ Ia menjawab,’Aku 
tidak tahu. Ia ada di sana, di ruangan atas.’ Kemudian aku pergi keluar 
menuju mimbar dan menemui satu kelompok orang di sekitar mimbar itu dan 
beberapa dari mereka tengah menangis. 
Kemudian aku duduk dengan mereka untuk beberapa waktu lamanya, tetapi merasa 
tidak tahan dengan situasi yang terjadi pada waktu itu. Karena itu aku 
naik ke ruangan atas dimana Nabi tengah berada, dan memohon pada seorang 
budaknya yang berkulit hitam:”Maukah engkau memberikan ijin (Rasul 
Allah) kepada Umar (untuk masuk)? Budak itu pun masuk, berbicara dengan 
Nabi mengenai hal itu dan keluar dengan berkata,’Aku telah 
memberitahukan bahwa kalian ingin menemuinya, tetapi dia tidak 
menjawab.’ Karena itu aku pergi dan duduk bersama dengan orang-orang 
yang tengah duduk di sekitar mimbar, tetapi aku tidak tahan menanggung 
situasinya, karena itu aku pergi kepada budak itu kembali dan 
berkata:”Bisakah engkau memberikan ijin bagi Umar?
Ia masuk ke dalam dan membawa jawaban yang sama seperti sebelumnya. Ketika aku 
akan pulang, budak itu memanggilku sambil berkata,”Rasul Allah 
telah memberikan ijin kepadamu.” Maka aku pun masuk menemui Nabi dan 
melihat dia sedang berbaring di atas tikar tanpa alas, dan ada tanda 
bekas tubuh Nabi di atas tikar itu, dan ia berbaring pada sebuah bantal 
kulit yang diisi dengan daun palem. Aku mengucapkan salam padanya dan 
sementara masih berdiri, aku berkata:”Apakah engkau telah menceraikan 
isteri-isterimu?’ Ia menatapku dengan tajam dan menjawab dengan nada 
negatif. Sementara masih berdiri, sambil mengobrol aku berkata: ”Bisakah engkau 
mengindahkan apa yang aku katakan, ‘Oh Rasul Allah! Kami, 
orang-orang Quraish, biasanya tangan kami berada lebih tinggi dari para 
wanita (isteri-isteri) kami, dan ketika kami menjumpai orang-orang yang 
tangan para wanita mereka lebih tinggi daripada mereka…”
‘Umar 
memberitahukan seluruh kisah (mengenai isteri-isterinya). “Tentang hal 
itu Nabi tersenyum.” ‘Umar lebih jauh lagi mengatakan,”Kemudian aku 
berkata,”Aku pergi menemui Hafsa dan berkata kepadanya: Janganlah 
tergoda untuk meniru teman-temanmu (‘Aisyah), sebab ia itu lebih cantik 
daripada engkau dan lebih disayangi oleh Nabi.’
Nabi kembali tersenyum. Ketika aku melihatnya tersenyum, aku duduk dan 
melemparkan pandangan sekilas ke sekeliling ruangan itu, dan demi Allah, aku 
tidak dapat melihat satupun yang penting kecuali tiga hal yang 
tersembunyi. Aku berkata (kepada Rasul Allah) “Berdoalah agar Allah 
membuat para pengikutmu menjadi makmur, sebab orang Persia dan orang 
Bizantium telah membuat penduduknya menjadi makmur, serta memberikan 
barang-barang yang mewah, meskipun mereka tidak menyembah Allah?’
Nabi kemudian menyandarkan tubuhnya (dan ketika mendengar apa yang 
kukatakan, ia duduk dengan tegak) dan berkata,’O Ibn Al-Khattab! Apakah 
engkau mempunyai keraguan bahwa Hidup sesudah mati adalah lebih baik 
daripada dunia ini)? Orang-orang itu hanya menerima upah atas perbuatan 
baik mereka di dunia ini saja.’ Aku bertanya kepada Nabi. ‘Mintalah 
pengampunan Allah untukku. Nabi tidak mengunjungi isteri-isterinya 
karena rahasia yang dibukakan Hafsa kepada Aisyah, dan ia berkata bahwa 
ia tidak akan menemui isteri-isterinya selama satu bulan sebab ia marah 
pada mereka – ketika Allah menegur dia (atas sumpahnya bahwa ia tidak 
akan kembali mendekati Mariyah).
Ketika dua puluh sembilan hari telah berlalu, pertama-tama Nabi pergi menemui 
Aisyah. Ia berkata padanya (pada Rasul Allah), ’Engkau sudah bersumpah 
bahwa engkau tidak akan datang menemui kami selama satu bulan, dan hari 
ini baru hari yang keduapuluh sembilan, karena setiap hari aku 
menghitungnya.’ Nabi berkata,’Bulan ini juga terdiri dari dua puluh 
sembilan hari.’ Aisyah berkata,’Ketika Pilihan Wahyu Ilahi disingkapkan, Nabi 
memulainya denganku, dengan mengatakan padaku,’Aku 
memberitahukanmu sesuatu, tetapi engkau tidak perlu terburu-buru 
memberikan jawaban hingga engkau berkonsultasi dengan orang tuamu.” 
Aisyah tahu bahwa orang tuanya tidak akan menasehatinya untuk berpisah 
dengan Nabi. Nabi mengatakan bahwa Allah telah berfirman:
‘Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini 
kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan 
kepadamu mut’ahdan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu 
sekalian menghendaki (keredhaan) Allah 
dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya 
Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang 
besar.’ (33:28,29). Aisyah bertanya padanya,’Apakah aku perlu 
mengkonsultasikan hal ini pada orang tuaku? Sesungguhnya aku lebih 
menyukai Allah, RasulNya, dan Rumah di negeri akhirat.’ Setelah itu, 
Nabi memberikan pilihan pada isteri-isterinya yang lain, dan mereka pun 
memberikan jawaban yang sama ‘sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah.”
Hadis ini dilaporkan juga dalam Muslim 9.3511, dan Bukhari 3.43.648,7.62.119
Ini 
sesuatu yang signifikan sebab berisi dua poin sejarah penting. Pertama, 
ia menyingkapkan, berdasarkan pengakuan Umar sendiri bahwa, “tangan para wanita 
Ansari ada di atas tangan para pria mereka”. Bahkan jika kita menganggap hal 
itu sebagai sesuatu yang 
dibesar-besarkan, adalah jelas bahwa wanita di Medina mempunyai lebih 
banyak hak dan otoritas dibandingkan dengan sesama wanita dari suku 
Quraish. Mekah, rumah dari suku Quraish, darimana Umar dan Muhammad 
berasal, adalah sebuah pusat keagamaan.
Orang yang tinggal di kota-kota keagamaan biasanya lebih fanatik dibandingkan 
dengan mereka yang tinggal di kota-kota lainnya. Agama selalu memainkan 
peran untuk menundukkan kaum wanita dan mengambil hak-hak kemanusiaan 
mereka. Sebab itu, merupakan hal yang natural bahwa para wanita Mekah 
bersikap lebih tunduk dibandingkan dengan wanita yang hidup di tempat 
lain di Arabia, dan khususnya di Medina, yang pada waktu itu merupakan 
sebuah kota yang lebih kosmopolitan dan mempunyai penduduk dari 
bangsa-bangsa yang lebih maju peradabannya seperti Yahudi dan Kristen. 
Isteri-isteri Umar dan Muhammad lebih menyukai atmosfer emansipasi ini 
dan ingin menerapkan kebebasan relatif mereka. Tetapi hal ini tidak 
sesuai dengan keinginan kedua pria tak bermoral dari Mekah, yang bernama Umar 
dan Muhammad. Karena itu, hadis ini memperlihatkan bagaimana 
mereka dikejutkan oleh kebebasan yang baru ditemukan oleh isteri-isteri 
mereka. Hadis ini adalah hadis yang penting, sebab ini membuktikan bahwa para 
wanita sebelum Islam, memiliki lebih banyak kebebasan. Tetapi 
kemudian, kebebasan itu diambil dari mereka oleh Muhammad dan para 
penggantinya yang bejat. Juga menjadi jelas bahwa status yang 
menyedihkan dari para wanita dalam Islam, sesungguhnya bukanlah karena 
sebuah keputusan ilahi, namun pada tingkatan yang lebih luas, merupakan 
refleksi bagaimana para wanita diperlakukan di Mekah 1400 tahun yang 
lalu.
Fakta 
bahwa ada begitu banyak penekanan dalam Quran dan hadis mengenai betapa 
pentingnya para wanita untuk taat kepada suami-suami mereka, 
sesungguhnya menjadi sebuah indikasi dari keinginan Muhammad sendiri 
untuk mengontrol isteri-isterinya yang masih muda dan suka memberontak.
Hadis ini juga menyingkapkan skandal seksual nabi yang lain.
Suatu hari Muhammad pergi ke rumah Hafsa isterinya, anak perempuan Umar, dan 
menjumpai pembantunya yang menarik yaitu Mariyah. Muhammad memikirkan 
bagaimana ia bisa membuat Hafsa pergi dari rumahnya, sehingga ia bisa 
berduaan saja dengan Mariyah. Ia berbohong dengan mengatakan pada Hafsa 
bahwa ayahnya, Umar, memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, Muhammad membawa 
Mariyah ke tempat tidur dan berhubungan seks dengannya. Bagi Mariyah, 
menolak keinginan Muhammad adalah hal yang tak terpikirkan. Ia adalah 
seorang budak perempuan yang jauh dari keluarganya, sementara Muhammad 
sendiri adalah hukum di kota itu. Jadi secara teknis, Muhammad 
sebenarnya melakukan perkosaan kepada Mariyah.
Sementara 
itu, Hafsa yang menyadari bahwa ayahnya tidak memanggilnya, dan juga 
yang kepulangannya ke rumah tidak diduga akan secepat itu, memergoki 
bagaimana suaminya yang sangat termasyur itu tengah berduaan di tempat 
tidur dengan pembantunya.
Hafsa 
menjadi sangat histerikal dan lupa dengan kedudukan nabi yang ia 
teriaki, sehingga hal itu menjadi sebuah skandal. Nabi meminta Hafsa 
untuk tenang dan berjanji untuk tidak tidur lagi dengan Mariyah. Ia juga 
memohon dengan sangat agar Hafsa tidak menceritakan rahasia itu kepada 
siapa pun.
Meskipun 
demikian, Hafsa yang tidak sanggup mengontrol dirinya, memberitahukan 
kejadian itu kepada temannya Aisyah dan keduapuluh isteri-isteri nabi 
lainnya, sehingga menyebabkan “Sang Karunia Allah bagi dunia” mengalami 
beban mental yang berat. Sang “Karunia Allah” memutuskan untuk menghukum semua 
isteri-isterinya, dan mengumumkan bahwa ia tidak akan tidur lagi 
dengan salah seorang pun dari mereka selama satu bulan. Ini adalah dua 
tingkatan penghukuman yang direkomendasikan dalam Quran. Tingkat pertama adalah 
menegur mereka, dan tingkat ketiga adalah hukuman badan.  Q. 4: 34.
Ketika 
seorang pria memutuskan untuk menghukum isterinya dengan berpantang 
melakukan hubungan seks, ia bisa memuaskan dirinya dengan 
isteri-isterinya yang lain. Tetapi kemarahan Muhammad menyebabkannya 
mengucapkan sumpah untuk tidak tidur dengan satu pun dari mereka selama 
satu bulan. Tentu saja hal ini menjadi terlalu berat bagi yang terkasih 
Sang Utusan Allah (semoga damai turun atas jiwanya yang tak bernoda). 
Karena itu Allah, dalam karunianya, datang untuk menolong nabinya dan 
mewahyukan Sura Tahrim (Larangan). Dalam Sura ini, Allah menegur nabinya karena 
bersikap terlalu keras terhadap dirinya sendiri, dan untuk 
menolak melakukan apa yang ia sukai, demi untuk menyenangkan hati 
isteri-isterinya, padahal hal itu sesungguhnya sudah “dihalalkan” untuk 
ia lakukan.
1. Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; 
kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun 
lagi Maha Penyayang
2. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri 
dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi 
Maha Bijaksana.
3. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah 
seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) 
menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal 
itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad 
memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan 
menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala 
(Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu 
(Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini 
kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang 
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
4. Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu 
berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua 
bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah 
Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; 
dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti 
kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang 
beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang 
berpuasa, yang janda dan yang perawan.(Q. 66:1-5)
Meskipun 
Muhammad sudah menyampaikan sumpahnya itu kepada Hafsa, yaitu untuk 
tidak lagi tidur dengan pembantunya, tetapi ia tidak sanggup menahan 
godaan. Ia sudah mengecap manisnya buah terlarang dan karena itu ia 
harus menghabiskannya. Ini menjadi hal yang mendesak, karena ia pun juga telah 
mengucapkan sumpah lainnya, yaitu untuk tidak tidur dengan semua 
isteri-isterinya yang lain. Bagaimana mungkin “Ciptaan Terbaik” tidak 
berhubungan seks selama satu bulan penuh?
Ini 
merupakan situasi yang sulit dan, karena itu, tak seorang pun bisa 
menolongnya kecuali Allah sendiri. Yang jelas, tak ada yang mustahil, 
jika Allah ada di dalam saku celanamu sendiri. Serahkan segala sesuatu 
di tangan sahabatmu yang “maha kuasa”, dan biarkan ia yang mengurusnya.
Apakah Muhammad diinspirasikan oleh Allah, atau oleh nafsunya sendiri?
Inilah 
yang sebenarnya terjadi. Allah sendiri yang campur tangan dan memberikan lampu 
hijau pada nabiNya untuk mengikuti hasrat hatinya sendiri. Dalam 
sura Tahrim, Allah merestui nabi kesayanganNya untuk tetap tinggal 
bersama Mariyah dan tidak mempedulikan isteri-isterinya. Apa lagi yang 
lebih dari itu yang bisa diminta oleh seorang nabi? Allah sedemikian 
peduli dengan hasrat jasmani Muhammad sehingga Ia bahkan mengijinkan 
SEMUA ORANG untuk membatalkan sumpah-sumpah mereka sebagai “sebuah 
karunia.” Alhamdulillah! Subhanaallah. Allah itu begitu luar biasa 
bukan?
Juga patut jika menyebutkan, setelah Muhammad mengetahui kalau Hafsa telah 
memberitahukan rahasianya kepada Aisyah, maka Muhammad pun kemudian 
kembali berbohong dengan mengatakan bahwa Allah-lah yang memberitahukan 
hal itu padanya (ayat 3), padahal yang benar adalah Aisyah sendiri yang 
memberitahukan hal itu pada Muhammad. Tetapi, tentu saja Muhammad 
bukanlah pengarang Quran. Melainkan Allah sendiri yang berbohong demi 
nabiNya.
Dalam sura ini, Muhammad menggambarkan pencipta alam semesta sebagai seorang 
mucikari, seorang penggosip dan seorang pendusta – semuanya itu ia 
lakukan untuk menutupi kebejatan dan perzinahannya.
Sebagai 
reaksi atas ayat-ayat di atas, Aisyah yang tidak hanya masih muda dan 
cantik, tetapi juga cerdik, melaporkan apa yang telah disampaikan 
padanya, kepada Muhammad. Ia berkata,”Tuhanmu sedemikian gesitnya 
menolongmu!”
Kisah di 
atas pastilah membuat para pengikut Muhammad menjadi malu, sampai 
membuat mereka menerima tanpa mempertanyakan, semua hal yang ia 
beritahukan pada mereka. Untuk menyembunyikan dosa percabulannya, mereka 
mengarang hadis yang lain untuk menjelaskan ayat-ayat Quran itu, yang 
sebenarnya sudah dijelaskan oleh Omar.
Muslim  9: 3496
(kiranya Allah memperlihatkan kemurahan atasnya) Meriwayatkan bahwa Rasul Allah 
(kiranya damai ada atasnya), biasa menghabiskan waktu dengan Zainab, 
anak perempuan Jahsh dan minum madu di rumahnya. Ia (Aisyah meneruskan) 
berkata: Aku dan Hafsa setuju bahwa orang yang Rasul Allah (kiranya 
damai ada atasnya) akan kunjungi pertama kali harus mengatakan: Aku 
lihat bahwa engkau memiliki bau-bauan magafir (permen dari mimosa). Ia 
(Nabi Suci) mengunjungi salah seorang dari mereka dan ia berkata 
kepadanya seperti ini: Aku telah mengambil madu di rumah Zainab bint 
Jabsh dan aku tidak akan melakukannya lagi. Mengenai hal inilah (ayat 
berikut diwahyukan): ‘Mengapa engkau melarang, apa yang diijinkan oleh 
Allah bagimu…(bergantung engkau). Jika kamu berdua (Aisyah dan Hafsa) 
berpaling pada kehendak Allah: ”Dan ketika Nabi Suci menceritakan 
rahasianya kepada salah seorang dari isteri-isterinya (lxvi. 3). Ini 
berkaitan dengan apa yang ia katakan: Tetapi aku telah mengambil madu.
Eksistensi Hadis di atas dan perbedaannya dengan yang dikisahkan oleh Umar, 
menyingkapkan fakta lain bahwa ternyata sahabat-sahabat Muhammad rela 
untuk berbohong, (Sebagaimana halnya orang-orang Muslim hari ini), demi 
menyelamatkan gambar diri Nabi mereka agar tidak ternoda. Adalah 
tindakan yang bodoh jika kita menerima kisah mengenai minum madu untuk 
membenarkan sura Tahrim. Madu itu sendiri tidak memiliki bau yang tidak 
enak. Lebih daripada itu, sangat sulit memikirkan jika insiden meminum 
madu itu sampai-sampai menyebabkan Muhammad memutuskan untuk menceraikan semua 
isteri-isterinya, atau menghukum mereka dengan tidak tidur dengan mereka selama 
satu bulan. Bisakah sebuah insiden yang tidak signifikan 
seperti meminum madu, mencetuskan begitu banyak kegaduhan sehingga Allah 
sendiri harus mengintervensi dengan memberikan peringatan kepada 
isteri-isteri Muhammad bahwa ia akan menceraikan mereka semua dan bahwa 
Dia (Allah) akan memberikan pada Muhammad isteri-isteri yang masih 
perawan dan yang setia? Penjelasan ini adalah sesuatu yang tidak masuk 
akal, kecuali bahwa sebenarnya ini merupakan “istilah lain” yang 
dipakai, untuk menggambarkan apa yang telah Muhammad minum dari antara 
selangkangan Mariyah.
Sebagian 
Muslim telah mengklaim bahwa hadis-hadis yang mencatat peristiwa yang 
dikisahkan oleh Abdullah bin ‘Abbas adalah palsu, dan versi yang benar 
adalah yang mengisahkan soal madu. Itu pandangan yang tidak masuk akal. 
Hadis ini dicatat baik oleh Bukhari dan juga oleh Muslim. Lebih jauh 
lagi, ini adalah satu-satunya penjelasan logis dari sha’ne nozool (konteks) 
sura Tahrim. Berdasarkan pendapat sarjana Muslim Asif Iftikhar“sebuah hadis 
bisa dianggap sebagai sebuah sumber pembimbing religius 
hanya jika dasar dari hadis itu eksis dalam Quran dan Sunnah, atau dalam 
prinsip-prinsip yang telah dibangun.” Quran mengijinkan orang-orang 
Muslim untuk berhubungan seks dengan “yang dimiliki oleh tangan 
kanannya”, misalnya para budak (Q. 4:24). Inilah kebiasaan Muhammad, yang mana 
ia punya kegemaran untuk melakukan hubungan seks dengan budak-budak wanita yang 
ia miliki. Teks dari sura 
juga sangat jelas, bahwa ini mengenai berhubungan seks dan bukan 
mengenai minum madu, yang merupakan sebuah penjelasan yang ngawur. Asif 
Iftikhar menulis “Imam Ibni Ali Jauzeedilaporkan telah 
mengatakan:”Jika anda menemukan sebuah hadis yang bertentangan dengan 
akal sehat atau berlawanan dengan aturan universal, maka anggaplah itu 
sebagai hadis yang palsu.”
Kisah 
mengenai madu adalah hal yang menggelikan dan tidak masuk akal. Mengapa 
bisa terjadi kegaduhan yang begitu besar hanya gara-gara madu? Dan madu 
apa yang baunya tidak enak? Sebaliknya madu itu sendiri harum baunya. 
Hadis ini telah dikarang karena jelas bahwa, bahkan pada masa itu, 
orang-orang Muslim merasa malu melihat perilaku nabi mereka. Namun 
demikian, hadis-hadis tentang Muhammad yang berbohong kepada Hafsa, 
dengan tujuan untuk menyingkirkan Hafsa supaya ia bisa berhubungan seks 
dengan Mariyah, adalah hal yang sangat masuk akal. Hal ini sesuai dengan apa 
yang diijinkan dalam Quran, dan hal itu pun menegaskan kebejatan 
moral dan perilaku Muhammad. Bukan suatu hal yang aneh bahwa Muhammad 
itu senang melakukan hubungan seks dengan wanita-wanita yang ia anggap 
menarik.
Kisah ini jika dilaporkan oleh Ibn Sa’d dalam Tabaqat:
Waqidi 
memberitahu kami bahwa Abu Bakr bercerita bahwa utusan Allah (SAW) telah 
melakukan hubungan seksual dengan Mariyah di rumah Hafsah. Ketika 
beliau duduk di belakang pintu yang terkunci). Ia berkata kepada nabi, 
“Wahai Utusan Allah, apakah yang engkau lakukan disini di dalam rumahku 
pada waktu giliranku?” Utusan Allah berkata, “Kendalikanlah dirimu dan 
biarkanlah aku pergi karena aku menjadikannya haram untukku”. Hafsa 
berkata, “Aku tidak terima, kecuali engkau bersumpah padaku”. Hazrat 
(Yang Mulia) berkata, “Demi Allah aku tidak akan menghubunginya lagi” 
(lihat: contact). Qasim ibn Muhammad mengatakan bahwa janji nabi ini, yang 
telah 
mengharamkan Mariyah bagi dirinya, tidak berlaku – itu tidak menjadi 
sebuah pelanggaran (hormat). [Tabaqat ayat  8 h.223 Publisher Entesharat-e 
Farhang va Andisheh Tehran1382solar h.(2003). Penerjemah Dr. Mohammad Mahdavi 
Damghani]
Qasim ibn 
Muhammad sudah tentu berusaha mendapatkan pembenaran untuk pembatalan 
yang dilakukan Muhammad terhadap janji yang telah dibuatnya sendiri. 
Jika perkataannya tidak mempunyai keabsahan, lalu mengapa ia 
mengucapkannya, dan jika perkataannya itu benar adanya mengapa ia 
sendiri mengingkarinya?   
Salinan Quran saya memuat tafsir berikut ini berdampingan dengan Sura Tahrim. 
Juga 
dilaporkan bahwa nabi telah membagi jadwal hariannya dengan para 
istrinya. Dan ketika tiba giliran Hafsa, ia menyuruh Hafsa pergi 
bergegas ke rumah ayahnya Umar Khattab. Ketika Hafsa melakukan 
perintahnya dan pergi, nabi memanggil budak perempuannya, yaitu Mariyah 
orang Koptik, yang adalah pemberian Raja Najashi. Nabi bersetubuh 
dengannya, dan kemudian hari ia melahirkan seorang anak laki-laki yang 
dinamai Ibrahim. Ketika Hafsa kembali, ia mendapati pintu rumahnya 
terkunci. Lalu ia duduk di balik pintu yang terkunci itu hingga nabi 
menyelesaikan “urusannya” dan keluar rumah dengan sukacita mewarnai 
wajahnya. Ketika Hafsa mendapatinya dalam kondisi demikian, ia menegur 
nabi dan berkata, “Engkau tidak menghargai kehormatanku; engkau 
menyuruhku keluar dari rumahku sebagai alasan agar engkau dapat meniduri budak 
perempuan”. Kemudian nabi berkata, “Diamlah, karena walaupun dia 
adalah budakku dan halal bagiku, demi kepuasanmu saat ini  aku akan 
mengharamkannya untukku”. Tetapi Hafsa tidak melakukannya dan ketika 
nabi keluar dari rumahnya, ia menggedor dinding yang memisahkan kamarnya dari 
kamar Aisyah dan menceritakan semuanya kepadanya. Ia juga 
menyampaikan kabar gembira bahwa nabi telah berjanji untuk mengharamkan 
Mariyah baginya. [Diterbitkan oleh Entesharat-e Elmiyyeh Eslami  
Tehran 1377 H. Tafsir dan terjemahan ke dalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem 
Mo’refi].
Mariyah 
adalah seorang wanita Koptik muda berkulit putih dan sangat cantik. Ia 
melahirkan Ibrahim bagi Muhammad. Saya meragukan kebenaran bahwa Ibrahim adalah 
anak Muhammad, karena berdasarkan riset saya, Muhammad dalam 
tahun-tahun terakhirnya menderita acromegali. Salah satu dampak negatif 
dari penyakit degeneratif ini adalah impotensi. Ia mengalami disfungsi 
ereksi. Ingat bahwa Muhammad mempunyai enam orang anak dari Khadijah 
yang telah berusia 40 tahun ketika ia menikahi wanita itu, tetapi ia 
tidak mendapatkan anak dari lebih 20 orang wanita muda yang berhubungan 
seks dengannya dalam sepuluh tahun terakhir hidupnya. Ada hadis-hadis 
yang menunjukkan, ia sebenarnya tidak bersetubuh dengan istri-istrinya, 
tetapi hanya “mencumbui” mereka, dan seringkali ia menggilir satu istri 
ke istri lainnya dalam semalam hanya untuk menyentuh mereka dan 
bermain-main dengan mereka, “meminum madu mereka”, tetapi tidak 
bersetubuh. (untuk detil lebih banyak mengenai kehidupan seks Muhammad 
lihat buku saya “Understanding Muhammad”).
Hadis lainnya mengatakan, nabi biasa berimajinasi melakukan hubungan seksual 
(lihat: “Imagine Having Sex“), padahal dalam realita ia tidak melakukannya.  
Bukhari Vol. 7:  71:660:
Dikisahkan Aisyah: Sihir menimpa Rasul Allah sehingga ia selalu berpikir bahwa 
ia 
melakukan hubungan seksual dengan istri-istrinya, padahal tidak”.
Aisha juga pernah mengatakan “Tidak seorangpun di antara kalian yang mempunyai 
penguasaan diri seperti nabi karena ia dapat mencumbu istri-istrinya 
tetapi tidak bersetubuh”. Wanita muda yang tidak berpengalaman ini tidak 
menyadari bahwa suaminya yang terhormat ini bukan sedang mengendalikan 
dirinya; ia memang tidak dapat melakukannya. Cialis dan Viagra pada 
waktu itu belum dibuat.   
Namun 
demikian, ada lubang dalam teori saya. Jika Muhammad impoten, bagaimana 
ia dapat memperanakkan Ibrahim? Saya menduga anak itu adalah anak orang 
lain, tetapi tidak ada bukti untuk itu. Namun kemudian saya mendapatkan 
buktinya. Dalam Tabaqat yang sama, ketika berbicara mengenai Mariyah 
yang mengatakan bahwa ada seorang pria Koptik di Medina (orang yang 
mendampinginya dari Mesir ke Medina) yang selalu mengunjungi Mariyah, 
dan kabar burung yang beredar mengatakan bahwa pria itu adalah 
kekasihnya.  
Setelah 
berselisih dengan istri-istrinya, Muhammad memindahkan Mariyah ke sebuah taman 
di utara Medina. Disana ia dapat mengunjunginya tanpa 
sepengetahuan istri-istrinya. Situasi ini memberikan kesempatan besar 
untuk kekasih Mariyah mengendap-endap masuk ke rumahnya tanpa diketahui 
siapapun. Tetapi pasti ada orang yang pernah melihatnya masuk ke dalam 
rumah Mariyah dan kabar burung itu terdengar oleh Muhammad yang kemudian 
mengutus Ali untuk membunuh pria Koptik itu. Kisah ini mengatakan bahwa pria 
itu menunjukkan dirinya kepada Ali, dan ketika Ali melihat bahwa 
ia adalah seorang kasim (sudah dikebiri), Ali membiarkannya hidup. 
Nampaknya, ini adalah alibi yang memuaskan untuk membungkam orang banyak. 
Aisyah 
dituduh berselingkuh dengan Safwan, seorang pria muda yang tinggal di 
Medina. Kemudian ia mengklaim bahwa Safwan adalah seorang kasim. 
Perselingkuhan ini juga menimbulkan skandal besar yang memusingkan 
Muhammad selama sebulan, hingga Allah harus campur tangan dan bersaksi 
demi Aisyah. Lalu bagaimana bisa, tidak seorangpun yang tahu bila Safwan adalah 
seorang kasim?  
Kisah ini 
jelas dibuat-buat. Bagaimana pria Koptik ini dapat mengetahui mengapa 
Ali ingin membunuhnya sehingga ia kemudian menunjukkan kelaminnya (yang 
tinggal sedikit) segera setelah ia melihat Ali? Ibn Sa’d, penulis 
Tabaqat mengatakan, ia melihat Ali dengan pedang di tangannya lalu 
memanjat pohon Kurma dengan ketakutan dan dari atas pohon itu ia 
menunjukkan bagian tubuhnya yang pribadi (aurat). Tidak ada percakapan 
sama sekali. Pria itu tahu begitu saja mengapa Ali mendatanginya dan 
hendak membunuhnya. Ini tidak terdengar seperti cerita yang benar. 
Mengapa seorang utusan Tuhan ingin membunuh seorang pria yang tidak 
berdosa dan bagaimana orang itu dapat mengetahui mengapa Ali ingin 
membunuhnya? Nampaknya pria Koptik ini mempunyai pengetahuan yang lebih 
baik mengenai hal-hal yang tersembunyi daripada nabi Allah.
Bukhari 2.018.153mengatakan bahwa “Gerhana matahari terjadi dalam masa hidup 
Rasul Allah ketika (putranya) Ibrahim wafat. Lalu orang mengatakan bahwa 
matahari 
mengalami gerhana karena kematian Ibrahim. Rasul Allah berkata, 
“Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian atau 
kehidupan (yaitu kelahiran) seseorang. Apabila engkau melihat gerhana, 
berdoalah dan sebutlah nama Allah”. 
Bukhari 2.018.154menambahkan: 
Ketika 
terjadi gerhana matahari, ia [Muhammad] memimpin orang banyak 
bersembahyang … kemudian (gerhana) matahari berlalu. Ia menyampaikan 
khotbah dan setelah memuji dan memuliakan Allah ia berkata, “Matahari 
dan bulan adalah dua tanda yang bertentangan dengan tanda-tanda Allah; 
mereka tidak mengalami gerhana oleh karena kematian atau kehidupan 
seseorang. Jadi apabila engkau melihat gerhana, ingatlah Allah dan 
serukanlah Takbir, berdoalah dan berikanlah Sedekah”. Kemudian nabi 
berkata, “Wahai para pengikut Muhammad! Demi Allah! Tidak ada seorangpun yang 
mempunyai ghaira (penghargaan diri – kehormatan) yang 
lebih daripada Allah karena Ia telah melarang para hamba-Nya, pria atau 
wanita melakukan perzinahan (hubungan seksual yang terlarang). Wahai 
para pengikut Muhammad! Demi Allah! Jika kamu mengetahui apa yang aku 
ketahui, kamu akan tertawa sedikit dan banyak meratap”.
Ghaira 
adalah hal yang sangat penting sehingga orang Muslim melakukan 
pembunuhan demi kehormatan. Jika anda memandangi istri atau anak 
perempuan seorang pria Muslim, ghaira-nya (secara kasar 
diterjemahkan sebagai kehormatan) akan ternodai. Jika ia tidak bereaksi, itu 
menunjukkan bahwa ia hanya mempunyai sedikit ghaira. Semakin besar ghaira-nya 
maka reaksinya akan semakin kejam.  
Diskusi 
mengenai perzinahan, sangat penting dilakukan pada kesempatan ini. 
Mengapa Muhammad membicarakan perzinahan, terutama berkaitan dengan 
seorang anak yang bukan putranya? Tidak sulit membayangkan bahwa ia 
sedang memikirkan hal itu dan barangkali mengetahui bahwa Ibrahim 
bukanlah anaknya. Dalam khotbahnya Muhammad berbicara mengenai Allah 
yang mempunyai banyak ghaira  dan kemudian berbicara mengenai 
larangan berzinah. Ia menutup khotbahnya dengan mengatakan bahwa ia 
mengetahui hal-hal yang sangat menyedihkan yang tidak diketahui orang 
lain. Nah, itu memakan waktu 1400 tahun, tapi menurut saya akhirnya kita 
mengetahui apakah “hal-hal yang menyedihkan” itu. 
Poin 
lainnya yang harus diingat adalah, walau ada fakta bahwa Mariyah adalah 
satu-satunya wanita yang melahirkan anak bagi Muhammad, ia tidak 
menikahi perempuan itu. Mengapa ia tidak ingin menikahi wanita yang 
melahirkan satu-satunya anak laki-laki baginya?
Bukhari 2.018.161dalam versi lain hadis ini mengatakan, “Berkisahlah ‘Abdullah 
bin Abbas:
“Kemudian 
nabi berkata, “Matahari dan bulan adalah dua tanda Allah. Mereka 
‘menjadi’ gerhana bukan karena kematian seseorang ataupun karena 
hidupnya (yaitu kelahirannya). Jadi bila engkau melihatnya, ingatlah 
Allah”. Orang-orang berkata, “Wahai Rasul Allah! Kami melihat engkau 
mengambil sesuatu dari tempatmu dan kemudian kami melihatmu mundur”. 
Nabi menjawab, “Aku melihat Firdaus dan menjulurkan tanganku ke 
sekumpulan (buahnya) dan seandainya aku telah mengambilnya, kamu pasti 
sudah akan memakannya selama dunia ini masih ada. Aku juga melihat api 
neraka dan aku belum pernah melihat pemandangan yang sangat mengerikan 
seperti itu sebelumnya. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah 
perempuan”. Orang-orang bertanya, “Wahai Rasul Allah! Mengapa demikian?” Nabi 
menjawab, “Karena mereka kurang berterima-kasih”. Kemudian 
ditanyakan apakah mereka kurang berterima-kasih kepada Allah. Nabi 
berkata, “Mereka tidak berterima-kasih kepada pasangan hidup mereka 
(suami) dan tidak berterima-kasih atas perbuatan-perbuatan baik. Jika 
kamu berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka seumur hidup, dan jika 
ia melihat apapun (yang tidak berkenan) dalam dirimu, ia akan 
berkata, ‘Aku belum pernah menerima apapun yang baik darimu’”. 
Pada 
pemakaman putra tunggalnya Muhammad tidak mengatakan apapun mengenai 
anaknya itu. Pria yang berpendapat, tidaklah adil mengatakan bahwa Allah hanya 
mempunyai anak-anak perempuan ketika orang menyombongkan diri 
karena mempunyai anak-anak laki-laki, sekarang telah kehilangan putra 
tunggalnya. Namun pada hari kematian anaknya itu, ia memilih untuk 
berbicara mengenai perzinahan dan hukuman yang menanti kaum wanita yang 
tidak berterima-kasih pada suami-suami mereka. Ini benar-benar 
luar-biasa, bukan?

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke