Otak Suryana jelas sudah rusak..

Tukang fitnah, pendusta dan yang tidak tahu apa yang namanya logika itu di 
mailing list ini adalah Hasan Basri, ayub yahya dan rata-rata orang Islam.


--- In [email protected], "suryana" <gsuryana@...> wrote:
>
> FYI terutama utk jq abu ireng dan grepe
> ----- Original Message ----- 
> From: "Martin" <martin3053950@...>
> 
> 
> > Dear all,
> > Dibawah ini postingan Liquid no.69480 tentang logical fallacies yang saya 
> > pikir perlu untuk di reposting.
> >
> > Supaya diskusi semakin bermutu, taktik2 kotor sebagai mana diuraikan 
> > dibawah harusnya dihindari. Memang kadang kita tak sadar menggunakannya 
> > (mungkin sudah jadi kebiasaan), atau kadang sengaja kita pakai (karena 
> > sudah kepepet), atau tanpa sengaja (karena terlalu asyiknya berdebat) tapi 
> > apapun alasannya semakin sering kita gunakan 'logical fallacy' semakin 
> > menunjukan rendahnya kwalitas 'kejujuran intelektual' seeorang. Padahal 
> > kejujuran adalah hal yang paling penting dalam berdiskusi.
> >
> > salam,
> > martin
> > -----------
> >
> >
> > Metode Pemutarbalikan Logika dalam Diskusi
> > oleh : Daniel
> >
> > Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya dalam berdiskusi dengan 
> > berbagai
> > macam orang, maka saya
> > dapat mengetahui adanya taktik-taktik kotor dengan metode pemutarbalikan
> > logika yang sangat
> > mendasar.
> > Sasaran mereka adalah jelas, yaitu orang-orang yang gullible ( mudah
> > dipengaruhi ).
> > Ciri khasnya adalah mempunyai daya kritis lemah dan/atau mudah
> > ditakut-takuti.
> >
> > Metode Pembodohan Logika dalam Diskusi
> >
> > 1. Ad Hominem :
> > Menyerang orangnya bukan menjawab isinya.
> > Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence 
> > /
> > fakta / reason, maka
> > mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.
> >
> > 2. Appeal to Ignorance ( Argumentum ex silentio ) :
> > Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu.
> > Misalnya : Kita tidak memiliki bukti bahwa tidak ada kecurangan, maka
> > dianggap ada kecurangan.
> > Padahal, ketiada-tahuan akan sesuatu hal tidak menyatakan bahwa sesuatu 
> > itu
> > ada ataupun tidak ada.
> >
> > 3. Appeal to Belief :
> > Bila anda tidak memiliki kepercayaan, maka anda tidak akan mengerti.
> > Bila seorang pendebat berdasarkan pada kepercayaan sebagai dasar dari
> > argumennya, maka tiada lagi
> > yang dapat dibicarakan dalam diskusi.
> > Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan.
> >
> > 4. Argument from Authority ( Argumentum ad verecundiam ) :
> > Menggunakan kata-kata "para ahli" atau membawa-bawa otoritas sebagai dasar
> > dari argumen instead of
> > menggunakan logic dan fakta untuk men-support argumen itu.
> > Misalnya :
> > Profesor Anu mengatakan bahwa creation-science adalah betul.
> > Sesuatu tidak lantas menjadi benar hanya karena suatu otoritas mengatakan
> > sesuatu hal.
> > Bila pendebat memberikan testimoni dari seorang ahli, lihat apakah
> > dilengkapi dengan alasan yang
> > logis dan masuk akal, serta hati-hati terhadap keotentikan sumber dan
> > evidence di belakangnya.
> >
> > 5. Argument from Adverse Consequences :
> > Hanya karena suatu peristiwa terjadi, tidak menyatakan sesuatu mengenai
> > eksitensi maupun
> > non-eksistensi dari sesuatu.
> > Atau pun tidak menyatakan suatu keharusan untuk mempercayai sesuatu.
> >
> > 6. Menakut-nakuti ( Argumentum ad Baculum ) :
> > Argumen yang didasarkan pada tekanan atau rasa takut
> > Misalnya :
> > Saya telah diberi kuasa oleh Negara, bila Anda tidak percaya kepada saya,
> > maka Anda akan masuk
> > Daftar Orang Tercela.
> >
> > 7. Argumentum ad Ignorantiam :
> > Argumen yang mempelesetkan ketidaktahuan seseorang.
> > Misalnya :
> > Pernyataan bahwa saya pasti betul karena tidak ada yang pernah membuktikan
> > salah.
> >
> > 8. Argumentum ad populum :
> > Argumen yang digunakan untuk mendapatkan popularitas dengan menggunakan
> > issue-issue yang
> > sentimental daripada menggunakan fakta atau alasan.
> >
> > 9. Bandwagon Fallacy :
> > Menyimpulkan suatu idea adalah benar hanya karena banyak orang
> > mempercayainya demikian.
> > Hanya karena sekian banyak orang mempercayai sesuatu tidaklah membuktikan
> > atau menyatakan fakta
> > mengenai sesuatu.
> >
> > 10. Circular Reasoning :
> > Benda X itu ada karena Buku Y mengatakan demikian.
> > Buku Y itu katanya diinspirasikan oleh Benda X.
> >
> > 11. Confusion of Correlation and Causation :
> > Misalnya :
> > Anak yang menonton acara kekerasan di TV cenderung untuk menjadi ganas
> > ketika ia dewasa.
> > Tetapi pertanyaannya, apakah program di TV itu yang menyebabkan kekerasan,
> > ataukah anak-anak yang
> > berbakat ganas cenderung menonton acara kekerasan di TV ???
> >
> > 12. Half Truths :
> > Suatu pernyataan yang biasanya ditujukan untuk menipu seseorang dengan
> > menyembunyikan sebagian
> > fakta / kebenaran.
> >
> > 13. Communal Reinforcement :
> > Suatu proses dimana suatu klaim menjadi suatu kepercayaan kuat melalui 
> > suatu
> > pernyataan yang
> > diulang-ulang oleh suatu anggota komunitas.
> > Proses ini independent terhadap kebenaran klaim tersebut dan tidak 
> > didukung
> > oleh data empiris yang
> > signifikan untuk menggaransi bahwa kepercayaan itu didukung oleh alasan 
> > yang
> > reasonable.
> >
> > 14. Non-Sequitur :
> > Nggak nyambung.
> > Suatu kesimpulan yang diambil tidak didasarkan pada suatu premis ataupun
> > evidence / fakta.
> >
> > 15. Post Hoc, Ergo Propter Hoc :
> > Itu terjadi sebelumnya, maka itu disebabkan olehnya.
> > Semacam non-sequitur, tetapi berdasarkan waktu.
> > Misalnya :
> > Seseorang menjadi sakit setelah pergi ke Mall, maka Mall adalah sumber
> > penyakit.
> > Padahal sakitnya tidak disebabkan oleh sesuatu yang ada hubungannya dengan
> > kepergiannya ke Mall.
> >
> > 16. Red Herring :
> > Sering terjadi . sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian / subyek
> > pembicaraan.
> >
> > 17. Statistic of Small Number :
> > Satu kasus digunakan untuk menjudge keseluruhan.
> > Hanya karena suatu kejadian, tidak dapat mewakili kemungkinan
> > keseluruhannya.
> >
> > 18. Straw Man :
> > Manusia jerami
> > Membuat suatu skenario yang salah image yang menyesatkan, kemudian
> > menyerangnya.
> >
> > 19. Dua Salah Menjadi Benar
> > Misalnya :
> > Siapakah kamu yang mengatakan saya demikian apabila kamu juga begitu.
> > Saya mencoba men-justify apa yang saya lakukan dengan melemparkan 
> > kesalahan
> > yang sama pada Anda
> > sebagai teman diskusi saya.
> >
> > 20. Observational Selection
> > Menggembar-gemborkan kejadian yang menguntungkan dan menutupi kejadian 
> > yang
> > merugikan.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke