FREE E-BOOKS
1. Islam and The Jews Unfinished Battle
2. Why We Left Islam (Mengapa Kami Meninggalkan Islam)
3. The Challenge of Islam to The Church and Its Mission (Tantangan
Islam kepada Gereja dan Misinya)
4. Perang Suci dalam Islam
5. Yesus dan Muhammad
6. Understanding Muhammad Psychobiography (Memahami Muhammad
Psikobiografi)
7. Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab
8. The Torn Veil (Kerudung yang Terkoyak)
9. The Origins of the Koran (Membedah Asal-Usul Quran)
10. Islamic Invasion (Invasi Islamik)
11. The Hidden Life of The Prophet Muhammad (Kehidupan Rahasia Nabi
Muhammad)
12. Stepping Into The Shadows Why Women Convert to Islam (Mengapa
Wanita Berpaling ke Islam)
13. Sejarah Ka’bah Yang Tak Pernah Diceritakan
14. Secrets of the Koran (Rahasia-Rahasia Quran)
15. Secrets Behind the Burqa (Rahasia-Rahasia di Balik Burqa)
16. Rahasia Jalan Yang Lurus
17. Menjawab 156 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Baru
18. Menjawab 111 Kontradiksi Alkitab Perjanjian Lama
19. 101 Penjelasan tentang Tuduhan Kontradiksi dalam Alkitab
20. The Truth about Muhammad (Kebenaran Tentang Muhammad)
21. Kebenaran Tentang Muhammad 2
22. Ismael Saudaraku
23. Islam Reviewed (Mengupas Islam)
24. Islam di Akhir Zaman
25. Ishmael Shall Be Blessed (Ismael Akan Diberkati)
26. Beriman Tanpa Rasa Takut
27. Benarkah Muhammad Sempurna Secara Fisik
28. Akar Terorisme Islam
29. Achievement and Heritage of Muhammad (Prestasi dan Warisan Muhammad)
30. A Pocket Guide to Islam (Buku Saku Panduan tentang Islam)
31. Yahudi Menggenggam Dunia
32. Ilusi Negara Islam
33. Son of Hamas (Putra Hamas)
34. Antichrist Islam Awaited Messiah (Antikristus Mesias yang
Dinantikan Islam)
35. Sang Putera dan Sang Bulan
36. Living by the Point of My Spear (Hidup Dari Ujung Tombakku)
37. Why I Am Not A Muslim (Mengapa Saya Bukan Seorang Muslim)
38. Who is this Allah (Siapakah Allah Ini)
39. Christ Muhammad and I (Kristus Muhammad dan Saya)
40. Here Comes Ishmael (Inilah Ismael)
ARTICLES
1. Sebuah Perbandingan dari Pendiri Dua Agama Terbesar di Dunia
2. Dua Hadiah Tak Ternilai Lukisan Muhammad
3. Pedang-Pedang Milik Muhammad
4. Lima Alasan Pokok Isi Al-Quran Yang Menyebabkan Kami Meninggalkan
Islam
5. Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah – Oleh Ali Sina
6. Lee Kuan Yew – Kami Bisa Berintegrasi Dengan Semua Agama dan Ras
Kecuali Dengan Islam
7. Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam – Rosemary Sookhdeo
8. Secrets Behind The Burqa – Oleh Rosemary Sookhdeo
9. Anugerah di dalam Al Quran
10. Terorisme Islam Adalah Buah Dari Islam – Oleh Ali Sina
11. Apakah Orang Kristen Telah Mengubah Alkitab
12. Ilusi Untuk Mereformasi Islam – Oleh Ali Sina
13. 60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros
14. Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya
15. Basic Differences 1 – Apakah Orang Kristen dan Muslim Berdoa Kepada
Tuhan Yang Sama
16. Basic Differences 2 – Panggilan Dari Minaret
17. Basic Differences 3 – Terkutuklah Orang Yang Mengatakan Kristus
Adalah Anak Allah
18. Basic Differences 4 – Penyangkalan Islam Terhadap Salib Kristus
19. Basic Differences 5 – Keselamatan Dalam Alkitab Dan Dalam AlQuran
20. Basic Differences 6 – Apakah Mereka Akan Pergi Ke Neraka dan Kita
Akan Pergi Ke Surga
21. QRS 1 – Bagaimana Syariah Islamik Berkembang
22. QRS 2 – Marilah Sholat – Mari Mencapai Kemenangan
23. QRS 3 – Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani
24. QRS 4 – Perang Suci Dalam Islam
25. QRS 5 – Apa Yang Harus Diketahui Oleh Wanita Mengenai Pernikahan
Islami
26. QRS 6 – Apa Yang Harus Diketahui Oleh Seorang Manager Sebelum
Menutup Kontrak Bisnis Dengan Seorang Muslim
27. FQR 1 – Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus
28. FQR 2 – Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh
29. FQR 3 – Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa Diselamatkan
30. FQR 4 – Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran
31. FQR 5 – Perawan Maria – Sebuah Tanda Dari Allah – Ayatollah Sejati
32. FQR 6 – Injil Kristus Yang Tanpa Salah
33. Tanpa Jihad Islam Akan Mati oleh Mohammad Asghar
34. Pemimpin Muslim UK – Islam Bukanlah Agama Damai
35. Muhammad-Tidak-Buta-Huruf
36. Mari Bicara Fatwa Haram
37. Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros
38. Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
39. Marilah Kita Memikirkan Kembali Soal Burqa!
40. Konflik GAZA berakar pada SYARIAH
41. Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran
42. Kebohongan-Isra-Miraj
43. Pilih Mana – Puasa Islami Atau Puasa Kristen
44. Fenomena Murtad dalam 20 Tahun Terakhir
45. Arsip Gambar Muhammad
46. Alexander Agung, Si Kafir Nabi Islam
47. Heboh Film Iran – Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan Aktor
Film
48. Penjajahan Wanita Dalam Islam
49. Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad
50. Anak Ketua Hamas Murtad
51. Massa Muslim Mengganggu Jalannya Perayaan Natal GKI Yasmin Bogor
52. Hubungan Islam-Machiavelli
53. Klaim Islam – Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim
54. Pengesahan Mutilasi di Amerika
55. Pandangan Islam mengenai Neraka
56. Tipu-Muslihat-Dalam-Islam
57. Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini
58. Hancurnya Sifat Keilahian Quran oleh Sujit Das
59. Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA
60. Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit
61. Batalkan Hari Membakar Quran – Oleh Jochen Katz
62. Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam
63. Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas
64. Jibril as – Ahli Menyamar
65. Jawaban atas hadiah BMW dari Pertanyaan Insan L Mokoginta
66. Quran Diinterview
67. Digantung di Iran Karena Murtad
68. Muslim Pop – Oleh Matt Edwards
69. DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam
70. Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan Para
Rabbi di Medinah
71. Hukum Kemurtadan Dalam Islam Harus Diubah
72. Kemana Mencari Keselamatan
73. Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan
74. Wahyu Mana Yang Asli
75. Heboh Film YESUS Buatan Iran
76. Panggilan Dari Minaret
77. Mengenal Islam
78. A Letter To Gaza – Oleh Nonie Darwis
79. Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri
80. Tagiyya – Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros
81. Ibn Mas’ud Saksi Ketidakberesan Quran
82. Islam – Berperang Dalam Dirinya Sendiri
TESTIMONIES
1. Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi
2. Duladi – Mengapa Saya Benci Islam
3. Islam Sejati
4. Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS
5. Kesaksian Bassam
6. Kerudung Yang Terkoyak
7. Kesaksian Hamran Ambrie
8. Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan – Oleh Alhajji Aliyu
9. Kebohongan Para Wanita Saudi Arabia
10. Mengapa Kami Meninggalkan Islam
11. Ali Sina – Dari Beriman Menuju Pencerahan
12. Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati
13. Arifin Zaelani – Alasan Saya Meninggalkan Islam
14. Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan
15. Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros
16. Kesaksian Saya Meninggalkan Islam
QUESTION & ANSWERS
1. Apakah Muhammad Memperkosa Safiyah – Oleh Ali Sina
2. Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat
3. Bukankah Alkitab Itu Korup
4. Tuduhan Ahmed Deedat Terhadap Alkitab oleh Zakaria Boutros
5. Mengritisi Pemikiran Dr. Yahya Waloni
6. Pilih Mana – Puasa Islami Atau Puasa Kristen
7. Hari Semua Orang Menggambar Muhammad
8. Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah
9. Masakan Allah Kok Punya Anak Allah
10. Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat
11. Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts
12. Islam Bertanya Kristen Menjawab oleh Paulus M
13. Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama
14. Tidak Ada Jalan Kembali
15. Sumber-Penulisan-Alquran oleh Zakharia Boutros
16. Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap Non-Muslim
17. Injil Digugat Karena Ahmad
18. Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT
19. Geller – No 11 September Mosque
20. Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu
21. Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas
Mariyah, Budak Seks Rasul Suci
Diposkan Oleh Ali Sina, pada tanggal 23 Desember 2010
Yang
berikut ini adalah skandal cinta Muhammad dengan Mariyah orang Koptik,
yang merupakan salah seorang budak dari isteri-isteri Nabi. Muhammad
tidur dengannya tanpa ada upacara apapun, sehingga menyebabkan kegaduhan di
antara isteri-isterinya, dan harus diatasi lewat “Intervensi Ilahi.” Kisah ini
dicatat dalam sebuah Hadis otentik dan dilaporkan oleh Umar.
Hadis ini menjelaskan alasan turunnya wahyu dalam Quran 66:4.
“Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua
telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua
bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah
Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik;
dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.”
Umar
menjelaskan bahwa kedua wanita ini adalah Hafsa dan Aisyah, yang menjadi tidak
hormat kepada Nabi, sehingga Nabi merasa sedih dan berpikir untuk menceraikan
semua isteri-isterinya. Inilah kisah selengkapnya.
Bukhari Volume 3, Book 43, Number 648:
Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas:
Aku sangat ingin bertanya kepada Umar tentangkedua wanita dari antara
isteri-isteri Nabi, dalam kaitan dengan
siapakah Allah berkata (dalam Quran): Jika kalian berdua (isteri-isteri
Rasul yaitu Aisyah dan Hafsa) bertobat kepada Allah, sebab hati kamu
berdua telah condong (menentang apa yang disukai oleh Rasul) (Quran
66:4), hingga melaksanakan Haji bersama-sama dengan ‘Umar (dan dalam
perjalanan kita pulang berhaji), ia pergi ke suatu tempat (untuk
melaksanakan panggilan alam/buang hajat), dan aku juga pergi bersamanya
dengan membawa ember berisi air. Ketika ia telah selesai melaksanakan
panggilan alam dan telah kembali. Aku menuangkan air ke tangannya dari
ember itu dan melaksanakan wudhu. Aku berkata,”Oh Kepala orang-orang
beriman! “Siapakah kedua wanita dari antara isteri-isteri Nabi yang
kepadanya Allah telah berfirman,‘Jika kamu berdua bertobat (66:4)? Ia
menjawab,”Aku terkejut dengan
pertanyaanmu, Oh Ibn ‘Abbas. Mereka adalah Aisyah dan Hafsa.”
Kemudian ‘Umar mengkaitkan kisah itu dan berkata:
“Aku dan tetanggaku seorang Ansari berasal dari Bani Umaiya bin Zaid. Kami
tinggal di ‘Awali Al-Medina. Kami biasanya mengunjungi Nabi secara
bergantian. Ia pergi berkunjung pada satu hari, dan aku di hari yang
lain. Ketika aku pergi, aku akan membawa kabar padanya mengenai apa yang telah
terjadi pada hari itu, mengenai apa yang diperintahkan, serta
aturan-aturan yang diberlakukan. Dan ketika ia pergi, ia juga biasa
melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan.
Kami orang-orang Quraish mempunyai otoritas atas para wanita, namun saat
kami tinggal bersama dengan Ansar, kami perhatikan wanita-wanita Ansari
mempunyai tangan yang lebih tinggi di atas pria-pria mereka. Karena itu
para wanita kami mulai meniru kebiasaan wanita-wanita Ansari. Suatu
ketika aku meneriaki isteriku, dan kemudian ia membalas meneriakiku dan
aku tidak suka kalau ia membalas teriakanku. Isteriku berkata,’Mengapa
engkau merasa sakit hati jika aku menjawabmu dengan pedas? Demi Allah,
isteri-isteri Nabi pun menjawabnya dengan pedas, dan beberapa dari
mereka bahkan tidak mau berbicara dengannya dari pagi hingga malam
hari.’
Apa yang ia katakan menakutkanku dan aku berkata padanya,’Siapapun dari
antara mereka yang melakukan hal seperti itu, mereka akan mengalami
kerugian yang sangat besar.’ Kemudian aku mengenakan pakaian dan pergi
menemui Hafsa dan bertanya padanya,’Apakah ada dari antara kalian yang
membuat Rasul Allah menjadi marah dari pagi hingga malam hari?’ Ia
membenarkan hal itu. Aku berkata,’Ia akan menjadi orang-orang yang rugi
(dan tak akan pernah meraih keberhasilan)! Tidakkah ia takut bahwa Allah akan
menjadi marah pada mereka yang marah pada Rasul Allah, dan oleh
karena itu akan dimusnahkan oleh Allah? Janganlah meminta terlalu banyak pada
Rasul Allah, dan jangan menjawabnya dengan pedas untuk hal apapun, juga jangan
mengabaikannya. Mintalah dariku apapun yang kamu sukai, dan jangan tergoda
untuk meniru perilaku tetanggamu (misalnya Aisyah)
terhadap Nabi. Sebab dia (yaitu Aisyah) lebih cantik dari kalian semua,
dan lebih dikasihi oleh Rasul Allah.
Pada
hari-hari itu, ada rumor bahwa Ghassam (satu suku yang tinggal di Sham), tengah
menyiapkan kuda-kuda mereka untuk menginvasi kami. Rekanku
berangkat (untuk bertemu Nabi pada hari gilirannya) dan pulang pada
malam hari, mengetuk pintu rumahku dengan kasar, bertanya apakah aku
sedang tidur. Aku menjadi takut (dengan ketukan keras di pintu) dan
segera menemuinya. Ia mengatakan bahwa sebuah kejadian besar tengah
terjadi. Aku bertanya padanya: Apakah itu? Apakah Ghassam sudah datang?
Ia menjawab bahwa ini adalah hal yang lebih serius dan buruk dari itu,
dan menambahkan bahwa Rasul Allah telah menceraikan semua
isteri-isterinya.
Aku berkata, Hafsa adalah seorang pembuat masalah! Aku pikir masalah
seperti ini akan terjadi.’ Maka aku mengenakan pakaianku dan menawarkan
untuk memimpin sembahyang subuh bersama Nabi. Kemudian Nabi memasuki
sebuah ruang di sebelah atas dan tinggal di sana sendirian. Aku pergi
kepada Hafsa dan menjumpainya tengah menangis. Aku bertanya
padanya,’Mengapa engkau menangis? Bukankah aku sudah memperingatkanmu?
Benarkah Rasul Allah sudah menceraikan kalian semua?’ Ia menjawab,’Aku
tidak tahu. Ia ada di sana, di ruangan atas.’ Kemudian aku pergi keluar
menuju mimbar dan menemui satu kelompok orang di sekitar mimbar itu dan
beberapa dari mereka tengah menangis.
Kemudian aku duduk dengan mereka untuk beberapa waktu lamanya, tetapi merasa
tidak tahan dengan situasi yang terjadi pada waktu itu. Karena itu aku
naik ke ruangan atas dimana Nabi tengah berada, dan memohon pada seorang
budaknya yang berkulit hitam:”Maukah engkau memberikan ijin (Rasul
Allah) kepada Umar (untuk masuk)? Budak itu pun masuk, berbicara dengan
Nabi mengenai hal itu dan keluar dengan berkata,’Aku telah
memberitahukan bahwa kalian ingin menemuinya, tetapi dia tidak
menjawab.’ Karena itu aku pergi dan duduk bersama dengan orang-orang
yang tengah duduk di sekitar mimbar, tetapi aku tidak tahan menanggung
situasinya, karena itu aku pergi kepada budak itu kembali dan
berkata:”Bisakah engkau memberikan ijin bagi Umar?
Ia masuk ke dalam dan membawa jawaban yang sama seperti sebelumnya. Ketika aku
akan pulang, budak itu memanggilku sambil berkata,”Rasul Allah
telah memberikan ijin kepadamu.” Maka aku pun masuk menemui Nabi dan
melihat dia sedang berbaring di atas tikar tanpa alas, dan ada tanda
bekas tubuh Nabi di atas tikar itu, dan ia berbaring pada sebuah bantal
kulit yang diisi dengan daun palem. Aku mengucapkan salam padanya dan
sementara masih berdiri, aku berkata:”Apakah engkau telah menceraikan
isteri-isterimu?’ Ia menatapku dengan tajam dan menjawab dengan nada
negatif. Sementara masih berdiri, sambil mengobrol aku berkata: ”Bisakah engkau
mengindahkan apa yang aku katakan, ‘Oh Rasul Allah! Kami,
orang-orang Quraish, biasanya tangan kami berada lebih tinggi dari para
wanita (isteri-isteri) kami, dan ketika kami menjumpai orang-orang yang
tangan para wanita mereka lebih tinggi daripada mereka…”
‘Umar
memberitahukan seluruh kisah (mengenai isteri-isterinya). “Tentang hal
itu Nabi tersenyum.” ‘Umar lebih jauh lagi mengatakan,”Kemudian aku
berkata,”Aku pergi menemui Hafsa dan berkata kepadanya: Janganlah
tergoda untuk meniru teman-temanmu (‘Aisyah), sebab ia itu lebih cantik
daripada engkau dan lebih disayangi oleh Nabi.’
Nabi kembali tersenyum. Ketika aku melihatnya tersenyum, aku duduk dan
melemparkan pandangan sekilas ke sekeliling ruangan itu, dan demi Allah, aku
tidak dapat melihat satupun yang penting kecuali tiga hal yang
tersembunyi. Aku berkata (kepada Rasul Allah) “Berdoalah agar Allah
membuat para pengikutmu menjadi makmur, sebab orang Persia dan orang
Bizantium telah membuat penduduknya menjadi makmur, serta memberikan
barang-barang yang mewah, meskipun mereka tidak menyembah Allah?’
Nabi kemudian menyandarkan tubuhnya (dan ketika mendengar apa yang
kukatakan, ia duduk dengan tegak) dan berkata,’O Ibn Al-Khattab! Apakah
engkau mempunyai keraguan bahwa Hidup sesudah mati adalah lebih baik
daripada dunia ini)? Orang-orang itu hanya menerima upah atas perbuatan
baik mereka di dunia ini saja.’ Aku bertanya kepada Nabi. ‘Mintalah
pengampunan Allah untukku. Nabi tidak mengunjungi isteri-isterinya
karena rahasia yang dibukakan Hafsa kepada Aisyah, dan ia berkata bahwa
ia tidak akan menemui isteri-isterinya selama satu bulan sebab ia marah
pada mereka – ketika Allah menegur dia (atas sumpahnya bahwa ia tidak
akan kembali mendekati Mariyah).
Ketika dua puluh sembilan hari telah berlalu, pertama-tama Nabi pergi menemui
Aisyah. Ia berkata padanya (pada Rasul Allah), ’Engkau sudah bersumpah
bahwa engkau tidak akan datang menemui kami selama satu bulan, dan hari
ini baru hari yang keduapuluh sembilan, karena setiap hari aku
menghitungnya.’ Nabi berkata,’Bulan ini juga terdiri dari dua puluh
sembilan hari.’ Aisyah berkata,’Ketika Pilihan Wahyu Ilahi disingkapkan, Nabi
memulainya denganku, dengan mengatakan padaku,’Aku
memberitahukanmu sesuatu, tetapi engkau tidak perlu terburu-buru
memberikan jawaban hingga engkau berkonsultasi dengan orang tuamu.”
Aisyah tahu bahwa orang tuanya tidak akan menasehatinya untuk berpisah
dengan Nabi. Nabi mengatakan bahwa Allah telah berfirman:
‘Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini
kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan
kepadamu mut’ahdan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu
sekalian menghendaki (keredhaan) Allah
dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya
Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang
besar.’ (33:28,29). Aisyah bertanya padanya,’Apakah aku perlu
mengkonsultasikan hal ini pada orang tuaku? Sesungguhnya aku lebih
menyukai Allah, RasulNya, dan Rumah di negeri akhirat.’ Setelah itu,
Nabi memberikan pilihan pada isteri-isterinya yang lain, dan mereka pun
memberikan jawaban yang sama ‘sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah.”
Hadis ini dilaporkan juga dalam Muslim 9.3511, dan Bukhari 3.43.648,7.62.119
Ini
sesuatu yang signifikan sebab berisi dua poin sejarah penting. Pertama,
ia menyingkapkan, berdasarkan pengakuan Umar sendiri bahwa, “tangan para wanita
Ansari ada di atas tangan para pria mereka”. Bahkan jika kita menganggap hal
itu sebagai sesuatu yang
dibesar-besarkan, adalah jelas bahwa wanita di Medina mempunyai lebih
banyak hak dan otoritas dibandingkan dengan sesama wanita dari suku
Quraish. Mekah, rumah dari suku Quraish, darimana Umar dan Muhammad
berasal, adalah sebuah pusat keagamaan.
Orang yang tinggal di kota-kota keagamaan biasanya lebih fanatik dibandingkan
dengan mereka yang tinggal di kota-kota lainnya. Agama selalu memainkan
peran untuk menundukkan kaum wanita dan mengambil hak-hak kemanusiaan
mereka. Sebab itu, merupakan hal yang natural bahwa para wanita Mekah
bersikap lebih tunduk dibandingkan dengan wanita yang hidup di tempat
lain di Arabia, dan khususnya di Medina, yang pada waktu itu merupakan
sebuah kota yang lebih kosmopolitan dan mempunyai penduduk dari
bangsa-bangsa yang lebih maju peradabannya seperti Yahudi dan Kristen.
Isteri-isteri Umar dan Muhammad lebih menyukai atmosfer emansipasi ini
dan ingin menerapkan kebebasan relatif mereka. Tetapi hal ini tidak
sesuai dengan keinginan kedua pria tak bermoral dari Mekah, yang bernama Umar
dan Muhammad. Karena itu, hadis ini memperlihatkan bagaimana
mereka dikejutkan oleh kebebasan yang baru ditemukan oleh isteri-isteri
mereka. Hadis ini adalah hadis yang penting, sebab ini membuktikan bahwa para
wanita sebelum Islam, memiliki lebih banyak kebebasan. Tetapi
kemudian, kebebasan itu diambil dari mereka oleh Muhammad dan para
penggantinya yang bejat. Juga menjadi jelas bahwa status yang
menyedihkan dari para wanita dalam Islam, sesungguhnya bukanlah karena
sebuah keputusan ilahi, namun pada tingkatan yang lebih luas, merupakan
refleksi bagaimana para wanita diperlakukan di Mekah 1400 tahun yang
lalu.
Fakta
bahwa ada begitu banyak penekanan dalam Quran dan hadis mengenai betapa
pentingnya para wanita untuk taat kepada suami-suami mereka,
sesungguhnya menjadi sebuah indikasi dari keinginan Muhammad sendiri
untuk mengontrol isteri-isterinya yang masih muda dan suka memberontak.
Hadis ini juga menyingkapkan skandal seksual nabi yang lain.
Suatu hari Muhammad pergi ke rumah Hafsa isterinya, anak perempuan Umar, dan
menjumpai pembantunya yang menarik yaitu Mariyah. Muhammad memikirkan
bagaimana ia bisa membuat Hafsa pergi dari rumahnya, sehingga ia bisa
berduaan saja dengan Mariyah. Ia berbohong dengan mengatakan pada Hafsa
bahwa ayahnya, Umar, memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, Muhammad membawa
Mariyah ke tempat tidur dan berhubungan seks dengannya. Bagi Mariyah,
menolak keinginan Muhammad adalah hal yang tak terpikirkan. Ia adalah
seorang budak perempuan yang jauh dari keluarganya, sementara Muhammad
sendiri adalah hukum di kota itu. Jadi secara teknis, Muhammad
sebenarnya melakukan perkosaan kepada Mariyah.
Sementara
itu, Hafsa yang menyadari bahwa ayahnya tidak memanggilnya, dan juga
yang kepulangannya ke rumah tidak diduga akan secepat itu, memergoki
bagaimana suaminya yang sangat termasyur itu tengah berduaan di tempat
tidur dengan pembantunya.
Hafsa
menjadi sangat histerikal dan lupa dengan kedudukan nabi yang ia
teriaki, sehingga hal itu menjadi sebuah skandal. Nabi meminta Hafsa
untuk tenang dan berjanji untuk tidak tidur lagi dengan Mariyah. Ia juga
memohon dengan sangat agar Hafsa tidak menceritakan rahasia itu kepada
siapa pun.
Meskipun
demikian, Hafsa yang tidak sanggup mengontrol dirinya, memberitahukan
kejadian itu kepada temannya Aisyah dan keduapuluh isteri-isteri nabi
lainnya, sehingga menyebabkan “Sang Karunia Allah bagi dunia” mengalami
beban mental yang berat. Sang “Karunia Allah” memutuskan untuk menghukum semua
isteri-isterinya, dan mengumumkan bahwa ia tidak akan tidur lagi
dengan salah seorang pun dari mereka selama satu bulan. Ini adalah dua
tingkatan penghukuman yang direkomendasikan dalam Quran. Tingkat pertama adalah
menegur mereka, dan tingkat ketiga adalah hukuman badan. Q. 4: 34.
Ketika
seorang pria memutuskan untuk menghukum isterinya dengan berpantang
melakukan hubungan seks, ia bisa memuaskan dirinya dengan
isteri-isterinya yang lain. Tetapi kemarahan Muhammad menyebabkannya
mengucapkan sumpah untuk tidak tidur dengan satu pun dari mereka selama
satu bulan. Tentu saja hal ini menjadi terlalu berat bagi yang terkasih
Sang Utusan Allah (semoga damai turun atas jiwanya yang tak bernoda).
Karena itu Allah, dalam karunianya, datang untuk menolong nabinya dan
mewahyukan Sura Tahrim (Larangan). Dalam Sura ini, Allah menegur nabinya karena
bersikap terlalu keras terhadap dirinya sendiri, dan untuk
menolak melakukan apa yang ia sukai, demi untuk menyenangkan hati
isteri-isterinya, padahal hal itu sesungguhnya sudah “dihalalkan” untuk
ia lakukan.
1. Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu;
kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang
2. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri
dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana.
3. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah
seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah)
menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal
itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad
memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan
menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala
(Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu
(Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini
kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
4. Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu
berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua
bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah
Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik;
dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti
kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang
beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang
berpuasa, yang janda dan yang perawan.(Q. 66:1-5)
Meskipun
Muhammad sudah menyampaikan sumpahnya itu kepada Hafsa, yaitu untuk
tidak lagi tidur dengan pembantunya, tetapi ia tidak sanggup menahan
godaan. Ia sudah mengecap manisnya buah terlarang dan karena itu ia
harus menghabiskannya. Ini menjadi hal yang mendesak, karena ia pun juga telah
mengucapkan sumpah lainnya, yaitu untuk tidak tidur dengan semua
isteri-isterinya yang lain. Bagaimana mungkin “Ciptaan Terbaik” tidak
berhubungan seks selama satu bulan penuh?
Ini
merupakan situasi yang sulit dan, karena itu, tak seorang pun bisa
menolongnya kecuali Allah sendiri. Yang jelas, tak ada yang mustahil,
jika Allah ada di dalam saku celanamu sendiri. Serahkan segala sesuatu
di tangan sahabatmu yang “maha kuasa”, dan biarkan ia yang mengurusnya.
Apakah Muhammad diinspirasikan oleh Allah, atau oleh nafsunya sendiri?
Inilah
yang sebenarnya terjadi. Allah sendiri yang campur tangan dan memberikan lampu
hijau pada nabiNya untuk mengikuti hasrat hatinya sendiri. Dalam
sura Tahrim, Allah merestui nabi kesayanganNya untuk tetap tinggal
bersama Mariyah dan tidak mempedulikan isteri-isterinya. Apa lagi yang
lebih dari itu yang bisa diminta oleh seorang nabi? Allah sedemikian
peduli dengan hasrat jasmani Muhammad sehingga Ia bahkan mengijinkan
SEMUA ORANG untuk membatalkan sumpah-sumpah mereka sebagai “sebuah
karunia.” Alhamdulillah! Subhanaallah. Allah itu begitu luar biasa
bukan?
Juga patut jika menyebutkan, setelah Muhammad mengetahui kalau Hafsa telah
memberitahukan rahasianya kepada Aisyah, maka Muhammad pun kemudian
kembali berbohong dengan mengatakan bahwa Allah-lah yang memberitahukan
hal itu padanya (ayat 3), padahal yang benar adalah Aisyah sendiri yang
memberitahukan hal itu pada Muhammad. Tetapi, tentu saja Muhammad
bukanlah pengarang Quran. Melainkan Allah sendiri yang berbohong demi
nabiNya.
Dalam sura ini, Muhammad menggambarkan pencipta alam semesta sebagai seorang
mucikari, seorang penggosip dan seorang pendusta – semuanya itu ia
lakukan untuk menutupi kebejatan dan perzinahannya.
Sebagai
reaksi atas ayat-ayat di atas, Aisyah yang tidak hanya masih muda dan
cantik, tetapi juga cerdik, melaporkan apa yang telah disampaikan
padanya, kepada Muhammad. Ia berkata,”Tuhanmu sedemikian gesitnya
menolongmu!”
Kisah di
atas pastilah membuat para pengikut Muhammad menjadi malu, sampai
membuat mereka menerima tanpa mempertanyakan, semua hal yang ia
beritahukan pada mereka. Untuk menyembunyikan dosa percabulannya, mereka
mengarang hadis yang lain untuk menjelaskan ayat-ayat Quran itu, yang
sebenarnya sudah dijelaskan oleh Omar.
Muslim 9: 3496
(kiranya Allah memperlihatkan kemurahan atasnya) Meriwayatkan bahwa Rasul Allah
(kiranya damai ada atasnya), biasa menghabiskan waktu dengan Zainab,
anak perempuan Jahsh dan minum madu di rumahnya. Ia (Aisyah meneruskan)
berkata: Aku dan Hafsa setuju bahwa orang yang Rasul Allah (kiranya
damai ada atasnya) akan kunjungi pertama kali harus mengatakan: Aku
lihat bahwa engkau memiliki bau-bauan magafir (permen dari mimosa). Ia
(Nabi Suci) mengunjungi salah seorang dari mereka dan ia berkata
kepadanya seperti ini: Aku telah mengambil madu di rumah Zainab bint
Jabsh dan aku tidak akan melakukannya lagi. Mengenai hal inilah (ayat
berikut diwahyukan): ‘Mengapa engkau melarang, apa yang diijinkan oleh
Allah bagimu…(bergantung engkau). Jika kamu berdua (Aisyah dan Hafsa)
berpaling pada kehendak Allah: ”Dan ketika Nabi Suci menceritakan
rahasianya kepada salah seorang dari isteri-isterinya (lxvi. 3). Ini
berkaitan dengan apa yang ia katakan: Tetapi aku telah mengambil madu.
Eksistensi Hadis di atas dan perbedaannya dengan yang dikisahkan oleh Umar,
menyingkapkan fakta lain bahwa ternyata sahabat-sahabat Muhammad rela
untuk berbohong, (Sebagaimana halnya orang-orang Muslim hari ini), demi
menyelamatkan gambar diri Nabi mereka agar tidak ternoda. Adalah
tindakan yang bodoh jika kita menerima kisah mengenai minum madu untuk
membenarkan sura Tahrim. Madu itu sendiri tidak memiliki bau yang tidak
enak. Lebih daripada itu, sangat sulit memikirkan jika insiden meminum
madu itu sampai-sampai menyebabkan Muhammad memutuskan untuk menceraikan semua
isteri-isterinya, atau menghukum mereka dengan tidak tidur dengan mereka selama
satu bulan. Bisakah sebuah insiden yang tidak signifikan
seperti meminum madu, mencetuskan begitu banyak kegaduhan sehingga Allah
sendiri harus mengintervensi dengan memberikan peringatan kepada
isteri-isteri Muhammad bahwa ia akan menceraikan mereka semua dan bahwa
Dia (Allah) akan memberikan pada Muhammad isteri-isteri yang masih
perawan dan yang setia? Penjelasan ini adalah sesuatu yang tidak masuk
akal, kecuali bahwa sebenarnya ini merupakan “istilah lain” yang
dipakai, untuk menggambarkan apa yang telah Muhammad minum dari antara
selangkangan Mariyah.
Sebagian
Muslim telah mengklaim bahwa hadis-hadis yang mencatat peristiwa yang
dikisahkan oleh Abdullah bin ‘Abbas adalah palsu, dan versi yang benar
adalah yang mengisahkan soal madu. Itu pandangan yang tidak masuk akal.
Hadis ini dicatat baik oleh Bukhari dan juga oleh Muslim. Lebih jauh
lagi, ini adalah satu-satunya penjelasan logis dari sha’ne nozool (konteks)
sura Tahrim. Berdasarkan pendapat sarjana Muslim Asif Iftikhar“sebuah hadis
bisa dianggap sebagai sebuah sumber pembimbing religius
hanya jika dasar dari hadis itu eksis dalam Quran dan Sunnah, atau dalam
prinsip-prinsip yang telah dibangun.” Quran mengijinkan orang-orang
Muslim untuk berhubungan seks dengan “yang dimiliki oleh tangan
kanannya”, misalnya para budak (Q. 4:24). Inilah kebiasaan Muhammad, yang mana
ia punya kegemaran untuk melakukan hubungan seks dengan budak-budak wanita yang
ia miliki. Teks dari sura
juga sangat jelas, bahwa ini mengenai berhubungan seks dan bukan
mengenai minum madu, yang merupakan sebuah penjelasan yang ngawur. Asif
Iftikhar menulis “Imam Ibni Ali Jauzeedilaporkan telah
mengatakan:”Jika anda menemukan sebuah hadis yang bertentangan dengan
akal sehat atau berlawanan dengan aturan universal, maka anggaplah itu
sebagai hadis yang palsu.”
Kisah
mengenai madu adalah hal yang menggelikan dan tidak masuk akal. Mengapa
bisa terjadi kegaduhan yang begitu besar hanya gara-gara madu? Dan madu
apa yang baunya tidak enak? Sebaliknya madu itu sendiri harum baunya.
Hadis ini telah dikarang karena jelas bahwa, bahkan pada masa itu,
orang-orang Muslim merasa malu melihat perilaku nabi mereka. Namun
demikian, hadis-hadis tentang Muhammad yang berbohong kepada Hafsa,
dengan tujuan untuk menyingkirkan Hafsa supaya ia bisa berhubungan seks
dengan Mariyah, adalah hal yang sangat masuk akal. Hal ini sesuai dengan apa
yang diijinkan dalam Quran, dan hal itu pun menegaskan kebejatan
moral dan perilaku Muhammad. Bukan suatu hal yang aneh bahwa Muhammad
itu senang melakukan hubungan seks dengan wanita-wanita yang ia anggap
menarik.
Kisah ini jika dilaporkan oleh Ibn Sa’d dalam Tabaqat:
Waqidi
memberitahu kami bahwa Abu Bakr bercerita bahwa utusan Allah (SAW) telah
melakukan hubungan seksual dengan Mariyah di rumah Hafsah. Ketika
beliau duduk di belakang pintu yang terkunci). Ia berkata kepada nabi,
“Wahai Utusan Allah, apakah yang engkau lakukan disini di dalam rumahku
pada waktu giliranku?” Utusan Allah berkata, “Kendalikanlah dirimu dan
biarkanlah aku pergi karena aku menjadikannya haram untukku”. Hafsa
berkata, “Aku tidak terima, kecuali engkau bersumpah padaku”. Hazrat
(Yang Mulia) berkata, “Demi Allah aku tidak akan menghubunginya lagi”
(lihat: contact). Qasim ibn Muhammad mengatakan bahwa janji nabi ini, yang
telah
mengharamkan Mariyah bagi dirinya, tidak berlaku – itu tidak menjadi
sebuah pelanggaran (hormat). [Tabaqat ayat 8 h.223 Publisher Entesharat-e
Farhang va Andisheh Tehran1382solar h.(2003). Penerjemah Dr. Mohammad Mahdavi
Damghani]
Qasim ibn
Muhammad sudah tentu berusaha mendapatkan pembenaran untuk pembatalan
yang dilakukan Muhammad terhadap janji yang telah dibuatnya sendiri.
Jika perkataannya tidak mempunyai keabsahan, lalu mengapa ia
mengucapkannya, dan jika perkataannya itu benar adanya mengapa ia
sendiri mengingkarinya?
Salinan Quran saya memuat tafsir berikut ini berdampingan dengan Sura Tahrim.
Juga
dilaporkan bahwa nabi telah membagi jadwal hariannya dengan para
istrinya. Dan ketika tiba giliran Hafsa, ia menyuruh Hafsa pergi
bergegas ke rumah ayahnya Umar Khattab. Ketika Hafsa melakukan
perintahnya dan pergi, nabi memanggil budak perempuannya, yaitu Mariyah
orang Koptik, yang adalah pemberian Raja Najashi. Nabi bersetubuh
dengannya, dan kemudian hari ia melahirkan seorang anak laki-laki yang
dinamai Ibrahim. Ketika Hafsa kembali, ia mendapati pintu rumahnya
terkunci. Lalu ia duduk di balik pintu yang terkunci itu hingga nabi
menyelesaikan “urusannya” dan keluar rumah dengan sukacita mewarnai
wajahnya. Ketika Hafsa mendapatinya dalam kondisi demikian, ia menegur
nabi dan berkata, “Engkau tidak menghargai kehormatanku; engkau
menyuruhku keluar dari rumahku sebagai alasan agar engkau dapat meniduri budak
perempuan”. Kemudian nabi berkata, “Diamlah, karena walaupun dia
adalah budakku dan halal bagiku, demi kepuasanmu saat ini aku akan
mengharamkannya untukku”. Tetapi Hafsa tidak melakukannya dan ketika
nabi keluar dari rumahnya, ia menggedor dinding yang memisahkan kamarnya dari
kamar Aisyah dan menceritakan semuanya kepadanya. Ia juga
menyampaikan kabar gembira bahwa nabi telah berjanji untuk mengharamkan
Mariyah baginya. [Diterbitkan oleh Entesharat-e Elmiyyeh Eslami
Tehran 1377 H. Tafsir dan terjemahan ke dalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem
Mo’refi].
Mariyah
adalah seorang wanita Koptik muda berkulit putih dan sangat cantik. Ia
melahirkan Ibrahim bagi Muhammad. Saya meragukan kebenaran bahwa Ibrahim adalah
anak Muhammad, karena berdasarkan riset saya, Muhammad dalam
tahun-tahun terakhirnya menderita acromegali. Salah satu dampak negatif
dari penyakit degeneratif ini adalah impotensi. Ia mengalami disfungsi
ereksi. Ingat bahwa Muhammad mempunyai enam orang anak dari Khadijah
yang telah berusia 40 tahun ketika ia menikahi wanita itu, tetapi ia
tidak mendapatkan anak dari lebih 20 orang wanita muda yang berhubungan
seks dengannya dalam sepuluh tahun terakhir hidupnya. Ada hadis-hadis
yang menunjukkan, ia sebenarnya tidak bersetubuh dengan istri-istrinya,
tetapi hanya “mencumbui” mereka, dan seringkali ia menggilir satu istri
ke istri lainnya dalam semalam hanya untuk menyentuh mereka dan
bermain-main dengan mereka, “meminum madu mereka”, tetapi tidak
bersetubuh. (untuk detil lebih banyak mengenai kehidupan seks Muhammad
lihat buku saya “Understanding Muhammad”).
Hadis lainnya mengatakan, nabi biasa berimajinasi melakukan hubungan seksual
(lihat: “Imagine Having Sex“), padahal dalam realita ia tidak melakukannya.
Bukhari Vol. 7: 71:660:
Dikisahkan Aisyah: Sihir menimpa Rasul Allah sehingga ia selalu berpikir bahwa
ia
melakukan hubungan seksual dengan istri-istrinya, padahal tidak”.
Aisha juga pernah mengatakan “Tidak seorangpun di antara kalian yang mempunyai
penguasaan diri seperti nabi karena ia dapat mencumbu istri-istrinya
tetapi tidak bersetubuh”. Wanita muda yang tidak berpengalaman ini tidak
menyadari bahwa suaminya yang terhormat ini bukan sedang mengendalikan
dirinya; ia memang tidak dapat melakukannya. Cialis dan Viagra pada
waktu itu belum dibuat.
Namun
demikian, ada lubang dalam teori saya. Jika Muhammad impoten, bagaimana
ia dapat memperanakkan Ibrahim? Saya menduga anak itu adalah anak orang
lain, tetapi tidak ada bukti untuk itu. Namun kemudian saya mendapatkan
buktinya. Dalam Tabaqat yang sama, ketika berbicara mengenai Mariyah
yang mengatakan bahwa ada seorang pria Koptik di Medina (orang yang
mendampinginya dari Mesir ke Medina) yang selalu mengunjungi Mariyah,
dan kabar burung yang beredar mengatakan bahwa pria itu adalah
kekasihnya.
Setelah
berselisih dengan istri-istrinya, Muhammad memindahkan Mariyah ke sebuah taman
di utara Medina. Disana ia dapat mengunjunginya tanpa
sepengetahuan istri-istrinya. Situasi ini memberikan kesempatan besar
untuk kekasih Mariyah mengendap-endap masuk ke rumahnya tanpa diketahui
siapapun. Tetapi pasti ada orang yang pernah melihatnya masuk ke dalam
rumah Mariyah dan kabar burung itu terdengar oleh Muhammad yang kemudian
mengutus Ali untuk membunuh pria Koptik itu. Kisah ini mengatakan bahwa pria
itu menunjukkan dirinya kepada Ali, dan ketika Ali melihat bahwa
ia adalah seorang kasim (sudah dikebiri), Ali membiarkannya hidup.
Nampaknya, ini adalah alibi yang memuaskan untuk membungkam orang banyak.
Aisyah
dituduh berselingkuh dengan Safwan, seorang pria muda yang tinggal di
Medina. Kemudian ia mengklaim bahwa Safwan adalah seorang kasim.
Perselingkuhan ini juga menimbulkan skandal besar yang memusingkan
Muhammad selama sebulan, hingga Allah harus campur tangan dan bersaksi
demi Aisyah. Lalu bagaimana bisa, tidak seorangpun yang tahu bila Safwan adalah
seorang kasim?
Kisah ini
jelas dibuat-buat. Bagaimana pria Koptik ini dapat mengetahui mengapa
Ali ingin membunuhnya sehingga ia kemudian menunjukkan kelaminnya (yang
tinggal sedikit) segera setelah ia melihat Ali? Ibn Sa’d, penulis
Tabaqat mengatakan, ia melihat Ali dengan pedang di tangannya lalu
memanjat pohon Kurma dengan ketakutan dan dari atas pohon itu ia
menunjukkan bagian tubuhnya yang pribadi (aurat). Tidak ada percakapan
sama sekali. Pria itu tahu begitu saja mengapa Ali mendatanginya dan
hendak membunuhnya. Ini tidak terdengar seperti cerita yang benar.
Mengapa seorang utusan Tuhan ingin membunuh seorang pria yang tidak
berdosa dan bagaimana orang itu dapat mengetahui mengapa Ali ingin
membunuhnya? Nampaknya pria Koptik ini mempunyai pengetahuan yang lebih
baik mengenai hal-hal yang tersembunyi daripada nabi Allah.
Bukhari 2.018.153mengatakan bahwa “Gerhana matahari terjadi dalam masa hidup
Rasul Allah ketika (putranya) Ibrahim wafat. Lalu orang mengatakan bahwa
matahari
mengalami gerhana karena kematian Ibrahim. Rasul Allah berkata,
“Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian atau
kehidupan (yaitu kelahiran) seseorang. Apabila engkau melihat gerhana,
berdoalah dan sebutlah nama Allah”.
Bukhari 2.018.154menambahkan:
Ketika
terjadi gerhana matahari, ia [Muhammad] memimpin orang banyak
bersembahyang … kemudian (gerhana) matahari berlalu. Ia menyampaikan
khotbah dan setelah memuji dan memuliakan Allah ia berkata, “Matahari
dan bulan adalah dua tanda yang bertentangan dengan tanda-tanda Allah;
mereka tidak mengalami gerhana oleh karena kematian atau kehidupan
seseorang. Jadi apabila engkau melihat gerhana, ingatlah Allah dan
serukanlah Takbir, berdoalah dan berikanlah Sedekah”. Kemudian nabi
berkata, “Wahai para pengikut Muhammad! Demi Allah! Tidak ada seorangpun yang
mempunyai ghaira (penghargaan diri – kehormatan) yang
lebih daripada Allah karena Ia telah melarang para hamba-Nya, pria atau
wanita melakukan perzinahan (hubungan seksual yang terlarang). Wahai
para pengikut Muhammad! Demi Allah! Jika kamu mengetahui apa yang aku
ketahui, kamu akan tertawa sedikit dan banyak meratap”.
Ghaira
adalah hal yang sangat penting sehingga orang Muslim melakukan
pembunuhan demi kehormatan. Jika anda memandangi istri atau anak
perempuan seorang pria Muslim, ghaira-nya (secara kasar
diterjemahkan sebagai kehormatan) akan ternodai. Jika ia tidak bereaksi, itu
menunjukkan bahwa ia hanya mempunyai sedikit ghaira. Semakin besar ghaira-nya
maka reaksinya akan semakin kejam.
Diskusi
mengenai perzinahan, sangat penting dilakukan pada kesempatan ini.
Mengapa Muhammad membicarakan perzinahan, terutama berkaitan dengan
seorang anak yang bukan putranya? Tidak sulit membayangkan bahwa ia
sedang memikirkan hal itu dan barangkali mengetahui bahwa Ibrahim
bukanlah anaknya. Dalam khotbahnya Muhammad berbicara mengenai Allah
yang mempunyai banyak ghaira dan kemudian berbicara mengenai
larangan berzinah. Ia menutup khotbahnya dengan mengatakan bahwa ia
mengetahui hal-hal yang sangat menyedihkan yang tidak diketahui orang
lain. Nah, itu memakan waktu 1400 tahun, tapi menurut saya akhirnya kita
mengetahui apakah “hal-hal yang menyedihkan” itu.
Poin
lainnya yang harus diingat adalah, walau ada fakta bahwa Mariyah adalah
satu-satunya wanita yang melahirkan anak bagi Muhammad, ia tidak
menikahi perempuan itu. Mengapa ia tidak ingin menikahi wanita yang
melahirkan satu-satunya anak laki-laki baginya?
Bukhari 2.018.161dalam versi lain hadis ini mengatakan, “Berkisahlah ‘Abdullah
bin Abbas:
“Kemudian
nabi berkata, “Matahari dan bulan adalah dua tanda Allah. Mereka
‘menjadi’ gerhana bukan karena kematian seseorang ataupun karena
hidupnya (yaitu kelahirannya). Jadi bila engkau melihatnya, ingatlah
Allah”. Orang-orang berkata, “Wahai Rasul Allah! Kami melihat engkau
mengambil sesuatu dari tempatmu dan kemudian kami melihatmu mundur”.
Nabi menjawab, “Aku melihat Firdaus dan menjulurkan tanganku ke
sekumpulan (buahnya) dan seandainya aku telah mengambilnya, kamu pasti
sudah akan memakannya selama dunia ini masih ada. Aku juga melihat api
neraka dan aku belum pernah melihat pemandangan yang sangat mengerikan
seperti itu sebelumnya. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah
perempuan”. Orang-orang bertanya, “Wahai Rasul Allah! Mengapa demikian?” Nabi
menjawab, “Karena mereka kurang berterima-kasih”. Kemudian
ditanyakan apakah mereka kurang berterima-kasih kepada Allah. Nabi
berkata, “Mereka tidak berterima-kasih kepada pasangan hidup mereka
(suami) dan tidak berterima-kasih atas perbuatan-perbuatan baik. Jika
kamu berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka seumur hidup, dan jika
ia melihat apapun (yang tidak berkenan) dalam dirimu, ia akan
berkata, ‘Aku belum pernah menerima apapun yang baik darimu’”.
Pada
pemakaman putra tunggalnya Muhammad tidak mengatakan apapun mengenai
anaknya itu. Pria yang berpendapat, tidaklah adil mengatakan bahwa Allah hanya
mempunyai anak-anak perempuan ketika orang menyombongkan diri
karena mempunyai anak-anak laki-laki, sekarang telah kehilangan putra
tunggalnya. Namun pada hari kematian anaknya itu, ia memilih untuk
berbicara mengenai perzinahan dan hukuman yang menanti kaum wanita yang
tidak berterima-kasih pada suami-suami mereka. Ini benar-benar
luar-biasa, bukan?
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/