Dalam posting yang lalu Pak Zeppelin bilang tentang tiga hal di atas, 
yang terpikirkan, yang tak terpikirkan dan yang tidak boleh dipikrkan, 
kematian meneurut beliau adalah salah satu yang masuk ke dalam wilayah 
yang tak terpikirkan

=Pak wong yang baik hati;kita2 ini pertama&terakhir sebelum maut datang 
menjemput,mengenai ‘kematian’ akan sangat menarik bila mengontraskan 
berbagai paradigma yang bertentangan. tak ada paradoks yang paling 
membuat dahi berkernyit dan perasaan kita bergetar hebat selain fakta 
bahwa kita semua akan mati, tetapi kita tidak tahu bagaimana kita akan mati. 
Kematian barangkali adalah misteri—dan filsafat mungkin adalah lilin kecil yang 
bisa menerangi kegelapan dari misteri itu

Sik sik sebentar, sampeyan senengnya dengan Led Zeppelin tah!?, nek saya
kok senengnya dengan Deep purple. Apalagi lagu Child in time, lagu ini 
durasinya cukup panjang sekitar hampir dua belas menitan kalo gak salah.
Temponya pertama tama lambat dimulai dengan betotan bass dem dem dem, 
di susul dengan tong tong ting tong tong ting bunyi keyboard masih dalam
irama lambat, tidak lama kemudian barulah bunyi duk tak duk duk tak, 
suara drum ikut ber interaksi pertama tama irama lambat, tapi makin lama
makin cepat apa lagi ketika Ian Gillan meraung uuuu uuuuu, uuuu uuu u, 
musik makin kenceng dan makin liar, terutama melodinya itu terasa liar 
sekali, lalu tiba2 musik berhenti tingal suara2 melody, bas dan keybord 
saling beresonansi sampai akhirnya melemah lalu menghilang. kemudian 
musik dimulai lagi dengan irama lambat.
=Musik mereka memang luar biasa,bikin sipendengar selalu meng-ulang2 
lagu yang sama untuk beberapa waktu.....ya memang enak warna musik nya
coba anda putar album mereka yang ter-dini "the book of talishyn"
musik rok biasa sebenarnya cuma ada bagian tertentu yang tidak biasa dalam rok 
musik waktu itu,sangat keras/heavy rock saya kira mereka ini yang pertama 
sekali selalu menggunakan 'big amplifier' unntuk menyalur kan 
musik mereka ke semua penonton dengan cara yang tidak lazim se-keras2 nya
saya pernah nonton mereka dua kali 4/5 desember 1975 nonton dikelas satu
waktu itu saya baru saja masuk SMP ajaran tahun pertama......sangat 
berkesan,pertama kali pula mendengarkan suara keras dari cubs saya kira setara 
dengan 180db....atau diatas itu mungkin saja,karena penonton tidak bisa 
bercakap dengan orang disamping nya........sanga keras sekali.
tiket bekas milik kakak saya masih tersimpan rapi sampai hari in.

Saya merasakan tempo dalam Child in time seperti orang sedang ngewe 
bersanggama, yang umumnya dumulai dengan gerakan lambat pelahan lalu 
makin lama makin cepat dan makin liar sampai akhirnya berhenti setelah 
klimak. Terus relaksasi. Begitulah Child in time of Deep Purple yang 
saya rasakan  Saya kagum dengan orang bule gondrong tsb yang mampu 
membuat terangsang tanpa harus bicara selangkangan.
=Betul sekali,musik mereka bukan rock n'roll/pop yang kebanyakan saat ini
mereka mencapur adukan secara bebas bach dengan stowsky kadang2 brahms 
&blues,verdi&wagner atau borodin dengan chopen.....luar biasa,mereka juga 
bermain sama2 dengan royal/london philharmonik hampir tidak ada rokben waktu 
itu melampui apa yang mereka buat dalam dunia musik dieropa.



Back to topic, kembali ke lap…top.

Jika kematian masuk dalam ranah yang tak terpikirkan, maka ini berarti 
klaim klaim yang menyatakan ada kehidupan setelah kematian, atau ada 
dialog dialam kubur misalnya malaikat Munkar dan Nakir yang bertanya 
kepada si mati dengan pertanyaan " man robuka?, siapa tuhan mu?", 
menjadi tidak relevan.  Jika kematian masuk dalam wilayah yang 
takterpikirkan, maka tuhan pastilah masuk dalam wilayah yang tak 
terpikirkan juga. Namun nyatanya manusia tidak puas dengan keadaan ini, 
manusia mencoba menangkap yang tak terpikirkan ini, kedalam wilayah yang
terpikirkan, sehingga tidak heran manusia memberi sifat dua puluh dll 
(wujud, qidam, baqa dst), memberi nama (Alloh, Yehuwa dst).
=Disini ada 'Kemungkinan"serta panggilan untuk mengisi karunia kebebasan kita 
dalam arus waktu,kita harus memutuskan bagaimana mewujudkan
ke abadian nya,karena ada bnyak hal yang tidak di ketahui,maka dari itu kita 
harus mengambil keputusan2,dengan itu manusia dapat menciptakan 
eksistensinya,itu akan terjadi bersama orang lain;oleh sebab 
itu''komunikasi''penting sekali keinginan untuk berkomunikasi dengan sesama 
mendorong manusia untuk berfikir/berfilsafat

Ini berarti 
tuhan yang bersifat, tuhan yang bernama adalah bukan tuhan yang asli 
(yang tak terpikirkan), tetapi adalah tuhan yang sudah direduksi, tuhan 
yang telah didegradasi yaitu tuhan yang terpikirkan. Maka manusia bebas 
saja memberi nama tuhan, boleh Alloh, boleh Yehuwah, boleh Betara Guru 
dll. Dengan demikian klaim yang menyatakan bahwa bertuhan apa saja 
adalah sama atao beragama apa saja adalaha sama sebab kebenaran agama 
adalah relative (prularisme agama), menemukan pijakanya yang cukup 
kokoh, sehingga pandangan yang menyatakan hanya Islam agama yang paling 
sempurna gugur, bahwa hanya Yesus yang bisa menyelamtkan juga tertolak. 
Sebab menurut alur pikir ini tidak mungkin ada agama yang paling benar 
dan agama yang salah. Yang ada adalah semuanya sama benar.
=Tentu dalam situasi perbatasan(kematian,kegagalan,penderiataan)kita menyadari 
bahwa hidup kita&dunia kita tidak merupakan kenyataan terakhir,melainkan ada 
sesuatu yang lebih besar yang ''memuat''kita
''membawa''kita;transendensi atau ''keilahian''disini nama allah/tuhan
hanya merupakan suatu simbol yang menunjuk kan kepada ke-ilahian disemua 
nama&konsep.

Pandangan seperti ini pernah di tulis oleh eksistensialis German Karl 
Jasper yang mengatakan bahwa perjuangan mencari Allah adalah perjuangan 
mencari kebenaran yang di istilahkan sebagai liebender kampf, hasilnya 
adalah semua memperoleh kemenangan tidak ada yang dikalahkan. Karena itu
jika alur pikir ini bisa diterima oleh banyak pihak maka tidak perlu 
lagi kita ngotot untuk menganggap bahwa ada agama tertentu sebagai satu 
satunya kebenaran, sehingga hukum hukumnya harus dipatuhi oleh setiap 
orang.
=Disini Jaspers memberi tanda2/simbol yang disebut "Ciffer)atau"kekosongan"
tanda yang ditulis oleh ke ilahian dan yang "harus"disi oleh manusia sendiri 
disini juga segala "sesuatu"dapat merupakan wahyu dapat menjadi 'Chiffer'jejak 
dari yang transenden ini berlaku untuk alam sejarah sastra,seni,kitab 
suci,filsafat,mistik&theologi,tetapi terutama dalam situasi perbatasan"Rumus2 
dogmatik"harus dikembalikan kepada status semula "Chiffer"candi 
borobudur,kabah,jerusalem dll itu bagaimana simbol-simbol itu 
bekerja,memperlihat kan gambaran,simbol,perkataan&fikiran...akhir nya sampai 
pada kesunyian dan dapat berjumpa dengan yang "ilahi"itu. 

Bagaimana dengan sampeyan, apakah ada tambahan?, matur nuwun
=Buat saya "musik"dan "Puisi"lebih mampu membuka rahasia"ADA"
daripada ilmu pengetahuan&filsafat,para ahli ontologi berikir tentang ada
sedang kan para penyair/musikus memberikan "Nama"kepada"ADA"yang ilahi itu




Rahayu

--- On Tue, 4/26/11, Wong <[email protected]> wrote:

From: Wong <[email protected]>
Subject: [proletar] Zeppelin Say : the thought, the unthought and the 
unthinkable
To: [email protected]
Date: Tuesday, April 26, 2011, 10:23 PM







 



  


    
      
      
      Dalam posting yang lalu Pak Zeppelin bilang tentang tiga hal di atas, 
yang terpikirkan, yang tak terpikirkan dan yang tidak boleh dipikrkan, kematian 
meneurut beliau adalah salah satu yang masuk ke dalam wilayah yang tak 
terpikirkan



Sik sik sebentar, sampeyan senengnya dengan Led Zeppelin tah!?, nek saya kok 
senengnya dengan Deep purple. Apalagi lagu Child in time, lagu ini durasinya 
cukup panjang sekitar hampir dua belas menitan kalo gak salah. Temponya pertama 
tama lambat dimulai dengan betotan bass dem dem dem, di susul dengan tong tong 
ting tong tong ting bunyi keyboard masih dalam irama lambat, tidak lama 
kemudian barulah bunyi duk tak duk duk tak, suara drum ikut ber interaksi 
pertama tama irama lambat, tapi makin lama makin cepat apa lagi ketika Ian 
Gillan meraung uuuu uuuuu, uuuu uuu u, musik makin kenceng dan makin liar, 
terutama melodinya itu terasa liar sekali, lalu tiba2 musik berhenti tingal 
suara2 melody, bas dan keybord saling beresonansi sampai akhirnya melemah lalu 
menghilang. kemudian musik dimulai lagi dengan irama lambat.



Saya merasakan tempo dalam Child in time seperti orang sedang ngewe 
bersanggama, yang umumnya dumulai dengan gerakan lambat pelahan lalu makin lama 
makin cepat dan makin liar sampai akhirnya berhenti setelah klimak. Terus 
relaksasi. Begitulah Child in time of Deep Purple yang saya rasakan  Saya kagum 
dengan orang bule gondrong tsb yang mampu membuat terangsang tanpa harus bicara 
selangkangan.



Back to topic, kembali ke lap…top.

Jika kematian masuk dalam ranah yang tak terpikirkan, maka ini berarti klaim 
klaim yang menyatakan ada kehidupan setelah kematian, atau ada dialog dialam 
kubur misalnya malaikat Munkar dan Nakir yang bertanya kepada si mati dengan 
pertanyaan " man robuka?, siapa tuhan mu?", menjadi tidak relevan.  Jika 
kematian masuk dalam wilayah yang takterpikirkan, maka tuhan pastilah masuk 
dalam wilayah yang tak terpikirkan juga. Namun nyatanya manusia tidak puas 
dengan keadaan ini, manusia mencoba menangkap yang tak terpikirkan ini, kedalam 
wilayah yang terpikirkan, sehingga tidak heran manusia memberi sifat dua puluh 
dll (wujud, qidam, baqa dst), memberi nama (Alloh, Yehuwa dst). Ini berarti 
tuhan yang bersifat, tuhan yang bernama adalah bukan tuhan yang asli (yang tak 
terpikirkan), tetapi adalah tuhan yang sudah direduksi, tuhan yang telah 
didegradasi yaitu tuhan yang terpikirkan. Maka manusia bebas saja memberi nama 
tuhan, boleh Alloh, boleh Yehuwah, boleh Betara
 Guru dll. Dengan demikian klaim yang menyatakan bahwa bertuhan apa saja adalah 
sama atao beragama apa saja adalaha sama sebab kebenaran agama adalah relative 
(prularisme agama), menemukan pijakanya yang cukup kokoh, sehingga pandangan 
yang menyatakan hanya Islam agama yang paling sempurna gugur, bahwa hanya Yesus 
yang bisa menyelamtkan juga tertolak. Sebab menurut alur pikir ini tidak 
mungkin ada agama yang paling benar dan agama yang salah. Yang ada adalah 
semuanya sama benar.



Pandangan seperti ini pernah di tulis oleh eksistensialis German Karl Jasper 
yang mengatakan bahwa perjuangan mencari Allah adalah perjuangan mencari 
kebenaran yang di istilahkan sebagai liebender kampf, hasilnya adalah semua 
memperoleh kemenangan tidak ada yang dikalahkan. Karena itu jika alur pikir ini 
bisa diterima oleh banyak pihak maka tidak perlu lagi kita ngotot untuk 
menganggap bahwa ada agama tertentu sebagai satu satunya kebenaran, sehingga 
hukum hukumnya harus dipatuhi oleh setiap orang.



Bagaimana dengan sampeyan, apakah ada tambahan?, matur nuwun



Rahayu





    
     

    
    


 



  






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke