Sumber: http://tamanmiryanti.blogspot.com/p/cerpen.html

[Cerpen] Awan mengawang di kepala

Anka, apa kau dengar yang kutanyakan?" ia terkejut kaget dari lamunannya, lalu 
menatap bosnya seraya bertanya: "Maaf, apa yang anda barusan tanyakan?" Manajer 
itu tak mengulangi pertanyaannya, tapi hanya mendesah, rekan-rekan sekerjanya 
terdiam bisu serta saling memandang heran. Keheningan ruangan rapat afdeling 
mencekam dan terasa menyakitkan. 


Rapat laporan kerja berlanjut ke tema berikutnya. Anka mencoba dengan cermat 
mengikuti pembahasan agenda kerja harian, memasalahkan soal gosip dan mengulas 
rasa kekhawatiran kehidupan rekan-rekan sekerjanya. 


Padahal untuk setiap mengikuti rapat, bagi Anka ibaratnya seakan melihat gambar 
awan yang mengawang tidak di langit, tapi di kepala rekan-rekan sekerjanya. 
Atau 
bagaikan menonton kumpulan awan dalam filem kartun, yang tergambar gumpalan 
awan 
lembut, berwarna putih dan berbulu halus.

Awalnya gambaran awan itu tak ada dalam pikiran Anka, biar pun kadang ia merasa 
terganggu kosentrasi pekerjaannya. Suatu kali tiba-tiba Anka mendengar suara 
hembusan angin, yang seperti membisikkan sesuatu ditelinganya. Dirasakannya 
dingin hembusan angin itu, dan merasuk ke dalam alam bawah sadarnya, lalu 
kemudian terekam dalam bentuk gumpalan awan dipikirannya. Maka suara itu tak 
dimengerti maksudnya.

Di waktu hari-hari baik kehadiran awan-awan putih itu bisa diabaikan bahkan 
Anka 
percaya pada keyakinannya, yang mampu mengusir gambar gumpalan awan yang 
merasuk 
ke dalam pikirannya. Tapi ketika hari-hari baiknya sedang mengalami penurunan, 
ia merasa begitu kelihatan lelah dan jemu. Betapa sulitnya ia membuang gambar 
kumpulan awan yang mulai menguasai alam pikirannya. Seakan gambar kumpulan 
gumpalan awan awan itu terlihat naif dan seperti tak punya rasa bersalah, 
karena 
dengan bebasnya dibiarkan masuk mendominasi isi kepalanya Anka. Lalu, apa yang 
harus ia lakukan, lagi pula siapa pula yang akan memperdulikannya? 


Di saát rapat hampir berakhir, suara bising hembusan awan putih tak lagi mampu 
dihentikan, bahkan suara yang dirasakan lembut itu, kemudian berubah menjadi 
garang dan berang. Bisikan kata-katanya yang nyaris tidak terdengar jelas itu, 
semakin mendominasi arus pemikiran Anka.

"...apa yang akan dilakukan untuk minggu depan?" Tiba-tiba tanya bosnya seraya 
menatap tajam kearah Anka, yang mengangguk seperti mengerti maksud 
pertanyaannya 
itu. Fragmen tema pembicaraan tak sepenuhnya masuk dalam rejistrasi pikiran 
Anka, akan tetapi dengan sigapnya ia mampu menanggapi pertanyaan bosnya itu. 
Dan, nyatanya rekan-rekan sekerjanyapun merasa puas, bahkan mereka tak melihat 
ada gelagat aneh dalam diri Anka yang tercermin sama dengan diri para koleganya 
itu.  


MiRa - Amsterdam, 16 Mei 2011


http://sastrapembebasan.wordpress.com/
http://tamanmiryanti.blogspot.com/
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/   

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke