Pasca Terbunuhnya OBL, Pakistant Terkena Sanksi Ekonomi Berhasil dibunuhnya Osama bin Laden ternyata menyingkap banyak hal yang sebelumnya disembunyikan pemerintah Pakistant. Ratusan milyard dollar bantuan ekonomi Amerika kepada Pakistant yang dilanda pengangguran 95% ini, ternyata digunakan untuk menyembunyikan dan melindungi Osama bin Laden dikomplek militer kira2 60 km diutara Islamabad ibukota Pakistant.
Pemerintah Amerika telah memutuskan untuk menangguhkan semua bantuan ekonomi kepada Pakistant hingga pemerintah ini bisa memberikan keterangan yang jelas dan benar atas sebab musabab ketidak tahuannya tentang Osama bin Laden yang bersembunyi di komplek militer yang dilindungi negara tsb. Sanksi ekonomi yang akan dikenakan kepada Pakistant ini akan juga diikuti semua negara2 Eropa, terutama Inggris. Masa depan yang gelap telah menyelimuti pemerintahan Pakistant sekarang ini, dan ditambah lagi persoalan India yang akan menuntut balas atas serangan terorist dari Pakistant akan kembali mendorong pemerintah India apabila proteksi Amerika terhadap Pakistant mengendor. Dunia akhirnya sadar, negara syariah yang banyak dibantu ekonomi dan keamanannya ternyata membohongi dunia, negara ini justru tempat berlatih, berlindung, dan markas besar terorist diseluruh dunia. Kita tidak perlu mendengar apa yang dikatakan pemerintah Pakistant, kita hanya berpegang kepada fakta2 apa yang telah disodorkan Pakistant dalam menyebarkan kebohongan2nya selama ini. Juga tidak benar berita2 yang tersebar di-negara2 Islam se-olah2 team-6 yang mengejar OBL ini telah memerintahkan agar OBL menyerah tapi karena melawan maka ditembak. Berita yang benar adalah berita yang dijelaskan oleh pemimpin komando team-6 ini, yaitu, bahwa Osama tidak diminta menyerah, melainkan langsung ditembak sewaktu dia berlindung dibelakang tameng seorang wanita yang kemudian juga tewas. Team-6 adalah team pembunuh bukan team penangkap, jadi tidak ada rencana untuk menangkap Osama bin Laden hidup2. "kami diperintahkan untuk eksekusi bukan capture ataupun menculiknya". Jadi tidak ada perintah atau niat menangkap OBL, begitu teridentifikasi pasti, langsung ditembak team-6 ini kemudian mayatnya diangkut langsung kekapal induk untuk difoto, diambil sampel darah dan DNA=nya kemudian mayatnya dibuang kelaut. Jadi kematian OBL sudah tidak lagi menjadi issue disini, melainkan tanggung jawab dan peranan Pakistant yang sekarang menjadi sorotan dunia karena melindungi dan menyembunyikan Osama bin Laden selama lebih dari 5 tahun. Pakistant sekarang pun sudah bangkrut dilanda korupsi akbar secara berjamaah yang terbesar didunia sekarang ini. Bisa dibayangkan sanksi ekonomi yang dihadapinya kemudian akan betul2 menjerumuskan negeri ini kedalam ajang saling membunuh antar sesama muslimin se-mata2 untuk mempertahankan nafas masing2. Pakistant sekarang pun sudah terisolasi, dan akan diisolasi dunia dengan larangan berkunjung kenegara ini, disamping semua pengunjung dari Pakistant keluar negeri ini juga akan dikenakan larangan yang berkepanjangan. SBY dan Indonesia harus belajar dari kejadian di Pakistant, melindungi FPI sama seperti melindungi OBL, ke-dua2nya adalah terorist, ditambah lagi negara ini membiayai operasi NII yang kesemuanya bertujuan untuk memusuhi dunia dan akan dimusuhi seluruh dunia. Dana yang diberikan Amerika kepada Densus 88 nantinya akan terbukti hanya di-bagi antar pejabat tertinggi dan kepada para personel jendral2 yang ikut serta dalam sandiwara ini. Kita hanya tunggu tanggal mainnya saja karena semua bukti sudah diketahui dunia bahwa SBY terlibat dalam terorisme di Indonesia Timur, terlibat pembantaian rakyat Timor Leste, dan komandan langsung yang memberi perintah penembakan 4 wartawan Australia disamping berbagai keterlibatannya dalam penculikan maupun pembunuhan tokoh2 masyarakat seperti halnya Munir, umat Jemaah Ahmadiah dlsb. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
