http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=25117
Senin, 2 Mei 2011 NASIONAL Partai Demokrat Disebut Sumbang Al Zaytun US$ 10 Ribu JAKARTA (LampostOnline): Ketua Umum, Sekjen, beserta petinggi Partai Demokrat mendatangi Ponpes Al Zaytun, Indramayu, beberapa waktu lalu. Mereka menyumbang dana cuku besar, US$ 10 ribu. "Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dan Sekjen PD ke Al Zaytun, mereka memberikan sumbangan sebesar US$ 10 ribu," ujar Menteri Peningkatan Produksi NII KW 9 tahun 1997-2003, Imam Supriyanto, saat diterima Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2-5). Imam menuturkan, uang tersebut diserahkan Anas langsung kepada pemilik Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang. Tujuan pemberian sumbangan tersebut sebagai bentuk perhatian PD dalam acara safari ke pesantren tersebut. "Diserahkan langsung oleh Anas," tuturnya. Sebelumnya diberitakan Imam mengungkap sejumlah fakta baru yang tergolong fantastis. Menurutnya kader NII yang dibaiat oleh Panji Gumilang telah sukses menyusup ke tubuh Golkar dan PD. Salah seorang penyusup tersebut adalah elite partai Golkar di tingkat Indramayu. Dia adalah anggota DPRD Golkar tingkat II Indramayu. DTC/L-1 ++++ http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=25115 Senin, 2 Mei 2011 NASIONAL Muhammadiyah: NII KW 9 Seperti MLM JAKARTA (LampostOnline): Perekrutan kader NII KW 9 menggunakan sistem multi level marketing (MLM). Perekrut terbanyak akan memperoleh keuntungan. "Tidak ada namanya ajaran agama dilakukan eksklusif, sembunyi-sembunyi. Kita nyebutnya seperti MLM di mana ada sistem merekrut. Perekrut terbanyak memperoleh keuntungan," ujar Ketua Harian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Arisman Muchtar di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2-5). Muhammadiyah mengusulkan penyuluhan kepada mahasiswa sasaran NII KW 9. "Paling tidak menjelaskan dan mengenalkan ciri aliran sesat seperti NII itu seperti apa," imbuh dia. Mahasiswa, lanjut Arisman, tidak boleh terjebak dengan gerakan NII KW 9. Harus ada sosialisasi tentang bahayanya gerakan itu. "Gerakan terselubung yang tidak bisa terdeteksi seberapa besarnya. Ini gerakan underground dan kita tidak tahu jaringannya seperti apa. Tai kami sendiri belum melakukan riset pribadi. Tapi memang banyak analisanya ke arah sana," tutur Arisman [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
