* WANITA dalam ISLAM (Ep 40)
        * Hubungan Pernikahan (Ep 39)
        * TERORISME dalam ISLAM (Ep 38)
        * DAMAI KRISTUS dan TERORISME MUHAMMAD (Ep 37)
        * Persyaratan disebut Rasul (Ep 36)
        * Keberatan terhadap Perang dalam Kekristenan dan Perang dalam Islam 
(Ep 35)
        * Posisi Kekristenan terhadap Minuman Keras (Ep 34)
        * Keberatan Terhadap Injil (Ep 33)
        * Keberatan dari Lagu dalam Kidung Agung (Ep 32)
        * Kesalahan yang dicurigai dalam Alkitab (Ep 31)
WANITA dalam ISLAM http://conversationwithmuslim.wordpress.com


Muhammad: Pemirsa yang saya 
kasihi, selamat datang pada episode baru program kami “Questions About 
Faith”, bersama tamu yang kami hormati, Bapak Pendeta Zakaria Boutros. 
Selamat datang.

Pendeta Zakaria: Terima kasih.

Muhammad: Pemirsa, pada 
episode yang lalu, kita telah berdiskusi tentang hubungan pria dengan 
istrinya. Dan pada episode kali ini, kita akan membicarakan hal mengenai status 
wanita dalam Islam dan status wanita dalam Kekristenan. Seperti 
yang Alkitab katakan: “Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan 
tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.” Maka keduanya 
diperlakukan sama, seperti yang dijelaskan Alkitab. Saya pribadi ingat 
dari masa lalu saya bahwa kaum perempuan dihormati dalam Islam, dan 
Islam menghormati kaum perempuan. Apakah ini benar? Menurut pendapat 
Anda dan menurut apa yang telah Anda pelajari, apakah Islam menghormati 
kaum perempuan atau tidak?
Pendeta Zakaria : Untuk 
dapat menjawab pertanyaan seperti itu, kita harus merujuk pada buku-buku 
referensi, sehingga kita dapat mengetahui apa yang mereka katakan 
mengenai perempuan, kemudian kita dapat membuat suatu penilaian yang 
benar, dan bukan penilaian yang dangkal. Namun sebelum saya mulai 
berbicara tentang posisi perempuan dalam Islam, di awal Anda sudah 
menunjukkan posisi perempuan dalam Kekristenan. Jadi, saya akan mulai 
dengan berbicara tentang perempuan dalam Kekristenan. Ketika Allah 
menciptakan perempuan, yaitu Hawa, Dia menciptakannya dari tulang rusuk 
Adam. Tuhan tidak menciptakannya dari bagian kepalanya, sehingga 
perempuan itu akan menguasainya. Dia tidak juga menciptakannya dari 
bagian kakinya , sehingga ia tidak menginjak-injak perempuan itu dengan 
sepatunya. Melainkan Tuhan menciptakannya dari tulang rusuknya, agar 
menjadi sama dengannya (Adam) dan berada pada level yang sama seperti 
Adam. Dan ayat yang Anda kutip di awal program ini, membuktikan hal yang sama, 
“Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada 
laki-laki tanpa perempuan.” Mereka sama di hadapan Tuhan. Itu adalah maksud 
dari ayat tersebut. 
Kehormatan perempuan dalam Kekristenan sangat terkenal. Perawan Maria 
adalah seorang perempuan, dan lihat betapa dia dihormati, dimuliakan dan 
ditinggikan. Dia dianggap sebagai wanita perempuan terhormat dan suci. 
Dalam Alkitab juga ada nabiah-nabiah seperti nabiah Deborah, nabiah 
Miriam, kakak dari Harun yang juga adalah seorang nabiah. Kemudian ada 
juga hakim-hakim perempuan seperti Deborah, juga ada para penginjil 
perempuan seperti Phoebe. Jadi, dalam Kekristenan, perempuan 
diperlakukan sama berdiri seperti laki-laki, dalam kehormatan, status 
dan posisi. Dan dia juga diberikan hormat dan penghargaan. Perempuan 
dalam Kekristenan bukan merupakan suatu komoditi untuk hiburan, 
kesenangan atau kenikmatan bagi kaum laki-laki. Melainkan ada misteri 
yang mengikat keduanya, dan sebenarnya bagaimana hal itu dapat terjadi? 
Semuanya itu berawal ketika seorang laki-laki menerima Kristus dalam 
hidupnya, sehingga dia menjadi berharga, dan begitu juga dengan seorang 
perempuan yang menerima Kristus dalam hidupnya, diapun sama berharganya. Oleh 
karena itu, ikatan diantara keduanya dibangun atas dasar saling 
menghormati, saling menghargai, saling mengasihi dan saling berkorban. 
Apakah anda ingin saya membacakan kepada Anda satu kalimat pendek dari 
Alkitab, untuk memperlihatkan posisi perempuan dan ikatan suci yang 
dimiliki perempuan dengan laki-laki? Dalam surat Efesus pasal 5, 
dikatakan sebagai berikut: “Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti 
kepada Tuhan.” Jadi Alkitab mendorong perempuan untuk tunduk kepada 
suaminya. Tetapi apa yang diperintahkan Alkitab bagi para suami? 
Sekarang kita lihat apa yang dikatakan Alkitab, “Hai suami, kasihilah 
isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah 
menyerahkan diriNya baginya.”  Itu artinya, Dia telah mengorbankan 
diriNya sendiri bagi dia (perempuan), “untuk menguduskannya, sesudah Ia 
menyucikannya … dan seterusnya.” Dan kemudian diulangi kembali: 
“Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya 
sendiri.” Dan diakhir dikatakan: “Bagaimanapun juga, bagi kamu 
masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan 
isteri hendaklah menghormati suaminya.” Jadi, Alkitab memerintahkan kaum 
laki-laki sebanyak 3 kali untuk mengasihi dengan pengorbanan dan 
memerintahkan kaum perempuan juga sebanyak 3 kali untuk mengasihi dengan 
kepatuhan. Kasih dengan pengorbanan dan kasih dengan kepatuhan akan 
mendatangkan keselarasan, persesuaian dan kesatuan. Ini adalah secara 
singkat tentang piosisi perempuan dalam Kekristenan. Dan untuk 
mengetahui posisi wanita dalam Islam, kita harus kembali kepada buku-buk 
referensi Islam dan melihat apa yang mereka katakan tentang hal ini. 
Dalam Saheeh Al Bokhary, mengenai hal menstruasi, nabi berkata tentang 
perempuan, adalah bahwa mereka “kurang dalam kecerdasan, kesalehan dan 
agama”. Oleh karena itu menurut pandangan saya , hal ini menurunkan 
derajat perempuan. Hal ini sangat jelas, kecuali bila artinya menunjukan 
sesuatu yang lain.
 
Muhammad: Tidak, pengertiannya sudah  jelas.

Pendeta Zakaria: Artinya jelas, “kurang dalam kecerdasan, kesalehan dan agama”. 
Namun mengapa? Itu pertanyaannya. Mengapa? Itu pertanyaan yang benar. Dan 
sekarang saya 
dapat menjelaskan mengapa. Karena perempuan tidak memiliki status yang 
sama dengan kaum laki-laki. Jika saya boleh mengatakan demikian, 
perempuan dalam Islam karena kaum laki-laki, dan itulah mengapa dia 
tidak memiliki hak dalam banyak hal.
 
Muhammad: Itu adalah kesimpulan Anda sendrii, kesimpulan Anda secara pribadi? 
Ya, berdasarakan apa yang telah saya baca. Berdasarkan apa  yang Anda baca?

Pendeta Zakaria: Dari 
buku-buku. Sebagai contoh, Surat 2 (Al Baqara) ayat 282 menyatakan bahwa 
perempuan tidak sama dengan laki-laki dalam hal memberikan kesaksian. 
Dua orang saksi cukup untuk memberikan kesaksian mereka. Hal itu benar, 
hanya jika mereka adalah laki-laki. Bagaimana jika ada seorang 
perempuan? Tidak, dalam kasus ini, dua orang perempuan menggantikan satu orang 
laki-laki. Jadi, ini adalah dua orang perempuan untuk satu 
laki-laki.
OK. Apakah itu berarti bahwa kita dapat 
menggantikan dua orang laki-laki dengan 4 orang perempuan? Tidak, harus 
ada satu orang laki-laki diantara mereka. Jadi, posisi 
perempuan disini sehubungan dengan menjadi seorang saksi, kesaksiannya 
diterima hanya setengah dari kesaksian dari seorang laki-lak. 
Benar, setengah dari kesaksian seorang laki-laki.

Dan bagaimana tentang hal warisan? Bagaimana ketetapan bagi perempuan dalam hal 
warisan?  Sama saja. Seorang perempuan menerima warisan setengah dari jumlah 
yang diterima seorang laki-laki. Hal ini persis seperti yang tertulis dalam 
Surat 4 (An Nisa) ayat 11. Surat 4 (An Nisa) ayat 11.
Ini menunjukkan satu posisi yang sangat 
buruk, tetapi mengapa? Mengapa seorang perempuan harus diturunkan nilai 
dan derajatnya seperti itu? Tentu saja mereka mengatakan hal itu, dengan 
demikian warisan tidak akan hilang dari keluarga. Mengapa dia tidak 
mendapatkan haknya? Bagaimanapun juga, Anda dapat melihat bahwa tidak 
ada kesamaan atau keseimbangan sehubungan dengan perempuan. Perempuan 
dalam Islam, sejauh yang saya dapat lihat dalam semua buku-buku 
referensi ini, memiliki sebuah posisi yang sangat dipertanyakan.  
Perempuan muslim harus berkerudung. Mengapa Anda tidak mengerudungi kaum 
laki-lakinya? Mengapa Anda hanya mengerudungi kaum perempuannya? Dan 
tentu saja hal ini ada di dalam Surat 33 (Al Ahzab) tentang mengerudungi 
perempuan dan hal ini dilakukan atas rekomendasi Omar Ibn Al Khatab 
yang berkata kepada utusan, “Keduanya baik yang berbudi dan yang tidak 
berbudi cocok menjadi istri-istrimu, namun mereka harus dikerudung.” Dan 
begitulah ayat tersebut dinyatakan. Dan terhadap hal ini Omar Ibn Al 
Khatab memberikan arahan seperti yang dikatakannya, “Tuhan ku setuju 
denganku dalam tiga hal, dan salah satunya adalah hal berkerdung. 
Perempuan harus berkerudung, yaitu, untuk mencegah …………………………” Benarkah 
demikian? Ini adalah hal yang paling aneh yang pernah saya baca. Dalam 
Saheeh Al Bokhary, buku tentang (sholat), hal yang paling aneh yang 
pernah saya baca, sebuah tradisi mengatakan bahwa perempuan seperti 
seekor anjing dan keledai, karena mereka membatalkan sholat.
 
Muhammad: Astaga!
Pendeta Zakaria: Perempuan sama dengan seekor anjing dan keledai, yang 
membatalkan sholat. Jika 
seseorang menyentuhnya sebelum melaksanakan sholatnya, wudhu seorang 
laki-laki ditarik kembali dan dia harus kembali membersihkan dirinya 
sekali lagi. Apakah Anda memiliki bukti akan pernyataan Anda? Ya, dalam Saheeh 
Al Bokhary, buku tentang sholat. Hal itu ada didalam 
Saheeh Al Bokhary. Hal-hal seperti itu akan membuat Anda ingin tahu 
mengapa. Apakah kaum perempuan Muslim pernah memikirkan perihal posisi 
mereka? Pernahkah dia memikirkannya? Apakah dia menerima status seperti 
itu? Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Apa yang dapat dia lakukan? Dia 
tidak bisa berbuat apa-apa. Ada hal yang lebih dari semua ini, temanku 
yang kukasihi. Anda tahu, saya merasa sedih ketika membaca hal ini, 
karena perempuan juga diciptakan sesuai dengan citra Allah, yang dengan 
cara yang sama Dia menciptakan laki-laki. Perempuan juga memiliki nilai, 
kehormatan dan perasaan-perasaan. Hal ini benar-benar mendukakan hati. Dapat 
Anda bayangkan, bahwa dalam Surat 4 (An Nisa) ayat 15 dan 35, seorang 
suami boleh menghukum istrinya dengan memukul, meninggalkannya, dan 
memasukannya ke dalam penjara hingga dia mati. Oleh karena satu alasan atau 
tanpa alas an? Apapun situasinya, temanku yang mulia. Memang ada orang yang 
tidak melakukan satu kesalahanpun  selama hidupnya? Setiap orang berdosa.  
Benar, semua orang berdosa. Namun masalahnya adalah jika kesalahan ini 
adalah karena suatu sikap atau suatu gaya hidup, atau apakah ini tidak 
sengaja dan hanya kebetulan? Dan selama kita hidup, kita belajar. Dan kalimat 
yang Anda sebutkan tadi adalah dari Surat 4 (An Nisa) ayat 15 dan 35. Sehingga 
dia dapat menghukumnya dengan memukul. Saya ingat dengan Imam dari 
sebuah mesjid di Spanyol. Bulan lalu, hal ini menjadi suatu hal yang 
besar. Dia menulis sebuah buku yang di dalamnya dia mengatakan …. Dia 
memberikan potongan-potongan nasehat kepada kaum laki-laki Muslim, bahwa untuk 
memenuhi ayat ini, mereka harus memukul istri-istri mereka dengan tongkat yang 
lunak, dan memukulnya pada tempat-tempat yang tidak akan 
meninggalkan bekas. Benar-benar nasehat yang mengerikan. Kemudian orang itu 
diadili, dihukum dan dimasukkan ke dalam penjara. Dapatkah 
anda percaya terhadap manipulasi tersebut? Tetapi mengapa? Kita hidup di abad 
21 sekarang ini. Mengapa? Disini ada satu pertanyaan serius. 
Apakah hukum-hukum Islam menerapkannya kepada semua generasi, atau 
apakah situasi masa sekarang sama persis dengan masa nabi Muhammad, 
ketika Quran diturunkan setahap demi setahap dengan maksud Quran dapat 
mengembangkan aturan-aturannya, dan karenanya pencabutan ayat 
diaplikasikan – bila hal ini terjadi – lalu Anda melakukan hal itu, dan 
ketika satu situasi baru datang, mereka datang dengan sebuah solusi yang 
berbeda? Lalu, apakah kita di masa sekarang ini sedang dalam kebutuhan 
akan ayat-ayat baru untuk membatalkan ayat-ayat yang lama, yang 
menyatakan bahwa dunia telah berubah, situasi telah berbeda, dan wanita 
sekarang pergi keluar rumah dan bekerja, dan lain sebagainya? Sebuah 
pertanyaan. Ya, sebuah pertanyaan utama yang memerlukan sebuah jawaban.  Betul, 
temanku yang mulia. Dan kemudian hal yang aneh ini, dalam Surat 4 (An Nisa) 
ayat 24, mengatakan bahwa perempuan dibicarakan sebagai 
sebuah komoditi. Untuk tujuan kenikmatan, seorang laki-laki harus 
membayar perempuan itu sebagai upah kenikmatan yang diberikannya. Bagi 
kenikmatan yang diperolehnya dari seorang perempuan, kaum laki-laki 
memberinya upah. Anda disini sedang berbicara tentang  pernikahan untuk 
kesenangan?
Pernikahan untuk kesenangan , tepatnya.
 
Muhammad: Pernikahan untuk 
kesenangan memiliki ketetapannya sendiri. Yaitu jika seorang laki-laki 
melakukan perjalanan jauh, daripada melakukan perzinahan, lebih baik 
baginya untuk menikah.
Pendeta Zakaria: Saya 
berharap itu adalah sebuah pernikahan. Namun, itu bukanlah sebuah 
pernikahan bila seorang laki-laki memberikan seorang perempuan beberapa 
uang dollar untuk beberapa jam atau beberapa hari selama dia bersama 
perempuan tersebut. Anda mengerti maksud saya? Sehingga masalahnya 
adalah masalah moral. Dan dimanakah aspek dari ikatan pernikahan yang 
suci itu sendiri, ikatan suci antara Anda dan orang yang Anda nikahi? 
Bukankah pernikahan pada awalnya merupakan suatu sakramen yang suci? Dan apakah 
itu didasarkan atas respek bagi ikatan antara suami dan istri? 
Lalu mengapa kaum perempuan tidak diberikan hak yang sama seperti kaum 
laki-laki? Maksud saya, seorang laki-laki dapat menikahi “dua atau tiga 
atau empat, ditambah dengan siapa saja tangan kanannya mengontrol”? Bila ada 
kesederajatan dengan perempuan, mengapa tidak ada sebuah ayat yang 
menyatakan bahwa perempuan juga diijinkan menikahi dua, tiga dan empat 
laki-laki, ditambah dengan siapa saja tangan kanannya mengontrol? Itu 
bila ada kesetaraan dengan kaum perempuan. Tentu saja hal itu tidak mungkin, 
namun bagaimana tentang ….?  Sebentar …, maafkan saya. Bila hal itu tidak 
mungkin bagi seorang 
perempuan, itu juga tidak mungkin bagi seorang laki-laki. Dikatakan 
tidak mungkin, bukan berarti hal itu berlalu begitu saja. Tidak. 
Dimanakah keadilan? Jika keadilan mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin bagi 
seorang perempuan, tidak mungkin juga bagi seorang laki-laki. 
Menjadi seorang laki-laki bukan berarti memberinya lebih banyak hak. Dan itu 
tidak mungkin. Silahkan lanjutkan.
 
Muhammad: Ya. Anda benar. Bagaimana juga dengan masalah perceraian? 
Pendeta Zakaria: Dalam Islam hal ini sudah dikenal …. Dan juga dalam 
Kekristenan, kami ingin mengetahui nya dari kedua pihak. Sejauh ini, 
Kekristenan sangat peduli, dimana Kristus sendiri mengatakan, 
“Siapa saja yang menceraikan istrinya dengan alasan apapun keculai 
perzinahan, menyebabkan istrinya melakukan perzinahan.” Bila dia 
menceraikan istrinya, dia membiarkannya menikahi orang lain saat dia 
masih terikat dengan nya dalam sakramen yang kudus. Kebenaran yang sama 
juga berlaku untuk kaum laki-laki. Tidak dibenarkan jika hanya laki-laki yang 
melakukan hal tersebut. Baiklah. Namun 
dalam Islam, seorang laki-laki bercerai sekali, dan lagi, dan jika dia 
menceraikannya untuk ketiga kalinya, perempuan itu akan memerlukan 
sebuah “Mohalel”. “Mohalel” sudah sangat dikenal, setiap orang 
mengetahui tentang itu. Yaitu, seorang laki-laki lain yang bukan 
suaminya, akan menikahinya, dan sesudah orang lain itu menceraikannya, 
dia dapat kembali kepada suaminya yang dulu, bila suaminya masih 
menginginkannya. Hal ini benar-benar sesuatu yang cabul. Mengenai hal ini, ada 
satu tradisi para nabi yang sangat masuk akal. Ya, sangat disayangkan. Sebuah 
tradisi dimana seorang perempuan datang kepada utusan dan berkata, 
“suamiku menceraikan aku, sehingga aku menikahi seorang laki-laki lain.” 
Kemudian dia mengatakan sesuatu yang berarti bahwa suaminya tidak baik, 
suaminya adalah seorang yang gagal dengan perempuan, dan dia 
menggunakan sebuah kata yang spesifik. Lalu utusan bertanya kepada 
perempuan itu, “Apakah kamu ingin kembali kepada suami pertamamu? Dia 
menjawab, “Ya.” Utusan berkata kepadanya, “Tidak, tidak bisa hingga kamu 
merasakan orgasmenya dan dia merasakan orgasmemu …” Maksud dari cerita 
ini sudah jelas. Apa kesalahan perempuan ini jika suaminya menjadi marah dan 
menceraikannya? Hingga dia mendapatkan hukuman? Hal logis apa ini? 
Seandainya seorang laki-laki cacat menceraikan istrinya, dan kemudian 
menceraikannya lagi, dan kemudian menceraikannya untuk ketiga kalinya. 
Haruskah suaminya menghukumnya? Tentu saja.  Tidak, mereka mengambil perempuan 
itu dan memberikannya seorang 
laki-laki lain. Apa kesalahan perempuan malang tersebut? Ini adalah 
pertanyaan yang mereka hadirkan sendiri ke dalam pikiran. Mungkin mereka 
memiliki solusi dalam lembaga legislative Islam yang tidak dapat saya 
capai dalam penelitian saya. Namun jika ada, saya ingin mereka 
mengatakannya dimana saya dapat menemukannya. Saya telah mencoba mencari 
jawabannya melalui internet dan buku-buku yang mungkin akan membimbing 
saya kepada jawaban yang beralasan.
 
Muhammad: Saya ingin mengetahui, bagaimana porsi seorang perempuan dalam surga. 
Dalam Kekristenan dan dalam Islam?
Pendeta Zakaria: Ini 
adalah satu pertanyaan yang pantas, satu yang sangat baik, sebenarnya. 
Berbicara kepada orang-orang, Tuhan Yesus berkata … Anda tahu, pada 
suatu waktu mereka datang kepadaNya dan menanyakan satu pertanyaan. 
Menurut Perjanjian Lama, ketika seorang laki-laki menikahi seorang 
perempuan dan dia meninggal  sebelum dia memiliki seorang anak. Hukum 
menyatakan bahwa adik laki-lakinya boleh menikahinya dan bila dia 
memiliki seorang anak dari perempuan itu, dia harus mendaftarkannya 
dengan nama kakak laki-lakinya yang telah meninggal, dengan demikian 
keturunannya tidak akan berhenti. Lalu mereka berkata kepadaNya 
…Orang-orang ini adalah orang-orang Yahudi yang datang dan ingin 
menipuNya. Anda tahu, mereka ini suka melakukan tipu muslihat. Lalu 
mereka datang dan berkata, “Ada seorang laki-laki yang menikahi seorang 
perempuan dan mati tanpa seorang anak, sehingga adik laki-lakinya 
menikahinya dan juga mati tanpa seorang anak, kemudian adik laki-laki 
yang ketiga menikahinya dengan maksud memberikan keturunan bagi mereka, 
dan mati juga tanpa memberikan keturunan. Ada tujuh orang saudara 
laki-laki, dan kemudian mereka semua mati. Dan inilah pertanyaannya. 
Pada saat kebangkitan, perempuan ini akan menjadi istri yang mana dari 
ketujuh kakak beradik tadi? Siapakah yang akan memilikinya sebagai 
istri?”  Mereka berpikir, mereka telah mengepung Dia dengan pertanyaan 
tersebut. Lalu Kristus menjawab, “Kamu sesat, justru karena kamu tidak 
mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara 
orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan 
hidup seperti malaikat di sorga.” Apakah Anda mengerti? Tidak ada 
pernikahan di surga yang dapat menyebabkan setiap orang akan mencari 
istrinya. Perempuan akan pergi kesana dalam satu wujud yang bercahaya, 
seperti seorang malaikat, begitu juga dengan laki-laki yang akan pergi 
kesana dalam satu wujud yang bercahaya seperti seorang malaikat. Dan 
mereka semua akan menjadi satu keluarga dalam roh yang suci, hidup dalam suka 
cita bersama Tuhan, melihat Tuhan dan menikmati Dia. Namun tentu 
saja situasi dalam Islam, seperti yang Anda telah kenal, dan juga 
seperti para pemirsa ketahui, sangat berbeda. Ketika seorang yang 
percaya meninggal, dia menerima gadis-gadis di surga, gadis-gadis yang 
bermata jeli. Mengenai hal ini telah disebutkan pada tiga atau empat 
ayat dalam Surat-surat Quran, yaitu Surat 56 (Al Waqi’ah), Surat 76 (Al 
Insan), dan yang lainnya. Ketika dia meninggal, dia menerima 
gadis-gadis, yang bermata jeli, juga pelayan-pelayan muda yang tetap 
muda “wildanum mukhalladun”. Seseorang yang bernama Mohamed Galal Keshk 
yang melakukan penelitian tentang hal ini. Penelitiannya diambil alih 
dan dia pun mengajukan gugatan. Mereka mengirim penelitiannya kepada Al 
Azhar, untuk membentuk satu komite untuk mempelajari penelitiannya dan 
melihat apakah penelitiannya bertentangan dengan pengajaran Islam atau 
tidak. Dan kemudian mereka menemukan bahwa penelitiannya tidak 
bertentangan, tidak ada yang berbeda. Dia mengatakan dalam 
penelitiannya, “pelayan-pelayan muda ditujukan untuk kenikmatan fisik. 
Maksud saya kepuasan seksual.”
 
Muhammad: Bahkan menyebutkannya saja sangat memalukan. Dapatkah Anda pindah ke 
hal yang lainnya?
Pendeta Zakaria: Baiklah. Situasi di surga, seperti yang telah ditunjukkan, 
mendukung kaum 
laki-laki. Tetapi bagaimana dengan kaum perempuan? Itu yang menjadi 
pertanyaan Anda. Apa yang didapat kaum perempuan? Tidak ada. Bahkan di 
surga tidak ada kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.
 
Muhammad: Dalam episode ini 
kita telah membahas banyak hal dan saya pribadi dan atas nama para 
pemirsa, hanya dapat  berterima kasih pada Anda atas semua penjelasan 
yang belum pernah banyak orang berani menanyakan hal ini selama 
bertahun-tahun. Ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sangat tegas. 
Saya yakin banyak perkataan atau topik  yang telah Anda bahas, mungkin 
melukai perasaan orang atau mengganggu mereka, namun saya ingin bertanya untuk 
terakhir kalinya, apakah Anda bermaksud melukai atau mengganggu 
seseorang? Apakah anda merasakan kebencian pada seseorang? Apakah tujuan Anda? 
Inilah pertanyaan terakhir saya dalam episode kali ini.
Pendeta Zakaria: Dari 
awal, apakah setiap dialog agama bermaksud melukai seseorang? Jika iya, 
mereka tidak akan mengadakan dialog-dialog agama. Dialog agama 
dimaksudkan untuk saling memahami, sebuah usaha untuk mendapatkan 
kebenaran: “Dan kamu harus mengetahui kebenaran dan kebenaran akan 
membebaskanmu.”  Keinginan hati saya yang paling dalam adalah agar 
orang-orang mengetahui kebenaran, dan kebenaran berada sangat dekat. Dan bila 
setiap orang mengangkat hatinya kepada Allah dan berkata, “Tuhan, 
tunjukkan aku jalan, kebenaran dan hidup.” Dia akan menunjukkan 
kepadanya, karena pada dasarnya Kristus datang dari surga untuk 
memberikan keselamatan pada manusia, untuk menyelamatkan mereka dari 
dosa, dari kuasa si jahat, dari keinginan duniawi, dari hawa nafsu dan 
perkataan kotor. Dan memberikan mereka kehidupan yang mulia. Dia 
berkata: “Aku telah datang kepadamu supaya kamu boleh memiliki hidup dan 
memilikinya dalam kelimpahan.” Dan karena manusia telah dihukum mati 
kekal, Tuhan Yesus datang, menawarkan diriNya sendiri di kayu salib 
untuk menebus mereka, yang berada dibawah hukuman mati. Dia mengambil 
kematian itu dan memberikan mereka kehidupan. Ini adalah pesan  
keselamatan dalam kesederhanaannya. Biarkan setiap orang mengangkat 
hatinya pada Allah dan berkata, “Tuhan aku menerima harta keselamatanMu 
untuk ku, aku menerima kematian Kristus yang Dia lakukan untuk aku.” Dan 
kemudian dia akan menerima kehidupan kekal dan menerima kemuliaan 
surgawi. Oleh karena itu saya minta kepada para pemirsa untuk tidak 
kehilangan kesempatan ini, melainkan katakan kepada Tuhan: “Tuhan, 
bimbing aku ke jalan Mu, selamatkan hidupku, tunjukkan kasihMu kepada 
ku, karena aku orang berdosa.”
 
Muhammad: Terima kasih. 
Sebelum saya meminta Anda untuk menutup program hari ini dengan doa, 
saya ingin membagi beberapa hal kepada pemirsa. Pemirsa yang saya 
kasihi, ijinkan saya mengajukan pertanyaan ini. Dimanakah para nabi hari ini? 
Mereka semua. Pada saat ini mereka semua sudah mati. Dan 
tulang-tulang mereka dalam kuburan menjadi saksi bahwa mereka sudah 
mati. Namun hanya Satu yaitu Yesus Kristus, yang telah berkata mengenai 
DiriNya sendiri: “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Alfa dan Omega.” 
“Sebelum Abraham  jadi, Aku telah ada.” “Aku adalah Gembala yang baik.” 
“Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, Bintang Timur yang gilang 
gemilang.” “Janganlah takut, Aku adalah Yang Pertama dan Yang 
Terkemudian.” “Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai 
selama-lamanya.” Hanya Kristuslah yang telah mati, telah menguasai 
kematian dan hidup kembali. Dia tidak berada disini, karena Dia telah 
bangkit. “Dan hidup untuk selama-lamanya.”
Pemirsa yang saya kasihi, 
saya adalah salah satu dari orang-orang yang meminta keselamatan, 
keselamatan dari dosa dan keselamatan dari penghukuman kekal. Saya 
mencari wajah Tuhan, saya mencari untuk percaya, dan saya telah menerima Yesus 
sebagai Juruselamat pribadi dalam hidupku. Dan pada saat ini, 
jika seseorang ingin bertemu dengan Kristus untuk menerima keselamatan, 
undangan ini terbuka bagi orang ini dan bagi semua. Kristus datang bukan untuk  
satu kelompok saja, tetapi untuk seluruh dunia. 


Pendeta Zakaria: Amen. 
Sebelum kita kehabisan waktu, kita akan mengangkat sebuah doa bagi 
setiap orang, yang ingin menikmati keselamatan Kristus. O Tuhan, bimbing aku 
kepada kerajaan Mu. O Tuhan, bimbing aku kepada kerajaanMu.  Tunjukkan 
pengasihan kepada ku orang yang berdosa. Tunjukkan pengasihan kepada ku orang 
yang berdosa. Engkau mengasihi orang-orang berdosa. Engkau mengasihi 
orang-orang berdosa. Dan Engkau ingin menyelamatkan mereka. Dan Engkau ingin 
menyelamatkan mereka. Engkau telah menyiapkan penebusan bagi kami. Engkau telah 
menyiapkan penebusan bagi kami. Oleh karena itu, terimalah aku dan selamatkan 
aku. Oleh karena itu, terimalah aku dan selamatkan aku. Dan aku menerima Engkau 
ke dalam hidupku. Dan aku menerima Engkau ke dalam hidupku. Amen. Amen.
Muhammad: Dan pemirsa yang 
saya kasihi, setiap orang yang telah mengangkat doa ini, Tuhan berjanji 
untuk memberikan mereka satu bagian bersamaNya dalam kekekalan. Dan 
yakinlah akan keselamatanmu. Terima kasih banyak. Dan sampai jumpa 
kembali, kami meninggalkan Anda dalam perlindungan Tuhan. Terima kasih.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke