Dan Stalin dg Beria ga juga perlu HAM. Krek, 20 juta+ nyawa rakyat
maupun tawanan perangnya melayang. Cina sama saja, lebih memperbolehkan
memelihara anjing hga 2 ekor namun hanya 1 bayi. Selebihnya, krek. Atau
disuruh minum susu formula bermelamin. Bagaimana HAMnya PKI? Ganyang 7
setan desa......
--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
> Dunia Barat Hanya HAM Tak Butuh Jembatan Islam-Barat
>
> Disemua negara Barat tidak ada jembatan Yahudi-Barat, juga tidak ada
jembatan Kristen-Barat, jembatan Hindu-Barat, jembatan Buddha-Barat,
lalu apa perlunya jembatan Islam-Barat ???  Semua agama diperlakukan
sama tidak ada prioritas utama agama mayoritas atau minoritas karena
jumlah penganut agama setiap detik bisa berobah tidak mungkin dibuat
statistiknya setiap detik.  Setiap umat bebas ber-pindah2 agama setiap
saat, bebas menganut satu, dua, atau sepuluh agama sekaligus sehingga
tidak ada kata mayoritas atau minoritas dalam jumlah penganut agama.
>
> Bohonglah kalo RI bisa menjembatani Islam-Barat !!!  Karena dunia
Barat melarang promosi agama ditempat publik, semua agama diperlakukan
sama tidak ada agama yang lebih benar, sehingga tidak mungkin Islam
harus dijadikan prioritas utama didunia barat.
>
> > Sandy Dwiyono sdwiyono@ wrote:
> > Dengan strategi soft power dan
> > modalitas yang dimiliki seperti
> > Islam moderat dan demokrasi, RI
> > mampu menjembatani berbagai
> > pertentangan Islam-Barat.
> > Demikian Duta Besar RI untuk
> > Republik Federal Jerman Dr. Eddy
> > Pratomo dalam International
> > Symposium on Cultural Diplomacy
> > 2011 di Berlin,
>
> Tidak ada problem di Barat dalam masalah agama kecuali agama Islam
yang membuat masalah yang anti-Barat karena ajarannya memaksakan
kewajiban umat untuk anti-Barat, anti-kafir, dan anti-murtad.
>
> Lalu apanya yang mau dijembatani ???  Rumusnya jelas, penganut Islam
harus tunduk kepada hukum yang berlaku di Barat, dan Syariah Islam
ditolak dan dilarang diberlakukan sebagai hukum di Barat.
>
> Hukum dan UU di barat hanya satu yang bebas dari hukum agama apapun
juga.  Ajaran Islam sangat bertentangan dengan hukum dan UU di Barat,
seperti menikahi anak dibawah umur merupakan kriminal tapi berpahala
dalam Islam.  Poligami dilarang dibarat tapi dianggap berpahala dalam
ajaran Islam.  Masih terlalu banyak ajaran2 Islam yang melanggar HAM
yang dilarang di barat yang tidak mungkin dijembatani melainkan mutlak
ditolak dan dilarang !!!!
>
> Bershalat ditempat umum disemua negara Barat dilarang, sedangkan di
negara Islam tidak dilarang.
>
> HAM yang ditegakkan disemua negara2 Barat melindungi semua umat
beragama untuk memilih dan menganut agama apa saja baik satu agama atau
menganut sekaligus banyak agama.  Jadi bertentangan dengan agama Islam
yang hanya boleh menganut satu saja agama dan menyembah hanya Allah tak
boleh menyembah juga dewa dewi.  Bahkan ajaran Islam sudah melanggar HAM
karena hanya memuliakan muslimin dan merendahkan mereka yang bukan
muslimin.
>
> Jadi enggak ada jembatan2an dengan Barat untuk membolehkan Islam
dipaksakan, dipropagandakan, atau dipraktekan kepada umum.
>
> Gimana bisa dinamakan strategi soft power untuk dakwah Islam Indonesia
sementara strategi hard power yang uncivilized dijalankan kepada sesama
umat Islam seperti Ahmadiah, Syiah, dan berbagai aliran2 Islam lainnya
???
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke