Intinya PIG

Elo gak bisa bantah juga bahwa bapak Umar Said dapat penghargaan karena 
tulisannya bermanfaat buat kemanusiaan

Sementara elo hanya bacot gak penting yang sama sekali gak ada manfaat untuk 
kemanusiaan.

Bantah kalau bisa

Pasti gak bisa

Karena emang otak elo otak kera sih

Hehehehehehe
 



-----Original Message-----
From: "Jusfiq" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 06 May 2011 11:53:00 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] Re: Republika:Alquran dan Terjemahnya Bukan Pemicu Aksi 
Terorisme


Jadi Abbas Amin tidak bisa membantah apa yang saya tulis, yaitu:

"Jadi, tidak ada yagn bisa bantah, buka taik anjing susunan orang Arab
primitif
yang dijadikan kitab suci oleh orang Islam yang dungu-dungu kayak babi itu
menyuruh mukmin membunuhi kafir..."


--- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@...> wrote:
>
> Jadi kamu anggap saling menindas manusia di Perang Dunia akibat Arab primitif 
> juga !? Kau kan tak bisa jawab !?
> 
> --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote:
> >
> > 
> > Jadi Abbas Amin tidak bisa membantah apa yang saya tulis, yaitu:
> > 
> > "Jadi, tidak ada yagn bisa bantah, buka taik anjing susunan orang Arab 
> > primitif
> > yang dijadikan kitab suci oleh orang Islam yang dungu-dungu kayak babi itu
> > menyuruh mukmin membunuhi kafir..."
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "Abbas" <abas_amin08@> wrote:
> > >
> > > Dalam keadaan perang semua bisa saling bunuh ! Apa anehnya !?
> > > 
> > > --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote:
> > > >
> > > > 
> > > > Jadi, tidak ada yagn bisa bantah, buka taik anjing susunan orang Arab 
> > > > primitif yang dijadikan kitab suci oleh orang Islam yang dungu-dungu 
> > > > kayak babi itu menyuruh mukmin membunuhi kafir...
> > > > 
> > > > --
> > > > 
> > > > 
> > > > Alquran dan Terjemahnya Bukan Pemicu Aksi Terorisme
> > > > Monday, 02 May 2011 17:47 WIB
> > > > 
> > > > REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Alquran dan Terjemahnya yang dikeluarkan 
> > > > Kementerian Agama (Kemenag) bukan pemicu aksi terorisme. Melainkan, 
> > > > faktor penyebabnya adalah pehaman terhadap teks Alquran yang parsial, 
> > > > sempit, dan sikap antipati terhadap perbedaan pandangan keagamaan. 
> > > > Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Balitbang dan Diklat Kemenag, 
> > > > Abdul Djamil. "Asumsi itu kurang tepat,"kata dia. 
> > > > 
> > > > Ia  menjelaskan di Jakarta, Senin (2/5), terjemah itu disusun secara 
> > > > cermat oleh pakar-pakar yang berkompeten di bidangnya. Pertama kali 
> > > > terbit 1965, terlibat dalam penyusunannya sejumlah tokoh antarlain 
> > > > Hasbi Ash-Shiddiqi, Anwar Musaddad, Ali Maksum, dan Bustami Abdul 
> > > > Ghani. Pada 1989, secara redaksional, terjemah itu disempurnakan oleh 
> > > > Tim yang terdiri antara lain Satria Effendi Zain, M Quraish Shihab. 
> > > > Terjemah di sempurnakan ulang secara menyeluruh pada 1998-2002. Turut 
> > > > tergabung dalam tim tersebut diantaranya Ahsin Sakho Muhammad dan Ali 
> > > > Musthafa Ya'qub.
> > > > 
> > > > Menurutnya, bila benar asumsi itu benar maka jumlah teroris akan lebih 
> > > > banyak. Ini karena mayoritas penduduk di Indonesia menggunakan terjemah 
> > > > itu. Tetapi faktanya, para teroris adalah minoritas, bahkan bisa 
> > > > dihitung jari. Pada umumnya, mereka anti pemerintah termasuk  anti 
> > > > terjamah Alquran yang diterbitkan oleh pemerintah.
> > > > 
> > > > Kepala Bidang Pengkajian AlQuran Puslitbang Kemenag, Muchlis M Hanafi 
> > > > menyangkal bahwa terjemah itu disusun murni secara tekstual harfiah. 
> > > > Terjemah yang disusun tersebut menggabungkan metode terjemah dan 
> > > > kontekstual tafsiriyah sekaligus. Penerjamahan tafsiriyah dilakukan 
> > > > dengan memberikan catatan kaki. Jumlah catatan kaki itu pada terjemah 
> > > > versi lama ada 1610 catatan. Sedangkan dalam edisi revisi terbaru 
> > > > terdapat 930 catatan. Metode serupa digunakan oleh para tokoh tafsir 
> > > > antara lain M Quraish Shihab dalam Alquran dan Maknanya.    
> > > > 
> > > > Ia mengatakan perbedaan yang terdapat dalam terjemah Alquran versi 
> > > > Kemenag dan Tarjamah Tafsiriyah versi MM disebabkan karena perbedaan 
> > > > cara pandang. Perbedaan bersifat variatif dan bukan kontradiktif. 
> > > > Bahkan bisa saling melengkapi. Karenanya, terkait permintaan debat  
> > > > publik dan uji akurasi di hadapan publik oleh MM, pihaknya menilai 
> > > > bukan solusi terbaik. Alternatifnya, ia meminta MM segera menerbitkan 
> > > > terjemah tafsiriyah versi MM. Dengan demikian, masyarakat bisa 
> > > > membandingkan nilai dari terjamah itu nantinya. "Publik yang akan 
> > > > menilai,"kata dia.   
> > > > 
> > > > Wakil Ketua lajnah Tashih Mushaf Al Qura, Ali Musthafa Ya'qub 
> > > > mengkhawatirkan asumsi itu bisa mengarahkan pada pendeskritan Alquran. 
> > > > Ini lantaran terjamah akan diasumsikan sebagai perwujudan dari Alquran 
> > > > secara keseluruhan.  "Saya khawatir akan dibaca Alquran pemicu 
> > > > terorisme,"kata dia.  
> > > > 
> > > > Ia menegaskan munculnya aksi terorisme berdalih Alquran bukan 
> > > > disebabkan oleh terjemah Alquran. Melainkan  akibat nihilnya pemahaman 
> > > > Alquran. Alquran tidak dipahami secara utuh dan menyeluruh. Berbagai 
> > > > piranti penting menafsirkan Alquran seperti penguasaan bahasa Arab, 
> > > > ilmu tafsir, dan alat berijtihad lainnya, kerap diabaikan. Akibatnya, 
> > > > ayat-ayat Alquran dipahami tidak utuh dan disesuaikan dengan maksud dan 
> > > > tujuan mereka. "Alquran difahami sepotong-potong,"kata dia.
> > > > 
> > > > Contoh pemahaman salah, jelas dia, yaitu penafsiran ayat 191 surah 
> > > > Albaqarah. Jika dibaca sepintas, ayat tersebut secara tekstual 
> > > > memerintahkan membunuh orang kafir dimanapun berada. Tetapi, konteks 
> > > > ayat tersebut tak bisa dipisahkan dengan ayat sebelumnya yaitu ayat 
> > > > 190. Dalam ayat itu ditegaskan larangan membunuh secara berlebihan dan 
> > > > membabibuta. "Kedua ayat ini tak boleh dipisah,"kata dia.
> > > >
> > >
> >
>





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke