http://www.suarapembaruan.com/home/kamerawan-al-jazeera-mau-diperiksa-polisi-terkait-bom-gading-serpong/6174


Kamerawan Al Jazeera Mau Diperiksa Polisi Terkait Bom Gading Serpong
Jumat, 29 April 2011 | 15:47

[JAKARTA] Kamerawan Al Jazeera yang bertugas di Indonesia berinisial B 
direncanakan diperiksa Polri terkait aksi rencana aksi teror peledakan bom di 
dekat Gereja Christ Chatedral, Summarecon Gading Serpong, Tangerang, Banten 
hari Kamis (21/4).   

"Penyidik berencana memeriksa sebagai saksi terkait rencana aksi teror," kata 
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di 
Jakarta, Jumat (29/4).   

Kombes Boy mengatakan bahwa informasinya B, menolak penawaran tersangka Imam 
Firdaus, salah satu kamerawan stasiun TV swasta. "Pernah bertemu beberapa 
kali," kata Kabag Penum.   

Saat ini ada 17 tersangka aksi teror yang ditahan adalah Pepi Fernando, Hendi 
Suhartono alias Jakau, Febri Hermawan, Mugianto, Ade Guntur, Darto, Irman, M. 
Maulana Sani, Fajar Dwi Setyo, Watono, Jumi Kurniawan, Rifki, M. Syarif, M. 
Fadli, Deni Carmelita, Imam M. Firdaus dan Watun Maulana.   

Polri menduga otak pelaku aksi teror tersebut adalah Pepi pernah bergabung 
dengan NII pada tahun 1998 lalu keluar.   Pepi adalah sarjana strata satu 
lulusan jurusan Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri 
Syarif Hidayatullah Ciputat tahun 2001.   

Suami dari tersangka Deni Carmelita ini lahir di Sukabumi pada 10 Desember 
1979.   

"Pepi bekerja sebagai penulis buku dan skenario film," kata Boy.   

Mabes Polri menduga Pepi sebagai otak pelaku rencana aksi teror peledakan bom 
di dekat Gereja Christ Chatedral, Summarecon Gading Serpong, Tangerang, Banten. 
  

"Pepi mahir merakit bom," kata Boy.   

Polisi menangkap Pepi di Aceh, Kamis (21/4), serta dua tersangka termasuk 
jaringan teroris yakni Hendi Suhartono dan Muhammad Fadil.   Densus telah 
menemukan bahan peledak saat menggeledah rumah milik otak pelaku aksi teror, 
Pepi, di Komplek Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat pada hari Sabtu (23/4).   

Boy menuturkan barang bukti berupa satu unit granat nanas, campuran bahan 
peledak diameter tiga centimeter, "cashing" bom model roket belum terisi bahan 
peledak, "cashing" bom siap jadi, lima kaleng bom termasuk satu wadah siap 
ledak terisi bahan peledak.   Selanjutnya, dua adonan bahan peledak sudah jadi, 
satu unit solder, potongan pipa besi dan jam dinding. [Ant/L-9]  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke