Semifinal Piala Champion sudah selesai. Mancherster United mengalahkan Schalke 2-0 di tandang demikian juga dengan Barcelona menundukkan Real Madrid 2-0 di Bernabue Shingga pertandingan leg ke 2 minggu depan sudah 'tidak perlu' lagi.
Final Piala Champion di Wembley akan merupakan Final Impian dengan laga antara Juara Liga Premiere Inggris melawan Juara La Liga Spanyol, benar2 pertandingan final impian. Dream Final. Sebelum pertandingan semifinal leg 1, Jose Morinho sudah melakukan 'psy war' dengan mengatakan bahwa wasit memihak Barcelona selalu diuntungkan dengan '11 vs 10', lalu Jose Mourinho melakukan trick dengan memanjangkan rumput stadion Bernabue supaya operan cepat ciri khas Barcelona agak terhambat. Dengan bekal kemenangan pada Piala Raja kemarin, udah gitu, Iniesta nggak bisa main semakin komplit lah keyakinan Jose Mourinho bahwa Real Madrid akan menang dan menguasai lini tengah karena Xavi akan bekerja sendirian. Pada awal babak pertama semuanya berjalan oke bagi Real Madrid dengan serangan masih silih berganti dengan beberapa kali ancaman dari Ronaldo ke gawang Valdez. Ketika memasuki menit ke 15-an baru deh kelihatan dominasi Barcelona pada pertandingan ini. Ball posession Barca 70+% menandakan bahwa Barca menguasai penuh pertandingan dan mencetak gol hanya lah masalah waktu aja buat Barca. Babak kedua, barulah Jose Mourinho menerapkan strategi permainan kotor karena sudah kelihatan akan sangat sulit mengalahkan Barca. Barca sangat mendominnasi pertandingan, one sided match. Jose Morinho sudah 'meminta' kepada wasit untuk mengeluarkan kartu merah kepada pemain Real Madrid. Perbuatan Adebayor menyikut Puyol, menyikut mukanya Pedro, lalu Marcello menginjak kaki Pedro di daerah penalti, sudah mengindikasikan bahwa memang Jose Mourinho yang cari gara2 supaya wasit mengeluarkan kartu merah. Permainan Real Madrid sudah keliatan nggak jalan. Ronaldo nggak bisa apa-apa kecuali lari2 tanpa pernah mengancam gawang Barca. Hanya sekali tendangan Ronaldo dari luar kotak penalti yang mengancam gawang Barca. Pada setiap perebutan bola di lapangan tengah, pemain Real Madrd selalu kalah, bolanya bisa direbut oleh pemain Barca. Jose Mourinho udah tahu bahwa pada pertandingan itu Real Madrid udah hopeless. Ketika Pepe melakukan tindakan brutal menendang kaki Dani Aves sehingga dengan sangat terpaksa wasit keluarkan kartu merah untuk Pepe. Jose Mourinho bisa langsung ngebacot di press conference menghindari tentang permainan Real Madrid yang 'out of form' tapi tentang wasit yang berpihak, sepanjang 5 kali bermain melawan Barca, selalu keluar kartu merah, dan omongan 'begging for excuse for his failure' lainnya. Jika pemainnya Jose Mourinho selalu mendapat kartu merah melawan Barca secara konsisten, maka yang yang perlu ditanyakan adalah 'yang salah Barca atau Jose Mourinho'? Padahal tim lain tidak pernah mengalami seperti itu. Arsene Wenger beberapa kali berhadapan dengan Barca dan bahkan Aresenal mengalahkan Barca di Stadion Emirates, tapi tidak pernah punya masalah dengan kartu merah. Ini memang strategi Jose Mourinho yang 'jiper' melawan Barcelona. Supaya lebih dramatis lagi, Jose Mourinho 'meminta lagi satu kartu merah' untuk dirinya dengan menyerang wasit di pinggir lapangan. Mission accomplished. Switch the blame to the ref. ====== ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
