http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011050700511414

Kalah dari China, Melirik Uni Eropa!
      Sabtu, 7 Mei 2011 
     
      BURAS 
     
     
     


       
      H. Bambang Eka Wijaya

      "ASEAN, termasuk Indonesia, setelah kalah telak dari China dalam 
pelaksanaan perdagangan bebas (ACFTA), pekan ini lewat ASEAN Summit melirik Uni 
Eropa untuk pasar produk ekspornya!" ujar Umar. "Bukankah Uni Eropa selain 
punya standar lebih tinggi kualitas komoditas untuk kawasannya, terutama 
dibanding pasar China, pasarnya juga lebih terbuka sehingga tingkat pesaing 
yang dihadapi jauh lebih berat?"

      "Meski begitu, bagi Indonesia, Eropa justru pasar tradisional ekspornya 
sejak zaman VOC!" timpal Amir. "Tujuan ekspor perdana tembakau Deli (Sumatera 
Utara) medio abad 19 adalah Bremen, kota pelabuhan di Jerman, pusat perdagangan 
tembakau pembalut cerutu!"

      "Berarti, meski persaingan jauh lebih tajam, pasar Eropa lebih 
menjanjikan bagi ASEAN, khususnya Indonesia, karena sudah punya pengalaman dan 
komoditasnya telah dikenal di kawasan tersebut!" tegas Umar. "Namun, di balik 
itu justru Uni Eropa yang kini mengalami krisis ekonomi terbatas mulai dari 
Yunani, Portugal-sampai PM-nya harus mundur-lalu Irlandia, dan masih merambat 
ke Islandia! Karena itu, dalam keinginan mencapai pasar lebih luas, kewaspadaan 
atas imbas negatif pengaruh dari luar harus tetap diutamakan!"

      "Imbas negatif pengaruh dari Eropa itu berupa gaya hidup jetset di 
kalangan elite kita yang justru merupakan pilihan bebas!" timpal Amir. "Dari 
berbagai merk mobil kelas atas, sofa, tempat tidur, lampu kristal asal Eropa 
digandrungi, jauh dari realitas hidup mayoritas warga bangsanya yang menderita 
dan masih serba-kekurangan! Makin dikembangkan lagi hubungan dengan Uni Eropa, 
akan kian kuat pula imbas negatif terjadi!"

      "Imbas seperti itu sukar dihindari!" tegas Umar. "Terpenting bagaimana 
peningkatan hubungan itu bisa meningkatkan ekspor produk kita guna meningkatkan 
kesempatan kerja! Dari peningkatan kesempatan kerja inilah kita harapkan 
maslahatnya bisa semakin nyata!"

      "Lebih-lebih kesempatan kerja kreatif dengan peningkatan ekspor kerajinan 
rakyat, hasilnya sangat terasa dan langsung dinikmati rakyat!" timpal Amir. 
"Karena itu, bersamaan dengan peningkatan hubungan dagang itu, kita juga harus 
memperkuat kreativias produk-produk subsektor kerajinan rakyat! Produk-produk 
yang mengekspresikan keunikan berbasis budaya lokal bisa menjadi unggulan dalam 
persaingan global komoditas kreatif!"

      "Merinding bulu romaku mendengar persaingan global komoditas kreatif!" 
entak Umar. "Sekreatif apa kita sesungguhnya?" ***
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke