http://www.pikiran-rakyat.com/node/123939

Terkait Calon Kapolri 
SBY Dituduh Abaikan Kompolnas
Selasa, 05/10/2010 - 08:59 
JAKARTA, (PRLM).- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengatakan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengabaikan masukan soal calon Kapolri dengan 
mengajukan nama Komjen Timur Pradopo. Kepastian pencalonan Timur Pradopo 
disampaikan oleh ketua DPR Marzuki Alie yang Senin (4/11) malam mengatakan dia 
sudah menerima surat dari Presiden.

Anggota Kompolnas La Ode Husein mengatakan pihaknya dan Polri sudah melakukan 
penilaian sehingga merekomendasikan nama Komjen Nanan Soekarna dan Komjen Imam 
Sudjarwo sebagai calon kapolri kepada presiden.

La Ode Husein mengatakan tidak memahami mengapa presiden mengabaikan 
pertimbangan Kompolnas dan Polri. "Pertimbangan itu mempunyai makna yuridis 
kalau kita lihat dalam undang-undang. Seharusnya pertimbangan Kompolnas tidak 
bisa diabaikan," kata La Ode Husein kepada "BBC".

Timur Pradopo baru Senin (4/10) dilantik menjadi jenderal bintang tiga sebagai 
kepala badan pemeliharaan keamanan. Sebelumnya dia adalah Kapolda Metro Jaya 
dengan pangkat inspektur jenderal atau jenderal bintang dua.

Namun juru bicara presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan pencalonan Timur 
Pradopo sudah sesuai dengan Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian 
negara. Julian Pasha secara khusus menyebut pasal 11 yang pada dasarnya 
mengatakan kapolri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan 
DPR.

Langkah selanjutnya dalam proses pencalonan Timur Pradopo adalah uji kelayakan 
yang akan dilakukan oleh Komisi III DPR yang menangani masalah hukum.

Anggota Komisi III dari PDI-Perjuangan Trimedya Panjaitan mengatakan partainya 
akan menyoroti peran Timur Pradopo dalam peristiwa Trisakti-Semanggi. "Karena 
Pak Timur Pradopo ini pernah dipanggil Pansus Trisakti-Semanggi, mungkin kita 
meminta Komnas HAM meneliti secara komperhensif sejauh mana keterelibatan Pak 
Timur Pradopo soal Trisakti-Semanggi," kata Trimedya.

Trimedya juga akan menanyai rekam jejak Timur Pradopo sebagai Kapolda Metro 
Jaya yang ditandai dengan kericuhan soal Gereja HKBP di Bekasi dan pembunuhan 
di Jln. Ampera, Jakarta Selatan, akhir bulan September.

Timur Pradopo dicalonkan sebagai pengganti Jeneral Bambang Hendarso Danuri yang 
masa jabatannya habis akhir bulan Oktober. (A-147)***


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke