Jadi mualaf yagn pada hal katanya sudah dapat hidayah itu masih kudu dibina...

--

Pembinaan Mualaf Masih Andalkan Masjid Besar
Tuesday, 03 May 2011 20:30 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Jumlah masjid yang tersebar di Indonesia mencapai 
ratusan ribu. Disatu sisi, jumlah yang demikian besar ternyata tidak mampu 
memberikan manfaat maksimal, utamanya dalam pembinaan mualaf.

Fakta di lapangan berbicara, hanya segelintir masjid saja yang selanjutnya 
menjadi rujukan para mualaf atau calon mualaf untuk mencari informasi atau 
mendalami Islam. Kondisi itu tentu menjadi masalah. Sebab, para mualaf ataupun 
calon mualaf rentan terhadap ekploitasi pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesi (DMI), Natsir Zubaidi menuturkan 
fungsi masjid umumnya ada dua yakni tempat untuk mendalami ilmu agama dan 
menyalurkan santunan kepada mualaf. Melihat dari kedua fungsi tersebut, sudah 
dipastikan masjid memiliki fungsi strategis dalam pembinaan para mualaf.

Namun,kata dia, tidak semua masjid secara optimal mampu menjalankan kedua 
fungsi tersebut. "Ada masjid yang potensial dan adapula masjid yang pas-pasan," 
kata dia kepada Republika.co.id, Selasa (3/5) saat dihubungi via sambungan 
telepon.

Zubaidi mengatakan minimnya optimalisasi potensi masjid sebagai pusat pembinaan 
mualaf tidak terlepas dari ketiadaan itikad umat untuk memakmurkan masjid. 
Padahal, kata dia, secara tegas Islam mengajarkan umatnya untuk memakmurkan 
masjid. 

Poin utama dari memakmurkan masjid ini adalah tidak semata-mata menjadikan 
masjid sebagai tempat beribadah. Lebih dari itu, masjid haruslah bisa menjadi 
tempat untuk memersatukan umat, tempat untuk pendidikan dan dakwah , serta 
tempat pemberdayaan umat. "Itulah yang akan kami bahas dalam pertemuan DMI di 
Batam, 28-29 Mei mendatang," kata dia.

Natsir mengatakan, ketika umat Islam menyadari akan pentingnya memakmurkan 
masjid, dengan sendirinya pola pembinaan mualaf yang semula terpusat pada 
segelintir masjid besar bisa ditangani dengan masjid-masjid yang lain. 
Harapannya, pembinaan mualaf yang mungkin belum optimal di masjid besar, 
lantaran kapasitas terbatas bisa ditanggulangi.

"Mualaf pun bisa diberikan pembinaan guna memberikan fondasi pengetahuan 
tentang Islam sehingga mereka bisa mandiri dan berperan dalam syiar Islam," 
kata dia.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Penerangan, Kementerian Agama, Ahmad 
Djauhari menuturkan masalah pembinaan mualaf yang hanya dijalankan segelintir 
masjid besar disebabkan kebutuhan khusus. Sebagai contoh, ada sejumlah daerah 
yang mungkin tidak terlalu banyak memiliki atau bahkan tak ada kasus individu 
yang berpindah agama.

Sebabnya, masjid yang berada di daerah itu tidak menyiapkan semacam program 
khusus untuk pembinaan mualaf. Sebagai konsekuensi, bila ada jamaah mualaf, 
maka masjid yang bersangkutan akan merujuk pada masjid yang memiliki program 
pembinaan mualaf secara terpadu. "Masalahnya memang kondisional saja," kata dia.

Meski demikian, Djauhari mengatakan sudah seharusnyas setiap masjid memiliki 
program pembinaan mualaf sekalipun tidak memiliki struktur khusus dalam 
kepengurusan masjid. Keberadaan program pembinaan itu diharapkan bisa melayani 
umat yang mungkin mengetahui ada saudara mereka yang mualaf.

Khusus masjid besar, menurut Djauhari, minimal punya  strukural khusus semisal 
divisi pembinaan mualaf."Tentu kita harus membaca situasi. Jangan sampai 
pembina mualafnya nganggur. Tapi yang terpenting, posisi masjid haruslah siaga 
atau siap dengan kondisi yang ada," kata dia.
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Agung Sasongko



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke