Ya inilah salah satu tugas orang Indonesia yang rasional: meruntuhkan berbagai 
mythos, diantaranya mythos disekeliling kolonialisme, berbagai mythos yang 
disebar oleh bedebah nasionalis ..

Soal kolonialisme, satu lagi yang jangan kita lupakan: perusahaan Belanda 
menanam kapitalnya di Hindia Belanda, menciptakan lapangan kerja, membayar 
pajak kepada pemerintah yang membuka sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, 
berbagai lembaga ilmiah dan berbagai jawatan yang memperbaiki ekonomi dan 
jaminan kesehatan penduduk, seperti usaha eridikasi penyakit cacar..

Yang salah, yang jahat yang biadab itu adalah adanya diskriminasi terhadap 
penduduk asli Hindia Belanda itu.

Tapi berkat berkembangnya fikiran humanis (ingat Max Havelaar)  disusul oleh 
gerakan sosialis dan komunis yang humanis (dan bukan stalinis) terjadi 
perbaikan secara berangsur-angsur..

Ini satu.

Kedua: yang perlu pula kita ingat adalah bahwa perkembangan kapitalisme sebagai 
mode of production setelah perang dunia ke II TIDAK lagi memerlukan jajahan: 
makanya Malaya dan Madagaskar juga dibiarkan merdeka, seperti juga Togo dan 
Tobago dan (hampir) semua jajahan..

Ketiga: Aksi militer Belanda setelah perang dunia ke II adalah kesalahan dan 
kejahatan tapi aksi militer itu tidak bisa menghalangi tuntutan perkembangan 
kapitalisme: jajahan kudu ditinggalkan.

Tidak banyak diantara kita orang Indonesia yang tahu bahwa setelah perang dunia 
ke II terjadi kontradiksi antara kapital industri di Rotterdam menentang 
kapital "perkebunan" dan perdagangan yang hidup dari koloni di Amsterdam (NHM, 
Borsumij dll.) Kapital Rotterdam prevails... Dan Indonesia berkesempatan untuk 
merdeka.

Sayangnya, dan sedihnya, buat orang Indonesia, yang membawa Indonesia ke alam 
merdeka itu adalah bangsat nasionalis anjing fascist Jepang Soekarno, penjual 
seperempat juta romusha kepada fascist Jepang,  yang kemudian menjadi diktator 
Indonesia pertama dan penghancur ekonomi Indonesia.

--- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@...> wrote:
>
> mitos2 kolonialisme:
> 
> 1. Apakah benar Indonesia kaya raya? 
> j: Saya kira ini mitos yg sering didengungkan oleh Soekarno dan Tan Malaka.
> Dutch East Indies memang tanahnya subur, namun tanah subur saja tanpa ada 
> pengolahan tanaman yang bervalue ekonomi, maka 
> tanah subur itu akan menjadi useless/tidak bernilai ekonomis. Kita harus 
> sadar bahwa yang pandai memanfaatkan kesuburan
> tanah dutch east indies adalah belanda, merekalah yang punya inisiatif 
> menanam rempah-rempah, tebu, dan bahan-bahan produksi
> yang ekonomis untuk dijual di eropa. Ini seperti halnya seandainya tanah 
> indon mengandung banyak minyak, gas, dan emas,
> namun orang indon tidak mampu mengolahnya, sehingga kandungan kekayaan alam 
> tsb tanpa pengolahan tidak akan bernilai ekonomis
> 
> 2. Apakah benar tanah indon sangat kaya raya sehingga membuat belanda kaya 
> raya?
> j: Pada faktanya, di eropa belanda tidak lebih kaya daripada british, russia 
> empire, prancis, dan negara eropa barat lainnya.
> 
> 3. Apakah benar kekayaan belanda saat ini hasil dari kolonialisme masa lalu 
> thd indon?
> Pada perang dunia kedua, belanda diinvasi oleh Nazi Jerman, dan porak poranda 
> oleh Nazi jerman, setelah Nazi jerman dikalahkan oleh
> Soviet Russia, keadaan belanda tidak mempunyai uang sama sekali, ada 
> keinginan belanda untuk kembali melakukan kolonialisasi thd indon,
> namun dalam marshall plan, amerika bersedia memberikan hutang kepada belanda 
> dengan syarat melepaskan tanah jajahan Indon.
> Selain itu dalam perundingan KMB,Indon diwakili Hatta, dan tentunya juga atas 
> persetujuan Soekarno, rela membayar hutang indon/hindia belanda ke belanda
> 
> Dalam artian, dalam perang dunia kedua, belanda benar-benar telah kehabisan 
> uang.
> 
> ---
> 
> Manusia2 Indon yang memasalahkan kolonialisme belanda, adalah manusia indon 
> yang bermental pecundang, karena masa lalu tidak bisa diubah,
> dan hanya mencari kambing hitam, langkah yang tepat adalah mengimajinasikan 
> masa depan untuk direalisasikan...
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke