Dana Kurang, Kendala Utama Pembinaan Mualaf
Sabtu, 30 April 2011 23:49 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pembinaan mualaf hingga kini ternyata masih 
terganjal masalah dana. Kementerian Agama selaku otoritas tertinggi pembinaan 
umat tidak bisa berbuat banyak lantaran anggaran yang dialokasikan melalui 
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjen Bimas 
Islam) sangat minim.

"Selama ini dana pembinaan mualaf sudah diberikan kepada masing-masing lembaga 
Pembina tapi terbilang kecil," papar Direktur Penerangan, Kementerian Agama, 
Ahmad Djauhari kepada republika.co.id, Kamis Sore (28/4).

Djauhari menjelaskan selama ini saja, para penyuluh agama hanya mendapatkan 
dana sebesar 40 ribu rupiah, lalu meningkat menjadi 100 ribu rupiah dan 
terakhir sudah mencapai 150 ribu rupiah. Namun, lantaran sudah menjadi komitmen 
mereka untuk melayani umat, kondisi itu mereka terima apa adanya. "Jika saja, 
dana pembinaan diberikan 1 triliun rupiah saja, saya optimis dalam 5 tahun ke 
depan, umat akan berubah," kata dia.

Ke depan, kata Djauhari, saat lembaga pembinaan terpusat dari satu wadah, dana 
yang dialokasikan tentu akan lebih besar. Sebab, selama ini, dana tersebut 
terlihat kecil lantaran terpisah-pisah melalui sejumlah lembaga Pembina.

Ia berharap, melalui pemusatan pembinaan dengan rangkaian program terpadu, dana 
yang diberikan akan menunjukan manfaat yang nyata. "Anggaran sudah disiapkan. 
Ya, sedari awal, kami menginginkan bantuan dana yang diberikan terpusat," kata 
dia yang menolak menyebutkan jumlah anggaran tersebut.

Disinggung soal Lembaga Amil dan Zakat, Djauhari menyatakan harapannya agar 
lembaga-lembaga amil dan zakat bisa bersinergi dengan lembaga pembinaan mualaf.

Secara terpisah, Pendiri Pesantren Pembinaan Muallaf Annaba' Center, Syamsul 
Arifin Nababan,  yang juga anggota Forum Komunikasi Lembaga Pembina Mualaf 
Indonesia, menyatakan anggaran yang disiapkan membentuk Pusat Pembinaan Mualaf 
Indonesia (PPMI) mencapai 300 juta.

Dana itu dialokasikan untuk kegiatan pembinaan para mualaf dari tingkat pusat 
hingga daerah. "Kami diamanatkan kemenag untuk mengelola dana 300 juta untuk 
dipergunakan dalam pembinaan mualaf, " kata dia.

Nababan menyatakan dilihat dari besaran dana yang diberikan, sudah pasti sangat 
kurang. Meski demikian, pembentukan wadah pembinaan tidak bisa ditunda lagi. 
Lagi pula, kata dia, kelak, kekurangan dana itu bisa menjadi perhatian dari 
lembaga amil dan zakat untuk menyalurkan bantuannya. "Sinergi dengan lembaga 
amil dan zakat sangat penting. Karena itu, akan dibicarakan kemudian ketika 
PPMI terbentuk," ujarnya.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke