Mulai tahun ini bagi mahasiswa bukan warganegara EU harus bayar, terkecuali 
yang mendapat beasiswa.  Bagi yang membuat PhD digaji, waktunya  4-5 tahun,Gaji 
PhD student dibayar oleh sekolah atau sendiri membiayai dan ini biasanya 
beasiswa dari perusahaan atau orang-orang berada yang mengumumkan tidap tahun.  

Bagi tamatan SMA kalau angka atau mata pelajarannya jurusan ilmu sosial, tidak 
tertutup pintu bila mau belajar pada bidang ilmu exacta  misalnya kedokteran, 
insinyur electronik, Ada itu yang disebut komwux (pendidikan dewasa), biasanya 
sore hari, kurusl mata pelajaran kimia, matematik dan fisika sebagi pelengkap, 
bila selesai bisa masuk pada fakultas ilmu exacta. Ada orang Indonesia yang 
sekolahnya jurusan sastra  tingkat SMA di Indonesia. Dia bilang dulu kepingin 
menjadi dokter, tetapi karena tidak mengerti ilmu pasti makanya setelah SMA 
terus kerja. Saya bilang ada itu komvux, kalau mau cita-cita waktu kecil 
terlaksana  ikut sekolah malam, ambil tiga mata pelajaran yang dibutuhkan, 
mumpung tidak bayar dan lagi kalau malam hari cuma nonton TV. Beliau waktu itu 
sudah berumur hampir 50 tahun. Beliau ambil kurusus dalam dua tahun selesai, 
angka-angka hasil  pelajarannya selama kursus selalu 5 (tertinggi). Sayangnya 
waktu sudah masuk fakultas kedokteran, pada tahun kedua, beliau mengalami 
kecelakaan mobil dan meninggal dunia.   



  ----- Original Message ----- 
  From: Teddy S. 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, May 16, 2011 8:11 PM
  Subject: [proletar] Re: Kemana Sesudah SMA?


    
  Bung Ambon,

  Mohon dikonfirmasi, setahu saya dulu semua universitas di Swedia juga gratis 
dan kualitasnya sangat bagus.

  Sampai sekarang juga semua pendidikan tinggi di Jerman masih gratis.

  Orang-orang Indonesia mungkin banyak yang belum tahu bahwa Imperial College 
London adalah sekolah elit yang terbaik di Inggris untuk jurusan Teknik.

  --- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote:
  >
  > 
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=95741:kemana-sesudah-sma&catid=78:umum&Itemid=131
  > 
  > 
  > Kemana Sesudah SMA?
  > 
  > Oleh : Maulana Syamsuri
  > 
  > 
  > 
  > Memilih perguruan tinggi bagi lulusan SMA/SMK tidaklah sulit bagi anak-anak 
mereka yang berpenghasilan tinggi, tapi bagi orang yang penghasilannya 
pas-pasan merasa pening kepala setelah anaknya lulus dari SMA/SMK/MA.
  > 
  > Biaya kuliah di perguruan tinggi negeri saat ini terbilang mahal, seperti 
diakui oleh Carmadi Mahbub, wakil Rektor Bidang Akademik dan Mahasiswa Institut 
Teknologi Bandung,untuk kuliah di ITB hingga lulus sebagai sarjana teknik 
dibutuhkan biaya sekitar Rp 100 juta atau Rp 25 juta pertahun. Sementara 
mahasiswa ilmu sosial berkisar Rp 17 juta/tahun dan mahasiswa kedokteran Rp 30 
juta hingga Rp 50 juta/tahun. Dan untuk masuk perguruan tinggi negeri tidaklah 
mudah karena testing masuk yang amat ketat, dari puluhan ribu peminat hanya 
sebagian kecil yang bisa lolos beruntung bisa duduk di kampus PTN.
  > 
  > Survei Litbang Harian Kompas baru-baru ini mencatat, 3 PTN di Indonesia 
merupakan paling diminati oleh calon mahasiswa, yakni Universitas Indonesia, 
Institut Teknologi Bandung serta Universitas Gajah Mada. Namun demikian tidak 
berarti,bahwa USU, UNSRI, Unpad, ITS tidak diminati.
  > 
  > Saat ini di Indonesia terdapat 5,2 juta mahasiswa dengan rincian 3 juta 
mahasiswa mengikuti kuliah Swasta, 1 juta di Perguruan Tinggi Negeri, sisanya 
di perguruan tinggi Islam, pendidikan tinggi kedinasan dan universitas terbuka. 
Untuk tahun akademi 2011/2012 jumlah ini akan meningkat lagi.
  > 
  > Meskipun amat mahal, kuliah di luar negeri masih tetap diminati oleh 
mahasiswa yang orangtuanya dari golongan menengah keatas. Salah satu tujuan 
belajar di Eropa adalah Inggris. Sejak berabad-abad silam, Inggris sudah 
menggelar tradisi universitas. Hal ini terlihat dari nama besar sejumlah 
universitas di negeri itu, seperti Cambridge University, Oxford University dan 
London School of Economic and Political Sciens. Di negeri ini terdapat 
sedikitnya 100 universitas. Sebagai gambaran biaya kuliah di negeri itu adalah 
uang kuliah antara 4.500-15.000 pounsterling, sementara akomodasi dan biaya 
makan 5.000-8.000, uang saku 2.500-3.000 dan buku antara 500-1.000.
  > 
  > Masih banyak lagi univeristas di luar negeri yang diminati oleh mahasiswa 
Indonesia, seperti di Amerika, Swiss, Jerman,Australia, Selandia Baru, 
Singapura dan Malaysia. Sementara lulusan Madrasah Aliyah banyak mengincar 
kuliah di Universitas Islam Al Azhar Kairo.
  > 
  > Jangan Anggap Rendah PTS
  > 
  > Bagi lulusan SMA/SMK/Madrasah Aliyah tidak perlu merasa kecewa dan sedih 
karena tidak jebol pada ujian masuk PTN, sebab masih banyak PTS yang berbobot 
sama dengan PTN. Di Indonesia, beberapa PTS yang tergolong papan atas adalah 
Universitas Petra Surabaya, ,Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas 
Muhamadiyah Malang, Universitas Mercu Buana, Binus University, Atmajaya, 
Trisakti, Paramadina, Universitas Ahmad Dahlan, UII Yogyakarta dan UNISBA 
Bandung. Khusus untuk Medan terdapat universitas yang sudah lama dan 
berkualitas seperti Universitas HKBP Nomensens, Universitas Medan Area, 
Universitas Amir Hamzah, Universitas Muhammadiyah, Universitas Al Azhar, UISU, 
Universitas Muslim Nusantara dan Universitas Al Washliyah,
  > 
  > Mereka yang beranggapan kuliah di PTS tidak bergengsi, justru sungguh 
sangat keliru. Nyatanya semakin banyak kampus swasta yang tidak kalah mutunya 
dengan PTN. Sebagai bukti, bahwa beberapa BUMN (Persero) Tbk, menerima lulusan 
PTS dan setelah berdinas 15 tahun mendapat gaji sekitar Rp 50 juta perbulan. 
Mahasiswa PTS tidak perlu harus mengikuti ujian negara, ijazah cukup disyahkan 
PTS setempat.
  > 
  > Masuk PTS jauh lebih mudah ketimbang mengikuti testing UMPTN yang diminati 
sangat banyak lulusan SMA/SMK/MA. Biaya kuliah juga tidak jauh beda dengan 
biaya di PTN serta dapat dicicil hingga 4 kali .
  > 
  > Saat ini memilih kuliah tidak harus di universitas di kota-koa besar 
seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya atau Medan. PTS juga sudah 
didirikan di kabupaten/kota, seperti Universitas Asahan di Kisaran, Universitas 
Graha Nusantara di Padang Sidempuan, Universitas Al Washliyah Rantau Prapat, 
Universitas Islam di Labuhan Batu, Universitas Karo di Kabanjahe, Universitas 
Muhammadiyah di Tapanuli Selatan, Universitas Simalungun di Pematang Siantar, 
Sekolah Tinggi Filsafat Theologi di Pematang Siantar, Sekolah Tinggi Ilmu 
Kesehatan Medistra Lubuk Pakam.
  > 
  > Bahkan Kuliah di Kejuruan juga banyak di kabupaten/kota, seperti Akademi 
Kebidanan Hendersen di Pematang Siantar, Akademi Kebidanan di Stabat,Langkat, 
Akademi Kebidanan Sentral Padang Sidempuan, Akademi Keperawatan Nauli Husada 
Sibolga, Akademi Keperawatan Pemkab Taput, Tarutung, Akademi Keperawatan Surya 
Nusantara P.Siantar. Akademi Maritim Belawan dan AMIK Multicom P.Siantar.
  > 
  > Hati-Hati Memilih PTS
  > 
  > Yang diperlukan untuk memilih PTS adalah status akreditasinya. Apalagi 
pemerintah memberi batas waktu kepada PTS untuk mendapatkan akreditasinya, 
yakni A, B,dan C hingga 2012. Untuk PTS yang namanya akreditasi sangat penting. 
Masyarakat tidak kecewa bila anaknya kuliah di PTS yang memiliki akreditasi 
bagus. Untuk mengecek status akreditasi PTS bisa dilihat pada 
http/ban-pt.kemdiknas.go.id. Yang penting lagi adalah tentang staf pengajar, 
sebab di Indonesia setiap dosen harus lulusan pascasarjana setidaknya S2.
  > 
  > Bagi lulusan SMA/SMK/MA, tinggal memilih kuliah di universitas swasta kelas 
atas atau masuk PTS kelas gurem yang gampang meluluskan mahasiswanya sebagai 
sarjana dan kampuspun berupa ruko di belakang kios-kios barang loak.***
  > 
  > maulananovelis,blogspot,com.
  > 
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke