ref: Wah hebat sekali cerita pembebasan kapal Sinar Kudus. Dibayar uang tebusan 
US$ 4,5 juta dollar kepada perompak dan  dibebaskan oleh TNI. Korban dipihak 
perompak 4 jiwa melayang.

http://www.suarapembaruan.com/tajukrencana/siaga-melawan-perompak/6342


Siaga Melawan Perompak
Rabu, 4 Mei 2011 | 13:11
Perompak Somalia memang tak ada matinya. Meski sudah banyak anggota kawanan 
mereka yang ditembak mati, termasuk empat di antaranya yang dihajar peluru 
pasukan TNI pekan lalu, tapi aksi barbar mereka tidak kunjung redup. Belum 
hilang sukacita menikmati drama pembebasan sandera ABK Sinar Kudus, para 
perompak Somalia sudah kembali beraksi. Kali ini korbannya adalah kapal 
berbendera Singapura, MT Gemini, yang 13 dari 25 awak kapalnya merupakan WNI. 
Mereka dibajak pada Sabtu (30/4) di perairan Tanzania, 222 kilometer dari Dar 
es Salaam, ibu kota Tanzania. 

Selain 13 pelaut Indonesia, awak kapal yang disandera tersebut terdiri dari 
empat warga Korea Selatan, tiga Myanmar, dan lima Tiongkok. Mereka semua adalah 
awak kapal yang bekerja di perusahaan Glory Ship Management Pte Ltd, sebuah 
perusahaan pengangkut minyak mentah dari Singapura. Kapal berbobot mati 29.871 
ton ini tengah dalam perjalanan menuju Mombasa, Kenya, dari Pelabuhan Kuala 
Tanjung, Sumatera Utara, membawa muatan 28 ribu ton minyak sawit mentah.

Berbeda dengan penanganan kasus penyanderaan kapal Sinar Kudus, kali ini 
pemerintah terkesan gesit dan agresif. Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Deputi 
Menko Polhukam Sagom Tamboen serempak menegaskan  bahwa pasukan khusus TNI siap 
membantu Pemerintah Singapura dalam memberantas perompak. Bantuan akan 
diberikan jika Singapura memutuskan untuk melakukan operasi militer dan meminta 
bantuan Indonesia. Ketegasan sama ditunjukkan  Panglima TNI Laksamana Agus 
Suhartono, yang mengatakan bahwa TNI siap dilibatkan dalam operasi pembebasan 
kapal yang dibajak tersebut.

Kita mendukung penuh sikap tidak berkompromi dengan perompak.

Hanya ada satu kata untuk kejahatan seperti itu: Lawan! Tak boleh ada kompromi 
atas nama apa pun. Kita bukan tidak peduli dengan risiko keselamatan para ABK 
yang disandera, tapi pengalaman  bicara bahwa  sekali kita berkompromi dengan 
penjahat maka selamanya kita akan tersandera dengan aksi kriminal tersebut. 
Pola berdamai dengan penjahat hanya akan membuat mereka keranjingan melakukan 
kejahatannya. 

Lihat saja, belum juga para ABK Sinar Kudus tiba di Tanah Air, para perompak 
Somalia sudah menyandera Gemini. Nanti bila tebusan untuk pembebasan 
dibayarkan, mereka pasti mencari korban lainnya. Siklus ini tak akan 
berkesudahan bila membayar uang tebusan senantiasa menjadi pilihan. Mata rantai 
kejahatan ini harus diputus. Caranya sederhana, tumpas habis para perompak 
tersebut! Jalur pelayaran bisnis internasional itu harus dibuat steril dari 
sentuhan perompak.

Belajar dari dua kasus terkini (Sinar Kudus dan Gemini), Indonesia wajib   
memiliki strategi dan mekanisme khusus menangani perompak Somalia. Sejumlah 
rencana yang sempat dikemukakan Menko Polhukam hendaknya segera direalisasikan. 
Jangan hanya berwacana terus menerus. Pemerintah harus tegas memilih langkah 
untuk mengeliminasi aksi perompakan di perairan Somalia. Intinya, kita tidak 
boleh kalah dengan perompak.

Memang perompakan di perairan Somalia bukan masalah Indonesia semata. Kapal 
dari berbagai negara juga menjadi sasaran. Dalam beberapa tahun terakhir, 
perompak Somalia telah membajak ratusan kapal  dan mengeruk jutaan dolar dari 
uang tebusan. Aksi perompakan itu,  menurut kelompok pengawas  perompakan,  
Ecoterra,  telah merugikan ekonomi global hingga US$ 12 miliar setahun. Angka 
itu belum termasuk US$ 4,5 juta atau Rp 38,5 miliar yang dibayarkan PT Samudera 
Indonesia  untuk membebaskan Sinar Kudus.

Data Angkatan Laut Uni Eropa (EUNAVFOR) melansir bahwa saat ini para perompak 
sedang menawan sedikitnya 23 kapal dengan 518 awak di perairan Somalia. 
Sedangkan data Ecoterra menyebutkan, perompak Somalia sedang menyandera 49 
kapal dengan 768 awak. Terlepas dari perbedaan data tersebut, perang terhadap 
perompak Somalia harus menjadi isu internasional. Indonesia yang punya politik 
luar negeri bebas aktif dengan semangat turut serta menjaga perdamaian dunia, 
wajib terlibat aktif. 

Sudah saatnya Indonesia ikut serta dalam patroli internasional bersama menjaga 
kapal-kapal yang melintasi perairan Somalia. Kita yakin kapal perang Indonesia 
yang didukung dengan korps pasukan khusus kita, baik Kopassus TNI-AD, Pasukan 
Katak TNI-AL, maupun Paskhas  TNI-AU, mampu berperan aktif menjinakkan para 
perompak Somalia. Tak perlu lagi berhitung untung rugi. Bangsa ini adalah 
bangsa pelaut. Para pelaut andal kita eksis di hampir semua kapal berbendera 
mancanegara. Sudah menjadi kewajiban negara untuk mengamankan mereka, di mana 
pun mereka bekerja. Karena itu, kita harus siaga penuh melawan perompak.

Selain itu, masalah ini sudah menyangkut harga diri bangsa. Singapura dan 
Malaysia, dua negara tetangga yang tak punya sejarah kelautan saja,  sudah 
sejak beberapa tahun terakhir aktif dalam patroli internasional tersebut. 
Sebagai bangsa maritim besar yang bernenek moyang pelaut, Indonesia tak boleh 
kalah. Sama halnya dengan kita yang juga tak boleh kalah dengan perompak. Cukup 
sekali saja kita membayar uang tebusan kepada para perompak jahanam di Somalia. 
Ke depan, kita harus membuktikan diri bahwa kita benar-benar berjaya di laut. 
Jalasveva Jayamahe


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke