Jadi yang nyuruh santunin anak yatim; orang miskin; itu yang bikin BEJAD !@?

--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Tolol, ajaran Islam itu ajaran bejad, jadi yg tahu Islam itu ngritik bukan 
> hanya 
> krn kelakuan bejad orang Islam, tp terutama krn ajaran Islam itu yg bikin 
> orang2 
> itu jadi bejad.
> 
> Sebelum lu ngoceh ttg agama, baiknya lu pelajari dulu apa yg ada di agama tsb.
> 
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
> From: Wong <wong_gendeng05@...>
> To: [email protected]
> Sent: Fri, May 6, 2011 9:10:11 AM
> Subject: [proletar] Re: Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari yang Ada 
> di 
> Kepala
> 
>    
> Saya rasa bukan salah orang diluar Islam, jika mereka menilai negatif 
> terhadap 
> Islam. Saya ingin mengingatkan akan sebuah pepatah lama bahwa pohon di kenal 
> dari buahnya. Sampeyan tahu maksud pepatah ini?, saya jelaskan sedikit saja.
> 
> Buah mangga berasal dari pohon mangga, demikian juga buah durian pastilah 
> berasal dari pohon durian. Pohon welas asih akan menghasil buah buah belas 
> kasihan: sabar, toleran, penunh pengertian. lah sekarang kalo buahnya berupa: 
> terror, bom bunuh diri, pembekaran mesjid, pembakaran gereja, mudah 
> teringgung. 
> Berasal dari pohon apakah buah buah semacam itu?
> 
> Meskipun suatu pohon berasal dari bibit unggul, tapi kalo buah yang di 
> hasilkan 
> adalah yang jelek, yang asam, yang banyak bopengnya, yang banyak ulatnya, 
> pastiah pak tani akan tidak segan menebang pohon itu. Betapaun baiknya 
> kandungan 
> isi ajaran Islam, tapi kalo buah yang dihasilkan faktanya seperti yang kita 
> lihat sekarang, pastilah orang akan memberi penilaian negatif terhadap Islam. 
> Apakah ini bermakna bahwa yang dihasilkan Islam melulu yang jelek?, TIDAK.Gus 
> Dur, Syafii Maarif, Mbah kakung saya adalah contoh buah yang baik dari pohon 
> yang bernama Islam.
> 
> Membaca hasil survey yang membuat hati miris, membaca statistik yang 
> menghasilkan nilai negatif terhadap Islam, tidak perlu ditanggapi dengan 
> sewot, 
> justru itu menjadi bahan introspeksi diri, justru menjadi tugas orang2 
> seperti 
> GD, Syafii dll,(kalo di proletar siapa yah orang yang seperti GD?) untuk 
> memerangi dari dalam, untuk mengikis buah buah buruk yang bernama terorisme 
> dll. 
> menyuruh orang lain mempelajari kandungan Quran dan membandingkan dengan 
> ajaran 
> lain yang mengandung kebejadan tidak akan menghasilkan apa apa.
> 
> Betapapun bejadnya Bibel yang didalamnya ada ayat2 pornografi, ada Raja yang 
> ngecuk istri Temenggung nya, ada bapak yang ngentot anaknya, tapi lihat saja 
> buah buahnya, apa yang dihasilkan?, pembagian indomi gratis, pengobatan 
> gratis, 
> pendidikan murah (mungkin sekarang tidak murah lagi). inilah yang akan 
> menjadi 
> penilaian orang.
> 
> Dan pada dasarmya siapaun tidak bisa memaksa orang lain memberi penghargaan 
> kepada kita, penghargaan akan datang dengan sendirinya. Jika orang menilai 
> Tom 
> Cruise lebih ganteng dari sampeyan adalah hak orang yang menilai tsb, sudah 
> jelas sampeyan bopengan, tonggos, dower, minta dinilai seganteng Tom Cruise 
> adalah keterlaluan. Meskipun sampeyan menunjukan bahwa ternyata Tom Cruise 
> juga 
> panuan di ketiaknya, hal ini juga tidak akan merubah penilaian terhadap 
> sampeyan, lebih sampeyan merubah diri, operasi plastik agar bisa seganteng 
> Tom 
> Cruis, baru penilain orang terhadap sampeyan berubah.
> 
> Rahayu
> 
> 
> --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >
> > 
> > Booost
> > 
> > Bukan tulisan saya, jadi  jangan tujukan kepada saya komentarmu. Kalau mau 
> >bantah kasi argumen yang betul, kalau lari sana sini tidak dianggap 
> >komentarmu.
> > 
> > 
> >   ----- Original Message ----- 
> >   From: ndeboost 
> >   To: [email protected] 
> >   Sent: Thursday, May 05, 2011 3:50 PM
> >   Subject: [proletar] Re: Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari yang 
> > Ada 
> >di Kepala
> > 
> > 
> > 
> >   Kamu ga bisa bedakan antara agama Islam sama orang Islam. Orang Islam di
> >   Indonesia terbesar bodo-bodo karena memang sengaja dibuat bodo,
> >   tertinggal dan banyak ga berpendidikan. Saking bodonya, ada tawaran BS
> >   ke luar negeri langsung disaut. padahal disana diajarin menghasut,
> >   contohnya kamu lihat di a/l proletar. Atau lainnya malah setuju dg
> >   pluralisme namun ga mau murtad, tetap mau di Islam. Padahal sdh mbuat
> >   fikih lintas agama segala. Niatnya mau mengungguli fikh Islam namun ga
> >   laku. Mana mau kristen, Buddhist makainya. Mestinya mereka belajar Islam
> >   dari orang Islam, bukan dari kapir yg bahkan habis nyucuk ga mandi wajib
> >   dulu, langsung bahas Al Qur'an. Padahal di Bibel juga ada aturan mainnya
> >   setelah main cucuk.
> > 
> >   Lain dg agama Kristen, pimpinannya pinter pinter, namun serakah
> >   kekuasaan, ga segan mitenah maupun membunuh. Katanya ga nikah namun
> >   punya anak bahkan sipilis. Apalagi kitabnya, cerita tahayul bertebaran.
> >   Di tangtang @wong_gendeng ga ada yg bisa merespond sampai ndeboost yg
> >   harus ngupas. Namun itupun dibiarkan melongpong. Lain dg QS. Si beo
> >   nangtang lalu dikasih ayat yg Darwin bahkan nyontek darinya, tetap
> >   mbeker ga mau tahu. Namun baiknya dia berhenti cuap-cuap teori Darwin.
> >   Masih sedang mikir dia dg utegnya yg segede tithit beo.
> >   Dan sayangnya utegmu juga ga kamu optimalkan. Mau saja dikibulin Paulus.
> >   Ga mau lihat yg ajarannya Paulus kontradiktif dan kontra produktif dg yg
> >   dari Yesus. Sadarlah @mBoong kalau kamu cuma dipakai oleh Yahudi
> >   diantaranya yg namanya Paulus agar kamu lupa sama ajarannya Yesus lalu
> >   nggebugi orang Islam. Utegmu kamu optimalkanlah. Kamu dan beo tetep
> >   mikir yg Islam identik dg orang Arab. Padahal orang Arab juga Kristennya
> >   banyak. Dasar.
> > 
> >   --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> >   >
> >   >
> > http://www.indonesiamedia.com/2011/05/04/kebengisan-atas-nama-islam-itu-\
> >   bermula-dari-yang-ada-di-kepala/
> >   >
> >   > Kebengisan atas Nama Islam itu Bermula dari yang Ada di Kepala
> >   > Posted on May 4 2011 by Ade Armando
> >   > Di Indonesia, Islam menjadi nampak begitu menakutkan. Majelis Ulama
> >   Indonesia, Menteri Agama, dan berbagai organisasiIslam nampaknya punya
> >   sumbangan besar bagi radikalisasi keagamaan ini.
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   >
> >   > Tak bisa lagi orang membela diri dengan mengatakan bahwa gagasan Islam
> >   sebagai agama kekerasan adalah sekadar hasil skenario Barat atau
> >   Zionisme internasional. Faktanya, kekerasan demi kekerasan terjadi di
> >   Indonesia. Dari serangan terhadap gereja di berbagai kota, serangan
> >   terhadap Ahmadiyah yang memakan korban nyawa, bom buku, bom masjid di
> >   Masjid Mapolres Cirebon, bom Paskah yang ditemukan di Serpong, sampai
> >   terbongkarnya jaringan Negara Islam Indonesia, menunjukkan bahwa ancaman
> >   radikalisme Islam ini tidak main-main.
> >   >
> >   > Teori-teori sosial mengatakan radikalisme lazim hadir akibat rasa
> >   ketertindasan ekonomi-politik. Namun untuk rangkaian contoh yang disebut
> >   tadi, sulit melihat adanya keterkaitan dengan basis ekonomi. Para pelaku
> >   dan mereka yang menggerakannya tidak nampak sebagai kaum yang tertindas
> >   secara ekonomi maupun politik. Mereka bukan kalangan yang lazim disebut
> >   kaum marjinal yang frustrasi. Sebagian yang terlibat adalah lulusan
> >   perguruan tinggi atau bekerja di perusahaan modern.
> >   >
> >   >
> >   >
> >   > Karena itu, salah satu jawaban yang mungkin ada pada tataran gagasan.
> >   Para pelaku aksi radikal ini melakukan tindakan kekerasan karena ada
> >   gagasan di kepala mereka yang membuat mereka merasa wajib melakukan
> >   kekerasan. Dan salah satu sumber yang paling potensial mendorong orang
> >   melakukan kekerasan di luar batas normal tersebut adalah agama.
> >   Tepatnya: penafsiran tentang agama.
> >   >
> >   > Analisis ini, misalnya, bisa ditarik dari hasil penelitian yang
> >   dilakukan Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (Lakip), Jakarta, pada
> >   Oktober 2010 sampai Januari 2011 lalu tentang Radikalisme Islam dan
> >   Toleransi. Respondennya mencakup 590 guru agama dan 993 siswa kelas 8
> >   sampai kelas 12.
> >   >
> >   > Hasil penelitian yang perlu dicermati antara lain adalah:
> >   > - 23,6 persen guru dan 13,1 persen murid menyatakan kesetujuan atas
> >   organisasi radikal (mungkin seperti FPI).
> >   > - 62,7 persen guru dan 46,7 persen murid menolak berdirinya tempat
> >   ibadah non-Islam di lingkungan mereka.
> >   > - 21,1 persen guru dan 25,8 persen murid menganggap Pancasila tidak
> >   lagi relevan sebagai ideologi negara.
> >   > - 76,2 persen guru dan 84,8 persen murid menyetujui pemberlakuan
> >   Syariat Islam.
> >   > - 28,2 persen guru dan 48,9 persen murid bersedia terlibat dalam aksi
> >   kekerasan terkait dengan agama dan moral.
> >   > - 22,7 persen dan 41,1 persen murid bersedia terlibat dalam aksi
> >   penyegelan serta pengrusakan rumah ibadat atau fasilitas milik aliran
> >   keagamaan lain.
> >   >
> >   >
> >   >
> >   > Memang tak terlalu jelas metode penarikan sampel dan pengajuan
> >   kuesioner yang dilakukan. Misalnya, apakah sampelnya diambil dari
> >   seluruh sekolah di Jakarta, atau hanya di sekolah-sekolah tertentu. Atau
> >   apakah sampel ditarik hanya dari mereka yang aktif dalam kegiatan
> >   keagamaan atau dari seluruh siswa. Atau apakah wawancara dilakukan orang
> >   per-orang, dengan pewawancara yang nampak netral (misalnya tidak
> >   berjilbab), atau dilakukan beramai-ramai di sebuah kelas.
> >   >
> >   > Namun, apapun kelemahan metodologis yang mungkin ada, hasil di atas
> >   tetap mencengangkan dan mengkhawatirkan
> >   >
> >   >
> >   > [Non-text portions of this message have been removed]
> >   >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke