Refleksi : Apa komentar netters yang pandai kitab terhadap keterangan dibawah ini? :
ttp://www.pikiran-rakyat.com/node/143727 Asumsi Terjemahan Al Quran Picu Aksi Terorisme, Tidaklah Tepat Senin, 02/05/2011 - 19:44 JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Agama RI menilai hingga saat ini belum pernah menemukan tafsir maupun terjemahan Al Qur'an yang cenderung berkaitan dengan maraknya terorisme. Sehingga asumsi terjemahan Al-Qur'an memicu aksi terorisme, tidaklah tepat. Hal itu dikemukakan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Qur'an H. Muhammad Shohib di Gedung Kementerian Agama Jln. M.H Thamrin, Jakarta, Senin (2/5). "Hingga saat ini bernah kami temukan tafsir yang cenderung mengarah ke terorisme, sejauh yang kami pantau," kata Muhammad Shohib didampingi Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof. Dr. Abdul Djamil, Prof. Dr. KH. Ali Musthafa Ya'qub (Imam Besar Masjid Istiqlal). Muhammad Shohib mengatakan jumlah tafsir Al Quran di Indonesia saat ini ratusan jumlahnya, terdiri dari berbagai bahasa. Dari jumlah yang banyak itu, tidak ada satu pun yang dikaitkan dengan terorisme. Adapun Kepala Bidang Pengkajian Al-Quran Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran Dr H. Muhlis Hanafi mengatakan adanya tudingan bahwa Kementerian Agama membuat kesalahan terjemahan Al-Quran yang berkontribusi besar dalam menyemai bibit terorisme, adalah tudingan yang tidak tepat. Muhlis Hanafi menjelaskan, asumsi terjemahan Al-Quran memicu aksi terorisme tidaklah tepat. Sebab, selain mengingkari karakter terjemahan yang memiliki keterbatasan yang ada padanya, juga mengabaikan fakta. Penyebabnya bukan terjemahannya, tetapi pemahaman terhadap teks-teks keagamaan secara parsial, sempit dan sikap tidak terbuka terhadap berbagai perbedaan pandangan keagamaan. "Bila benar terjemahan sedemikian rupa yang menjadi pemicu aksi kekerasan dan basis ideologi teroris, maka tentu jumlah teroris akan lebih banyak dari yang ada sekarang. Mayoritas penduduk Indonesia akan menjadi teroris, sebab mereka mengandalkan pemahaman Al-Quran dan terjemahan, dan terjemahan Al-Quran dengan pendekatan seperti ini sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka," kata Muhlis. Terkait dengan terjemahan Al-Quran dan terorisme itu, Muhlis juga menjelaskan bahwa Amir Majelis Muhahidin pernah mengirim surat kepada Menteri Agama pada Agustus 2010 lalu. Isinya, terjemahan Al-Quran Kemenag banyak kesalahan. Kesalahan itu sangat fatal dan kontorversial karena terkait masalah akidah, syariah, ekonomi, kesalahan tata bahasa dan lainnya. Imam Besar Masjid Istiqlal K.H Ali Musthafa Ya'qub menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi pun bisa dianggap berkontribusi menyemai bibit terorisme. Pasalnya, setiap tahun mencetak terjemahan tersebut dalam jumlah besar dan sebagian dibagikan kepada sekitar 210.000 haji Indonesia. Padahal lembaga yang mencetaknya (Mujamma' al-Malik Fahd) dikawal oleh para ulama yang sangat berkompeten dalam masalah Al-Quran. "Faktanya adalah para teroris berjumlah minoritas, bahkan mungkin bisa dihitung jari. Pada umumnya mereka antipemerintah termasuk antiterjemah Al-Quran yang diterbitkan oleh pemerintah," kata Ya'qub. (A-130/das)** [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
